Rabu, Juni 21, 2006

Ayah dan Ibu Tidak Pernah Akur


Assalamu'alaikum

Ana seorang siswi SMA di Bandung. Sudah dari kecil ayah dan ibu ana gak pernah akur. Ana dah coba tahan. Tapi semua juga bisa sampai puncaknya. Akhirnya ibu berniat untuk mengajukan thalaq. Ana juga merasa sikap ayah kepada ibu sudah amat sangat keterlaluan. Cacian, hinaan dan makian sudah jadi ucapan yang selalu terdengar tiap hari. Bahkan anak-anaknya pun kena.

Tapi karena ibu masih memikirkan ketiga anaknya akhirnya ibu mencoba untuk bertahan di tengah kekerasan keluarga. Namun suatu hari ibu tanpa sengaja mengetahui bahwa ayah berselingkuh. Sungguh, ana juga pedih mendengarnya. Apalagi ibu. Tapi ayah belum tau kalau ibu mengetahui hal yang mengenaskan itu.

Ustadzah, apa yang harus ana lakukan? Ibu terlalu ngedrop, Begitu juga kakak dan adik ana. Kita bertiga semua wanita. Orang tua ana tidak begitu paham dengan agama.

Ana mohon dijawab. Jazzakillahu khairan katsira.

Wassalamu'alaikum.

Ajeng

Jawaban

Assalammu'alaikum wr. wb.

Ukhti Ajeng yang dirahmati Allah,

Pedih benar rasanya hati anda saat ini tentunya, karena menghadapi kenyataan orang tua terancam cerai karena ayah berselingkuh.Sebagai anak tentu anda merasa serba salah menghadapi permasalahan kompleks orang tua dalam rumah tangga.

Tentu bukan hal yang mudah bagi anda yang sedang menikmati masa remajanya melihat ibu yang tertekan dengan perilaku ayah. Sebagai anak tentunya anda mengharapkan ada yang dapat diperbuat untuk meringankan beban berat yang dipikulnya.

Permasalahan dalam rumah tangga pasti dialami oleh siapa saja, baik mereka yang punya dasar pengetahun agama maupun tidak. Orang tua anda meski, menurut anda, tak banyak pengetahuan keagamaan namun merupakan orang dewasa yang tahu setiap konsekuensi perbuatannya.

Oleh karena itu dengan posisi anda sebagai anak memang tak banyak yang dapat anda lakukan selain menjaga suasana agar tidak semakin menekan bagi mereka. Jika ada yang dapat anda lakukan sebaiknya meminta mereka untuk mengkonsultasikan masalah rumah tangga mereka kepada pihak ketiga yang dipercayai agar segera dapat diselesaikan.

Terutama ibu anda saat ini kelihatannya sedang membutuhkan dorongan moril yang besar dari anak-anaknya, maka dampingilah ia selalu. Berikanlah yang ia butuhkan, jika ia butuh berkeluh-kesah jadilah pendengar yang baik agar berkurang tekanan yang dirasakannya.

Karena anak-anaknya memiliki pengetahuan lebih dalam beragama, maka tunjukkan suasana ibadah yang menenangkan bagi mereka. Mungkin di antaranya lakukanlah shalat berjama'ah bersama dan membaca Qur'an di hadapan mereka. Semoga suasana religius yang diperlihatkan anak-anaknya dapat mendinginkan hati mereka dan mengingatkan yang salah untuk kembali kepada Allah.

Jadi ini kesempatan bagi anda bersama kakak dan adik menunjukkan dakwah kepada orang tua dengan keteladanan melalui sikap dan ketenangan hati dalam menyikapi suasana yang panas. Dengan do'a, kesabaran dan kebijakkan dalam bertindak semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik bagiadik sekeluarga. Wallahu'alambishshawab.

Wassalammu'alaikum wr. wb.

Rr. Anita W.

Tidak ada komentar: