Senin, Januari 15, 2007

Benarkah Setan Nggak Boleh Disakiti?

Assalamu'alaikum wr. Wb.

Pak Ustadz yang dimuliakan Allah, saya tergelitik atas informasi dari web ini tentang pengikut sekte Yazidiyyah (penyembah setan) di Irak yang mengatakan bahwa "Tuhan itu maha pengasih, sementara setan itu jahat dan perusak, karena itu setan jangan disakiti." Kemudian saya jadi teringat saat berdebat dengan isteri saya yang menurut saya tidak beralasan. Waktu itu isteri saya melarang saya membuang air panas di lubang WC karena setan yang ada di situ nanti bisa marah dan mengganggu penghuninya. Juga kasus-kasus kesurupan massal yang sering terjadi, misalnya karena penebangan pohon tua, membersihkan rumah/gedung yang sudah lama kosong tanpa izin penghuninya, dll. Saya sendiri sebenarnya sudah tahu bahwa setan itu pekerjaannya mengganggu dan melencengkan aqidah kita namun dari sisi "sosial sesama makhluk ciptaan Allah" apakah kita memang tidak boleh mengganggu mereka ataukah kita bertindak masa bodoh saja dengan "Bismillahirrahmanirrahim" tetap beraktifitas, toh kita nggak melihat mereka seperti halnya hewan/tumbuhan, dimensi sudah lain, mau terganggu apa nggak urusan mereka sendiri.

Mohon penjelasannya agar aqidah dan iman kami semakin kuat.
Jazakallohu khoiron katsiron.

Wassalamu'alaikum wr. Wb.

Heri Setyadi
heristar at eramuslim.com

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau niatnya semata-mata mengganggu, kepada siapa pun tidak boleh kita lakukan. Termasuk kepada syetan sekalipun. Akan tetapi kalau setan mengganggu pekerjaan kita, maka gangguan syetan itu harus dihilangkan. Maksudnya, jangan sampai urusan kita sebagai khalifah Allah SWT harus terhalang hanya karena syetan merasa terganggu.

Misalnya, manusia membutuhkan lahan untuk membangun rumah hunian. Tapi ada satu pohon angker yang konon 'dihuni' oleh makhluk halus tertentu. Tiap kali pohon itu mau ditebang, selalu saja ada yang kesurupan, seolah-olah 'penghuni' pohon itu sengaja menghalangi proyek pembangunan.

Dalam hal ini sebagai manusia muslim yang beriman kepada Allah dan rasulnya, kita tidak boleh mengalah dengan syetan. Kalau memang harus menebang pohon angker itu demi kebaikan umat manusia, seharusnya syetan yang mengalah. Kalau mereka menyerang dengan beragam gangguan, maka kita lawan dengan meminta perlindungan hanya kepada Allah saja.

بسم الله لا يضر مع اسمه شيئ في الأرض ولا في السماء

Dengan nama Allah, segala sesuatu di bumi dan langit tidak bisa mendatangkan kemudharatan.

Urusan debat anda tentang kamar mandi, bisa diselesaikan dengan doa masuk ke kamar mandi. Salah satu fungsi doa masuk kamar mandi adalah untuk mengusir dan mengingatkan syetan dan sejenisnya agar tidak merasa terganggu oleh manusia.

Apa urusannya syetan tinggal di wc milik manusia?Berarti syetan adalah indtruder di rumah kita. Dan itu berarti bahwadari awal syetan itu sudah salah. Jangan pula manusia disalahkan ketika melakukanaktifitas di dalam rumahnya sendiri.

Syetan Adalah Musuh Manusia dan Harus Dijadikan Musuh

Adapun sekte penyembah syetan itu, jelas sekte yang bertentangan dengan aqidah Islam. Sebab seharusnya syetan itu memang dijadikan musuh, bukan malah dijadikan teman. Apalagi sampai disembah segala.

Sebab Allah SWT telah menetapkan bahwa syetan adalah musuh manusia. Dan manusia wajib menjadikan syetan sebagai musuhnya.

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala(QS. Fathir: 6)

Maka tidak ada kamus berdamai dengan syetan bagi seorang muslim. Juga tidak ada cerita berbaik-baik dengan mereka, apalagi berkasih sayang. Sebab Allah SWT sendiri yang telah memerintahkan agar kita menjadikan syetan sebagai musuh. Kalau sudah Allah sendiri yang menetapkan, kita tidak punya pilihan apa-apa lagi.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Tidak ada komentar: