Jumat, Agustus 25, 2006

Mertua, Oh Mertuaku


Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya mempunyai mertua yang lebih dominan perhatiannya kepada kakak ipar yang no. 1. Hal ini sudah lama saya rasakan, tapi puncaknya pada saat liburan kemarin (mertua ada di luar kota) yaitu saat libur panjang kami berlibur bersama ke rumah mertua. Perhatian mertua yang berlebihan seperti penempatan kamar. Beliau lebih mengutamakan kakak ipar dan keluarganya, tempat yang nyaman dibandingkan saya dan suami yang tempatnya sangat tidak nyaman. Beliau memberikan menu makanan "special' apalagi kalau ada permintaan khusus darinya, dan lain-lain.

Memang dipandang secara pendidikan dan karir kakak ipar lebih sukses dibandingkan dengan suami saya, yang kebetulan pada saat menikah kuliah belum selesai, dan karena lebih mengutamakan memiliki rumah akhirnya sampai sekarang kuliah terbengkalai.

Saya sebagai mantu sudah sebaik mungkin bersikap terhadap mertua, karena ajaran orang tua saya untuk menghargai orang tua. Tapi yang saya terima seperti ini. Terkadang ada rasa malas sekali apabila harus berkunjung ke rumah mertua berbarengan dengan keluarga kakak ipar.

Suami saya menyikapi hal tersebut biasa saja, tapi saya sebagai mantunya sangat 'gregretan' sekali, karena di keluarga saya orang tua saya tidak pernah membeda-bedakan perhatiannya kepada semua anaknya dalam kondisi apapun.

Yang ingin saya tanyakan bagaimana seharusnya sikap saya terhadap mertua yang seperti itu. Sedangkan saya dengan adik ipar sangat harmonis sekali. Kalau ada problem adik-adik ipar mengadu dan memecahkan bersama saya dan suami. Atas jawabannya saya haturkan terima kasih.

Wassalamu'alaiku wr. wb.

Ani

Jawaban

Assalammu'alaikum wr. wb.

Ibu Ani yang dimuliakan Allah,

Sedih juga ya bu kalau diperlakukan berbeda dengan saudara sendiri, apalagi jika hal tersebut diperlihatkan terang-terangan. Tentu ibu merasa sangat tidak nyaman dan mungkin juga kesal setiap kali menerima perlakuan tersebut dari ibu mertua. Dampaknya jadi enggan jika harus ngumpul bareng, padahal sebagai saudara kondisi untuk bersama tinggal dengan orang tua bukan hal yang baik untuk dihindari.

Nampaknya ibu mertua anda juga kurang bijak jika memang sikapnya yang cenderung pada anaknya yang sukses begitu jelas diperlihatkan sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman. Namun meski ibu mertua anda demikian, nampaknya adik-adik ipar anda memiliki sikap yang lebih baik terhadap anda dan suami. Keharmonisan anda bersama saudara-saudara suami yang lain merupakan hal yang patut disyukuri, bukan?

Oleh karena itu, menurut saya, jagalah keharmonisan ibu dengan adik-adik suami yang lain sehingga menjadi penyeimbang perilaku ibu mertua yang tidak menyenangkan. Mungkin ibu mertua membutuhkan waktu untuk dapat bersikap sebagaimana adik-adik ipar anda yang bisa melihat sisi positif ibu dan suami.

Kesuksesan seseorang kadang memang bisa menyilaukan juga mata hati sehingga tak bisa melihat kebaikan pada orang yang lain. Bersabar ya bu dan Insya allah akan ada saatnya bagi ibu untuk dapat memperlihatkan kepada ibu mertua bahwa anaknya yang merupakan suami ibu juga memiliki hal yang istimewa untuk dapat diperlakukan sama dengan salah satu anak yang dibanggakannya. wallahu'alambishshawab.

Wassalammu'alaikum wr. wb.

Rr. Anita W.

Tidak ada komentar: