Kamis, Agustus 03, 2006

Tiga Bayi Dapat Rumah Tahan Gempa



Keluarga yang memiliki bayi diprioritaskan mendapat urutan awal dalam pembangunan kembali rumah tahan gempa di Kedaton Kidul, Pleret, Bantul. Maka, 3 dari 10 rumah yang diserahkan, Minggu (30/7), akan dihuni oleh bayi-bayi merah yang baru berusia 5 hari sampai 2 minggu. Sebanyak 10 rumah yang diserahkan tersebut adalah bagian dari 148 unit rumah yang direncanakan dibangun di Kedaton Kidul. Sampai kemarin, sudah 30 unit yang selesai. Rumah-rumah ini dibangun secara gotong-royong oleh warga dengan dukugnan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama mitra-mitra sinergisnya, di antaranya Elnusa, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan sejumlah lembaga lain. AJR juga masih membuka peluang bagi lembaga-lembaga lain untuk menjadi mitra sinergis dalam mewujudkan kepedulian kepada sesama.

Penyerahan 10 unit rumah permanen berkonstruksi tahan gempa itu dilakukan oleh Asisten Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Widianto, di depan rumah Suratno, salah satu korban gempa di Kedaton Kidul. Tiga bayi merah itu, masing-masing putra dari keluarga Suratno, Suyatno dan Memet.
“Alhamdulillah, anak saya nggak usah mengalami tidur di tenda,” kata Memet sambil memandangi putranya yang baru berusia 5 hari.

Widianto dalam sambutannya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada warga Kedaton Kidul yang bersama-sama ACT dan mitra-mitra sinergisnya bahu membahu bangkit dari keterpurukan akibat gempa. Widianto juga mengaku salut dengan kesepakatan warga untuk memprioritaskan warga yang memiliki bayi dalam urutan pembangunan kembali rumah mereka. “Syukurilah. Ini bukan rumah seadanya. Bandingkan dengan kondisi korban tsunami di Aceh. Masih banyak yang rumahnya hanya berdinding triplek atau bahkan tak punya rumah sama sekali,” tuturnya.

Rumah tahan gempa yang didesain ACT memang bukan rumah sementara. Tetapi, rumah permanent berpondasi tahan gempa dan dinding batu bata. “Tembok ini tinggal diplester dan dicat, sudah jadi villa,” ujar Widianto berseloroh. Di samping di Kedaton Kidul, AJR dan mitra sinergisnya juga membangun 16 unit rumah dengan konstruksi tahan gempa di Dusun Pangkah, Desa Sengon, Prambanan, Klaten.

Direktur Sinergi dan Kemitraan ACT, Yohandromeda Syamsu menegaskan, apa yang dilakukan ACT diharapkan dapat mendorong pihak-pihak lain untuk berpacu dengan waktu mempercepat pembangunan kembali rumah bagi para korban. Sebab, musim hujan bakal segera tiba. “Kalau mereka tidak segera memiliki rumah yang layak sebagai tempat berlindung dari hujan, dikhawatirkan akan menimbulkan beragam problem penyakit,” ujarnya.

Sejak dimulainya pembangunan kembali rumah yang roboh akibat gempa di dusun Kedaton Kidul, AJR telah menyelesaikan setidaknya 37 unit rumah berkonstruksi tahan gempa. Rumah-rumah dengan tipe 21, 36 dan 45 itu didesain sebagai rumah tumbuh yang dapat dikembangkan sendiri oleh pemiliknya. ***


Kerjasama Eramuslim dan Aksi Cepat Tanggap

Rekening :

BSM Warung Buncit No. 0030124084 a.n. Eramuslim - ACT
BCA Megamall Ciputat No. 6760303028 a.n. Aksi Cepat Tanggap - Eramuslim

Tidak ada komentar: