Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 15, 2007

Tes Kesehatan Dironsen Buka Baju, Bagaimana?

Assalamu'alaikum wr wb

Ustadz, saya mau bertanya bagaimana hukumnya jikaseorang muslimah melamar pekerjaan dan ketika tes kesehatan (di rontgen), muslimah tersebut harus membuka baju dan jilbabnya.

Mohon jawabannya.

Jazakallahu khairan katsiro.

Muthi

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sebenarnya yang dihindari saat melakukan ronsen adalah benda semacam kancing, logamatau ritseleting dan sejenisnya. Adapun bahan pakaian biasa, seperti kaos atau sejenisnya, tidak akan mengganggu proses tersebut.

Jadi di dalam ruang ronsen tidak ada kewajiban harus telanjang dada, apalagi membuka kerudung. Kalau yang mau dironsen bagian dada, maka buat apa buka kerudung, apakah kepalanya juga mau dironsen?

Kalau hal itu sampai terjadi, ketahuilah bahwa hal ini hanya akal-akalan petugas yang dengan arogan membodoh-bodohi pasien.

Dan karena pasiennya kurang pengalaman, ditambahkan lagi terkait dengan lamaran kerja agar bisa diterima, maka terjadilah intimidasi dan pemerkosaan hak-hak asasi.

Lihatlah bagaimana arogansi mengalahkan hati nurani. Seharusnya, setiap petugas medis punya nurani dan tidak memainkan arogansinya. Mentang-mentang berkuasa dan menghadapi orang yang kurang pengalaman, maka jadilah aturan yang harus dipertanggung-jawabkan nanti di akhirat. Naudzu billah.

Seharusnya pada tiap ruang ronsen disediakan ruang ganti pakaian, di mana pakaian yang sekiranya akan mengganggu proses ronsen itu diganti dengan pakaian yang memungkinkan terjadi proses itu. Namun sama sekali tidak ada keharusan untuk membuka aurat.

Selain itu, petugas medis pun harus disesuaikan jenis kelaminnya. Kalau yang dironsen seorang wanita, maka petugasnya harus seorang wanita. Dan hal yang sama berlaku sebaliknya.

Ketetapan untuk memaksa seorang wanita muslimah membuka auratnya, dengan alasan apapun, adalah sebuah dosa besar. Sejajar dengan dosa-dosa besar lainnya seperti memperkosa, berzina, mencuri, mabuk, membunuh dan merampok. Seorang petugas medis yang punya sebutir iman di dada tidak akan mungkin melakukan arogansi seperti ini.

Sebaliknya, seorang muslimah yang juga punya iman di dada, tidak akan pernah mau melepas busananya dan terlihat auratnya di hadapan laki-laki asing. Ini adalah prinsip paling mendasar, tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun dalam posisi apapun.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Rabu, Februari 07, 2007

Urine Seperti Teh Pekat

Assalamu'alaikum mbak.

Saya seorang mahasiswa, 22 tahun. Tiap kali saya kecapekan, perut saya sebelah kanan seperti di area ginjal/ hati yang bawah? Terasa sakit sekali, nyeri bgt, sampai saya harus bedrest total.

Waktu itu biasanya urine saya berwarna seperti teh yang pekat. Pernah suatu ketika saya lembur bikin skripsi sampai 2 hari hanya tidur malam 4 jam dan dampaknya urin saya benar-benar mera. Dan setelah saya bawa ke lab. ternyata urinenya bercampur darah, leukosit naik. Saya belum cek darah, baru tes urine aja.

Apakah unrine yang bercampur darah tersebut mengindikasikan adanya gangguan pada ginjal saya/glomerulus saya sudah kena sehingga bocor. Adakah hubungan langsung antara penyakit typhoid yang pernah saya derita dengan kondisi ini?

Dulu saya pernah didiagnosa ISK tapi sudah dinyatakan sembuh. Mohon dibalas. Jazakillah khairan. Wassalam.

Zahra

Jawaban

Assalaamu’alaikum wr. Wb.

Dari keluhan yang Zahra sampaikan seperti nyeri perut sebelah kanan tiap kali kecapekan dan urine yang berwarna seperti teh pekat, dapat merupakan gejala adanya gangguan pada hati.

Sedangkan hasil pemeriksaan lab. urine menunjukkan adanya infeksi saluran kemih yang belum tentu ginjalnya. Tapi bisa terjadi di ureter, kandung kemih atau uretra. Gangguan pada hati dan saluran kemih dapat saja terjadi bersamaan. Dan ini tidak ada hubungannya dengan penyakit typhoid yang pernah Zahra derita.

Melihat keadaan yang Zahra alami sekarang, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosa serta mendapatkan penatalaksanaan yang sesuai.

Selain itu perbanyak minum air putih dan istirahat yang cukup. Semoga lekas sembuh dan dapat menyelesaikan skripsi.

Wassalaam

Benarkah Keputihan Menyebabkan Mandul?

Assalamu 'alaikum, dokter.

Saya mau menanyakan beberapa hal:

1. Apakah keputihan dapat menyebabkan kemandulan?

2. Jika keputihan berwarna kuning, gatal dan berbau, disebabkan oleh apa? Apakah dapat menyebabkan kemandulan, bagaimana cara mengobatinya? Apakah Herba Keputihan (Herba Penawar Al-Wahida) dapat menyembuhkan? Bagaimana tingkat keparahannya?

3. Di mana saya dapat membeli herba tersebut?

4. Keputihan yang normal tersebut muncul pada saat apa? Kalau setiap hari apakah normal juga?

5. Apakah pikiran dan keletihan dapat menimbulkan keputihan tersebut.

Atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih

Wassalam

Fira

Jawaban

Assalaamu, alaikum wr. wb.

Keputihan tidak menyebabkan kemandulan, tapi kelainan yang menyebabkan keputihan mungkin juga menyebabkan hal itu.
Keputihan adalah suatu gejala berupa ke luarnya cairan dari alat kelamin yang tidak berupa darah. Ada keputihan yang normal (fisiologis) dan ada keputihan yang tidak normal (patologis).

Keputihan yang normal ditemukan pada bayi baru lahir ampai usia kurang lebih 10 hari, menjelang haid pertama kali (menarche), wanita dewasa yang mengalami rangsangan, sekitar waktu pelepasan sel telur matang oleh indung telur (ovulasi). Kadang kala stres fisik maupun psikis membuat keputihan bertambah banyak.

Keputihan yang tidak normal sering kali disebabkan infeksi. Penyebab infeksi dapat berupa bakteri, jamur maupun parasit. Cairan berwarna agak kekuning-kuningan sampai hijau, sering kali lebih kental dan berbau. Radang pada alat kelamin luar dan dalam dapat menyebabkan keputihan ini. Keputihan juga ditemukan pada tumor jinak dan ganas.

Sebelum melakukan tindakan pengobatan seperti minum obat tertentu perlu diketahui terlebih dahulu keputihan bagaimana yang sering anda alami, obat yang tidak tepat akan menjadi tidak berguna.

Untuk mencegah kekambuhan gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat, biasanya dari bahan katun. Pastikan daerah tersebut dalam keadaan kering terutama setelah buang air. Bila pakaian dalam basah atau kotor segeralah ganti dengan yang kering dan bersih.

Wassalaam

Hernia

Assalamu'alaykum Warahamtullaahi Wabrokaatuhu,

Ibu Dokter Yth,

Anak saya putri (2 thn) mengindap penyakit Hernia. Ini akan kelihatan sekali kalau dia lagi aktif-aktifnya bermain (lari-lari, teriak-teriak) atau sedang menanggis. Kami sudah ke dokter anak, dan di saran kan untuk operasi. Yang ingin saya tanyakan adalah:

  1. Apakah memang tidak ada cara lain untuk mengobati Hernia ini selain operasi? Kalau ada di mana/ ke mana harus kami hubungi?
  2. Kalau memang harus dioperasi, pada usia berapakah anak kami pas untuk di operasi? Karena kami kuatir juga, karena dia terlalu kecil rasanya untuk dioperasi.
Demikian Ibu Dokter, terima kasih banyak atas jawabannya...

Wassalamu'alaykum Warahmatullaahi Wabarokaatuhu,

Babe Si Fali

Jawaban

Assalaamu’alaikum wr. Wb.

Bapak ykh, pada henia dapat dilakukan penatalaksanaan secara konservatif dan operatif. Cara konservatif hanya dilakukan pada hernia yang isinya masih dapat kembali ke rongga perut (reponible). Yaitu dengan mengatasi faktor-faktor predisposisi.

Faktor predisposisi hernia adalah meningkatnya tekanan intra abdominal seperti mengangkat barang berat, batuk kronis, gangguan buang air besar dan gangguan buang air kecil, juga banyak berteriak dan menangis keras. Cara konservatif bukan penatalaksanaan yang ideal.

Pada hernia reponible operasi dapat direncanakan saat keadaan umum anak memungkinkan. Untuk menilai keadaan ini, silakan memeriksakan anak Bapak ke dokter anak terdekat.

Operasi harus dilakukan segera pada keadaan pasase usus terganggu (isi terkurung dalam kantung hernia/inkarserata) atau terdapat gangguan vaskularisasi (terjepit/strangulata).

Wassalam,

dr. Hilmia Nawawi