Kamis, Juli 13, 2006

Kegagalan Awal dan Cara Mengatasi Komplain


Bapak pengasuh,

Untuk memulai bisnis tidak sepenuhnya perlu modal besar. Jadi modal bukan alasan dan penghalang untuk mulai bisnis.

Begini bapak, saya ingin sekali memiliki bisnis kecil-kecilan di bidang IT. Saya pernah dimintai tolong teman untuk mencarikan komputer. Saya rasa ini peluang bisnis jadi broker. Kemudian saya jalani itu. Setelah saya carikan, beberapa hari kemudian ternyata monitornya terbakar dan coba saya service kan tetapi nggak bisa, akhirnya saya menggantinya dengan membeli lagi. Di samping saya rugi, saya juga merasa nggak enak sama temanku itu dan saya dengar temanku itu bilang ke temanya kalau dia merasa dibohongi sama saya. Terus terang saya sakit dengan kejadian itu dan terasa kapok untuk melakukannya lagi.

Yang saya tanyakan, bagaimana saya bisa memulai bisnis lagi? Dan bagaimana mengatasi komplain pelanggan-pelanggan yang orangnya seperti temenku itu? Terus terang saya masih ada rasa ketakutan untuk menghadapi komplain. Kuatir nggak bisa memuaskan pelanggan.

Terima kasih.

Sholeh

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Sholeh. Ada seekor kera, yang mengucur air liurnya melihat sebatang pohon pisang yang sedang berbuah. Dengan bersemangat, ia kemudian memanjat pohon pisang tersebut. Malang baginya, ternyata pemilik pohon pisang memasang sebuah alat, yang memancarkan air ketika ada binatang yang memanjat pohon pisang miliknya. Karena air terus memancar, si kera tidak pernah bisa menjangkau pisang yang ranum di pucuk pohon pisang. Akhirnya, si kera putus asa dan dengan lesu meninggalkan pohon pisang itu.

Di tengah jalan, ia bertemu dengan dua ekor kera yang lain. Ia bercerita, bahwa ada sebatang pohon pisang yang sedang berbuah, tetapi tidak bisa dipanjat karena ada air yang mengucur deras ketika dipanjat. Seekor kera memutuskan tidak memanjat dan mengikuti kera gagal. Seekor kera yang lain, berniat untuk membuktikan apa yang diucapkan oleh kawannya.

Ternyata, kera terakhir yang mencoba memanjat, dengan mudah bisa mendapatkan pisang yang ranum karena air di pohon pisang sudah habis. Dua kera lainnya, tidak mendapat apa-apa karena berhenti mencoba.

Bung Sholeh. Sekali lagi, hidup adalah soal pilihan. Anda mau meniru kera yang pertama, kedua atau ketiga, terserah pada anda. Toh hasilnya, anda sendiri yang menikmatinya.

Anda kapok dan tidak berminat melanjutkan usaha, atau dengan semangat 45 anda mencoba meneruskan usaha apapun resikonya, boleh-boleh saja. Kedua pilihan itu benar, sejauh anda sendiri yang memutuskannya.

Sebagai penuntun, setiap usaha pasti ada peluang, dan juga ada masalah. Masalahnya, ya seperti yang anda sebutkan. Komplain dari pelanggan, adalah salah satu masalah yang harus anda hadapi dan selesaikan, kalau anda mau sukses dalam bisnis. Kalau anda takut menghadapinya, jangan berharap anda bisa sukses dalam usaha.

Bung Sholeh. Sebagai penjual, kita harus mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan, sepanjang kita mampu melakukannya. Ketika konsumen merasa puas dengan layanan kita, ia pasti berani membayar harga kepuasan itu. Ujung-ujungnya, usaha kita akan banyak diminati pelanggan.

Bung Sholeh. Salah satu resiko bisnis adalah diomeli oleh pelanggan. Dan itu akan terjadi jika anda mengecewakan mereka. Jadi, sejauh anda tidak mengecewakan mereka, jangan takut dikomplain pelanggan. Ingat bung! Bisnis itu menunggangi resiko. Bukan menghindarinya. Jadi, kalau anda mau memiliki bisnis besar, cari lah bisnis yang resikonya paling besar.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

1 komentar:

Dangsulaeman mengatakan...

Membaca artikel ini, saya jadi tersenyum. Mengapa? karena dalam artikel ini digambarkan teori nya saja. Pada prakteknya, konsep pelayanan yang baik sangat sulit dilakukan. Bila dapat dilakukan pun ternyata sering tidak secara konsisten. Saya sendiri tidak tahu bagaimana cara membuat konsistensi terhadap sesuatu hal...

salam,
Bolehngeblog