<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691</id><updated>2012-02-12T12:40:35.059+07:00</updated><category term='syariah'/><category term='urine'/><category term='syirik'/><category term='liberal'/><category term='tidur'/><category term='hidayah'/><category term='tertawa'/><category term='dosen'/><category term='harta'/><category term='siksa-kubur'/><category term='fasilitas'/><category term='pasangan'/><category term='jilbab'/><category term='cerai'/><category term='panggilan'/><category term='kisah'/><category term='zina'/><category term='syawwal'/><category term='pelaut'/><category term='hubungan intim'/><category term='setan'/><category term='dakwah'/><category term='situs'/><category term='kandungan'/><category term='wanita'/><category term='surga'/><category term='petimati'/><category term='muslim'/><category term='jepang'/><category term='takbiran'/><category term='sunnah'/><category term='puasa'/><category term='pembina'/><category term='wahabi'/><category term='mualaf'/><category term='amanah'/><category term='pejuang'/><category term='takdir'/><category term='wajib'/><category term='bunga-bank'/><category term='gaul'/><category term='petting'/><category term='bidadari'/><category term='herba'/><category term='resapan-air'/><category term='kumpul-kebo'/><category term='aqidah'/><category term='haid'/><category term='hamil'/><category term='diabetes'/><category term='haram'/><category term='ruqyah'/><category term='penglihatan-ghaib'/><category term='seks'/><category term='habib'/><category term='jama'/><category term='syiah'/><category term='fatwa'/><category term='istikharah'/><category term='masjid'/><category term='generasi'/><category term='fiqih'/><category term='waris'/><category term='thoharoh'/><category term='syukur'/><category term='kejawen'/><category term='keputihan'/><category term='ibu'/><category term='mubah'/><category term='moral'/><category term='jantung'/><category term='adzan'/><category term='keluarga'/><category term='keris'/><category term='fatimah'/><category term='qur&apos;ani'/><category term='jenazah'/><category term='pemimpin'/><category term='makhluk lain'/><category term='jodoh'/><category term='hidung'/><category term='infaq'/><category term='sholat'/><category term='anak'/><category term='haji'/><category term='jima'/><category term='nikah'/><category term='tangan-basah'/><category term='liqo'/><category term='sakit'/><category term='maulid'/><category term='al-qur&apos;an'/><category term='makruh'/><category term='jujur'/><category term='mahram'/><category term='indonesia'/><category term='suni'/><category term='subuh'/><category term='hukum'/><category term='hadits'/><category term='gadai'/><category term='bid&apos;ah'/><category term='menikah'/><category term='khitbah'/><category term='banjir'/><category term='sihir'/><category term='infak'/><category term='asma'/><category term='fitnah'/><category term='im'/><category term='palestina'/><category term='Tuhan'/><category term='ikhlas'/><category term='koperasi'/><category term='arab'/><category term='gambar'/><category term='euthanasia'/><category term='qunut'/><category term='pemulung'/><category term='teman'/><category term='matematika'/><category term='wudhu'/><category term='ejakulasi-dini'/><category term='psikologis'/><category term='akad'/><category term='panas'/><category term='kelamin'/><category term='iptek'/><category term='beasiswa'/><category term='mata-kuliah'/><category term='agama'/><category term='ginjal'/><category term='rasulullah'/><category term='miskin'/><category term='halaqoh'/><category term='kantor'/><category term='suriah'/><category term='jin'/><category term='taqdir'/><category term='islam'/><category term='perempuan'/><category term='50ributahun'/><category term='kesehatan'/><category term='broken-home'/><category term='mandul'/><category term='mazhab'/><category term='sabar'/><category term='berkah'/><category term='valentine'/><category term='quran'/><category term='partai'/><category term='maaf'/><category term='menangis'/><category term='zakat'/><category term='prasangka-buruk'/><category term='ego'/><category term='qurban'/><category term='bau'/><category term='bersedih'/><category term='blog'/><category term='madu'/><category term='habaib'/><category term='rumah-tangga'/><category term='yesus'/><category term='rontgen'/><category term='talfiq'/><category term='musafir'/><category term='luqman'/><category term='dosa'/><category term='nabi'/><category term='korupsi'/><category term='asuransi'/><category term='tidak-jujur'/><category term='kubur'/><category term='hernia'/><category term='syaitan'/><category term='non-muslim'/><category term='magis'/><category term='istri'/><category term='simpan-pinjam'/><category term='najis'/><title type='text'>... walau setitik</title><subtitle type='html'>"sampaikan ... walau satu ayat "</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>531</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-1822559872097440477</id><published>2012-02-12T12:36:00.001+07:00</published><updated>2012-02-12T12:38:27.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikhlas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fitnah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslim'/><title type='text'>I'm Moslem. Don't Panic</title><content type='html'>"I'm Moslem. Don't Panic" kata-kata itu tertulis di kaos yang  dikenakan Nathan Ellington, saat ia diwawancari wartawan pada tahun 2007  lalu. Tapi ia menolak difoto atau tampil di depan kamera televisi saat  mengenakan kaos itu, karena khawatir ada orang yang merasa tersinggung  dengan tulisan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nathan Levi Fontaine Ellington memang harus pandai menjaga sikap,  karena ia termasuk figur masyarakat di Inggris. Lelaki kelahiran  Bradford, West Yorkshire pada 2 Juli 1981, adalah pesepakbola yang  namanya cukup terkenal di negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain Liga Premier yang sekarang bergabung dengan klub sepakbola  Preston North End itu, sebenarnya sangat terbuka dengan keislamannya. Ia  menjadi salah satu pesebakbola Muslim diantara pesepak bola Muslim  lainnya yang bermain di Liga Premier seperti Mo Sissoko, Hameur Bouazza,  Diomansy Kamara dan Nicolas Anelka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi menjadi seorang Muslim di Inggris bukan persoalan yang mudah, meski negara itu cukup terbuka dengan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ellington masuk Islam pada tahun 2004 setelah menikah dengan seorang  muslimah asal Bosnia bernama Alma. Namun kakak Ellington bernama Jason  yang lebih dulu masuk Islam, ikut berperan dalam keislamannya.  Ellington, yang mengaku bukan seorang Kristiani yang taat sebelum masuk  Islam, tidak menghadapi kendala berarti dari keluarganya saat memutuskan  masuk Islam, dan menunjukkan komitmennya sebagai muslim dengan  menjalankan semua kewajiban seperti puasa Ramadan dan salat lima waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditawari bermain untuk Klub Watford tahun 2007 lalu, Ellington  bicara dari hati ke hati dengan manajer klub Aidy Boothroyd sebelum  menandatangani kontrak, tentang keislamannya. "Saya bicara padanya  tentang kewajiban yang harus saya lakukan sebagai seorang muslim. Saya  menjelaskan masalah ini, karena sebagai seorang pemain yang muslim, saya  dianggap berbeda dengan pemain lainnya. Ternyata, dia (Boothroyd) tidak  masalah dengan semua itu," tutur Ellington yang dibayar 3,25 juta  poundsterling oleh klub Watford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menyatakan tidak menemukan kesulitan dalam menjalankan  ibadah, utamanya salat lima waktu di tengah jadwal latihan yang padat.  Jika harus latihan sehari penuh, ia meminta waktu lima atau sepuluh  menit saat waktu salat tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya selalu bawa sajadah. Manajer saya tidak mempermasalahkannya. Ia  menghormati bahwa salat adalah sesuatu yang harus saya laksanakan,"  kata Ellington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia beruntung karena pelatih dan manajernya bisa memberikan  keleluasaan padanya untuk menjalankan ibadah, meski beberapa teman satu  timnya sering menjadikannya sebagai bahan lelucon. Olokan yang  membuatnya paling tak enak didengar adalah saat ia dipanggil "Beardo,  namun Ellington tidak terlalu ambil pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di klub lain, seorang pemain dijuluki "Bomber" hanya karena pemain  itu seorang muslim. "Sebagian orang berpikir itu sesuatu yang lucu,  padahal sama sekali tidak lucu. Ada banyak isu yang lebih besar di luar  sana. Banyak orang kehilangan nyawa, atau kehilangan orang yang mereka  cintai. Ada garis batas yang harus ditarik," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ellington, jika hal semacam itu terjadi, masalahnya bukan  pada agama tapi pada manusiannya. "Agama itu sendiri tidak pernah  mengajarkan hal-hal yang buruk. Islam mendorong Anda untuk memahaminya,  mempelajarinya. Dan saya tidak menemukan hal-hal yang salah dalam Islam.  Islam tidak mengajarkan Anda untuk jadi orang jahat," tukas Ellington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda tahu, selalu ada orang yang jahat dalam setiap agama. Tapi  persoalannya bukan terletak pada ajaran agamanya yang jelek, tapi pada  manusianya. Ini yang harus dipahami ... Mungkin pengetahuan mereka  minim. Jika mereka mau berdiskusi dengan saya, saya dengan senang hati  berbagi dengan mereka," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jujur, Islam tidak mempengaruhi aktivitas sepakbola saya. Saya  memang melihat banyak prasangka buruk pada agama saya. Tapi dalam tim  ini, saya tidak pernah mengalami serangan bernuansa rasis, justru teman  saya yang bukan muslim yang mengalami hal itu," tukas Ellington.  (&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/saya-muslim-jangan-panik.htm"&gt;ln/berbagai sumber&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-1822559872097440477?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/1822559872097440477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=1822559872097440477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/1822559872097440477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/1822559872097440477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2012/02/im-moslem-dont-panic.html' title='I&apos;m Moslem. Don&apos;t Panic'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3262733755934966542</id><published>2012-02-12T12:35:00.001+07:00</published><updated>2012-02-12T12:40:35.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mualaf'/><title type='text'>"Aku akan Menyusulmu di Surga Kelak Anakku"</title><content type='html'>&lt;div class="body-content" id="detail"&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;a href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/aku-akan-menyusulmu-di-surga-kelak-anakku.htm"&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;Redi Bintarto&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I will follow and catch you up later in the heaven.” Itulah  kalimat yang diucapkan Julia, seorang ibu dengan rambut pirang di depan  peti mayat anaknya. Ditaruhnya sebuah alquran di atas peti mati anak  tersayangnya yang meninggal tiga hari yang lalu karena tertabrak kereta  api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Julia tidak tenang, jiwanya terus memberontak dan bertanya,  kenapa anak sekecil itu yang mati duluan, kenapa bukan dia yang mati.  Hari-harinya berlalu tanpa ada semangat dalam hidupnya, hingga dia  bertemu dengan Muhammad, seorang sopir taksi yang biasa berlalu lalang  disekitar kota Wollongong untuk mengantarkan penumpang demi menghidupi  keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan Julia dan Muhammad berawal di sebuah stasiun ketika Julia  melambaikan tangan kearah taksi yang dikendarai oleh Muhammad. Muhammad  lalu menghampiri Julia dan membukakan pintu seperti biasa dia melayani  calon penumpangnya. Julia sedikit kaget dengan penampilan Muhammad yang  berjenggot lebat, seraya dia bertanya, “Are you Moslem?” Pertanyaan ini  adalah pertanyaan yang tidak biasa dilontarkan oleh calon penumpang  taksi, karena dengan berbagai kejadian yang menimpa kebanyakan muslim di  negeri yang bukan muslim, sehingga Muhammad sedikit tersinggung dan  kaget, Ia pun balik bertanya, “Yes I am, and why did u ask me?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui sopir taksi yang ditanyai sedikit tersinggung, Juliapun  tersenyum dan bilang, “Could you help me please?” Muhammad pun menjadi  terheran dengan calon penumpangnya tersebut.&lt;br /&gt;Tetapi sebelum dia sempat bertanya, Julia meneruskan pertanyaannya,  “My daughter passed away five days ago, she had crashed by the train,  and I can’t forget it, I believe it is destiny, I believe in Alloh.  Please give me advise that it can kill my broken heart”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Are you moslem?” Muhammad balik bertanya. “No, I am not a moslem,  but I believe it is destiny and I believe Alloh,” jawab Julia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bingung, ia hanya memandangi wanita yang tengah menangis dan  mengiba tersebut. “Ok, let sit in my taxi, we chat inside,” kata  Muhammad sambil mempersilahkan Julia memasuki taksinya.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan Muhammad bertanya kepada Julia, bagaimana dia bisa  percaya takdir dan juga  Alloh SWT. Juliapun menjelaskan, bahwa suami  pertamanya adalah seorang muslim berkebangsaan Tunisia, namun suaminya  pergi kembali ke Tunisia dan tidak kembali, hingga akhirnya ia  memutuskan untuk menikah lagi dengan Lorrice, seorang warga Australia  yang beragama nasrani, dan mereka dianugerahi seorang anak perempuan  yang akhirnya meninggal tertabrak kereta api di sebuah stasiun kereta  api di daerah NSW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad lalu menjelaskan kepada Julia, bahwa semua yang ada didunia  ini adalah milik Alloh SWT dan kelak akan kembali kepada Alloh SWT. Dia  juga menjelaskan bahwa anak yang meninggal ketika belum baligh, maka dia  akan masuk surga seperti yang Alloh janjikan.&lt;br /&gt;Julia menangis mendengar penjelasan itu. “Could I met her in the  heaven next?” tanya Julia. “World and Heaven are Alloh’s have, you can  enter the heaven and meet your daughter if you  convert to Islam and  practice all of what Alloh order to mankinds,” kata Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Could you explain to me about Islam?” Tanya Julia. “I can, but if  you don’t mind, you can meet my brother, and he will explain to you more  about Islam,” jawab Muhammad. “Ok, I will come, please call me as soon  as possible when he could” jawab Julia. “Insyaalloh” jawab Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itupun terjadi, Muhammad mengajak Syah Jamil, penceramah  dari Essence of Life, kelompok pengajian di daerah Illawara yang biasa  dilakukan di Omar Mosque dan Essence life center di daerah Wollongong  NSW. Syekh Jamil bercerita dan menjelaskan tentang Islam dan mengapa  hanya Islam agama yang benar, hingga hari itu juga Julia dan Lorrice  memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat di dalam Omar Mosque.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata Julia pun  menetes dipipinya, “I never felt like this time,  now I am a moslem and I do sure that I will follow and catch up my  daughter later in the heaven,”kemudian ia memeluk Lorrice suaminya.  Suasana pun semakin mengharukan dengan para jamaah yang mengucapkan  selamat dan doa untuk keduanya. Allohuakbar!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Redi Bintarto&lt;/strong&gt;r_bintarto@yahoo.com&lt;br /&gt;Wollongong, NSW&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3262733755934966542?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3262733755934966542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3262733755934966542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3262733755934966542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3262733755934966542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2012/02/aku-akan-menyusulmu-di-surga-kelak.html' title='&quot;Aku akan Menyusulmu di Surga Kelak Anakku&quot;'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-6119920863082015093</id><published>2011-05-09T11:21:00.004+07:00</published><updated>2011-05-09T11:41:31.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><title type='text'>Islam, Pelabuhan Terakhir Ihsan Chua Gim Sam</title><content type='html'>Chua Gim Sam lahir dari keluarga yang pemuluk taoisme. Namun ia dan  orangtuanya, seperti penganut taoisme pada umumnya, tidak paham dengan  sejarah dan prinsip-prinsip ajaran taoisme, karena mereka menerima  keyakinan itu atas dasar keyakinan turun temurun. Begitu pula Chua Gim  Sam, sampai usian 9 tahun menerima agama turun temurun itu tanpa banyak  bertanya. &lt;p&gt;Mengapa sampai usia 9 tahun? Karena pada saat itu, seorang guru dan  teman-temannya di sekolah mengatakan bahwa mereka semua harus menjadi  Kristiani. Jika mereka tidak mau menjadi seorang Kristiani, mereka akan  dihukum mati. Chua kecil sangat takut akan ancaman itu. Karenanya, sejak  saat itu, ia memeluk dua agama;  taoisme karena turunan dari keluarga,  dan Kristen karena takut akan ancaman. Sampai beranjak remaja, Chua yang  asal Singapura, tidak bisa menentukan agama mana yang ia praktekkan  dalam kehidupan sehari-seharinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Sekolah Menengah Pertama, Chua memilih agama Budha sebagai pilihan  mata pelajaran agamanya di sekolah, dengan alasan agama itu paling  mudah dipelajari.  Doktrin agama Budha begitu berpengaruh pada hidupnya  ketika itu, karena menurutnya, ajaran agama ini sangat logis dan  praktis. Meski menurut Chua,  ajaran Budha kurang mengenalkan konsep  Tuhan sebagai Penguasa Tertinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petualangan Chua belajar agama berlanjut, ketika ia masuk ke sekolah  milik misionaris St Andrew Junior High School.  Di sekolah ini, seluruh  siswa--kecuali yang muslim--wajib mengikuti pelajaran agama Kristen yang  berbasis ajaran Protestan Anglikan.  Seorang pastor yang mengajar  prinsip-prinsip ajaran agama Protestan Anglikan membuat Chua yang ketika  itu berusia 17 tahun, begitu terkesan sehingga ia yakin akan kebenaran  ajaran agama itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai lulus sekolah menengah atas, dan ia bergabung dalam akademi  kemiliteran, Chua tidak pernah bisa betah ikut dalam satu jamaah gereja  sesuai ajaran Kristen yang diyakininya. Ia merasa belum menemukan ajaran  Kristen yang membuat hatinya tenang dan damai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi menjelang tahun terakhirnya di sekolah kemiliteran, seorang  teman mengajaknya bergabung dengan gereja St. John St. Margaret. Di  gereja inilah Chua merasa betah dan aktif dalam kegiatan gereja yang  mengurusi anak-anak dan olah raga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengenal Islam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat sedang giat-giatnya di gereja, Chua bertemu dengan seorang  muslimah. Chua berusaha meyakinkan muslimah itu tentang ajaran Kristen  di gerejanya, tapi ia terkesima dengan keteguhan muslimah tersebut yang  meyakini bahwa Islam adalah agama yang paling benar, meski si muslimah  tersebut tidak bisa menjelaskan kebenaran yang diyakininya itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi peristiwa itu mendorong Chua untuk bertanya tentang Islam dengan  seorang temannya yang juga muslimah. Lagi-lagi, Chua tidak mendapatkan  jawaban yang memuaskan, karena temannya mengaku tidak mampu menjelaskan  lebih mendalam tentang Islam.  Sahabat Chua yang muslimah itu lalu  menyarankan Chua untuk datang ke Darul Arqam jika ingin tahu lebih  banyak tentang Islam. Darul Arqam adalah sebuah Asosiasi Mualaf  Singapura.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Chua mengikuti saran temannya itu, meski ia memandang Islam sebagai  agama terorisme dan agama yang tidak masuk akal. "Alasan saya cuma, jika  agama Islam adalah agama yang baik, maka penganutnya seharusnya juga  manusia yang baik," kata Chua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama ini, ujarnya, dari sedikit teman muslim yang dikenalnya, ada  yang baik dan ada yang menurutnya bukan muslim yang baik. Ketika di  sekolah menengah pertama, Chua ingat ada satu teman muslimnya, tapi  tidak pernah berusaha menyebarkan ajaran Islam padanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Keluarga saya juga tidak senang dengan Islam, karena mereka melihat  apa terjadi di Timur Tengah dan melihat orang-orang muslim asal Malaysia  yang menjadi pegawai ayah saya, rata-rata  malas dan berperilaku kurang  baik," ungkap Chua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun Chua tetap datang ke Darul Arqam, dan langsung mengikuti kelas  orientasi. Ia dikenalkan dengan seorang pembimbing bernama Remy. Dari  Remi, Chua mengetahui dua hal yang membuatnya sangat tercengang.  Pertama, bahwa Islam bukan agama yang berdasarkan pada "perasaan"  seperti agama Kristen. Kedua, Remi mengatakan padanya, "Jangan  terburu-buru masuk Islam, sampai kamu mengajukan pertanyaan sebanyak  yang ingin kamu tahu. Kalau kamu sudah tidak punya pertanyaan lagi,  barulah kamu memutuskan masuk Islam."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dalam ajaran Kristen, Anda tidak bisa mengajukan pertanyaan karena  semakin banyak pertanyaan yang Anda ingin tahu jawabannya, Anda akan  semakin bingung," kata Chua membandingkan pengalamannya selama ini  sebagai Kristiani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah merenungkan dua hal penting tadi. Remi merekomendasikan Chua  sebuah buku berjudul "Islam in Focus". Isi buku itu membuat Chua syok.  Ia menemukan banyak hal yang tidak masuk akal dalam ajaran Kristen tapi  tidak pernah ada penjelasannya, justru ia temukan jawabannya dalam buku  tersebut. Ia juga syok menemukan fakta ada beberapa kesamaan prinsip  dalam  Islam dengan prinsip dalam agama  Budha yang pernah  dipelajarinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepekan kemudian, Chua kembali datang ke Darul Arqam dan mengikuti  kelas untuk pemula. Di kelas ini, Chua belajar tentang rukun Iman dan  rukun Islam. Tapi kelas itu membuatnya bosan sehingga Chua tidak pernah  hadir lagi. Ia lebih memilih membaca buku tentang Islam berjudul "The  Choice, Islam and Christianity" yang ditulis Ahmad Deedat dan "The Basis  of Muslim Belief" yang ditulis oleh Gary Millier. Chua sangat terkesan  dengan buku itu dan memutuskan untuk bertemu lagi dengan Remi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Remi lalu mengenalkan Chua dengan Ustaz Zulkifli, yang kemudian  menjadi teman Chua berdiskusi tentang Islam selama beberapa minggu.  "Selama saya belajar Islam, saya juga berusaha mencari informasi tentang  Islam dari buku-buku Kristen, tapi isinya menjelek-jelekkan Islam.  Dengan bekal pengetahuan saya tentang Islam, saya bisa menyangkal semua  klaim palsu yang dibuat oleh orang-orang Kristen tentang Islam," tukas  Chua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia terus belajar tentang Islam dengan membaca Al-Quran dan membaca  buku-buku tentang Islam. Chua juga berdiskusi dengan sejumlah ustaz yang  berusaha membantunya menemukan jalan kebenaran Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu hari, kata Chua, Ustaz Zulkifli menanyakan padanya "Kapan kamu  akan masuk Islam". Chua tak bisa menjawab pertanyaan itu, tapi ia  memikirkannya dalam-dalam sampai ia tidak bisa menemukan satu alasan pun  untuk tidak memeluk Islam. Akhirnya, Chua memutuskan untuk mengucapkan  dua kalimat syahadat dan menambahkan kata "Ihsan"--sebagai nama  muslimnya--di depan nama aslinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keluarga Chaos&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keluarga Ihsan Chua Gim Sam awalnya tidak menganggap serius bahwa  anak mereka sudah memeluk Islam. Mereka, kata Ihsan, berpikir bahwa  dirinya cuma memakai nama Islam tapi tetap akan makan babi dan bergaya  hidup nonmuslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi begitu keluarganya tahu bahwa ia benar-benar sudah menjadi  seorang muslim dan menjalankan ajaran Islam, situasinya jadi chaos dan  makin runyam, ketika Ihsan Chua ikut berpuasa di bulan Ramadan. Ia  nyaris diusir kedua orang tuanya. Selama berbulan-bulan, Ihsan mengalami  tekanan dari keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya tidak makan di rumah. Saya dituding tidak mencintai keluarga  saya lagi. Hampir setiap hari terjadi pertengkaran antara saya dan  keluarga. Saya berusaha menjelaskan tentang Islam pada mereka, tapi  mereka tidak tahu," imbuh Ihsan Chua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lama kelamaan, ia jadi takut pulang ke rumah. Ihsan pulang jika sudah  larut malam. Namun suatu malam, ibunya datang mendekati dan mengatakan  bahwa ia tidak perlu pulang ke rumah larut malam. Ibunya bilang bahwa  ayahnya sangat khawatir melihat Ihsan selalu pulang malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Ibu juga menawarkan akan memasak makanan buat saya secara terpisah,"  kata Ihsan yang tentu saja bahagia melihat perubah sikap orang tuanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang, hampir semua keluarganya makan makanan halal. "Ibu lebih  nyaman memasak makanan yang bisa dimakan seluruh keluarga, termasuk anak  lelakinya yang muslim. Situasi di rumah pun makin membaik.  Alhamdulillah," tandas Ihsan menutup kisahnya menjadi seorang muslim.  (&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/islam-pelabuhan-terakhir-ihsan-chua-gim-sam.htm"&gt;ln/NMC&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-6119920863082015093?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/6119920863082015093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=6119920863082015093' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/6119920863082015093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/6119920863082015093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2011/05/islam-pelabuhan-terakhir-ihsan-chua-gim.html' title='Islam, Pelabuhan Terakhir Ihsan Chua Gim Sam'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-9134421437270371869</id><published>2011-05-09T11:13:00.000+07:00</published><updated>2011-05-09T11:15:04.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidayah'/><title type='text'>Carilah Jalan Menuju Hidayah Rabbmu</title><content type='html'>Abud Dzar yang menyambut seruan dakwah Nabi Shallahu alaihi wa  sallam, sesudah Nabi menyebarkan kepadanya dengan sederhana lgi mudah  seperti yang telah diterangkan sebelumnya. Sesudah itu Abu Dzar ra  langsung pergi ke bukit Shafa, lalu berteriak : "Hai orang-orang  Quraiys, aku telah mengakui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah  selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah". &lt;p&gt;Kalimat sangat menyengat perasaan pemimpin yang melampaui batas dari  kalangan orang-orang kafir Quraiys. Mereka berdatangan kepadanya dari  segala penjuru dan langsung memukulinya beramai-ramai, hinga hampir saja  Abu Dzar tak sadarkan diri dan tubuhnya bermandikan darah. Rasul pun  datang kepadanya,sedang tubuhnya penuh dengan darah, karena luka pukulan  mereka dan keadaannya seakan-akan mengatakan :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Jika memang menyenangkan hatimu apa yang telah dilakukan oleh  orang yang dengki kepada kami, maka luka ini tidak lah terasa sakit ,  jika engkau merasa ridha kepadaku". &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasul Shallahu alaihi wa sallam tersenyum dan bersabda : "Aku tidak memerintahkan ini kepadamu".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa artinya pembelaan seperti ini? Apa artinya pengobanan seperti ini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, Nabi Shallahu alaihi wa sallam bersabda : "Sekarang pulanglah ke kampung kaummu. Sampai bersua nanti!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Dzar ra pulang dan menebarkan hidayah kepada kaumnya, karena  sesungguhnya seorang muslim pada hari dia masuk Islam, tujaun agar  dengan Dia memberi petunjuk kepada banyak orang, karena manusia sangat  membutuhkan seruan dakwahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Engkau adalah perbendaharaan mutiara, dan pertama dalam kemelut  dunia, meskipun mereka tidak mengenalmu. Engkau adalah dambaan semua  generasi, mereka merindukan seruanmu yang tinggi, meskipun tidak  mendengarmu".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Dzar bangkit dan mengumpulkan semua kabilahnya di padang sahara,  lalu berkata kepada mereka : "Darahku haram bagi darahmu, tubuhku haram  bagi tubuhmu, dan harta haram bagi hartamu, sebelum kamu beriman kepada  Allah", tegas Abu Dzar. Selanjutnya, Abu Dzar menerankgan agama Islam,  seperti yang didengarnya dari Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belum lagi ia tidur pada malam itu telah beriman sebanyak 70 keluarga  berikut dengan kaum wanita, kaum pria, dan anak-anak mereka.  Selanjutnya, Abu Dzar menghadap ke rah sebuah pohon yang ada di sana dan  dia mulai bermeditasi, karena sesungguhnya dia belum mengetahui shalat  dan memang shalat waktu itu belum difardhukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam berhijrah ke Madinah,  tiba-tiba datang Abu Dzar di barisan paling depan dari kaummnya yang  telah beriman. Para shahabat pun keluar. Mereka mengira bahwa di sana  ada pasukan musuh yang datang dengan maksud menyerang kota Madinah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Shallahu alaihi wa sallam keluar pula bersama dengan para  shahabatnya dan ternyata yang datang adalah Abu Dzar, seorang lelaki  yang hidup atas dasar kalimah "laa ilaaha illalloh", dan bersujud kepada  Tuhan yang telah menurunkan kalimah "laa ilaaha illalloh", sed ang  dibelakangnya adalah para muridnya yang telah berhasil diislamkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah melihat kedatangan peringatan dini yagn membawa berita  gembira alias Abu Dzar ra ini, Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam,  tersenyum :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tiada seorang pun yang bernaung di kolong langit dan bercokol diatas  hamparan bumi ini lebh jujur ucapannya, selain Abu Dzar", ujar Rasul  Shallahu alaihi wa sallam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, penyebab yang paling besar bagi seorang hamba untuk meraih  hidayah ialah bila mempunyai keinginan yang keras untuk mendapatkannya  sebagaimana yang disebutkan dlam firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami,  benar-benar akan Kami tunjukkan kepad mereka jalan-jalan Kami.  Sesungguhnya Allah benar-benar berserta orang-orang yang berbuat baik".  (QS : al-Ankabut : 69).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;oleh&lt;/em&gt; &lt;a href="http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/carilah-jalan-menuju-hidayah-rabbmu.htm"&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;Aidh Abdullah al-Qarni&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-9134421437270371869?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/9134421437270371869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=9134421437270371869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/9134421437270371869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/9134421437270371869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2011/05/carilah-jalan-menuju-hidayah-rabbmu.html' title='Carilah Jalan Menuju Hidayah Rabbmu'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-7440194861943517110</id><published>2008-10-17T12:57:00.001+07:00</published><updated>2008-10-17T13:04:49.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='im'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Sasaran dan Karakteristik Dakwah Ikhwan</title><content type='html'>Persatuan takkan terwujud tanpa rasa cinta. Tingkat cinta yang paling rendah adalah kedamaian hati (salamatu shadr), dan yang paling tinggi adalah mendudukkan orang lain lebih tinggi dari sendiri (itsar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Buku Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan Oleh Syaikh Jasim Muhalhil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Pertama: Ikatan Keimanan yang Kuat dalam Dakwah yang Dibangun di atas Ukhuwwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL ini yang pernah disebutkan oleh Ustadz Hasan al-Banna rahimahullah dalam rukun kesembilan:&lt;br /&gt;“Yang dimaksud dengan ukhuwah adalah, perpaduan hati dan ruh dengan aqidah. Aqidah merupakan tali pengikat yang paling kuat dan tinggi. Ukhuwwah adalah pasangan iman, sedangkan berpecah belah (tafarruq) adalah pasangan kekufuran. Kekuatan paling utama berpangkal pada kekuatan persatuan (quwwatul wihdah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan takkan terwujud tanpa rasa cinta. Tingkat cinta yang paling rendah adalah kedamaian hati (salamatu shadr), dan yang paling tinggi adalah mendudukkan orang lain lebih tinggi dari sendiri (itsar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan&lt;br /&gt;mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang- orang Muhajirin), atas diri mereka&lt;br /&gt;sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. al-Hasyr: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ikhwan sejati memandang saudaranya lebih utama dari dirinya. Sebab, jika ia tidak berbuat demikian maka saudaranya yang lain pun tidak memandangnya lebih utama dari dirinya. Bila&lt;br /&gt;mereka tidak memandang dirinya lebih utama, maka ia tidak akan memandang mereka lebih utama.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya serigala hanya akan memangsa kambing yang memisahkan diri dari kelompoknya.” (Dikeluarkan oleh Ahmad (5/196;4/446); Abu Daud (548), Nasa'i (2/82-83). Dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang mu'minin dan mu'minat masing-masing mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian lainnya. Memerintahkan pada yang ma’ruf dan melarang yang mungkar.” (QS. at-Taubah: 71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan bersandar pada sesuatu yang dapat menjadikan ukhuwwah itu dapat lestari, yakni melalui sikap ta'at kepada Allah 'Azza wa Jalla. Tak ada yang dapat memelihara ukhuwwah sebagaimana pemeliharaan sikap ta'at kepada Allah dan menjauh dari semua kema'shiatan kepada-Nya. Ukhuwwah yang berdiri di atas taqwa akan terus berlaku baik di dunia hingga akhirat.&lt;br /&gt;"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa." (QS. az- Zukhruf: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak ada yang dapat memelihara ukhuwwah dari kehancuran sebagaimana keampuhan perisai iman dan amal shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman, “...Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh, dan amat sedikitlah mereka ini...” (QS. Shad: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, Iblis la'natullah tidak menyukai mekarnya rasa cinta dan ukhuwwah di antara para juru da'wah. Iblis selalu berupaya menyulut perselisihan antar mereka. Seorang Ikhwan hendaknya selalu berkata yang paling baik, dan perbedaan pendapat di antara mereka hendaknya tidak merusak wujud rasa kasih dan cinta antar-mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Kedua:&lt;br /&gt;Ikatan Organisasi (Tanzhim) yang Kokoh Dibangun di atas Rasa Percaya (Tsiqah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH ikatan yang pernah diterangkan oleh Ustadz al-Banna rahimahullah dalam rukun kesepuluh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang dimaksud dengan tsiqah adalah ketenangan hati seorang jundi (prajurit) kepada pimpinannya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya. Sebuah ketenangan yang dalam hingga menghasilkan rasa cinta, penghargaan, penghormatan dan ketaatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. an-Nisaa: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin adalah bagian dari da’wah. Tak ada da’wah tanpa pemimpin. Tingkat tsiqah secara timbal balik antara pemimpin dan jundi, adalah parameter kekuatan organisasi sebuah jama’ah,&lt;br /&gt;kekuatan strategi, kesuksesannya dalam mencapai tujuan dan dapat mengalahkan semua kendala dan kesulitan yang menghalangi jama’ah mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang beriman berkata, "Mengapa tiada diturunkan suatu surat?" Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu&lt;br /&gt;lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka. Taat dan mengucapkan&lt;br /&gt;perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian&lt;br /&gt;itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad:20-21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Kesalahan dalam Membangun Tsiqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemimpin yang menuntut tsiqah dari para anggotanya, tanpa disertai penunaian mahar tsiqah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsiqah terhadap pimpinan takkan terwujud melalui tuntutan belaka, tapi melalui perasaan yang tumbuh dalam diri jundi tentang kemampuan pemimpinnya, kelayakannya, kebijaksanaannya, yang diperoleh melalui sentuhan hubungan secara langsung, beramal dan&lt;br /&gt;melalui sikap-sikap harian pemimpinnya. Inilah yang dimaksud dengan mahar tsiqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemimpin yang tak mampu menanam, memelihara dan membangun rasa tsiqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak ia berhubungan dengan anggota, semakin lemah rasa tsiqah anggota kepadanya. Kondisi ini dapat terjadi, baik lantaran ketidaktahuan pemimpin tentang cara berinteraksi&lt;br /&gt;dengan jiwa manusia, karena kelalaiannya, atau karena ia tidak dapat membina orang-orang yang ada di sekelilingnya dan tidak mampu menjalin hubungan dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang dapat membantu tumbuhnya rasa tsiqah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak terburu memvonis salah seorang anggota jama'ah secara tidak hak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perasaan setiap anggota dalam harakah tentang kebenaran sebuah kebijakan dan tindakan pimpinan. Karenanya, setiap kebijakan dari pimpinan harus disertai latar belakarang atau&lt;br /&gt;alasan, terkecuali dalam kondisi darurat menyangkut keamanan jama'ah (&lt;a href="http://www.eramuslim.com/manhaj-dakwah/sasaran-dan-karakteristik-dakwah-ikhwan.htm"&gt;amniyah&lt;/a&gt;).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-7440194861943517110?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/7440194861943517110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=7440194861943517110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7440194861943517110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7440194861943517110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/10/sasaran-dan-karakteristik-dakwah-ikhwan_17.html' title='Sasaran dan Karakteristik Dakwah Ikhwan'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3137130965474981828</id><published>2008-10-17T12:57:00.000+07:00</published><updated>2008-10-17T12:59:39.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='im'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Sasaran dan Karakteristik Dakwah Ikhwan</title><content type='html'>Persatuan takkan terwujud tanpa rasa cinta. Tingkat cinta yang paling rendah adalah kedamaian hati (salamatu shadr), dan yang paling tinggi adalah mendudukkan orang lain lebih tinggi dari sendiri (itsar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Buku Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan Oleh Syaikh Jasim Muhalhil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Pertama: Ikatan Keimanan yang Kuat dalam Dakwah yang Dibangun di atas Ukhuwwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL ini yang pernah disebutkan oleh Ustadz Hasan al-Banna rahimahullah dalam rukun kesembilan:&lt;br /&gt;“Yang dimaksud dengan ukhuwah adalah, perpaduan hati dan ruh dengan aqidah. Aqidah merupakan tali pengikat yang paling kuat dan tinggi. Ukhuwwah adalah pasangan iman, sedangkan berpecah belah (tafarruq) adalah pasangan kekufuran. Kekuatan paling utama berpangkal pada kekuatan persatuan (quwwatul wihdah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan takkan terwujud tanpa rasa cinta. Tingkat cinta yang paling rendah adalah kedamaian hati (salamatu shadr), dan yang paling tinggi adalah mendudukkan orang lain lebih tinggi dari sendiri (itsar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan&lt;br /&gt;mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang- orang Muhajirin), atas diri mereka&lt;br /&gt;sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. al-Hasyr: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ikhwan sejati memandang saudaranya lebih utama dari dirinya. Sebab, jika ia tidak berbuat demikian maka saudaranya yang lain pun tidak memandangnya lebih utama dari dirinya. Bila&lt;br /&gt;mereka tidak memandang dirinya lebih utama, maka ia tidak akan memandang mereka lebih utama.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya serigala hanya akan memangsa kambing yang memisahkan diri dari kelompoknya.” (Dikeluarkan oleh Ahmad (5/196;4/446); Abu Daud (548), Nasa'i (2/82-83). Dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang mu'minin dan mu'minat masing-masing mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian lainnya. Memerintahkan pada yang ma’ruf dan melarang yang mungkar.” (QS. at-Taubah: 71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan bersandar pada sesuatu yang dapat menjadikan ukhuwwah itu dapat lestari, yakni melalui sikap ta'at kepada Allah 'Azza wa Jalla. Tak ada yang dapat memelihara ukhuwwah sebagaimana pemeliharaan sikap ta'at kepada Allah dan menjauh dari semua kema'shiatan kepada-Nya. Ukhuwwah yang berdiri di atas taqwa akan terus berlaku baik di dunia hingga akhirat.&lt;br /&gt;"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa." (QS. az- Zukhruf: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak ada yang dapat memelihara ukhuwwah dari kehancuran sebagaimana keampuhan perisai iman dan amal shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman, “...Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh, dan amat sedikitlah mereka ini...” (QS. Shad: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, Iblis la'natullah tidak menyukai mekarnya rasa cinta dan ukhuwwah di antara para juru da'wah. Iblis selalu berupaya menyulut perselisihan antar mereka. Seorang Ikhwan hendaknya selalu berkata yang paling baik, dan perbedaan pendapat di antara mereka hendaknya tidak merusak wujud rasa kasih dan cinta antar-mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Kedua:&lt;br /&gt;Ikatan Organisasi (Tanzhim) yang Kokoh Dibangun di atas Rasa Percaya (Tsiqah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH ikatan yang pernah diterangkan oleh Ustadz al-Banna rahimahullah dalam rukun kesepuluh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang dimaksud dengan tsiqah adalah ketenangan hati seorang jundi (prajurit) kepada pimpinannya dalam hal kemampuan dan keikhlasannya. Sebuah ketenangan yang dalam hingga menghasilkan rasa cinta, penghargaan, penghormatan dan ketaatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. an-Nisaa: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin adalah bagian dari da’wah. Tak ada da’wah tanpa pemimpin. Tingkat tsiqah secara timbal balik antara pemimpin dan jundi, adalah parameter kekuatan organisasi sebuah jama’ah,&lt;br /&gt;kekuatan strategi, kesuksesannya dalam mencapai tujuan dan dapat mengalahkan semua kendala dan kesulitan yang menghalangi jama’ah mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang beriman berkata, "Mengapa tiada diturunkan suatu surat?" Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu&lt;br /&gt;lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka. Taat dan mengucapkan&lt;br /&gt;perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian&lt;br /&gt;itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad:20-21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Kesalahan dalam Membangun Tsiqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemimpin yang menuntut tsiqah dari para anggotanya, tanpa disertai penunaian mahar tsiqah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsiqah terhadap pimpinan takkan terwujud melalui tuntutan belaka, tapi melalui perasaan yang tumbuh dalam diri jundi tentang kemampuan pemimpinnya, kelayakannya, kebijaksanaannya, yang diperoleh melalui sentuhan hubungan secara langsung, beramal dan&lt;br /&gt;melalui sikap-sikap harian pemimpinnya. Inilah yang dimaksud dengan mahar tsiqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemimpin yang tak mampu menanam, memelihara dan membangun rasa tsiqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak ia berhubungan dengan anggota, semakin lemah rasa tsiqah anggota kepadanya. Kondisi ini dapat terjadi, baik lantaran ketidaktahuan pemimpin tentang cara berinteraksi&lt;br /&gt;dengan jiwa manusia, karena kelalaiannya, atau karena ia tidak dapat membina orang-orang yang ada di sekelilingnya dan tidak mampu menjalin hubungan dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang dapat membantu tumbuhnya rasa tsiqah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak terburu memvonis salah seorang anggota jama'ah secara tidak hak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perasaan setiap anggota dalam harakah tentang kebenaran sebuah kebijakan dan tindakan pimpinan. Karenanya, setiap kebijakan dari pimpinan harus disertai latar belakarang atau&lt;br /&gt;alasan, terkecuali dalam kondisi darurat menyangkut keamanan jama'ah (&lt;a href="http://www.eramuslim.com/manhaj-dakwah/sasaran-dan-karakteristik-dakwah-ikhwan.htm"&gt;amniyah&lt;/a&gt;).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3137130965474981828?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3137130965474981828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3137130965474981828' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3137130965474981828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3137130965474981828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/10/sasaran-dan-karakteristik-dakwah-ikhwan.html' title='Sasaran dan Karakteristik Dakwah Ikhwan'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3006254752261628624</id><published>2008-10-17T12:49:00.000+07:00</published><updated>2008-10-17T12:57:46.508+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='im'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Nilai Dakwah dan Pertanyaan tentang Ikhwanul Muslimin</title><content type='html'>Siapapun yang mendalami ilmu agama Allah mengetahui bahwa posisi dakwah ilallah berada pada posisi yang paling tinggi dan sarana mendekatkan diri pada Allah yang paling baik. Kenapa? Dakwah adalah misi para Anbiya, jalan para rasul dan auliya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dari Buku Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan Oleh Syaikh Jasim Muhalhil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang mendalami ilmu agama Allah mengetahui bahwa posisi dakwah ilallah berada pada posisi yang paling tinggi dan sarana mendekatkan diri pada Allah yang paling baik. Kenapa? Dakwah adalah misi para Anbiya, jalan para rasul dan auliya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jalan itulah, rahmat Allah menyebar dan kesesatan lenyap. Karena itu, banyak sekali ayat-ayat, serta hadits-hadits shahih yang jelas menerangkan masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah di antara kalian ada sekelompok yang menyeru kepada kebaikan dan memerintahkan yang ma’ruf serta melarang yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian adalah ummat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, memerintahkan kepada yang ma'ruf dan melarang yang mungkar, serta beriman kepada Allah..." (QS. Ali Imran: 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah saw., "Demi Dzat Yang Jiwaku Ada dalam Tangan-Nya. Pasti kalian akan memerintahkan yang ma'ruf dan melarang yang mungkar. Atau (bila kalian tidak melakukan hal tersebut), niscaya Allah akan menimpakan hukuman atas kalian, setelah itu kalian memohon kepada-Nya, dan tidak dikabulkan." (HR. Turmudzi, dan mengatakan hadits hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan mereka sebagaimana ungkapan Imam Ahmad rahimahullah yang dinukil dalam kitab I'lam al-Muwaqi'in: “Mereka menyeru yang tersesat pada petunjuk, menghidupkan orang-orang yang mati dengan Kitabullah, menjelaskan orang-orang yang buta dengan cahaya Allah. Berapa banyak korban-korban iblis yang mereka hidupkan kembali? Berapa banyak mereka yang tersesat terlunta-lunta mendapat petunjuk kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, mereka, para da'i, memang layak memperoleh do'a dari semut yang ada di sarangnya, hingga ikan yang ada di lautan. Mereka di bumi ini, ibarat bintang di langit. Melalui mereka yang ragu-ragu dalam kegelapan dapat tertuntun kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekalah yang menyampaikan ajaran Allah dan melanjutkan misi para Anbiya setelah tidak ada lagi rasul sesudah Muhammad saw. dan wahyu telah terputus dari langit. “Demikianlah kami jadikan kalian sebagai ummat pertengahan.. agar kalian menjadi saksi atas manusia, dan Rasul menjadi saksi atas kalian." (QS Al-Baqarah: 143)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari sini, risalah yang ditulis khusus untuk para da'i ini, bertujuan agar menjadi satu bentuk pemuliaan bagi mereka, penjelas dan penerang bagi siapa saja yang ingin berjalan di jalan para Anbiya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepada Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa, agar para da'i yang mencari kebenaran, dapat mengambil manfaat atas usaha ini. Saya mohon ampun kepada Allah dari kekeliruan. Semoga Allah memeliharaku dari keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah ini kususun mencakup beberapa bab. Bab "Kenapa Ikhwanul Muslimin, terbagi tiga bagian: Hakikat Dakwah Ikhwanul Muslimin, Syubuhat dan Jawabannya, serta Untaian Harapan dalam Amal Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyusun risalah ini sebagai seruan secara menyeluruh agar menjadi perhatian para pemuda, sekaligus menyingkap berbagai pemikiran serta isu-isu yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, saya sebutkan kaidah-kaidah umum dalam menolak syubuhat yang dilontarkan kepada Ikhwanul Muslimin. Di sini, saya berikan beberapa contoh syubuhat berikut jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, saya paparkan pula beberapa harapan yang semoga dapat semakin mengokohkan eksistensi harakah Ikhwan. Juga agar harakah dapat mengevaluasi kesesuaian langkahnya terhadap manhaj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dalam kondisi harapan-harapan tersebut memang belum termasuk dalam program harakah. Bila harapan tersebut sesuai dengan manhaj, hendaklah segera diambil. Dan bila tidak, harus segera ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Ikhwan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan, Mengapa dakwah Ikhwanul Muslimin selalu menjadi sasaran konspirasi musuh Islam di segenap penjuru Timur dan Barat? Mengapa dakwah Ikhwanul Muslimin hingga kini cahayanya tak kunjung padam? Mengapa dakwah Ikhwanul Muslimin justeru menarik minat banyak pemuda, betapapun mereka mengetahui konsekwensi jalannya yang begitu berat? Mengapa dakwah Ikhwanul Muslimin dibenci oleh orang-orang yang kerasukan ambisi pribadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah konperensi duta besar dari Inggris, Perancis dan Amerika pernah digelar di Faid, November 1948. Para konsulat meminta dubes Inggris menuntut Naqrasyi, perdana menteri Mesir saat itu, agar mengeluarkan keputusan larangan terhadap Jama'ah Ikhwanul Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Obrian, Sekretaris Politik Komando Angkatan Darat Inggris di Timur Tengah, mengirim surat pada Organisasi Intelejennya di wilayah Mesir dan Laut Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyebutkan isi pembicaraan serta hasil-hasil penting konperensi di Faid. Yang terpenting, mereka akan melakukan langkah koordinasi melalui kedutaan besar Inggris di Kairo guna menghantam Jama'ah Ikhwanul Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu gambaran tentang pertanyaan pertama. Tentang pertanyaan kedua, masih banyak orang yang belum mengetahui hakikat dakwah ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara mereka masih ada yang diliputi rasa bimbang. Mereka sebenarnya menyimpan simpati terhadap Ikhwan, namun belum percaya terhadap kemampuannya. Mereka juga ingin melakukan sesuatu, tetapi putus asa karena khawatir bila dakwah ini hancur. Pada akhimya, mereka memilih diam, tanpa melakukan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilatarbelakangi fenomena tersebut, juga banyak para pemuda yang tengah menanti orang yang dapat menjelaskan jalan dakwah pada mereka, yang dapat menjadi saluran aspirasi dan amal mereka secara jelas dan terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mereka semua, dan siapa saja yang ingin melangkahkan kaki di atas jalan dakwah, kami persembahkan risalah ini untuk menghilangkan waham, serta berbagai isu yang disebarkan dari mulut ke mulut. (&lt;a href="http://www.eramuslim.com/manhaj-dakwah/nilai-dakwah-dan-pertanyaan-tentang-ikhwanul-muslimin.htm"&gt;diterjemahkan oleh Hawari Aulia&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3006254752261628624?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3006254752261628624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3006254752261628624' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3006254752261628624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3006254752261628624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/10/nilai-dakwah-dan-pertanyaan-tentang.html' title='Nilai Dakwah dan Pertanyaan tentang Ikhwanul Muslimin'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-7638163948836836758</id><published>2008-06-02T09:44:00.001+07:00</published><updated>2008-06-02T09:52:52.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suriah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pejuang'/><title type='text'>Syekh As-Siba’i: Pejuang Palestina dari Suriah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Syekh Musthafa As Siba’i nama lengkapnya adalah Syekh. DR.Musthafa Husni As Siba’i dengan panggilan Abu Hasan, lahir di kota Himsh, Suriah, tahun 1915. Beliau anak dari seorang ulama, mujahid dan khatib yang terkenal di masjid Jami’ Himsh, Syekh Husni As Siba’i. Pada tahun 1933, Musthafa As Siba’i pergi ke Mesir untuk menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar. &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Di Mesir beliau bertemu dan berkenalan dengan Imam Hasan Al-Banna, Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimin. Ketika menjadi mahasiswa di Mesir, Musthafa As Siba’i tidak hanya sibuk di bangku kuliah mengejar prestasi akademik, beliau juga aktif dalam kegiatan ekstra kampus bersama Al-Ikhwan Al-Muslimin, melakukan pembelaan terhadap umat, dan ikut berbagai demonstrasi menentang penjajah Inggris tahun 1941.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Beliau juga ikut mendukung Revolusi Rasyid Ali Al-Kailani di Irak melawan Inggris. Akibatnya, beliau bersama teman-temannya ditahan pemerintah Mesir atas instruksi penjajah Inggris. Musthafa As Siba’i mendekam dalam tahanan sekitar tiga bulan, kemudian di pindah ke penjara Sharfanda di Palestina dan mendekam di sana selama empat bulan. Pada tahun 1942, beliau mengumpulkan seluruh potensi perjuangan umat Islam di Suriah yang terdiri dari ulama, da’i, aktifis, tokoh-tokoh lembaga Islam dari berbagai propinsi untuk berjuang dalam satu jama’ah yang disepakati, yaitu Jama’ah Al-Ikhwan Al-Muslimin. Delegasi Mesir yang hadir pada pertemuan itu adalah Ustadz. Said Ramadhan (menantu Imam Hasan Al-Banna).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Pada tahun 1945, diadakan pertemuan kembali dan para peserta pertemuan sepakat untuk memilih Musthafa As Siba’i sebagai Muraqib ‘Am (Pengawas Umum) Al-Ikhwan Al-Muslimin Suriah. Tahun 1948 terjadi Perang Palestina, Musthafa As Siba’i, Muraqib Am Al-Ikhwan Al-Muslimin Suriah memimpin langsung batalion Suriah dan bergabung dengan 10.000 pasukan Al-Ikhwan Al-Muslimin dari berbagai negara Arab untuk membantu rakyat Palestina yang sedang berjuang melawan penjajah Zionis Yahudi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Pasukan Syekh Musthafa As Siba’i dengan semangat jihad yang tinggi, pengorbanan yang besar, berhasil masuk ke kota suci Al-Quds, jika tidak ada pengkhianatan para pemimpin Arab tentu Palestina akan lain ceritanya dengan yang terjadi saat ini, itulah episode sejarah perjuangan yang senantiasa dicemari oleh para pengkhianat penjual umat dan tanah airnya karena cinta dunia dan takut mati.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.&lt;/i&gt;(QS: Al-Anfaal/8: 27).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat&lt;/i&gt;.(QS: Al-Hajj/ 22: 38).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Syekh Musthafa As Siba’i secara khusus menulis buku tentang jihad di Palestina yang berjudul &lt;i&gt;Jihaduna fi Filisthin&lt;/i&gt;. Di dalam buku &lt;i&gt;Al-Ikhwan fi Harbi Filisthin&lt;/i&gt;, Syekh Musthafa As Siba’i berkata, “Ketika berada di medan pertempuran Al-Quds, kami merasakan di sana ada manuver-manuver yang terjadi di tingkat internasional dan tingkat pemerintahan resmi negara-negara Arab. Kami yang tergabung di batalion Al-Ikhwan Al-Muslimin memusyawarahkan hal-hal yang perlu kita tempuh, setelah adanya instruksi kepada kami untuk mengundurkan diri dari Al-Quds. Kami sepakat tidak mampu menentang instruksi kepada kami untuk meninggalkan Al-Quds, karena berbagai pertimbangan. Kami juga sepakat sesampainya di Damaskus, kami mengirim sebagian Al-Ikhwan Al-Muslimin ke Al-Quds sekali lagi secara sembunyi-sembunyi, untuk mempelajari apakah ada kemungkinan kembali lagi ke sana secara pribadi, demi melanjutkan perjuangan kami membela Palestina. Kami kembali ke Damaskus bersama seluruh anggota batalion dan komandan-komandannya yang bergabung dengan pasukan penyelamat. Pasukan penyelamat ini melucuti persenjataan kami dan berjanji mengundang kami sekali lagi bila dibutuhkan.”&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Tahun 1949, Syekh Musthafa As Siba’i meraih gelar Doktor dari Fakultas At Tasyri’ Al-Islami dan Sejarahnya dari Universitas Al-Azhar dengan disertasi berjudul &lt;i&gt;As Sunnah wa Makanatuha fit Tasyri’ Al-Islami&lt;/i&gt;, lulus dengan &lt;i&gt;suma cumlaude&lt;/i&gt;. Dalam tesisnya tersebut As Sibaai' menyanggah habis argumen kaum Orientalis tentang kedudukan As Sunnah dalam Syariat Islam. Beliau juga menulis buku khusus tentang orientalis dengan judul, &lt;i&gt;Alistisyraq Wal Mustasyriqun&lt;/i&gt; (Orientalisme dan kaum Orientalis). Tahun 1953, Syekh Mustafa As Siba’i menghadiri konfrensi Islam untuk pembelaan Al-Quds yang diadakan di kota Al-Quds dan dihadiri oleh perwakilan Al-Ikhwan Al-Muslimin dari seluruh negara Arab dan para tokoh Islam dunia, termasuk saat itu hadir Dr. Muhammad Natsir sebagai wakil Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Selama tujuh tahun Syekh As Siba’i menderita lumpuh pada sebagian tubuhnya termasuk tangan kirinya, tetapi beliau sabar, pasrah terhadap ketentuan Allah, ridha terhadap hukum-Nya. Walaupun lumpuh sebagian tubuhnya tidak menghalangi beliau untuk berdakwah dan membina umat. Syekh Siba’i, tidak hanya piawai dalam menulis, ahli dalam pidato, beliau juga memperaktekkan kewajiban agama dengan ikhlas dan mengharapkan ridha Allah, padahal kondisi tubuhnya sudah uzur karena lumpuh dan sakit yang diderita.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Dengan menggunakan tongkat, beliau berjalan di pagi hari dan sore hari menuju masjid untuk shalat, sujud dan rukuk kepada Allah, pada saat yang sama ada orang yang badannya sehat, berjalan tidak bertongkat, penampilannya memikat, enggan dan tidak mau datang ke masjid untuk melaksanakan sholat, terutama sekali sholat subuh berjama’ah di masjid.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Hari Sabtu, 3/10/1964, Syekh. DR. Musthafa Siba’i, pembela Palestina dan kota Suci Al-Quds, pejuang yang gigih lagi sabar meninggal dunia di kota Himsh. Jenazahnya diiringi rombongan yang besar dan dishalatkan di masjid Jami’ Al-Umawi, Damaskus.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Mufti Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini memberi kesaksian, "Suriah kehilangan tokoh besar mujahid agung. Dunia Islam kehilangan ulama besar, ustadz mulia dan dai piawai. Saya mengenalnya dan melihat pada dirinya keikhlasan, kejujuran, keterbukaan, tekad baja, motivasi kuat dalam membela akidah dan prinsip. Ia memiliki kans besar dan peran nyata dalam melayani problematika Islam dan Arab, terutama problematika Suriah dan Palestina. Ia memimpin batalyon Al-Ikhwan Al-Muslimin demi membela Baitul Maqdis tahun 1948."&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Semoga Allah mengampuni segala dosanya, menerima segala ibadahnya dan memasukkan beliau ke dalam surga bersama para Nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, dan orang-orang shalih, amin!&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/slr/8526201907-syekh-as-shiba%EF%BF%BDi-pejuang-palestina-suriah.htm"&gt;H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;email: ferryn2006@yahoo.co.id&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-7638163948836836758?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/7638163948836836758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=7638163948836836758' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7638163948836836758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7638163948836836758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/06/syekh-as-sibai-pejuang-palestina-dari.html' title='Syekh As-Siba’i: Pejuang Palestina dari Suriah'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3968454751712737550</id><published>2008-06-02T09:42:00.000+07:00</published><updated>2008-06-02T09:43:31.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='50ributahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luqman'/><title type='text'>Hari yang Lamanya Lima Puluh Ribu Tahun</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/mks/8526070733-hari-lamanya-lima-puluh-ribu-tahun.htm"&gt;Ihsan Tandjung&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/mks/8526070733-hari-lamanya-lima-puluh-ribu-tahun.htm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tokoh penuh hikmah Luqmanul Hakim pernah menasihati anaknya. ”Anakku, hiduplah untuk duniamu sesuai porsi yang Allah berikan. Dan hiduplah untuk akhiratmu sesuai porsi yang Allah berikan.” Tak seorangpun tahu berapa lama jatah hidupnya di dunia fana ini. Ada yang mencapai 60, 70 atau 80-an tahun. Ada yang bahkan berumur pendek. Wafat saat masih muda beliau. Yang pasti tak seorangpun bisa memastikan porsi umurnya di dunia. Pendek kata Wallahu a’lam, Allah saja yang Maha Tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adapun jatah hidup kita kelak di akhirat adalah tidak terhingga. Kita insyaAllah bakal hidup kekal selamanya di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Alangkah senangnya bila hidup kekal tersebut dipenuhi dengan kenikmatan surga. Namun, sebaliknya, alangkah celakanya bila kehidupan abadi tersebut diisi dengan siksa neraka yang menyala-nyala. ”Ya Allah, kami mohon kepadaMu surgaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan. Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari siksa nerakaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Artinya, jika kita bandingkan lama hidup di dunia dengan di akhirat, maka jatah hidup di dunia sangatlah sedikit. Sedangkan hidup manusia di akhirat sangat luar biasa lamanya. Praktis, hidup manusia di dunia seolah zero time (nol masa waktu) dibandingkan hidup di akhirat kelak. Wajar bila Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sampai mengibaratkan dunia bagai sebelah sayap seekor nyamuk. Artinya sangat tidak signifikan. Dunia sangat tidak signifikan untuk dijadikan barang rebutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang beriman kalaupun turut berkompetisi atau berjuang di dunia hanyalah sebatas mengikuti secara disiplin aturan main yang telah Allah subhaanahu wa ta’aala gariskan. Mereka tidak mengharuskan apalagi memaksakan hasil. Sehingga bukanlah menang atau kalah yang menjadi isyu sentral, melainkan konsistensi (baca: istiqomah) di atas jalan Allah. Berbeda dengan orang-orang kafir dan para hamba dunia lainnya. Mereka tidak pernah peduli dengan aturan main Allah subhaanahu wa ta’aala. Yang penting harus menang. Prinsip hidup mereka adalah It’s now or never (Kalau tidak sekarang, kapan lagi...?!). Sedangkan prinsip hidup orang beriman adalah If it’s not now then it will be in the Hereafter (Kalaupun tidak sekarang, maka masih ada nanti di akhirat). Sehingga orang beriman akan selalu tampil elegan, tidak norak ketika terlibat dalam permainan kehidupan dunia. Sebab kalaupun ia kalah di dunia, ia sadar dan berharap segala usahanya yang bersih tersebut tidak menyebabkan kekalahan di akhirat. Sementara kalau ia menang di dunia ia sadar dan berharap segala amal ikhlasnya bakal menyebabkan kemenangan di akhirat yang jauh lebih menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di antara perkara yang selalu membuat orang beriman berlaku wajar di dunia adalah ingatannya akan hari ketika manusia dibangkitkan. Saat mana setiap kita bakal dihidupkan kembali dari kubur masing-masing lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar. Tanpa pakaian apapun di badan dengan matahari yang jaraknya sangat dekat dengan kepala manusia. Seluruh manusia bakal hadir semua sejak manusia pertama, Adam alaihis-salaam, hingga manusia terakhir. Semua menunggu giliran diperiksa dan diadili orang per orang. Sebuah proses panjang serta rangkaian episode harus dilalui sebelum akhirnya tahu apakah ia bakal senang selamanya di akhirat dalam surga Allah ataukah sengsara berkepanjangan di dalam api neraka. Proses panjang tersebut akan berlangsung lima puluh ribu tahun sebelum jelas bertempat tinggal abadi di surgakah atau neraka. Laa haula wa laa quwwata illa billah...! Begitulah gambaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ صَاحِبِ كَنْزٍ لَا يُؤَدِّي حَقَّهُ إِلَّا جُعِلَ صَفَائِحَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جَبْهَتُهُ وَجَنْبُهُ وَظَهْرُهُ حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بَيْنَ عِبَادِهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ ثُمَّ يُرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ (أحمد)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Abu Hurairah r.a.berkata bahwa, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang pun pemilik simpanan yang tidak menunaikan haknya (mengeluarkan hak harta tersebut untuk dizakatkan) kecuali Allah akan menjadikannya lempengan-lempengan timah yang dipanaskan di neraka jahanam, kemudian kening dan dahi serta punggungnya disetrika dengannya hingga Allah SWT berkenan menetapkan keputusan di antara hamba-hambaNya pada hari yang lamanya mencapai lima puluh ribu tahun yang kalian perhitungkan (berdasarkan tahun dunia). (Baru) setelah itu ia akan melihat jalannya, mungkin ke surga dan mungkin juga ke neraka.” (HR Ahmad 15/288)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sungguh, suatu hari yang sulit dibayangkan! Apalagi -karena matahari begitu dekat dari kapala manusia- selama hari itu berlangsung manusia bakal basah dengan keringat masing-masing sebanding dosa yang telah dikerjakannya sewaktu di dunia. Ada yang keringatnya hanya sampai mata kakinya. Ada yang mencapai pinggangnya. Ada yang mencapai lehernya. Bahkan ada yang sampai tenggelam dalam keringatnya. Hari itu sedemikian menggoncangkan sehingga para sahabatpun sempat resah. Mereka meminta kejelasan kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana akan sanggup melewati hari yang begitu lamanya, yakni hingga lima puluh ribu tahun. Maka Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menenteramkan hati mereka dengan menjanjikan adanya dispensasi khusus dari Allah subhaanahu wa ta’aala bagi orang beriman pada hari itu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ مَا أَطْوَلَ هَذَا الْيَوْمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهُ لَيُخَفَّفُ عَلَى الْمُؤْمِنِ حَتَّى يَكُونَ أَخَفَّ عَلَيْهِ مِنْ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ يُصَلِّيهَا فِيَّ الدُّنْيَا(أحمد)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw:”Sehari seperti lima puluh ribu tahun… Betapa lamanya hari itu!” Maka Rasulullah saw bersabda:”Demi jiwaku yang berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya hari itu dipendekkan bagi mu’min sehingga lebih pendek daripada sholat wajibnya sewaktu di dunia.” (HR Ahmad 23/337)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin. Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang beriman sejati sehingga kami sanggup menjalani hari yang tidak ada naungan selain naunganMu. Amin.-&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3968454751712737550?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3968454751712737550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3968454751712737550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3968454751712737550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3968454751712737550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/06/hari-yang-lamanya-lima-puluh-ribu-tahun.html' title='Hari yang Lamanya Lima Puluh Ribu Tahun'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3526093971268090468</id><published>2008-06-02T09:35:00.000+07:00</published><updated>2008-06-02T09:38:19.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='generasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='qur&apos;ani'/><title type='text'>Generasi Qur'ani yang Unik</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/uks/8525201416-generasi-qur039ani-unik.htm"&gt;Ihsan Tandjung&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di dalam kitab Ma’aliim fii Ath-thariiq (Petunjuk Jalan), Sayid Qutb menulis sebuah bab berjudul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;جيل قرآنى فريد&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Generasi Qur’ani yang Unik. Beliau menulis sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Ada suatu kenyataan sejarah yang patut direnungkan oleh mereka yang bergerak di bidang da’wah Islamiyyah di setiap tempat dan di setiap waktu. Mereka patut merenungkannya lama-lama, karena ia mempunyai pengaruh yang menentukan bagi metode dan arah da’wah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Da’wah ini pernah menghasilkan suatu generasi manusia, yaitu generasi sahabat –semoga Allah meridhoi mereka- suatu generasi yang mempunyai ciri tersendiri dalam seluruh sejarah Islam, dalam seluruh sejarah ummat manusia. Lalu da’wah ini tidak pernah menghasilkan jenis yang seperti ini sekali lagi. Memang terdapat orang-orang itu di sepanjang sejarah. Tetapi belum pernah terjadi sekalipun juga bahwa orang-orang seperti itu berkumpul dalam jumlah yang demikian banyaknya, pada suatu tempat, sebagaimana yang pernah terjadi pada periode pertama dari kehidupan da’wah ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selanjutnya penulis menguraikan adanya tiga alasan mengapa generasi para sahabat –semoga Allah meridhoi mereka- memiliki keistimewaan yang belum dimiliki oleh generasi ummat ini sepanjang zaman sesudahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pertama, mereka telah memperlakukan Al-Qur’an sebagai satu-satunya tempat pengambilan (rujukan), standar yang menjadi ukuran dan tempat dasar berfikir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selanjutnya Sayid Qutb menulis: “Rasulullah saw ingin mencetak suatu generasi yang jernih hatinya, jernih akalnya, jernih persepsinya, jernih perasaannya, jernih pembentukannya dari segala pengaruh lain selain dari metode Ilahi yang dikandung Al-Qur’an.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يريد صنع جيل خالص القلب خالص العقل خالص التصور خالص الشعور خالص التكوين من أي مؤثر آخر&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;غير المنهج الإلهي الذي يتضمنه القرآن الكريم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kedua, mereka mempelajari Al-Qur’an untuk menerima perintah Allah tentang urusan pribadinya, tentang urusan golongan (jama’ah) di mana ia hidup, tentang persoalan kehidupan yang dilaluinya, ia dan golongannya. Ia menerima perintah itu untuk segera dilaksanakan setelah mendengarnya. Persis sebagaimana prajurit di lapangan menerima “perintah harian” untuk dilaksanakan segera setelah diterima.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;انما كان يتلقى القرآن ليتلقى امر الله في خاصة شأنه و شأن الجماعة التي يعيش فيها و شأن الحياة التي يحياها هو و جماعته يتلقى ذلك الامر ليعمل به فور سماعه كما يتلقى الجندي في الميدان ((الأمر اليومي)) ليعمل به فور تلقيه&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena itu, tidak seorangpun yang minta tambah perintah sebanyak mungkin dalam satu pertemuan. Karena ia merasa hanya akan memperbanyak kewajiban dan tanggung-jawab di atas pundaknya. Ia meras puas dengan kira-kira sepuluh ayat saja. Dihafal dan dilaksanakan. Sebagaimana disebut dalam hadits Ibnu Mas’ud yang disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam pendahuluan buku tafsirnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Metode menerima untuk dilaksanakan dan dikerjakan, itulah yang telah menimbulkan generasi pertama. Metode menerima untuk dipelajari dan dinikmati, itulah yang telah menelorkan generasi-generasi selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketiga, mereka mengembangkan pemisahan mental secara total antara masa lalu diri di zaman jahiliah dan masa kininya dalam pelukan ajaran Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;كانت هناك عزلة شعورية كاملة بين ماضي المسلم في جاهليته&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;و حاضره في إسلامه&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jadi terdapat proses pencabutan diri dari lingkungan jahili, adat kebiasaan dan konsepsinya, tradisi dan hubungannya. Pencabutan diri dari kepercayaan syirik dan penanaman diri kepada aqidah tauhid. Ini adalah persimpangan jalan. Tetapi dalam dirinya ia telah bertekad tidak akan kembali lagi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3526093971268090468?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3526093971268090468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3526093971268090468' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3526093971268090468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3526093971268090468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/06/generasi-qurani-yang-unik.html' title='Generasi Qur&apos;ani yang Unik'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-9107411182689819305</id><published>2008-06-02T09:27:00.000+07:00</published><updated>2008-06-02T09:33:49.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adzan'/><title type='text'>Menjawab Adzan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/rbb/8525205113-menjawab-adzan.htm"&gt;Ihsan Tandjung&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seringkali kita berlaku biasa-biasa saja pada saat adzan sedang berkumandang. Apabila kita sedang menonton TV, kita terus saja sibuk menonton TV. Kalau kita sedang ngobrol, kita teruskan saja obrolan kita. Kalau kita sedang sibuk rapat di kantor, kita teruskan saja rapat tersebut. Jika kita sedang pelatihan, kita teruskan saja acara pelatihan tersebut. Sehingga adzan berkumandang laksana ”anjing menggonggong, kafilah berlalu.” Padahal sudah barang tentu kalimat adzan tidaklah sama dengan gonggongan anjing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kalimat adzan adalah kalimat suci yang mengandung panggilan atau ajakan agar setiap orang yang mendengarnya segera menyambutnya. Ia mengandung ajakan agar kita segera meninggalkan segenap kesibukan duniawi kita untuk memenuhi panggilan Allah Subhaanahu wa ta’aala. Lalu sejenak menyisihkan waktu untuk menunjukkan kesetiaan dan ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa ta’aala dalam bentuk mengingatNya melalui ibadah sholat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan surga bagi orang yang saat adzan berkumandang mau menyisihkan perhatiannya sejenak mengikuti dengan serius lalu merespons panggilan adzan tersebut. Bukankah ini suatu hal yang sangat luar biasa. Bayangkan, hanya dengan menyimak lalu membalas kalimat muadzin sebagaimana disunnahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam kita dijanjikan bakal memperoleh kenikmatan hakiki dalam kehidupan abadi di alam akhirat nanti. SubhaanAllah...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lengkapnya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ أَحَدُكُمْ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ (مسلم)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Apabila muadzin mengucapkan, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ lalu salah seorang dari kalian menjawab, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu An La Ilaha Illallah, ’ dia menjawab, ’Asyhadu An La Ilaha Illallah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, ’ dia menjawab, ’Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Hayya Ala ash-Sholah, ’ dia menjawab, ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Hayya Ala al-Falah, ’ dia menjawab, ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ dia menjawab, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’ La Ilaha Illallah, ’ dia menjawab, ’ La Ilaha Illallah, ’ (dan semua itu) dari hatinya; niscaya dia masuk surga.” (HR Muslim 2/328)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan lebih jauh daripada itu, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan akan memberi syafaat kepada siapapun yang sesudah adzan membaca doa yang di dalamnya mengandung permohonan agar Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam ditempatkan di al-wasilah (derajat tertinggi di surga). Beliau bersabda sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ (مسلم)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian memohonlah al-wasilah (kedudukan tinggi) kepada Allah untukku karena itu adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap aku adalah hamba tersebut, barangsiapa memohon al-wasilah untukku niscaya dia (berhak) mendapatkan syafaat.” (HR Muslim 2/327)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Demikianlah, betapa besarnya keuntungan yang dijanjikan bagi siapapun yang berkenan menyimak dan menjawab dengan sungguh-sungguh panggilan adzan saat berkumandang. Menjawabnya kalimat demi kalimat lalu diakhiri dengan mendoakan al-wasilah bagi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Adapun kalimat doa yang dibaca sesudah adzan adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ (البخاري)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Barangsiapa ketika mendengar adzan mengucapkan, ’Ya Allah Rabb panggilan yang sempurna (adzan) dan sholat wajib yang didirikan, berikanlah wasilah (derajat yang tinggi di surga) dan fadhilah (kedudukan yang mulia) kepada Nabi Muhammad, dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam yang terpuji yang Engkau janjikan kepadanya’; niscaya dia berhak meraih syafa’atku pada hari Kiamat.” (HR Bukhary 2/481)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka sudah barang tentu sempurnanya amalan menjawab adzan ini ialah dengan segera berwudhu lalu bergegas menuju masjid untuk sholat berjamaah. Oleh karenanya tidak patut kita berlaku biasa-biasa saja saat adzan berkumandang. Ya Allah, terimalah segenap amal sholeh dan amal ibadah kami. Amin.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-9107411182689819305?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/9107411182689819305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=9107411182689819305' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/9107411182689819305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/9107411182689819305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/06/menjawab-adzan.html' title='Menjawab Adzan'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-2717206043389108040</id><published>2008-03-08T13:06:00.000+07:00</published><updated>2008-03-08T13:07:27.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembina'/><title type='text'>Menjadi Pembina yang Ideal</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalammu'alaikum wr wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pak, saya mahasiswi yang aktiv berorganisasi di kampus. gini pak, awalnya saya ikut organisasi itu ndak sengaja tapi, berkat organisasi kampus inilah saya berkumpul dengan orang-orang saleh dan salihah yang hebat-hebat dan saya pun dituntun ke jalan dakwah yang sebelumnya sangat saya pandang sebelah mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Singkat cerita, teman-teman mengamanahi saya beberapa staff di organisasi saya untuk 'dibina'. Yang menjadi kegalauan saya saat ini adalah saya masih merasa tidak mampu untuk 'membina' adik-adik saya. Saya bukanlah sesosok akhwat yang sopan, lembut dan tenan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya malah ke balikan dari cerminan akhwat ideal, saya itu suka bercanda, masih suka gaul sama semua orang dan banyak hal buruk yang masih saya lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pertanyaannya adalah: 1. Apakah yang harus saya lakukan untuk menjadi sesosok 'kakak yang ideal' bagi adik-adik saya? Saya menggunakan istilah 'kakak' bukan 'akhwat' karena saya merasa masih jauh dari 'ke-akhwatan'. 2. Yang kedua adalah tips n trik menjadi pembina sukses?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/konsultasi/mkh/8113145803-menjadi-pembina-ideal.htm"&gt;Nek&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ananda Nek yang saya hormati, dari tulisan Anda tersirat bahwa ketidak percayaan diri masih ada di dalam diri Anda dalam membina. Hal inilah yang dapat menghambat Anda saat ingin menjadi murobbi yang sukses.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Untuk itu, cobalah Anda pahami akan arti penting seorang murobbi dalam aktivitasnya sebagai bagian membentuk umat agar lebih paham dan kembali kepada jalan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Anda dapat membuka surat Al-Imran ayat 79.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di samping itu seorang murobbi juga akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat karena karena mengajarkan ilmu, seperti yang Nabi sabdakan, ” “Barangsiapa yang mengajak orang kepada suatu petunjuk (kebaikan) maka ia mendapatkan pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya dengan tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Murobbi yang sukses adalah mereka yang dapat menjadikan sebuah halaqah itu produktif serta menjalankan halaqah tersebut secara dinamis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ciri sebuah halaqah yang produktif di antaranya adalah tercapainya muwashofat bagi para peserta, tercapainya pembentukan murobbi handal dan tercapainya pengembangan potensi dari para mutarabbi secara maksimal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seorang murabbi juga hendaknya dapat mengantisipasi kejenuhan yang terjadi dalam mengelola halaqah yang mempunyai ciri, peserta tidak dapat menikmati halaqoh, lemahnya kontrol diri, sering absen dalam halaqah, kurang aktif dalam halaqah dan mengabaikan tugas dan tanggung jawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Insya Allah, dengan mengetahui dan memahami tentang urgensinya menjadi murobbi, produktifitas dan dinamisnya halaqah dapat terwujud.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-2717206043389108040?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/2717206043389108040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=2717206043389108040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2717206043389108040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2717206043389108040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/03/menjadi-pembina-yang-ideal.html' title='Menjadi Pembina yang Ideal'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3468828060522979705</id><published>2008-03-08T13:05:00.000+07:00</published><updated>2008-03-08T13:06:28.325+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liqo'/><title type='text'>Liqo Masih Berguna?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamualikum wr. Wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Langsung aja ya ustad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;1. Alhamdulillah ana sudah tiga tahun terbina, dan selama ini sudah tiga kali gantti Murobbi. Sekarang permasalahannya adalah makin ke sini ane merasa Halaqoh yang menjadi Charger bagi diri sdh tidak terasa lagi manfaatnya, agenda LQ makin tidak jelas. Kebetulan ana terbina melalui jalur SMA dan hal ini sdh ana ceritakan ke MS sekolah ana. Dan Jawabnnya Belum tentu dengan Bergantinya MR akan lebih baik, jalani aja dulu. Sebagai tambahan tiga temen ana sdh keluar dari LQ dan belum ada tindakan dari MR. pertanyaan ana Apayangharus ana lakukan. Karena sdh hampir 1 bulan ana vakum dari da'wah baik kampus atau sekolah karena hilangnya suasana itu dan sudah 1 bulan lebih tidak bersua (yang katanya karena Pilkada).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;2. Bagaimana mendapatkan buku-buku ustad (brike the time dll) yang sdh susah dicari di toko-toko buku Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;jazakalloh khairan katsir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/konsultasi/mkh/7816113235-liqo-masih-berguna.htm"&gt;Fulan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wa'alaikum salam wr wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apa yang menjadi kegundahan Anda dapat dipahami sebagai sebuah keinginan baik Anda yang tidak mendapat perhatian sebagai mana mestinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kasus Anda bisa jadi merupakan kelengahan dari para Murobbi yang kurang ‘greget’ dalam berinteraksi dengan para binaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Harus Anda pahami pula bahwa Murabbi juga manusia yang mempunyai keterbatasan, Murabbi juga bukan ‘superhero’ yang dengan cepat mengetahui masalah yang ada dan secepat itu pula dapat mengatasinya segala permasalahan yang Ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yang harus kita lakukan adalah, pertama sekali kita harus menanamkan pada diri kita bahwa kita butuh tarbiyah, bukan tarbiyah butuh kita. Artinya bahwa kita yang harus selalu aktif dalam setiap permasalahan maupun kegiatan yang ada. Bila di sekitar kita ada hal-hal yang kurang beres dan perlu sebuah penanganan, maka segeralah kita aktif untuk menanganinya sebatas kapasitas kita tentunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Atau bila kita terbengkalai dengan kevakuman halaqoh, cobalah untuk bertanya dan mencari tahu ke murabbi Anda, Bila Anda merasa belum puas dengan jawaban Murabbi bisa juga Anda menanyakan ke ikhwah lain atau ustadz yang kafaah dan kapasitasnya memungkinkan untuk memberikan jawaban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Juga tidak ada salahnya, Anda meminta pindah halaqoh bila Anda merasa tidak berkembang di dalamnya. Namun tentulah dengan argumentasi yang jelas dan jauh dari keinginan-keinginan yang sifatnya subyektif. Misalnya merasa tidak sepandan dengan teman halaqoh atau murobbinya dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Buku-buku yang Anda maksudnya memang diterbitkan oleh penerbit dengan jumlah terbatas dan sepertinya sudah habis terjual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Semoga bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3468828060522979705?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3468828060522979705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3468828060522979705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3468828060522979705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3468828060522979705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/03/liqo-masih-berguna.html' title='Liqo Masih Berguna?'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-5066759013340103375</id><published>2008-03-08T13:04:00.000+07:00</published><updated>2008-03-08T13:05:38.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='halaqoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liqo'/><title type='text'>Manajemen Halaqoh</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamu'alaikum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ustadz ana seorang akhwat yang membina dua kelompok halaqoh. Ada seorang binaan ana setelah menikah tidak aktif lagi datang ke liqo'. Afwan proses nikahnya sendiri tidak dengan ana. Dulunya akhwat ini dekat sekali dengan ana dan itu menimbulkan rasa cemburu binaan ana yang lain. Dan untuk menghindari biar tidak menimbulkan rasa cemburu ana bersikap biasa dan cenderung tegas dengan akhwat tersebut. Apalagi waktu itu ana tahu dia akan proses sendiri nikahnya. Tapi dengan ketegasan ana malah ditanggapi lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan yang membuat ana sakit hati dia bilang ke teman-teman murobbi ana yang lain tentang saya yang sungguh di luar dugaan. Dan saya tahu karena kebetulan teman yang dia bicarakan tentang ana adalah teman satu team ana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ana berusaha ikhlash dan menerima semua yang dikatakan tentang ana. Anggap sebuah masukan walau sangat menyakitkan. Tapi dikemudian hari malah akhwat ini bersikap lain bahkan menghindar jika ketemu dengan ana. Pertanyaan ana bagaimana cara memperbaiki hubungan yang baik lagi dengan dia. Karena sudah berusaha saya rangkul lagi untuk gabung di liqo' seperti biasanya. Tp tidak pernah datang.pernah datang hanya sekali. Sekedar informasi bahwa suaminya belum liqo' dan bahkan kurang mendukung. Syukron atas jawabannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/konsultasi/mkh/7724122754-manajemen-halaqoh.htm"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akhwat Batam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika kita membina atau menjadi murobbi, sesungguhnya kita mempunyai beberapa peran, di antaranya: Peran seorang ustadz terhadap mad'unya, peran seorang qiyadah terhadap jundinya, peran orang tua terhadap anaknya, peran sahabat terhadap temannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Peran-peran ini harus dapat dipahami oleh seorang murobbi/murobbiyah sehingga menetahui saat mana ia menjadi seorang ustadz/ah, saat mana ia menjadi seorang qiyadah, saat mana ia menjadi orang tua dan saat mana ia menjadi seorang sahabat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika menyampaikan materi pelajaran, murobbi adalah seorang ustadz, ketika memberikan tugas, murobbi adalah qiyadah, ketika diminta mencarikan jodoh, murobbi adalah orang tua, ketika mad'u ingin curhat, murobbi adalah sahabat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seorang mad'u adalah manusia yang juga mempunyai latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Dalam kasus Anda sepertinya mad'u Anda mempunyai kecenderungan mencari seorang figur baginya baik sebagai orang tua atau pun sahabat yang membutuhkan perhatian lebih dari Anda. Dan ketika itu tidak ia dapatkan bahkan mendapatkan perlakukan berbeda dari Anda maka sifatnya berubah menjadi 180 derajat, mulai dari mencari jodoh sendiri hingga menghindar dari Anda, dengan kata lain ia sangat kecewa sekali dengan Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak ada salahnya Anda berupaya mempererat kembali kedekatan yang pernah terbina. Maafkan kekhilafannya yang dikatakannya tentang Anda. Cobalah pendekatan dengan mengunjunginya, menanyakan kabar via telepon, memberikan hadiah dan sebagainya. Lakukan secara berkala walau hanya sesaat untuk menunjukkan rasa kepedulian Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jangan lupa bahwa hidayah milik Allah. Dan hanya Dialah yang memberikan hidayah kepada yang Dia inginkan. Oleh karena mohonlahlah pada Allah dalam sholat Anda agar hidayah itu kembali kepada mad'u Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wallahu'alam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-5066759013340103375?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/5066759013340103375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=5066759013340103375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/5066759013340103375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/5066759013340103375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/03/manajemen-halaqoh.html' title='Manajemen Halaqoh'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-2048376073156487408</id><published>2008-03-08T13:02:00.000+07:00</published><updated>2008-03-08T13:04:20.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liqo'/><title type='text'>Mendekatkan Diri dengan Teman Liqo Baru</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Asmlkm.wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ustadz saya sudah sebulan ditransfer pada tempat liqo saya yang baru dan saya sendiri yang ditransfer., Di tempat liqo yang baru sebelumnnya hanya berjumlah 2 orang, mereka telah bersama selama 10 bulanan lebih dan mereka satu jurusan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yang saya tanyakan bagaimana saya beradaptasi dengan mereka yang sudah dekat itu. Saya sudah sebulan bergabung dalam kelompok baru tersebut, namun saya ingin lebih dekat lagi berhubungan dengan kedua teman liqo saya itu. Bagaimana solusinya ustadz? Jawaban ustadz sangat saya tunggu dan saya perlukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sykrn jzklh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/konsultasi/mkh/8205103418-mendekatkan-diri-dengan-teman-liqo-baru.htm"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mentee&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akhina Mentee, bergaul dengan seseorang memang membutuhkan proses untuk adaptasinya. Namun perlu dipahami pula bahwa agar dapat kita lebih mudah menyesuaikan diri dengan mereka hendaklah dimulai dari diri kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ada baiknya Anda memperhatikan etika bergaul yang selama ini Anda lakukan. Karena dengan beretika maka kita untuk lebih disiplin dalam mewujudkan keharmonisan dan keserasian dalam pergaulan. Di samping itu juga akan melatih kita akan adanya tenggang rasa serta peduli terhadap kepentingan orang lain serta memudahkan seseorang untuk menyesuaikan diri, luwes, bersahabat dan percaya diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam hal berbahasa, pengucapan dan kata-kata yang dipilih juga dapat mempengaruhi tanggapan dari orang lain. Oleh karenanya ungkapan-ungkapan yang positif perlu selalu diucapkan seperti, terima kasih, maaf, tidak apa-apa, sebaiknya, minta tolong, silahkan, permisi dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di samping itu juga jangan meremehkan sisi penampilan. Memelihara penampilan termasuk pula memelihara akal pikiran untuk selalu berpikir positif juga akan memunculkan ’inner beauty’. Faktor inilah yang sangat menunjang penampilan yang menawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Insya Allah bila kita memperhatikan hal di atas, akan mempermudah kita untuk lebih akrab dapat bergaul. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-2048376073156487408?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/2048376073156487408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=2048376073156487408' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2048376073156487408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2048376073156487408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/03/mendekatkan-diri-dengan-teman-liqo-baru.html' title='Mendekatkan Diri dengan Teman Liqo Baru'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-5351355335593383552</id><published>2008-01-30T14:04:00.000+07:00</published><updated>2008-01-30T14:20:26.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaul'/><title type='text'>Berhati-Hatilah Dalam Berteman, Nak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oleh &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/8129081735-berhati-hatilah-dalam-berteman-nak.htm"&gt;Sigit Indriyono&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Obat hati ada lima perkaranya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang pertama baca Qur’an dan maknanya Yang kedua, sholat malam dirikanlah Yang ketiga, berkumpullah dengan orang saleh........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terdengar lagu Tombo Ati yang dinyanyikan oleh Opick dari televisi di ruang keluarga, saat aku sedang istirahat usai makan malam bersama keluarga. Penggalan lagu di atas:” Yang ketiga, berkumpullah dengan orang saleh, ” mengingatkan aku pada nasehat dari almarhum ayah kepadaku dan saudara-saudaraku. Nasehat yang selalu disampaikan oleh beliau berulang kali. Tujuannya agar kami sebagai anak-anaknya selalu ingat, memperhatikan dan mematuhi nasehat beliau. Nasehat yang sangat penting dalam menjalani kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;” Berhati-hatilah dalam berteman, nak, ” itulah nasehat almarhum ayah yang selalu kupegang teguh hingga saat ini dan hari-hari mendatang. Nasehat yang singkat namun mempunyai makna yang sangat dalam. Nasehat yang selalu berulang kali kusampaikan juga kepada dua orang anakku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berteman adalah kebutuhan mutlak bagi kita yang merupakan makhluk sosial. Sebagai sarana untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Perlu disadari, lingkungan pergaulan yang heterogen sangat signifikan dalam membentuk karakter dan akhlak seseorang. Demikian pentingnya hal di atas, tercermin dalam sabda Rasulullah SAW: ” Seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.''" (HR Ahmad dan Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika kita banyak bergaul dengan orang-orang yang saleh, maka dengan izin Allah SWT akhlak dan perilaku kita akan terimbas oleh kesalehan mereka. Demikian juga sebaliknya. ''Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau hanya akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api pandai besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap.'' (HR Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam realitas sehari-hari, tak jarang kita lihat orang bisa terjerumus dan menyimpang dari jalan-Nya, karena terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang tidak baik. Suatu masalah yang sangat kompleks dalam kehidupan masyarakat. Berhati-hati dalam berteman adalah solusi yang tepat untuk mengatasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di dalam menjalin hubungan pertemanan ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, agar mendapat ridho dari Allah SWT. Pertama, saling menasehati ke arah kebaikan dan saling mengingatkan jika ada kesalahan atau kekhilafan. Kedua, tidak meremehkan atau memandang rendah pada teman. Ketiga, tidak iri atau dengki atas karunia yang diberikan kepada teman oleh Allah SWT. Keempat, tidak berprasangka buruk kepada teman. Kelima, tidak membicarakan aib teman. Keenam, menjaga rahasia yang diamanahkan oleh teman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pertemanan yang dijalin semata-mata untuk mendapatkan keuntungan duniawi bersifat sementara. Sekarang menjadi teman, mungkin besok atau pada kemudian hari akan menjadi lawan. Sedangkan pertemanan yang paling mulia adalah yang dijalin karena Allah SWT. Tidak ada tujuan apa pun dalam pertemanan mereka, selain untuk mendapatkan ridha-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;''Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zholim menggigit kedua tangannya seraya berkata, aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku. Sesungguhnya, dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.'' (QS Al-Furqaan [25]: 27-29). Ayat di atas menggambarkan betapa besar penyesalan di hari akhir, karena pertemanan akrab yang telah menyesatkan dari jalan-Nya. Suatu penyesalan yang terlambat, dan merupakan resiko yang diakibatkan oleh kelalaian dalam berteman.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-5351355335593383552?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/5351355335593383552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=5351355335593383552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/5351355335593383552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/5351355335593383552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/01/berhati-hatilah-dalam-berteman-nak.html' title='Berhati-Hatilah Dalam Berteman, Nak'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3142558365709251895</id><published>2008-01-30T13:57:00.000+07:00</published><updated>2008-01-30T14:03:11.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='petimati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kubur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jenazah'/><title type='text'>Hukum Menguburkan Jenazah Berikut Peti Matinya</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada prinsipnya Islam mengajarkan kesederhanaan dalam proses penguburan jenazah. Kain kafan pun lebih utama yang murah, bukan yang mahal, karena toh pada akhirnya hanya akan menjadi sesuatu yang terbuang percuma. Dan mahal atau murahnya kain kafan yang digunakan, sama sekali tidak ada pengaruhnya buat jenazah di alam kuburnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hukum Peti Kayu Jenazah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Memang ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang hukum menguburkan jenazah dengan menggunakan peti mati yang terbuat darikayu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di dalam kitab Al-Fiqhu 'ala Mazahibil Arba'ah terbitan Departemen Waqaf Mesir, disebutkan perbedaan pandangan para ulama dalam masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;    * Mazhab Al-Malikiyah menyebut bahwa menguburkan jenazah dengan kotak kayu merupakan perbuatan khilaful awla. Maksudnya sesuatu yang bertentang dengan keutamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;    * Sedangkan mazhab Al-Hanafiyah dan Asy-Syafi'iyah menyebutnya sebagai makruh, kecuali karena ada hajat. Misalnya, tanahnya lembek sehingga akan menyulitkan proses penguburan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;    * Mazhab Al-Hanabilah menyebutkan bahwa hukumnya makruh secara mutlak, tanpa kecuali dan apa pun alasannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam kitab Al-Fatawa Al-Islamiyah Syeikh Abdul Majid Salim, jilid 4 halaman 1264, disebutkan bahwa menguburkan jenazah dalam peti kayu hukumnya karahah (dibenci). Kecuali bila tanahnya terlalu lembek. Namun bila jenazahnya perempuan, maka lebih utama menggunakan peti, demi menjaga aurat dan kehormatannya, terutama saat menurunkan jenazah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Majelis Al-Majma' Al-Islami yang berada di bawah naungan Rabithah Alam Al-Islami dalam fatwanya tentang menguburkan jenazah di dalam peti matinya, menyebutkan bahwa:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;   1. Setiap amal dan sikap yang dilakukan oleh seorang muslim dengan maksud untuk menyerupai perbuatan orang non muslim, hukumnya mahdzhur syar'an dan terlarang secara syariah dengan dasar hadits nabawiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;   2. Dan menguburkan jenazah di dalam peti mati, kalau niatnya untuk menyerupai orang kafir, maka hukumnya haram. Tapi kalau niatnya bukan karena ingin menyerupai orang kafir, maka hukumnya makruh. Selama tidak ada hajat, maka bila ada hajat hukumnya tidak mengapa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di dalam tafsir Al-Jami' li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurthubi jilid 10 halaman 381, disebutkan bahwa menguburkan jenazah dalam peti kayu hukumnya boleh, terutama bila tanahnya lembek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Diriwayatkan bahwa Nabi Danial dikuburkan di dalam peti yang terbuat dari batu. Dan disebutkan juga bahwa Nabi Yusuf 'alaihissalam dikuburkan dalam peti dari kaca dan dimasukkan ke dalam sumur, karena takut akan disembah jasadnya. Hingga sampai zaman Nabi Musa, jenazah itu kemudian diangkat dan dimasukkan ke kuburan nabi Ishak. Namun riwayat ini tidak didukung oleh dasar yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/8129034326-hukum-menguburkan-jenazah-berikut-peti-matinya.htm"&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3142558365709251895?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3142558365709251895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3142558365709251895' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3142558365709251895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3142558365709251895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2008/01/hukum-menguburkan-jenazah-berikut-peti.html' title='Hukum Menguburkan Jenazah Berikut Peti Matinya'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-7833776421523353796</id><published>2007-11-07T11:34:00.000+07:00</published><updated>2007-11-07T11:56:46.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menangis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tertawa'/><title type='text'>Sedikit Tertawa dan Banyak Menangis</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oleh &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7b05153954-sedikit-tertawa-dan-banyak-menangis.htm"&gt;Sigit Indriyono&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;” Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. ” (QS At-Taubah[9]:82). “dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. ” (QS An-Najm[53]: 43)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Allah SWT telah memberi karunia perasaan hati atau emosi kepada kita. Emosi akan bereaksi oleh sesuatu yang dilihat atau dirasakan. Diekspresikan dalam dua bentuk perasaan, yaitu kegembiraan dan kesedihan yang biasanya diikuti dengan kemarahan. Kegembiraan yang berlebihan maupun kesedihan yang mendalam apabila tidak dikendalikan akan menyebabkan luapan emosi. Kita harus bersikap wajar dalam menanggapi sesuatu hal, tidak emosional dan menghadapinya dengan tenang dan lapang dada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Fenomena yang ada di masyarakat saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Orang dengan mudah melampiaskan emosi. Oleh suatu hal kecil yang tidak berkenan, timbul tindakan berlebihan karena kemarahan atau kekecewaan. Sebagai contoh, saat terjadi penggusuran oleh aparat yang berwenang. Aparat melampiaskan emosinya dengan bertindak secara keras di tengah isak tangis korban penggusuran yang melakukan perlawanan secara keras pula. Hal yang sering dijumpai pula adalah pendukung tim sepakbola yang kecewa karena tim yang didukungnya kalah. Pelampiasan kekecewaan dilakukan dengan merusak sarana umum yang merugikan orang banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Masing-masing pihak menuruti hawa nafsu semata, dan mengabaikan hati nurani. Hanya keteguhan iman yang akan membuat seseorang bisa menguasai emosinya dalam setiap kejadian dengan izin Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan iman yang teguh, semua qadha dan qadar akan diterima. Harus disadari, dalam dinamika kehidupan, kita akan selalu mengalami siklus suka dan duka, puas dan kecewa, sehat dan sakit, menang dan kalah, tertawa dan menangis sesuai kehendak-Nya. “ (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kamu “ (QS Al-Hadiid[57]: 23).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Dua mata yang tidak akan terkena api neraka yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga dijalan Allah.” Menangis yang dimaksud dalam hadis di atas bukan tangis cengeng tanda putus asa. Namun, menangis karena Allah SWT, yang merupakan indikator kelembutan hati dan kepekaan jiwa. Tangisan yang ditimbulkan oleh getaran-getaran keimanan dalam sanubari. Terkadang kita sulit menangisi dosa dan kesalahan atau tidak menangis karena tidak menyadari betapa tidak berdayanya kita di hadapan kebesaran dan keagungan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada saat suatu keinginan dapat tercapai, acapkali kita terlena, kegembiraan dirasakan. Tertawa terbahak diekspresikan. Tidak disadari bahwa apa yang telah dicapai merupakan karunia Allah SWT. Seyogyanya rasa syukur harus diungkapkan, tidak sekedar mengucapkan: “Alhamdulillah”. Karunia yang diberikan atas keinginan yang tercapai harus dimanfaatkan di jalan-Nya. Allah menjanjikan akan menambah nikmat jika kita bersyukur. ” Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim[14]: 7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tertawa berlebihan akan mematikan hati nurani. Tertawa yang baik adalah yang dicontohkan oleh Rasulullah, ” Aku tidak pernah melihat Rasulullah berlebih-lebihan ketika tertawa hingga terlihat langit-langit mulut beliau, sesungguhnya (tawa beliau) hanyalah senyum semata. ” (HR Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-7833776421523353796?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/7833776421523353796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=7833776421523353796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7833776421523353796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7833776421523353796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/11/sedikit-tertawa-dan-banyak-menangis.html' title='Sedikit Tertawa dan Banyak Menangis'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-8292886144176329742</id><published>2007-11-07T11:04:00.000+07:00</published><updated>2007-11-07T11:34:36.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='palestina'/><title type='text'>Mengapa Palestina Kelihatan Lemah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamu'alaikum wr wb,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ustadz yang dirahmati Allah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dari awal sejak Isreal menjadi negara (bahkan mendapat dukungan AS), Palestina seakan menjadi bulan-bulanan Israel. Sering kita melihat ketidakadilan dunia dengan menutup-nutupi fakta pembunuhan (pelanggaran HAM berat) yang dilakukan Israel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ustadz, kadang hati saya menjadi gemas, atau bahkan meradang ketika mendengan warga Palestina tak berdaya dianiaya Israel. Tapi, yang menjadi pertanyaan besar dalam hati saya dan sampai sekarang belum terjawab adalah: Mengapa seolah Palestina begitu lemah? Dibombardir, ditangkapi pemimpinnya, direbut wilayahnya. Apakah Palestina memang tidak mempunyai kekuatan militer untuk mebalas serangan Israel? Apakah Palestina tidak memiliki kekuatan senjata?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mengapa justru yang melakukan pembalasan adalah kekuatan perlawanan (HAMAS). Di manakah kekuatan pemerintahan Palestina sesungguhnya? Seberapa besar kekuatan pertahanan mereka? Apakah selamanya Palestian hanya akan menngharapkan bantuan dari negara-negara Islam lainnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya sangat tersayat melihat penderitaan rakyat Palestina, tapi melihat tidak adanya perlawanan balasan dari militer Palestina, saya jadi ikut pasrah. Mohon dijawab ustadz, agar saya kembali bersemangat membela saudara kita di Palestina. Mohon maaf bila kurang berkenan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Elmant&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika Israel menjajah Palestina pertama kali, ada ketidak-seimbangan yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Israel datang dengan membawa Talmud, sementara Palestina tidak pakai Al-Quran. Israel mengatas-namakan tuhan dalam berperang, sementara Palestina tidak mengatas-namakan Allah dalam melawan. Israel membawa serta 20 juta kekuatan yahudi di seluruh dunia dalam perang ini, sementara Palestina melupakan potensi1.500 juta um at Islam sedunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Israel bercita-cita mendirikan negara yahudi di dunia, sementara Palestina sibuk mengkotak-kotakknya umat dalam negara yang sempit. Israel berjuang atas nama agama, sementara Palestina berjuang atas nama nasionalisme sempit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka ketika Palestina keok di depan yahudi Israel, banyak orang menganggukkan kepala sambil mengatakan, "Pantas saja kalah, ternyata kasusnya begitu" Dan kenyataannya memang Paletina tetap akan terus kalah kalau berjuang tidak atas nama Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Barulah setelah ada gerakan Intifadhah tahun 1987 yang dipelopori oleh Harakah Muqawamah Islamiyah (HAMAS), umat Islam di Palestina seakan tersentak kaget. Ternyata perjuangan mereka lewat nasionalisme sempit yang selama ini mereka percayakan tidak menghasilkan apapun. Alih-alih mengusir penjajah, justru wilayah Palestina semakin hari semakin berkurang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rupanya kalau mereka mengatas-namakan Islam, bantuan akan mengalir dari seluruh umat Islam. Bukan lewat Goverment (G to G) tapi dari rakyat dunia Islam keumat Islam Palestina. Dan diplomasi curang yang selama ini secara timpang merugikan rakyat Palestina, ternyata harus diimbangi dengan jihad dan perlawanan bersenjata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rupanya selama ini Palestina lupa bahwa Yahudi paling takut dengan perlawanan pisik. Selama ini sebagian pemimpin negara Palestina berpikir bahwa yahudi akan jujur di meja perundingan. Ternyata ijtihad mereka salah. Justru Palestina dilumat habis di meja perundingan, kalah total dan bangkrut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sekarang ini Palestina baru sadar bahwa mengusir yahudi tidak bisa dilakukan di atas meja perundingan, tetapi harus di medan tempur yang sesungguhnya. Sejakanak-anak Palestina bisa melempari tentara yahudi dengan batu, sejak itu pula yahudi Israel berpikir sepuluh kali setiap kali ingin menguasai jengkal demi jengkal tanah Palestina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apalagi sekarang ini anak-anak itu sudah besar dan bisa meledakkan pusat-pusat kerumunan yahudi. Yahudi semakin mikir dan semakin ciut nyalinya. Dan hasilnya sungguh luar biasa. Israel sudah sangat berkurang kekuatannya. Bahkan teman-teman mereka di beberapa dunia pun ikut mulai mikir untuk tidak jadi pindah ke wilayah pendudukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Perkembangan yang terbaru, pejuang Palestina sudah bisa membuat roket jarak dekat yang bisa langsung meratakan pemukiman yahudi ilegal dengan tanah. Meski masih belum terlalu diekspose media, namun tamu kita kemarin, Dr. Nawwaf bercerita bahwa roket-roket itu sudah bisa direkayasa untuk ditembakkan tepat langsung ke jantung Tel Aviv, Allahu Akbar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lalu apa peran pemerintah Palestina?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebagaimana kita sudah maklum, bahwa nyaris hampir semua pemerintahan di negeri Islam adalah pemerintahan yang kurang dekat dengan umat Islam. Kebanyakan mereka merupakan 'boneka' mainan kekuatan yahudi juga juga ujung-ujungnya. Tidaklah sekelompok orang menduduki jabatan di dalam pemerintahan suatu negeri Islam, kecuali atas restu dan ridha dari musuh-musuhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan secara ekonomi pun nyaris semua negeri Islam sangat tergantung kepada kekuatan ekonomi negeri yang memusuhinya. Hutang melilit, ketergantungan ekonomi sampai ketergantungan masalah hukum, pendidikan, teknologi, peralatan militerdan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Semua yang dialami negeri Islam kurang lebihnya juga dialami oleh pemerintahan Palestina. Mereka amat tergantung dari keramahan musuh-musuhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi lain pemerintah lain rakyat. Kalau pemeritahnya taukut kehilangan kursi dan jabatan serta subsidi, maka rakyat tidak berpikir resiko apa-apa. Maka di mana-mana, kekuatan rakyat muslim yang berbicara. Lihat saja, Pemerintah Libanon diam seribu bahasa ketika negerinya diterjang roket. Yang maju menyerang justru Hizbullah. Demikian juga pemerintah Mesir, yang maju di masa lalu adalah 10.000 orang pasukan Ikhawanul Muslimin yang bukan pasukan resmi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bantuan kepada rakyat Palestina sekarang ini yang dikirimkan Indonesia juga bukan dari APBN, tapi dari umat Islam yang notabene sebagai rakyat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Inilah realitanya yang kita perlu pahami sejak dini. Makanya sekarang kita sebagai rakyat, rasanya bukan waktunya lagi bicara agar Pemerintah secara resmi berjuang, biarkan saja rakyat yang berjuang. Toh kemerdekaan negeri kita sendiri dulu juga bukan hasil perjuangan para elit politik, melainkan karena perjuangan Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Tengku Umar, Tjoet Nja' Dhien, Panglima Polimdan seterusnya. Mereka tidak mewakili pemerintahan, tetapi mewakili rakyat dan ulama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan inilah yang sekarang terjadi di Palestina, rakyat dan ulama yang maju berjuang secara pisik mengusir Israel. Pemerintahannya? Masih sibuk urusan perundingan dan diplomasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.eramuslim.com/ustadz/pol/7b05154035-mengapa-palestina-kelihatan-lemah.htm"&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-8292886144176329742?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/8292886144176329742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=8292886144176329742' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8292886144176329742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8292886144176329742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/11/mengapa-palestina-kelihatan-lemah.html' title='Mengapa Palestina Kelihatan Lemah?'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-5261296598195043295</id><published>2007-10-24T16:32:00.000+07:00</published><updated>2007-10-24T16:37:31.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syawwal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa'/><title type='text'>Puasa Syawwal</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7a20120934-puasa-syawwal.htm?other"&gt;&lt;b&gt;Fery Ramadhansyah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Rasulullah saw. Bersabda:“ Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian menyertainya berpuasa enam hari di bulan Syawal maka pahalanya sama seperti berpuasa sepanjang hari” (HR Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Berpuasa enam hari di bulan Syawwal sunnah hukumnya. Dilaksanakan boleh kapan saja selain tanggal satu Syawwal. Karena saat itu merupakan hari kemenangan bagi umat Islam. Dan demi merayakan hari tersebut, Allah mengharamkan hambaNya berpuasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Melaksanakan puasa ini tidak harus berurutan. Tidak mesti melakukannya enam hari sekaligus dalam seminggu. Boleh saja berkelang, asal penyelesaiannya masih dalam bulan Syawwal itu juga.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ada satu hal yang cukup menarik untuk direnungkan dalam masalah ini. Semulanya mungkin kita berfikir kenapa setelah sebulan penuh menjalankan aktivitas puasa, kini ada puasa lagi. Tentu ini memiliki tujuan tersendiri. Karena tidak ada sesuatu yang disyariatkan oleh Allah kecuali di dalamnya ada manfaat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Jika dilihat dari waktu pelaksanaannya, puasa Syawwal adalah salah satu bentuk follow up pembentukkan muslim menjadi seorang muttaqin yang sejati. Kalau hasil akhir dari pelaksanaan puasa Ramadhan yang lalu adalah takwa maka puasa Syawwal ini merupakan kelanjutan cara Allah membentuk hambaNya agar tetap bertakwa.&lt;br /&gt;Firman Allah swt: Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” (QS;2:183)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ini adalah cara yang tepat untuk membuat seorang muslim tetap berjalan di atas rel ketakwaan dalam menjalani kehidupan. Karena pada dasarnya manusia diciptakan berkeluh kesah (QS. 70:20). Terkadang orang sering melupakan Allah kalau lagi senang. Oleh karena itu, meskipun dalam momentum lebaran yang syarat dengan kegembiraan tidaklah menjadikan kita melupakan Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tidak ada martabat yang lebih tinggi selain takwa. Seseorang baru dianggap mulia dalam pandangan Allah sesuai dengan ketakwaan yang ia miliki. “…Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu…” (QS. 49:13)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan dengan takwalah kemakmuran satu bangsa dapat diperoleh. Mungkin inilah kunci yang belum digunakan dalam mengatasi krisis yang berkepanjangan di negara kita. Oleh karena itu keluar dari Ramadhan, dan berada di bulan Syawwal semoga meningkatkan ketakwaan kita. Firman Allah swt: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi..” (QS. 7:96)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-5261296598195043295?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/5261296598195043295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=5261296598195043295' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/5261296598195043295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/5261296598195043295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/10/puasa-syawwal.html' title='Puasa Syawwal'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-2081739247014144240</id><published>2007-10-24T16:26:00.000+07:00</published><updated>2007-10-24T16:32:07.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='moral'/><title type='text'>Konser Black Eyed Peas, DPR, dan Moral Kita</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7a21060647-konser-black-eyed-peas-dpr-dan-moral-kita.htm?other"&gt;&lt;b&gt;Rizki Ridyasmara&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tadi malam, konser Black Eyed Peas, kelompok musik R&amp;amp;B asal Boston menggelar konser di Istora Senayan. Tak kurang dari 5000 penonton memadati gedung tersebut, dengan harga karcis di dekat panggung 850 ribu rupiah dan di tribun satu karcis dihargai setengah juta perak. Karcis seluruhnya ludes. Jika ditotal, para penonton telah rela membayar Rp 3. 500. 000. 000 (baca: tiga miliar tigaratus ribu rupiah!) hanya untuk menonton konser selama 90 menit!&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Uang segitu sungguh cukup untuk membangun tiga gedung sekolah sederhana yang layak. Atau membuat puluhan ribu anak putus sekolah bisa kembali bersekolah. Tapi, ya kenyataanlah yang berbicara. Kepedulian sosial dan empati terhadap sesama, yang merupakan salah satu cerminan dari keimanan kita memang masih sebatas itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di tengah lautan kemiskinan yang tiap hari kian menjepit leher jutaan rakyat negeri ini, di tengah samudera keputus-asaan yang tiap detik menghimpit harapan jutaan saudara kita, ternyata masih teramat banyak yang tega-teganya menghambur-hamburkan uang untuk hal yang sama sekali tidak bermanfaat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mereka, yang menonton konser itu, kebanyakan adalah anak-anak remaja kita. Ketidakpedulian mereka adalah hasil dari didikan yang kita berikan selama ini. Atau jangan-jangan mereka juga meneladani generasi tuanya yang tingkahnya juga sama-sama memuakkan? Bisa jadi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Untuk mencari contoh kasus yang bisa mewakili hal itu di Indonesia ini teramat mudah. Lihat saja tingkah polah anggota DPR kita, tingkah polah pejabat kita, dari tingkat yang paling atas hingga strata bawah. Sikap tidak perduli pada kemiskinan rakyat, sikap memuakkan mereka, dengan jelas bisa terlihat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di tengah kesengsaraan rakyat, anggota DPR yang sudah dijejali aneka fasilitas kemewahan yang berasal dari &lt;i&gt;utak-atik&lt;/i&gt; anggaran belanja negara (baca: merampok uang rakyat) masih saja &lt;i&gt;ngotot&lt;/i&gt; meminta kenaikan gaji. Padahal gaji mereka sudah lebih dari cukup. Prestasi kerja juga sama sekali tidak ada istimewanya. Sudah demikian, mereka juga mempertahankan uang pensiun seumur hidup, dari hasil kerja cuma lima tahun. Ini sungguh-sungguh memuakkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mereka ini hanya memikirkan cara untuk memperkaya diri sendiri, keluarga, dan kelompoknya, ketimbang menunaikan amanah rakyat. Memang, tidak semuanya yang demikian. Tapi itulah gambaran umum, mayoritas, anggota DPR kita. Malah yang menyesakkan dada, banyak pula orang-orang yang tadinya tulus dan ikhlas, ketika menjadi anggota DPR tak kalah rakusnya dengan yang memang sudah rakus. Bukannya mewarnai, mereka malah ikut terwarnai. Mengenaskan, memang.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Para pejabat kita, termasuk anggota DPR, telah lama sudah lupa bahwa tugas utamanya adalah melayani kepentingan rakyat dan menunaikan amanah para pemilihnya. Sama sekali bukan untuk memperkaya diri sendiri. Sama sekali bukan untuk mencari uang untuk sandaran hidup dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sistem pemerintahan kita yang korup memang telah berurat berakar ke semua lini dan amat sulit, bahkan sepertinya mustahil, untuk membersihkannya. Amat mungkin, negeri ini memerlukan revolusi, bukan reformasi, untuk membabat habis semua anasir-anasir yang tidak benar, warisan Orde Baru-nya Suharto.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Para penyeru kebajikan, penjaga moral kita, sesungguhnya merupakan tugas para dai, para ustadz, dan para ulama. Namun ironisnya, banyak dari mereka yang juga terinfeksi wabah 'cinta dunia', sehingga mereka sesungguhnya 'Artis yang tengah akting menjadi ustadz', bukan 'Ustadz yang membina para atis'. Atau "politisi yang mengenakan topeng ustadz', bukan 'Ustadz yang selalu mengingatkan politisi'.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Membedakannya sungguh mudah. Jika mereka benar-benar Ustadz, Dai, atau Ulama, maka mereka akan menolak segala fasilitas mewah yang diambil dari uang rakyat. Mereka akan menolak pemberian kendaraan dinas mewah, menolak diberikan uang ini dan itu yang sesungguhnya bukan prestasi tapi memang kewajiban mereka (misal uang kehadiran rapat atau uang kehadiran acara luar kota), menolak uang pensiun seumur hidup (karena memang tidak layak), dan sebagainya. Mereka akan tetap pergi bekerja di gedung parlemen dengan kendaraan milik pribadi, atau jika tidak punya maka naik kendaraan umum. Ini baru jempolan. Berapa persenkah yang seperti ini?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Anak-anak muda kita, yang tidak perduli dan tidak memiliki empati terhadap sesamanya, merupakan wajah lain dari kelakuan generasi tuanya. Mereka merupakan cerminan dari diri kita sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bersyukurlah jika kita sekarang ini mampu untuk hidup dan menghidupi keluarga tidak mengandalkan &lt;i&gt;utak-atik&lt;/i&gt; uang anggaran (baca: uang rakyat). Bersyukurlah jika kita sekarang ini bisa hidup dan menghidupi keluarga dari hasil keterampilan yang kita miliki. Bersyukurlah, walau jumlahnya mungkin tidak sebanyak yang diterima anggota DPR dan pejabat negara lainnya, uang yang kita dapatkan adalah uang halal. Ini akan membuat kita dan keluarga kita menjadi manusia-manusia yang memiliki hati yang bersih, yang masih memiliki empati yang tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bersyukurlah bila sekarang ini kita tidak termasuk bagian dari sistem yang korup dan sungguh-sungguh menghinakan. Bersyukurlah, jika kita bangun dari tidur kita pagi ini, mendapati kenyataan bahwa kita bukanlah pejabat...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-2081739247014144240?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/2081739247014144240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=2081739247014144240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2081739247014144240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2081739247014144240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/10/konser-black-eyed-peas-dpr-dan-moral.html' title='Konser Black Eyed Peas, DPR, dan Moral Kita'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3158429101638539845</id><published>2007-10-24T16:20:00.000+07:00</published><updated>2007-10-24T16:24:30.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tidur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='subuh'/><title type='text'>Jangan Tidur Usai Sholat Subuh</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7a22152527-jangan-tidur-usai-sholat-subuh.htm?other"&gt;&lt;b&gt;Sigit Indriyono&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Selesai makan malam, sambil menikmati istirahat bersama keluarga di rumah, kubuka &lt;i&gt;e-mail inbox. &lt;/i&gt; Seorang teman, anggota &lt;i&gt;mail list&lt;/i&gt; mengirim &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt; dengan lampiran &lt;i&gt;slide&lt;/i&gt; Power Point. Kubuka &lt;i&gt;slide&lt;/i&gt; halaman pertama. Judulnya ’Keutamaan Sholat Subuh Berjama’ah di Masjid’. Terdapat penjelasan di bawahnya, disarikan dari buku ‘Misteri Sholat Subuh’ karya DR. Raghib As-Sirjani. Kelihatannya sangat menarik dan bermanfaat. Segera ku-&lt;i&gt;copy &lt;/i&gt;untuk dimasukkan dalam f&lt;i&gt;older &lt;/i&gt;ibadah dari &lt;i&gt;file&lt;/i&gt;-ku. Sehingga bisa dibaca dengan lebih seksama.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sholat subuh merupakan ibadah yang bagi sebagian orang terasa berat untuk dilakukan di awal waktu. Mereka terbuai oleh nikmatnya tidur. Rutinitas kehidupan kita berupa siklus kantuk, tidur, bangun, dan beraktivitas merupakan karunia nikmat Allah SWT. Suatu sunatullah yang telah dilekatkan pada penciptaan manusia. &lt;i&gt;''Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. '' (QS An-Naba' [78]: 9)&lt;/i&gt;. Adzan untuk panggilan sholat Subuh agak berbeda. Ada tambahan ucapan &lt;i&gt;ashsholatu khoirumminan naum&lt;/i&gt; sebanyak dua kali yang artinya sholat lebih baik daripada tidur. Beberapa masjid mengumandangkan adzan Subuh dua kali. Adzan pertama sebagai tanda &lt;i&gt;fajr-kadzib&lt;/i&gt; sedangkan adzan kedua adalah tanda telah sampainya saat &lt;i&gt;fajr-shodiq&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Fajr-shodiq&lt;/i&gt; merupakan waktu Subuh yang sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Fajr-kadzib&lt;/i&gt; masuk dalam periode sepertiga malam terakhir yang sangat istimewa. Dalam hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, bahwa pada saat sepertiga malam terakhir bagi siapa yang bermunajat kepada-Nya akan dipenuhi; yang memohon ampun akan diampuni, yang berdoa akan dikabulkan. Setelah mendengar adzan &lt;i&gt;fajr-kadzib&lt;/i&gt;, seyogyanya kita segera bangun tidur, untuk melakukan &lt;i&gt;qiyamul lail&lt;/i&gt;, sholat tahajud. Allah SWT menjanjikan kedudukan yang terpuji bagi mereka yang mendirikan sholat tahajud &lt;i&gt;(QS Al-Israa' [17]: 79&lt;/i&gt;). Rasulullah SAW mengajarkan doa bangun tidur:&lt;i&gt;''Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya kami akan kembali. '' (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Perlu usaha agar kita bisa bangun di akhir malam. Jika sudah terbiasa, akan mudah dan ringan untuk dilaksanakan. Caranya dengan tidur malam di awal waktu dan makan malam secukupnya saja. Di samping itu, menjelang tidur malam kita niatkan akan mendirikan shalat tahajud semata-mata mencari keridhoan-Nya. Tidak lupa berdo’a sebelum tidur yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW: &lt;i&gt;''Dengan menyebut nama-Mu wahai Allah, aku hidup dan dengan menyebut nama-Mu aku mati. '' (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Doa di atas dengan izin Allah SWT akan menjadikan kita selalu dalam penjagaan-Nya dan ingat akan kematian. Kematian bisa datang kapan saja. Mungkin besok, mungkin lusa, atau mungkin pada saat sedang menikmati tidur. Umur kita dan bagaimana kita mati adalah rahasia-Nya. Kita harus selalu siap siaga setiap saat agar saat maut menjemput, dalam keadaan husnul khatimah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kubuka &lt;i&gt;slide &lt;/i&gt;Power Point tentang keutamaan sholat Subuh berjama’ah di masjid. Beberapa sabda Rasulullah SAW didalamnya, memberikan motivasi untuk senantiasa mendirikan sholat Subuh berjama’ah di masjid. Salah satu di antaranya:&lt;i&gt; “ Berikanlah kabar gembira bahwa barangsiapa yang sering berjalan dalam kegelapan menuju masjid akan mendapatkan cahaya yang sangat terang di hari kiamat “ (HR Abu Dawud, Tirmidzi &amp;amp; Ibnu Majah)&lt;/i&gt;. Yang dimaksud dengan berjalan dalam kegelapan menuju masjid adalah pergi ke masjid untuk sholat Isya’ dan sholat Subuh secara berjama’ah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Waktu Subuh hingga matahari terbit adalah waktu yang penuh barokah yang seharusnya kita manfaatkan dengan optimal. Rasulullah SAW memberikan contoh dengan tidak pernah tidur lagi usai mendirikan sholat Subuh di masjid. Berdzikir, tilawah dan tadabbur Al-Qur’an adalah amalan yang bisa dilakukan ba’da sholat Subuh hingga terbit matahari. Banyak dzikir ma’tsurat diajarkan oleh beliau yang bisa diamalkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Jika sholat Subuh kita lakukan di masjid secara rutin dan setelahnya tidak tidur. Namun, diikuti dengan amalan di atas hingga matahari terbit, akan banyak keberkahan yang didapatkan. Setelah matahari sepenggalah naik, bisa dilanjutkan dengan sholat dhuha. Semuanya merupakan bekal ruhiyah yang akan memberikan spirit dalam melakukan kegiatan sehari-hari untuk meraih ridho Allah SWT. Kegiatan sebagai pelajar atau mahasiswa, kegiatan berbagai profesi atau keahlian, maupun kegiatan para pensiunan atau purnawirawan dalam mengisi waktu luang yang memberikan manfaat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bontang, 10 Syawal 1428 H/ 22 Oktober 2007&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3158429101638539845?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3158429101638539845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3158429101638539845' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3158429101638539845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3158429101638539845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/10/jangan-tidur-usai-sholat-subuh.html' title='Jangan Tidur Usai Sholat Subuh'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-793089121613799038</id><published>2007-10-24T16:16:00.000+07:00</published><updated>2007-10-24T16:18:52.134+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berkah'/><title type='text'>Berdoalah, Bekerjalah, Semoga Mendapat Berkah</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7a22105048-berdoalah-bekerjalah-semoga-mendapat-berkah.htm?other"&gt;&lt;b&gt;Rifki&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pagi itu saya berada di kantor yang bukan tempat saya bekerja. Jam dinding menunjukkan pukul delapan kurang beberapa menit. Satu persatu karyawan berdatangan dan mengisi daftar hadir melalui aplikasi komputer. Untuk beberapa lama saya duduk di salah satu sudut sambil sesekali mengarahkan pandangan ke beberapa bagian ruangan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sekitar pukul delapan tepat, waktunya mulai bekerja. Sesaat sebelum para karyawan di kantor tersebut mulai bekerja melaksanakan tugas masing-masing, dari balik meja besar yang memisahkan para karyawan dengan para pelanggan, seorang karyawan berpeci hitam berdiri. Sejurus kemudian, beliau mulai berbicara.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;"Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh... Rekan-rekan, sebelum kita memulai aktifitas kita hari ini, marilah kita bersama-sama berdoa. " Dalam benak saya, rupanya berdoa sebelum bekerja sudah menjadi kebiasaan di tempat ini. Sebuah contoh yang bagus untuk ditiru.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dalam Al-quran syrat Al-Mu’minun Ayat 60, Allah SWT berfirman “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan memberikan. ” Berdoa adalah sebuah perintah, dan mengerjakannya tentu akan bernilai ibadah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Berdoa dan bekerja ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa ditinggalkan salah satunya. Berdoa tanpa ada usaha atau kerja adalah sebuah kemalasan. Sebaliknya, bekerja tanpa diiringi dengan doa adalah sebuah kesombongan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Lelaki tersebut mulai mengucapkan doa yang diamini oleh para karyawan, termasuk saya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;...". Ya Allah, berilah kami rizki yang lapang lagi halal. Dan jadikanlah rizki itu sebagai sarana kami beribadah kepadaMu. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanyalah untukMu Tuhan semsta alam. Tiada sekutu bagiMu dan demikianlah aku diperintahkan... "&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Begitulah sebagian kata-kata dalam doa yang masih saya ingat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;-----------oooooooo000oooooooo-----------&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;ketika makan, berdoalah&lt;br /&gt;semoga mengenyangkan dan mendapat berkah&lt;br /&gt;mengisi tenaga kembali tuk bekerja dan beribadah&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Ketika berangkat, berdoalah&lt;br /&gt;walau sekedar dengan lafaz basmalah&lt;br /&gt;ketika awal kaki melangkah&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Ketika berjumpa, maka doa berbagilah&lt;br /&gt;semoga keselamatan dan rahmat terlimpah&lt;br /&gt;berjabat tangan menghapus dosa hingga berpisah&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Ketika bekerja, berdoalah&lt;br /&gt;meminta segala urusan semoga dipermudah&lt;br /&gt;agar diri tak perlu berkeluh kesah&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Ketika kembali, berdoalah&lt;br /&gt;saat mengetuk pintu lantas masuk ke rumah&lt;br /&gt;agar disambut senyum ramah hingga hilanglah rasa lelah&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Ketika menutup mata, berdoalah&lt;br /&gt;semoga setiap detik yang terlewati bernilai ibadah&lt;br /&gt;dan bila mata tak terbuka lagi maka tiada rasa sesal dan bersalah&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Ketika mata dibuka kembali, berdoalah&lt;br /&gt;seraya lisan berucap ringan sebuah hamdalah&lt;br /&gt;memulai hari baru untuk mengejar jannah&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-793089121613799038?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/793089121613799038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=793089121613799038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/793089121613799038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/793089121613799038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/10/berdoalah-bekerjalah-semoga-mendapat.html' title='Berdoalah, Bekerjalah, Semoga Mendapat Berkah'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-8751251428913002632</id><published>2007-10-24T10:54:00.000+07:00</published><updated>2007-10-24T16:15:03.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='matematika'/><title type='text'>Rp 1.500, - = Rp 600.000, - (matematika Allah)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7723142914-rp-1.500---rp-600.000---matematika-allah.htm?other"&gt;Bayu Gawtama&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak ada satu maksud apa pun ketika menuliskan cerita ini, semoga Allah menjaga hati ini dari sifat riya meski sebiji zarah pun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;_____________________________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jum’at lalu, saya berangkat ke kantor dengan dada sedikit berdegub. Melirik ukuran bensin di dashboard motor, masih setengah. “Yah cukuplah untuk pergi pulang ke kantor”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun, bukan itu yang membuat dada ini tak henti berdegub. Uang di kantong saya hanya tersisa seribu rupiah saja. Degubnya tambah kencang karena saya hanya menyisakan uang tidak lebih dari empat ribu rupiah saja di rumah. Saya bertanya dalam hati, “makan apa keluarga saya siang nanti?” Meski kemudian buru-buru saya hapus pertanyaan itu, mengingat nama besar Allah yang Maha Melindungi semua makhluk-Nya yang tawakal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya berangkat, terlebih dulu mengantar si sulung ke sekolahnya. Saya bilang kepadanya bahwa hari ini tidak usah jajan terlebih dulu. Alhamdulillah ia mengerti. Soal pulangnya, ia biasa dijemput tukang ojeg yang –sukurnya- sudah dibayar di muka untuk antar jemput ke sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sepanjang jalan menuju kantor saya terus berpikir, dari mana saya bisa mendapatkan uang untuk menjamin malam nanti ada yang bisa dimakan oleh isteri dan dua putri saya. Urusan besok tinggal bagaimana besok saja, yang penting sore ini bisa mendapatkan sesuatu untuk bisa dimakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tiba di kantor, tiba-tiba saya mendapatkan sebungkus mie goreng dari seorang rekan kantor yang sedang milad (berulang tahun). Perut saya yang sejak pagi belum terisi pun mendesak-desak untuk segera diisi. Namun saya ingat bahwa saya tidak memiliki uang selain yang seribu rupiah itu untuk makan siang. Jadi, saya tangguhkan dulu mie goreng itu untuk makan siang saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sepanjang hari kerja, terhitung dua kali saya menelepon isteri di rumah menanyakan kabar anak-anak. “sudah makan belum?” si cantik di seberang telepon hanya menjawab, “Insya Allah, ” namun suaranya terasa getir. Saat itu, anak-anak sedang tidur siang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pukul lima sore lebih dua puluh menit saya bergegas ke rumah. Sebelumnya saya sudah berniat untuk menginfakkan seribu rupiah di kantong saya jika melewati petugas amal masjid yang biasa ditemui di jalan raya. Sayangnya, sepanjang jalan saya tidak menemukan petugas-petugas itu, mungkin karena sudah terlalu sore. Akhirnya, sekitar separuh perjalanan ke rumah, adzan maghrib berkumandang. Motor pun terparkir di halaman masjid, dan seketika mata ini tertuju kepada kotak amal di pojok masjid. “bismillaah…” saya masukkan dua koin lima ratus rupiah ke kotak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Usai sholat, setelah berdoa saya meneruskan perjalanan. Tapi sebelumnya, tangan saya menyentuh sesuatu di kantong celana. Rupanya satu koin lima ratus rupiah. Kemudian saya ceploskan lagi ke kotak amal yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sesampainya di rumah, isteri sedang memasak mie instan. Semangkuk mie instan sudah tersaji, “kita makan sama-sama yuk…” ajak si manis. Kemudian saya bilang, “abang sudah kenyang, biar anak-anak saja yang makan”. Anak-anak pun lahap menyantap mie instan plus nasi yang dihidangkan ibu mereka. Rasanya ingin menangis saat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Keesokan paginya, isteri menggoreng singkong untuk sarapan. Alhamdulillah masih ada yang bisa dimakan. Sebenarnya hari itu masih punya harapan. Seorang teman isteri beberapa hari lalu meminjam sejumlah uang dan berjanji mengembalikannya Sabtu pagi. Namun yang ditunggu tidak muncul. Bahkan ketika terpaksa saya harus mengantar isteri menemui temannya itu, pun tidak membuahkan hasil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tiba-tiba telepon saya berdering, “Pak, saya baru saja mentransfer uang satu juta rupiah ke rekening bapak. Yang empat ratus ribu untuk pesanan 20 buku bapak yang terbaru. Sisanya rezeki untuk anak-anak bapak ya…” seorang sahabat dekat memesan buku karya saya yang terbaru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Subhanallah, Allahu Akbar! Saya langsung bersujud seketika itu. Saya hanya berinfak seribu lima ratus rupiah dan Allah membalasnya dengan jumlah yang tidak sedikit. Ini matematika Allah, siapa yang tak percaya janji Allah? Yang terpenting, siang itu juga saya buru-buru mengeluarkan sejumlah uang dari yang saya peroleh hari itu untuk diinfakkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya bersyukur tidak memiliki banyak uang maupun tabungan untuk saya genggam. Sebab semakin banyak yang saya miliki tentu semakin berat pertanggungjawaban saya kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bayugautama@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-8751251428913002632?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/8751251428913002632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=8751251428913002632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8751251428913002632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8751251428913002632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/10/rp-1500-rp-600000-matematika-allah.html' title='Rp 1.500, - = Rp 600.000, - (matematika Allah)'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3747024998107802653</id><published>2007-10-24T10:10:00.000+07:00</published><updated>2007-10-24T10:15:26.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='takbiran'/><title type='text'>Catatan Iedul Fitri: Air Mata di Malam Takbiran</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;b&gt;Bayu Gawtama&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Selepas maghrib, bersama beberapa jamaah masjid Perumahan Taman Melati, bersiap untuk mendistribusikan zakat kepada para mustahik di sekitar komplek. Cukup banyak zakat yang terkumpul dari para penghuni komplek, selain zakat fitrah juga terdapat zakat maal, infak dan sedekah. Sesuai keputusan panitia, semua yang terkumpul akan didistribusikan tidak terkecuali.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Beberapa petugas pendistribusi sudah ditentukan, saya pun kebagian tugas menyampaikan ke beberapa rumah para calon penerima zakat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Rumah satu:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Hanya sekitar lima belas menit dari komplek, menyusuri jalan yang gelap serta melewati beberapa petak kebun, sebuah rumah pun diketuk. Beberapa kali ucapan salam belum mendapat jawaban. Sampai kali keempat, barulah si empunya rumah menjawabnya, “wa’alaikum salam…” suaranya parau terdengar.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tidak ada rumah lain di samping rumah tersebut. Ia seperti tinggal tak bertetangga, di sekelilingnya hanya kebun. Suasana rumah dan sekitarnya cukup gelap, sehingga saya pun tak bisa melihat secara jelas wajah penghuni rumah itu. Yang pasti, ia seorang lelaki tua berkisar 55 tahun. Tidak jelas apakah ia sendiri atau bersama keluarganya di rumah itu, yang pasti ia keluar sendirian dengan langkah tertatih. “terima kasih, sampaikan salam untuk para dermawan ya, ” ujarnya pelan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tidak ada suasana jelang hari raya di rumah berdinding triplek itu. Tidak ada hiruk pikuk persiapan menyambut lebaran seperti kebanyakan rumah lainnya. Beberapa saat kemudian saya pun meninggalkan lelaki itu, yang nampaknya tetap sendirian. Sedetik sebelum kaki melangkah, setitik airmata mengambang di pelupuk mata dan tak sanggup tertahankan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Rumah dua:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Hanya lampu sentir –lampu terbuat dari kaleng yang diisi minyak tanah dengan satu sumbu kecil diatasnya- yang menerangi seisi rumah itu. Penghuni rumahnya, kakek nenek berusia di atas tujuh puluh tahun. “anak-anak dan cucu sudah tidak di sini, mereka tinggal jauh. Mungkin besok pas lebaran baru ke sini, ” ujar sang nenek, si kakek tersenyum mengiyakan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Rumahnya terbuat dari bilik bambu, beberapa pondasi yang terbuat dari kayu sudah terlihat keropos. Bahkan bagian belakang rumahnya sudah sedikit miring, padahal di belakang rumah itu terdapat sungai kecil tempat aktifitas MCK (mandi cuci kakus) beberapa warga di kampung tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dua sejoli tua itu, menjalani malam takbiran bersama sepi. Tanpa hiburan, hanya suara gemericik sungai kecil di belakang rumahnya yang terdengar. Setitik lagi air mata ini menyembul.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Rumah tiga:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kondisi rumahnya agak lebih baik, cukup permanen namun terlihat sangat tidak terawat. Di beberapa bagian dindingnya terlihat pecah, bahkan bagian luar rumah itu belum diplester entah sudah berapa tahun lamanya. “yang penting bisa berteduh pak, mlester dan ngecat mah nanti saja kalau sudah ada uangnya, ” terang kepala rumah tangga itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya ingin bercerita satu hal saja yang membuat saya benar-benar tak sanggup menahan air mata. Ketika saya menyerahkan sebuah amplop –berisi uang seratus ribu rupiah- dan sekantong beras, ucapan syukurnya seperti menggelegar, “Ya Allah, terima kasih, alhamdulillah…”&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di depan saya, amplop itu dibukanya dan, “Anak-anak ayo kita berangkat, ” rupanya tempat yang dimaksud adalah toko baju. Hingga malam itu, tidak satu pun dari tiga anaknya yang sanggup dibelikan baju untuk berlebaran.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bagaimana dengan sekantong beras itu? Keluarga itu sudah membeli sepuluh daun ketupat yang sudah jadi, namun belum tahu apakah mereka akan mengisinya atau tidak karena sampai malam itu mereka tidak punya beras sedikit pun.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Cukup… cukup sudah air mata saya. Maaf, saya tidak bisa melanjutkan cerita ini untuk rumah-rumah berikutnya. Saya tidak sanggup menuliskannya lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Jika saya kembali mengingat tayangan di televisi tentang kecenderungan orang yang menciptakan antrian kaum fakir miskin untuk mendapatkan uang zakat dari seorang pejabat. Atau ketika saya melihat tayangan ribuan orang di sebuah daerah untuk berebut sedekah yang hanya sepuluh ribu rupiah saja, dan untuk senilai itu mereka rela berpanas-panasan, saling sikut, saling injak dan akhirnya jatuh pingsan. Semua tayangan itu hanya menggambarkan parade kemiskinan negeri ini yang takkan pernah selesai dituntaskan hanya dengan sepuluh atau lima puluh ribu rupiah saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sungguh, mendatangi langsung para fakir miskin dan menyentuh tangan para penerima itu di rumahnya jauh lebih nikmat. Dan semestinya, memang kita yang mendatangi rumah-rumah fakir miskin, bukan sebaliknya. Semoga di masa yang akan datang tidak terulang lagi. (&lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7a23122345-catatan-iedul-fitri-air-mata-malam-takbiran.htm"&gt;gaw&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3747024998107802653?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3747024998107802653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3747024998107802653' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3747024998107802653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3747024998107802653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/10/catatan-iedul-fitri-air-mata-di-malam.html' title='Catatan Iedul Fitri: Air Mata di Malam Takbiran'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-5100366100512698793</id><published>2007-10-02T13:49:00.000+07:00</published><updated>2007-10-02T13:54:59.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nabi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah'/><title type='text'>Melestarikan I’tikaf dan Tradisi Nabi</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7930225858-melestarikan-i%EF%BF%BDtikaf-dan-tradisi-nabi.htm"&gt;&lt;b&gt;Muhammad Rizqon&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Firdaus (3), nampak asyik mengamati permainan &lt;i&gt;outbound ‘flying fox’&lt;/i&gt; pada arena bazar di Gelora Bung Karno. Dia nampak khusyuk dengan permainan yang dilihatnya. Sesekali dia tertawa karena melihat ada sesuatu yang menurutnya lucu. Dia nampaknya bisa membaca ekspresi wajah dan perasaan, terutama wajah-wajah kepanikan. Boleh jadi itu yang mengundang dia tertawa.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saat umminya menawarkan, “Firdaus mau coba?” Dia berujar, “Entar Mi…” Kemudian dia kembali asyik memperhatikan anak-anak yang mencoba permainan &lt;i&gt;outbound &lt;/i&gt;tersebut. Lucunya, dia banyak tertawa seakan dirinya lebih bisa dari mereka. Katanya, “Mi, Lihat mi. Lucu..ha..ha..ha..”&lt;br /&gt;Aku yang melihat dia tertawa jadi ikut tertawa, bukan karena oleh mereka yang mencoba &lt;i&gt;flying fox&lt;/i&gt; tetapi melihat tawa firdaus yang lucu terpingkal-pingkal seperti orang dewasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tidak lama kemudian ia bilang ke Umminya, “Firdaus mau coba, Mi. ” Umminya sebenarnya agak kaget. Masalahnya, turunan dari &lt;i&gt;flying fox&lt;/i&gt; tersebut cukup curam, dan tambang yang dibentangkan juga tidak panjang, hanya memanfaatkan pohon-pohon yang ada. Jadi begitu meluncur, ia akan cepat melaju, kemudian ditahan oleh ikatan yang berfungsi sebagai rem yang dikendalikan oleh panitia. Begitu sampai ke bawah, akan ada semacam hentakan yang cukup mengagetkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Untuk menyakinkan dirinya, Ummi Firdaus bertanya kepada panitia tentang resiko yang akan terjadi. Setelah menerima jawaban panitia, “Oh tidak apa-apa Bu, asal anaknya berani. Kita jaga, Insya Allah aman. ”, ummi Firdaus menoleh ke anaknya dan berujar, “Firdaus berani kan?” Firdaus mengangguk. Akhirnya setelah mendaftar dan membayar di kasir, panitia menyambut Firdaus dengan membesarkan hatinya. Rasanya dia menjadi pencoba yang paling kecil, sehingga banyak orang yang berdecak kagum akan keberaniannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Panitia mulai memasang simpul-simpul dan besi di tubuh Firdaus. Kemudian tubuhnya dinaikan ke papan luncur di atas pohon. Ikatan tali di tubuh mulai dipasangkan pada roda peluncur. Pembimbing memberikan instruksi, kemudian memberi aba-aba. “&lt;i&gt;Bismillahirrahmanirrohim&lt;/i&gt; 1..2..3..” Lalu meluncurlah tubuh Firdaus dengan berpegangan pada kedua tali tergantung. “Sreeet…” &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, berhasil. Tiada wajah ketakutan, bahkan dia tertawa bahagia karena mengalami kejadian yang luar biasa dan ia berhasil melewatinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;“&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS 2:183). &lt;/i&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ada satu pelajaran kenapa Firdaus berhasil dan tidak perlu gagal untuk pertama kali, yaitu ia belajar dari pengalaman anak-anak sebelumnya. Dia amati dan pelajari orang-orang yang berhasil mencobanya kemudian dipraktekkan. Suatu prinsip yang mudah dan sederhana untuk menapaki suatu keberhasilan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Demikian halnya jika kita ingin berhasil dalam Ramadhan dengan meraih taqwa, kita harus jeli memaknai kata ‘&lt;i&gt;min qoblikum (orang-orang sebelum kamu)’&lt;/i&gt; dalam ayat tersebut di atas. Setelah saya renungi kata &lt;i&gt;‘min qoblikum’&lt;/i&gt; rupanya memberikan hikmah yang luar biasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;‘Min qoblikum’&lt;/i&gt; memiliki dua pengertian, &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, yaitu orang-orang sebelum Nabi Muhammad SAW. Artinya syariat puasa sudah dijalankan oleh orang-orang sebelum beliau, dari Nabi Adam a. S. Hingga Nabi Isa a. S. Contoh yang lazim kita ketahui adalah ‘puasa Nabi Daud’ yang menjadi tradisi Nabi Daud a. S. Dan kaumnya, di mana sehari berbuka dan sehari berpuasa demikian seterusnya. Hikmah yang terkandung adalah Allah memerintahkan untuk melestarikan tradisi kebajikan. Tradisi kebajikan yang telah diajarkan oleh orang-orang sebelumnya, hendaknya dilestarikan dan disempurnakan sehingga menjadi lebih baik. Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi penutup, adalah penyempurna dari tradisi kebajikan yang disyariatkan sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, makna &lt;i&gt;‘min qoblikum’&lt;/i&gt; bagi kita yang hidup sekarang ini, adalah Rasulullah SAW, sahabat dan para salafushsholeh. Kita diperintahkan berpuasa sebagaimana mereka berpuasa. Artinya kita diperintahkan mempelajari cara-cara mereka menjalankan puasa hingga mereka mencapai sukses (derajat ketaqwaan yang tinggi di sisi Allah). Kita mempelajari bahwa mereka di bulan Ramadhan sangat serius dan bersungguh-sungguh, banyak melakukan tilawah qur’an dan memperbanyak ibadah, menghindari ghibah, melakukan banyak sedekah, tidak banyak tidur, menghidupkan malam, melakukan I’tikaf 10 hari terakhir, dan lain-lain. Seharusnyalah kita juga melakukan tindakan dan dengan semangat yang sama. Kita tidak perlu membuat tradisi-tradisi baru. Tradisi kebajikan yang diajarkan Rasulullah sudah jelas dan terbukti hasilnya. Kita tinggal mempelajari dan mengikuti saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sesuatu yang mudah sebenarnya, sebagaimana pola pikir si kecil Firdaus di atas. Tapi entah kenapa, apa karena tidak tahu, banyak dari kita yang tidak mau berkaca dari kehidupan Rasulullah SAW, sahabat dan salafushsholeh. Sungguh ironis, jika kita berulang kali melakukan kesalahan yang sama, karena tidak mengambil spirit dari mereka. Sebagian kita justru berkiblat kepada tokoh-tokoh yang boleh jadi tidak selaras dengan tradisi Nabi SAW.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kata &lt;i&gt;‘min qoblikum’&lt;/i&gt; ternyata menyimpan kekuatan pesan yang luar biasa. Dia berkait dengan esensi ajaran Islam yaitu menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam melestarikan tradisi-tradisi kebajikan. Sering kali manusia berupaya melestarikan tradisi, tapi justru tradisi itu menjadi kontraproduktif bagi nilai ketaqwaan. Dengan melestarikan tradisi Nabi, sebenarnya kita menunjukkan ‘kecerdasan iman’ kita dalam menangkap pesan &lt;i&gt;tauhidurrasul, “Asyhadu anna Muhammad Ar Rasulullah”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Terpetik hikmah juga bahwa Islam adalah agama yang menghargai sejarah, karena ternyata sejarah memiliki daya pengaruh kuat dan luar biasa bagi orang-orang setelahnya. Jika sejarah dibelokkan oleh musuh Islam hingga yang terkesan adalah suatu kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan, dan terorisme, maka sebenarnya musuh benar-benar hendak menciptakan generasi muslim bodoh, terbelakang, miskin dan berimage teror. Ada upaya-upaya dari musuh Islam yang mencoba membangun &lt;i&gt;‘inferioritas’&lt;/i&gt; ummat dengan mengelabui sejarah. Sebaliknya, mereka selalu berupaya membangun &lt;i&gt;‘superioritas’&lt;/i&gt; dengan menciptakan sejarah palsu melalui mitos-mitos atau film-film layar lebar. Inilah konspirasi yang kadang tidak kita sadari, padahal berdampak sangat luar biasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sesungguhnya jika kita membangun landasan yang kuat dengan hanya mempelajari dan mengamalkan praktek-praktek yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan sahabat baik dalam level pribadi, keluarga, masyarakat, negara bahkan dunia, kita akan menemukan kejayaannya. Selama ini kita terpuruk karena meninggalkan tradisi-tradisi kebajikan dan tidak mau mencontoh dari kehidupan Rasulullah SAW.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;***&lt;br /&gt;Hari-hari Ramadhan berlalu tanpa terasa kita akan mendekati penghujung hari-harinya. Andai hari-hari yang lalu kita lewati Ramadhan dengan bermalas-malasan, di penghujung yang segera menjelang ini marilah kita optimalkan dengan menghidupkan tradisi Ramadhan yang sangat dipelihara sekaligus dianjurkan oleh Rasulullah SAW yaitu i’tikaf pada 10 hari terakhir.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sungguh, kita akan merasakan hari-hari yang penuh makna. Penghujung malamnya adalah detik-detik berharga dan menjadi penentu perjalanan Sang Hamba di keesokan harinya. Di penghujung malam ini kita bersimpuh, merasakan ketidakberdayaan, merasakan kehinaan, merintih dengan cucuran derai air mata penyesalan, dan memanjatkan bait-bait do’a memohon cahaya atas kegelapan kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kita akan merasakan makna ikhlas untuk ditekuni sebagai jalan yang menghantarkan kita ke surga, merasakan mata hati yang terbuka terhadap hakikat dunia yang selalu membuat terlena dengan angan-angan maya, dan merasakan begitu dekatnya Rabb Sang Pencipta yang memiliki penjagaan dengan dzikir-dzikir yang kita lantunkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;, suasananya penuh syahdu mengundang keharuan. Derai air mata akan dengan mudahnya tertumpah seiring dengan ketunduk hati untuk merendah dengan serendah-serendahnya, bersujud dengan sehina-hinanya. &lt;i&gt;Allahu Akbar&lt;/i&gt;, Maha Suci Allah dengan segala ketinggian rahmat, kebesaran maghfirah, dan keagungan ampunan. Air mata yang tak kuasa tercurah memberi kesejukan jiwa, membeningkan hati, melembutan perasaan, dan menyapu segala dosa. Dan seiring dengan hilangnya kegelapan, cahaya terang menyinari jiwa yang menang. &lt;i&gt;Allahu Akbar Wa lillahi al-hamdu. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sungguh, kemenangan itu hanyalah semata-mata sebagai karunia Allah, untuk menyenangkan hati orang-orang yang dikehendaki-Nya dari kalangan peserta ‘madrasah malam’ dalam kehidupan ini. Semoga kita bisa melestarikan tradisi menghidupan ‘detik-detik berharga’ ini hingga ajal menjelang sebagai tanda tiba saatnya menemui Rabb tersayang. &lt;i&gt;Amin ya mujib assaailiin&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Waallahu’alam bishshawwab&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-5100366100512698793?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/5100366100512698793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=5100366100512698793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/5100366100512698793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/5100366100512698793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/10/melestarikan-itikaf-dan-tradisi-nabi.html' title='Melestarikan I’tikaf dan Tradisi Nabi'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-2224179501158516804</id><published>2007-09-21T13:34:00.000+07:00</published><updated>2007-09-21T13:36:06.702+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tidur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa'/><title type='text'>Hadits Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya pernah mendengar orang berkata bahwa tidurnya orang berpuasa itu adalah ibadah. Tapi sampai saat ini saya tidak tahu, benarkah hal itu? Kalau memang benar, apakah itu merupakan hadits nabi atau bukan? Dan kalau memang hadits nabi, riwayatnya serta statusnya bagaimana?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Terima kasih atas jawabannya ustadz&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Jhons&lt;br /&gt;jhons@yahoo.com&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ungkapan seperti yang anda sampaikan, yaitu tidurnya orang berpuasa merupakan ibadah memang sudah seringkali kita dengar, baik di pengajian atau pun di berbagai kesempatan. Dan paling sering kita dengar di bulan Ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di antara lafadznya yang paling populer adalah demikian:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;نوم الصائم عبادة وصمته تسبيح وعمله مضاعف ودعاؤه مستجاب وذنبه مغفور&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Tidurnya orang puasa merupakan ibadah, diamnya merupakan tasbih, amalnya dilipat-gandakan (pahalanya), doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Meski di dalam kandungan hadits ini ada beberapa hal yang sesuai dengan hadits-hadits yang shahih, seperti masalah dosa yang diampuni serta pahala yang dilipat-gandakan, namun khusus lafadz ini, para ulama sepakat mengatakan status kepalsuannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Adalah Al-Imam Al-Baihaqi yang menuliskan lafadz itu di dalam kitabnya, Asy-Syu'ab Al-Iman. Lalu dinukil oleh As-Suyuti di dalam kitabnya, Al-Jamiush-Shaghir, seraya menyebutkan bahwa status hadits ini dhaif (lemah).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun status dhaif yang diberikan oleh As-Suyuti justru dikritik oleh para muhaddits yang lain. Menurut kebanyakan mereka, status hadits ini bukan hanya dhaif teteapi sudah sampai derajat hadits &lt;em&gt;maudhu'&lt;/em&gt; (palsu).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Hadits Palsu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Al-Imam Al-Baihaqi telah menyebutkan bahwa ungkapan ini bukan merupakan hadits nabawi.Karena di dalam jalur periwayatan hadits itu terdapat perawi yang bernama Sulaiman bin Amr An-Nakhahi, yang kedudukannya adalah pemalsu hadits.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Hal senada disampaikan oleh Al-Iraqi, yaitu bahwa Sulaiman bin Amr ini termasuk ke dalam daftar para pendusta, di mana pekerjaannya adalah pemalsu hadits.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Komentar Al-Imam Ahmad bin Hanbal &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; juga semakin menguatkan kepalsuan hadits ini. Beliau mengatakan bahwa si Sulaiman bin Amr ini memang benar-benar seorang pemalsu hadits.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan lebih keras lagi adalah ungkapan Yahya bin Ma'in, beliau bukan hanya mengatakan bahwa Sulaiman bin Amr ini pemasu hadits, tetapi beliau menambahkan bahwa Sulaiman ini adalah "&lt;strong&gt;manusia paling pendusta di muka bumi ini!&lt;/strong&gt;"&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Selanjutnya, kita juga mendengar komentar Al-Imam Al-Bukhari tentang tokoh kita yang satu ini. Belaiu mengatakan bahwa Sulaiman bin Amr adalah &lt;strong&gt;matruk&lt;/strong&gt;, yaitu haditsnya semi palsu lantaran dia seorang pendusta.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saking tercelanya perawi hadits ini, sampai-sampai Yazid bin Harun mengatakan bahwa &lt;strong&gt;siapapun tidak halal meriwayatkan hadtis dari Sualiman bin Amr.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Iman Ibnu Hibban juga ikut mengomentari, "Sulaiman bin AmrAn-Nakha'i adalah orang Baghdad yang secara lahiriyah merupakan orang shalih, sayangnya dia memalsu hadits. Keterangan ini bisa kita dapat di dalam kitab &lt;em&gt;Al-Majruhin minal muhadditsin wadhdhu'afa wal-matrukin&lt;/em&gt;. Juga bisa kita dapati di dalam kitab &lt;em&gt;Mizanul I'tidal&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Rasanya keterangan tegas dari para ahli hadits senior tentang kepalsuan hadits ini sudah cukup lengkap, maka kita tidak perlu lagi ragu-ragu untuk segera membuang ungkapan ini dari dalil-dalil kita. Dan tidak benar bahwa tidurnya orang puasa itu merupakan ibadah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Oleh karena itu, tindakan sebagian saudara kita untuk banyak-banyak tidur di tengah hari bulan Ramadhan dengan alasan bahwa tidur itu ibadah, jelas-jelas tidak ada dasarnya. Apalagi mengingat Rasulullah SAW pun tidak pernah mencontohkan untuk menghabiskan waktu siang hari untuk tidur.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau pun ada istilah qailulah, maka prakteknya Rasulullah SAW hanya sejenak memejamkan mata. Dan yang namanya sejenak, paling-paling hanya sekitar 5 sampai 10 menit saja. Tidak berjam-jam sampai meninggalkan tugas dan pekerjaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/shm/7920040725-hadits-tidurnya-orang-puasa-adalah-ibadah.htm"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-2224179501158516804?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/2224179501158516804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=2224179501158516804' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2224179501158516804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2224179501158516804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/09/hadits-tidurnya-orang-puasa-adalah.html' title='Hadits Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-5879998885464435472</id><published>2007-09-21T13:33:00.001+07:00</published><updated>2007-09-21T13:33:58.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='euthanasia'/><title type='text'>Euthanasia Menurut Hukum Islam</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pak ustad yang dimulyakan Allah Swt. Akhir-akhir ini sering kita temukan tindakan medis yang dikenal dengan istilah euthanasia atau mempercepat kematian pasien.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dalam tindakan ini dalih yang dipakai oleh dokter adalah untuk meringankan rasa sakit yang didera pasien atau dalih yang lain yaitu masalah ekonomi sang pasien yang kurang memadahi untuk memenuhi biaya pengobatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pertanyaan yang ingin saya lontarkan adalah bagaimana pandangan Islam terhadap euthanasia tersebut? Dan mohon penjelasan makna euthanasia, macam-macam euthanasia beserta contohnya dan dalil-dalil yang membolehkan atau mengharamkan!&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Terima kasih, semoga pas ustad selalu di bawah lindungan Allah Swt. Amin&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Wassalammualiaikum Wr. Wb&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ana Widyawati&lt;br /&gt;widya_wt87&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Euthanasia adalah sebuah istilah kedokteran. Istilah lain yang hampir semakna dengan itu dalam bahasa arab adalah &lt;strong&gt;qatl ar-rahmah &lt;/strong&gt;(pembunuhan dengan kasih sayang) atau &lt;strong&gt;taisir al-maut &lt;/strong&gt;(memudahkan kematian).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Euthanasia sendiri sering diartikan sebagai tindakan memudahkan kematian seseorang dengan sengaja tanpa merasakan sakit, karena kasih sayang, dengan tujuan meringankan penderitaan si sakit, baik dengan cara positif maupun negatif.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Dua Macam Euthanasia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau kita lihat dalam prakteknya, kita bisa membagi euthanasia menjadi dua macam. Pertama, euthanasia positif. Kedua, euthanasia negatif.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;1. Euthanasia Positif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Eutanasia positif adalah tindakan memudahkan kematian si sakit -karena kasih sayang- yang dilakukan oleh dokter dengan mempergunakan instrumen (alat) atau obat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Contohnya, seorang yang menderita kanker ganas dengan rasa sakit yang luar biasa hingga penderita sering pingsan. Dalam hal ini dokter yakin bahwa yang bersangkutan akan meninggal dunia. Kemudian dokter memberinya obat dengan takaran tinggi (overdosis) yang sekiranya dapat menghilangkan rasa sakitnya, tetapi menghentikan pernapasannya sekaligus.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;2. Eutanasia Negatif &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan euthanasia negatif adalah tindakan membiarkan saja pasien yang sudah parah sakitnya tanpa tindakan pengobatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Contohnya orang yang mengalami keadaan koma yang sangat lama. Dalam keadaan demikian ia hanya mungkin dapat hidup dengan mempergunakan alat bantu pernapasan di ruang ICU atau ICCU.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Alat pernapasan itulah yang memompa udara ke dalam paru-parunya dan menjadikannya dapat bernapas secara otomatis. Jika alat pernapasan tersebut dihentikan, si penderita tidak mungkin dapat melanjutkan pernapasannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ada yang menganggap bahwa orang sakit seperti ini sebagai `orang mati` yang tidak mampu melakukan aktivitas. Maka memberhentikan alat pernapasan itu sebagai cara yang positif untuk memudahkan proses kematiannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dalam contoh tersebut, `penghentian pengobatan` merupakan salah satu bentuk eutanasia negatif.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Hukum Euthanasia Positif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Memudahkan proses kematian secara aktif (eutanasia positif) jelas-jelas tidak diperkenankan oleh syariat Islam. Sebab yang demikian itu berarti dokter melakukan tindakan aktif dengan tujuan membunuh si sakit dan mempercepat kematiannya melalui pemberian obat secara overdosis.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Maka dalam hal ini, dokter telah melakukan pembunuhan, baik dengan cara pemberian obat overdossis yang pada hakikatnya merupakan racun yang keras, ataupun dengan menggunakan senjata tajam.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Semua itu termasuk pembunuhan yang haram hukumnya, bahkan termasuk dosa besar yang membinasakan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Perbuatan demikian itu tidak dapat lepas dari kategori pembunuhan meskipun yang mendorongnya itu rasa kasihan kepada si sakit dan untuk meringankan penderitaannya. Karena bagaimanapun si dokter tidaklah lebih pengasih dan penyayang daripada Dzat Yang Menciptakannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Karena itu serahkanlah urusan tersebut kepada Allah SAW, karena Dia-lah yang memberi kehidupan kepada manusia dan yang mencabutnya apabila telah tiba ajal yang telah ditetapkan-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Hukum Euthanasia Negatif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Adapun memudahkan proses kematian dengan cara pasif, maka semua berkisar pada `menghentikan pengobatan` atau tidak memberikan pengobatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Hal ini didasarkan pada keyakinan dokter bahwa pengobatan yang dilakukan itu tidak ada gunanya dan tidak memberikan harapan kepada si sakit, sesuai dengan sunnatullah dan hukum sebab-akibat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Dasar Kebolehan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di antara yang mendasari kebolehan melakukan euthanasi negatif, yaitu tindakan mendiamkan saja si pasien dan tidak mengobati, adalah salah satu pendapat di kalangan sebagainulama. Yaitubahwa hukum mengobati atau berobat dari penyakit tidak sepenuhnyawajib. Bahkan pendapat ini cukup banyak dipegangolehimam-imam mazhab.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Menurut sebagian mereka, hukum mengobati atau berobat ini hanya berkisar pada hukum mubah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tetapi bukan berarti semua ulama sepakat mengatakan bahwa hukum berobat itu mubah. Dalam hal ini sebagian dari para ulama itu tetapmewajibkannya. Misalnyaapa yang dikatakan oleh sahabat-sahabat Imam Syafi`i dan Imam Ahmad bion Hanbal, jugasebagaimana yang dikemukakan oleh Syekhul Islam Ibnu Taimiyah. Mereka itu tetap beranggapan bahwa berobat dan mengupayakan kesembuhan merupakan tindakan yang &lt;em&gt;mustahab &lt;/em&gt;(sunnah).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Perbedaan Pendapat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Para ulama bahkan berbeda pendapat mengenai mana yang lebih utama: berobat ataukah bersabar? Bersabar di sini berarti tidak berobat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa bersabar (tidak berobat) itu lebih utama, berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan dalam kitab sahih dari seorang wanita yang ditimpa penyakit epilepsi. Wanita itu meminta kepada Nabi saw. agar mendoakannya, lalu beliau menjawab:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Jika engkau mau bersabar (maka bersabarlah), engkau akan mendapatkan surga; dan jika engkau mau, akan saya doakan kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu.` Wanita itu menjawab, aku akan bersabar. `Sebenarnya saya tadi ingin dihilangkan penyakit saya. Oleh karena itu doakanlah kepada Allah agar saya tidak minta dihilangkan penyakit saya.` Lalu Nabi mendoakan orang itu agar tidak meminta dihilangkan penyakitnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di samping itu, juga disebabkan banyak dari kalangan sahabat dan tabi`in yang tidak berobat ketika mereka sakit, bahkan di antara mereka ada yang memilih sakit, seperti Ubai bin Ka`ab dan Abu Dzar &lt;em&gt;radhiyallahu`anhuma&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan tidak ada yang mengingkari mereka yang tidak mau berobat itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dalam kaitan ini, Imam Abu Hamid al-Ghazali telah menyusun satu bab tersendiri dalam &lt;strong&gt;`Kitab at-Tawakkul` &lt;/strong&gt;dari Ihya` Ulumuddin, untuk menyanggah orang yang berpendapat bahwa tidak berobat itu lebih utama dalam keadaan apa pun.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Demikian pendapat para fuqaha mengenai masalah berobat atau pengobatan bagi orang sakit. Sebagian besar di antara mereka berpendapat mubah, sebagian kecil menganggapnya mustahab (sunnah), dan sebagian kecil lagi --lebih sedikit dari golongan kedua-- berpendapat wajib.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dalam hal ini kami sependapat dengan golongan yang mewajibkannya apabila sakitnya parah, obatnya berpengaruh, dan ada harapan untuk sembuh sesuai dengan sunnah Allah Ta`ala.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Inilah yang sesuai dengan petunjuk Nabi saw. yang biasa berobat dan menyuruh sahabat-sahabatnya berobat, sebagaimana yang dikemukakan oleh Imam Ibnul Qayyim di dalam kitabnya Zadul-Ma`ad. Dan paling tidak, petunjuk Nabi saw. itu menunjukkan hukum sunnah atau mustahab.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Oleh karena itu, pengobatan atau berobat hukumnya &lt;em&gt;mustahab &lt;/em&gt;atau wajib, apabila penderita dapat diharapkan kesembuhannya. Sedangkan jika sudah tidak ada harapan sembuh, sesuai dengan sunnah Allah dalam hukum sebab-akibat yang diketahui dan dimengerti oleh para ahlinya --yaitu para dokter-- maka tidak ada seorang pun yang mengatakan mustahab berobat, apalagi wajib.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Apabila penderita sakit diberi berbagai macam cara pengobatan --dengan cara meminum obat, suntikan, diberi makan glukose dan sebagainya, atau menggunakan alat pernapasan buatan dan lainnya sesuai dengan penemuan ilmu kedokteran modern-- dalam waktu yang cukup lama, tetapi penyakitnya tetap saja tidak ada perubahan, maka melanjutkan pengobatannya itu tidak wajib dan tidak mustahab, bahkan mungkin ke balikannya (yakni tidak mengobatinya) itulah yang wajib atau mustahab.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Maka memudahkan proses kematian --kalau boleh diistilahkan demikian-- di mana dokter hanya meninggalkan sesuatu yang tidak wajib dan tidak sunnah, sehingga tidak dikenai sanksi, maka tindakan pasif ini adalah bolehdan dibenarkan syariat. Terutama bila keluarga penderita mengizinkannya dan dokter diperbolehkan melakukannya untuk meringankan si sakit dan keluarganya, insya Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Semua itu dengan pertimbagan bahwa membiarkan si sakit dalam kondisi seperti itu hanya akan menghabiskan dana yang banyak bahkan tidak terbatas. Selain itu juga menghalangi penggunaan alat-alat tersebut bagi orang lain yang membutuhkannya dan masih dapat memperoleh manfaat dari alat tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di sisi lain, penderita yang sudah tidak dapat merasakan apa-apa itu hanya menjadikan sanak keluarganya selalu dalam keadaan sedih dan menderita, yang mungkin sampai puluhan tahun lamanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/fqk/7918190746-euthanasia-menurut-hukum-islam.htm"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-5879998885464435472?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/5879998885464435472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=5879998885464435472' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/5879998885464435472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/5879998885464435472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/09/euthanasia-menurut-hukum-islam.html' title='Euthanasia Menurut Hukum Islam'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-2138008677852996184</id><published>2007-09-21T13:29:00.000+07:00</published><updated>2007-09-21T13:32:33.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fatimah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pak Ustadz, saya mau bertanya mengenai masalah hadits. Sepengetahuan saya jarang sekali malah belum pernah saya menemukan hadits yang diriwayatkan oleh Fatimah atau Ali bin Abi Tholib, kenapa ini bisa terjadi?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Padahal keduanya adalah orang yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Hal ini menjadi pertanyaan saya karena banyak dari golongan syiah yang menuduh bahwa muslim suni menghormati ahlul bait sebatas di bibir saja padahal sebenarnya mengingkarinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Terima Kasih atas jawaban Ustadz.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wasalam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Echa&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Fatimah &lt;em&gt;radhiyallahu 'anha&lt;/em&gt;memang nyaris tidak pernah kita dapati riwayatnya, meski belum tentu benar. Namun Ali bin Abi Thalib &lt;em&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/em&gt;adalah orang yang cukup banyak meriwayatkan hadits.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tapi yang pasti, kedekatan seseorang dengan diri Rasulullah SAW tidak ada kaitannya dengan jumlah hadits yang mereka riwayatkan kepada kita. Bukankah kita pun jarang mendengar hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq &lt;em&gt;radhiyallau 'anhu&lt;/em&gt;? Demikian juga dengan riwayat Umar dan Utsman bin Affan &lt;em&gt;radhiyallau 'anhum ajma'in?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan dengan alasan yang nyaris mirip, kira-kira hal yang sama juga terjadi pada diri puteri tercinta beliau, Fatimah &lt;em&gt;radhiyallahu 'anha&lt;/em&gt;. Meski sangat dekat, tidak lantas punya banyak hadits yang diriwayatkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Hakikat Meriwayatkan Hadits &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Hal itu karena yang namanya meriwayatkan hadits sangat berbeda dengan kedekatan kepada nabi. Meriwayatkan hadits kira-kira sama dengan mengajar hadits. Tidak semua orang punya kesempatan mengajar hadits.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Padahal yang namanya mengajarkan hadits itu baru terjadi manakala nabi SAW sudah wafat. Kalau nabi masih hidup, maka yang mengajar tentu saja langsung Rasulullah SAW.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Penyebab adanya sebagian shahabat yang tidak terlalu banyak mengajarkan haditsbisa karena memang dibebani kesibukan yang lain yang menjadi tanggung-jawabnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ataukarena usianya tidak panjang. Beberapa shahabat nabi ada yang meninggal sesaat nabi SAW meninggal. Salah satunya Fatimah puteri beliau, yang meninggal hanya berselang 5 bulan setelah meninggalnya nabi. Maka tentu saja beliau tidak sempat banyak meriwayatkan hadits.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Persahabatan Nabi dengan Abu Bakar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Al-Quran menyebutkan secara tegas persahabatan di antara Abu Bakar dengan diri Rasulullah SAW. Bahkan yang jadi khalifah setelah Rasulullah SAW adalah beliau. Boleh dibilang, Abu Bakar ra adalah manusia yang paling mengerti tentang diri Rasululllah SAW, dibandingkan dengan semua orang.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Lalu mengapa Abu Bakar ra jarang meriwayatkan hadits?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Jawabannya sederhana saja, karena urusan jarak kematian antara keduanya. Abu Bakar ra meninggal hanya sekitar 2 tahun setelah Rasulullah SAW wafat. Sementara dalam waktu dua tahun itu, beliau amat disibukkan dengan berbagai macam pe-er di internal umat Islam. Maka nyaris jarang sekali kita menerima hadits yang beliau riwayatkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Hari-hari di mana Abu Bakar hidup pasca wafatnya Rasulullah SAW adalah hari-hari tersibuk. Beliau adalah khalifah, di mana beliau punya kewajiban meneruskan memimpin dunia Islam, yang sedang mengalami berbagai tekanan dari internal atau pun eksternal.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di kalangan sebagian bangsa arab, muncul gerakan riddah (murtad) yang harus dihadapi dengan menghabiskan waktu. Bersama dengan itu, beliau pun harus meneruskan peperangan yang telah dipersiapkan oleh Rasulullah SAW di mana Usamah bin Zaid menjadi panglimanya. Di wilayah keilmuwan, beliau juga disibukkan dengan maha proyek pengumpulan tulisan Al-Quran, sesuai proposal dari Umar bin Al-Khattab ra.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Jadi, nyaris tidak ada lagi kesempatan beliau untuk meriwayatkan hadits. Meski beliau boleh dibilang orang yang tahu tentang diri Rasulullah SAW.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Fatimah binti Muhammad &lt;em&gt;radhiyallahu 'anha&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Maka kasus yang sama juga terjadi pada diri Fatimah ra. Beliau hidup tidak lama setelah nabi wafat. Para sejarawan mengatakan bahwa puteri nabi ini wafat hanya berselang 5 bulan setelah kematian ayahandanya. Jadi mudah sekali menjawab masalah ini, yaitu mana sempat beliau meriwayatkan banyak hadits?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pantas saja kita jarang menerima hadits yang beliau riwayatkan, rupanya beliau wafat tidak lama setelah ayahndanya wafat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Keadaan Fatimah ra sangat berbeda dengan keadaan isteri Rasulullah SAW, Aisyah &lt;em&gt;radhiyallahu 'anha&lt;/em&gt;. Beliau hidup hingga tahun 57, atau 58 atau 59 hijriyah. Bahkan sempat ikut berbagai macam even. Beliau pun menjadi rujukan hal-hal yang terkait dengan kehidupan rumah tangga nabi. Dan beliau juga banyak meriwayatkan hadits yang bersifat agak teknis sebagaimana Abu Hurairah ra berikut ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Abu Hurairah &lt;em&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebaliknya kita kenal Abu Hurairah &lt;em&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/em&gt; sebagai orang yang baru masuk Islam di masa-masa terakhir menjelang kematian Rasulullah SAW. Hanya beberapa saat saja beliau sempat bertemu dengan diri nabi SAW.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun sebagaimana kita tahu, shahabat yang satu ini termasuk orang yang paling banyak meriwayatkan hadits nabawi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Lalu bagaimana penjelasannya?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Begini, meski pun Abu Hurairah ra hanya sebentar bertemu dengan nabi SAW. Diriwayatkan beliau baru bertemu nabi pada perang Khaibar tahun ke-7 hijriyah. Tiga tahun kemudian Rasulullah SAW wafat untuk selamanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun masa yang sebentar itu sangat efektif. Di masa yang sebentar itu, nyaris tiap saat beliau selalu mendampingi Rasulullah SAW.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan kalau kita perhatikan tipe hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, kebanyakan adalah hadits-hadits yang bersifat laporan pandangan mata serta umumnya hal-hal yang teramat teknis yang terjadi seputar diri Rasulullah SAW.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bagaimana Rasulullah SAW berjalan, berdiri, makan, minum, bergerak-gerik, berbicara, tersenyum, tertawa, mengenakan baju corak dan warna apa dan seterusnya. Begitu banyak hal-hal kecil dan sederhana yang dilaporkan oleh Abu Hurairah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sehingga kalau dihitung, jumlahnya memang bisa menjadi sangat besar, jauh melebihi riwayat-riwayat para shahabat lainnya. Disebutkan bahwa beliau telah meriwayatkan tidak kurang dari 5374 hadits, 446 hadits di antaranya ditakhrij oleh Al-Bukhari.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan ini yang menarik, ternyata Abu Hurairah punya waktu yang sangat panjang untuk mengajarkan hadits-hadits sepeninggal Rasulullah SAW, karena beliau baru wafat 47 tahun kemudian setelah Rasulullah SAW meninggal. Beliau wafat tahun ke-57 hijriyah dalam usia cukup lanjut, 78 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pantas saja beliau adalah orang nomor satu dalam jumlah kuantitas periwayatan hadits.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Ilustrasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebagai ilustrasi sederhana, mari kita perhatikan dua situs berita di negeri kita. Yang satu detik.com dan yang satu eramuslim.com.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau anda hitung berapa jumlah berita yang ada di detik.com, pasti anda akan kagum, karena jumlahnya sangat banyak. Namun kalau anda perhatikan lebih seksama, rupanya berita di detik.com itu pendek-pendek, meski memang cepat. Untuk satu kejadian, judul beritanya bisa mencapai belasan. Setiap ada perkembangan baru, pasti ada judul baru meski untuk satu kasus yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Padahal untuk kejadian yang sama, barangkali eramuslim.com hanya membuat satu judul saja. Sehingga eramuslim terkesan punya berita yang sedikit.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Nah, kira-kira Abu Hurairah itu melakukan apa yang dilakukan oleh detik.com, banyak haditsnya namun isinya simple, sederhana bahkan banyak yang pendek.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/hds/7921080355-mengapa-fatimah-tidak-pernah-meriwayatkan-hadits.htm"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-2138008677852996184?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/2138008677852996184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=2138008677852996184' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2138008677852996184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2138008677852996184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/09/assalamu-alaikum-warahmatullahi.html' title=''/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-705799685019748612</id><published>2007-09-13T09:11:00.000+07:00</published><updated>2007-09-13T09:21:57.823+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bersedih'/><title type='text'>Mengapa Bersedih?</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;b&gt;Chandra Kurniawan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Betapa banyak bencana yang menimpa manusia. Yang kesemuanya berakhir dengan tangisan dan penderitaan. Ada yang kehilangan seluruh anggota keluarganya; kehilangan harta bendanya; terampas kekuasaannya; terusir dari negerinya; belum mendapatkan pendamping hidup. Semua ujian dan cobaan, kecil atau besar, sudah pasti datang tanpa perlu diminta. Sebelum ia datang menemui kita, sudah seharusnya kita menguatkan diri agar tidak terjungkal karenanya. Apalagi ketika menghadapi ujian yang sangat kecil, kita tidak mungkin kalah olehnya!&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun, secepat ia datang, secepat pula ia pergi. Ujian dan cobaan sudah pasti pula akan segera berlalu. Seperti berlalunya malam dan datangnya fajar kebahagiaan. Atau seperti tamu yang numpang lewat sesaat. Atau seperti keadaan dunia, tempat persinggahan sementara ini. Sebuah tempat yang sudah pasti akan hancur binasa, dalam waktu dekat. Namun anehnya, banyak orang yang menangisi dunia ini, sementara tempat tinggal abadi kelak, tidak kita tangisi karena kita tidak tahu akan ke mana.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Airmata yang jatuh karena masalah-masalah duniawi hanyalah kesia-siaan belaka. Dia tidak memberikan apa-apa bagi ketenangan jiwa. Karena, dunia ini adalah tempat yang sangat rapuh untuk dijadikan tempat bersandar. Kita sering bersedih karena terlewatkan menonton acara TV kegemaran kita, tetapi kita tidak bersedih dengan terlambatnya kita dari shalat fardhu berjamaah. Kita sering bersedih karena waktu malam tidak diisi dengan pelbagai hiburan, canda tawa dan pembicaraan yang tiada berarti, tetapi kita tidak bersedih dengan malam yang tidak diisi dengan qiyamul lail. Kita bersedih karena sahabat kita mendapat kebahagiaan, sedangkan ketika kita mendapat kebahagiaan, kita mencibir teman yang sedang mendapat kemalangan. Oh, tidakkah kita telah banyak menumpuk kesedihan dalam hati kita?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan bagi para wali-wali Allah, yang mereka sedihkan adalah urusan-urusan akhirat. Mereka sedih apabila di malam hari mereka tidak mengerjakan qiyamul lail. Mereka sedih apabila tidak mampu bersedekah, padahal mereka tidak punya kemampuan untuk itu. Mereka sedih apabila tidak shalat fardhu berjamaah. Mereka sedih ketika melakukan dosa, sekalipun dosa itu sangat ringan. Mereka menangis dikeheningan malam, memohon kepada-Nya, mengharap bantuan-Nya, pasrah kepada-Nya. Mereka merasa bahagia bersama Allah. Hati mereka selalu terhibur walau dalam keadaan sepi. Titik pusat perhatian mereka adalah akhirat. Mereka tidak mendengki dengan kenikmatan yang diperoleh orang lain. Hati mereka sabar. Jiwa mereka penuh ketulusan dan kekhusyuan. Bagi mereka, ujian dan cobaan adalah satu syarat untuk meninggikan derajat keimanan mereka. Mereka juga memandang, bencana-bencana itu tidak seberapa dibanding dengan bencana-bencana yang akan mereka terima kelak apabila mereka tidak bersabar dan banyak berkeluh kesah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Salah seorang ulama tabi'in berkata, "Sejak empat puluh tahun yang lalu, saya tidak pernah bersedih karena sesuatu, sebagaimana kesedihanku lantaran fajar telah terbit." Simaklah pernyataan itu wahai sahabatku, tidaklah mereka bersedih karena hal-hal duniawi. Yang mereka sedihkan adalah berlalunya waktu di mana mereka merasa asyik berduaan dengan-Nya. Bandingkan dengan diri kita yang kerap bersedih karena hal-hal duniawi. Merenunglah! Mungkin karena hal itulah kita tidak pernah tidur dengan tenang, jiwa kita senantiasa resah dan gelisah, boleh jadi kita lebih mencintai dunia yang fana ini daripada akhirat yang kekal abadi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sahabatku, tidak ada jalan bagimu kecuali beriman dan bertakwa. Karena itulah sebaik-baik bekal perjalanan. Saat awan mendung membalut hatimu, kelak Allah akan memberikan cahaya mentari yang menyejukkan. Saat dadamu terasa kering karena kerasnya ujian, Allah akan menurunkan hujan rahmat ke dalam hatimu. Jika engkau beriman dan bertakwa, Allah akan menerima setiap amalmu, Allah akan membimbingmu hingga masa akhirmu. Allah tidak akan menyia-nyiakan setiap detik yang telah engkau persembahkan untuk negeri akhirat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.&lt;br /&gt;(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.&lt;br /&gt;Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.&lt;br /&gt;Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;/i&gt; (QS. Yunus [10]: 62-65).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-705799685019748612?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/705799685019748612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=705799685019748612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/705799685019748612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/705799685019748612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/09/mengapa-bersedih.html' title='Mengapa Bersedih?'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-7039179929480256824</id><published>2007-09-13T09:05:00.001+07:00</published><updated>2007-09-13T09:05:54.568+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quran'/><title type='text'>Meraih Keutamaan Membaca Qur’an</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7827143059-meraih-keutamaan-membaca-qur%EF%BF%BDan.htm"&gt;&lt;b&gt;Muhammad Rizqon&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ahad pagi, saat mentari belum beranjak dari peraduannya, aku berjalan menuju sebuah kawasan Islamic centre di wilayah Pondok Gede. Tidak terlihat lalu lalang orang bepergian ke kantor atau anak-anak ke sekolah. Tetapi banyak muslimah datang berduyun-duyun. Ada yang berjalan kaki setelah turun dari angkot, ada yang berkendara sepeda motor, dan tidak sedikit pula yang mengendarai mobil. Suasananya mirip kawasan pondok pesantren putri. Semuanya bergerak menuju tempat yang sama, yaitu majelis di mana diadakan pengajaran memperbaiki bacaan al-Qur'an.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saat kuberjalan, kudengar dari sebuah rumah, suara para muslimah ramai melafalkan Qur’an. Kemudian kuayunkan beberapa langkah, dari sudut rumah lainnya terdengar suara para muslimah yang juga ramai melantunkan Qur’an. Saat aku berada di pusat kawasan, kudengar di sekelilingku suara-suara Qur’an yang bergemuruh. Kuamati, mereka ada yang berlatih melafalkan huruf atau kata dari Qur’an, ada yang lancar, ada yang yang terbata-bata, ada yang melancarkan bacaan Qur’an, dan ada yang mengulang-ulang hafalan. Sungguh kurasakan lantunan Qur’an yang bergema dari berbagai sudut rumah itu, laksana melodi yang berpadu membentuk harmoni yang menyejukkan kalbu dan menggetarkan jiwa. Kawasan tersebut layaknya lautan lebah yang mendengungkan kalimat tasbih.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Itulah gambaran semaraknya para muslimah belajar membaca al-Qur’an. Aku mengagumi langkah-langkah muslimah menuju majelis belajar baca al-Qur’an itu. Mereka belajar dari berbagai penjuru daerah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi demi bisa membaca al-Qur’an. Mereka memilih hari Ahad, karena hari itulah mereka bisa meluangkan waktu dan tidak memiliki banyak kesibukan. Luar biasa kemauan mereka!.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Gelora muslimah yang ingin bisa membaca al-Quran, menjadikan muslimah yang datang pada hari Ahad sangat semarak. Lembaga tahsin memfungsikan rumah penduduk sekitar sebagai kelas. Syukur, pemilik rumah pun menyambut dengan antusias. Mereka berharap kebaikan dan keberkahan semata karena rumahnya digunakan untuk mempelajari al-Quran.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ya, kesadaran akan pentingnya membaca Qur’an lah yang meringankan langkah-langkah mereka menuju tempat yang jauh dengan mengorbankan semua aktivitas lainnya. Mereka merasa perlu belajar membaca al-Qur’an karena di balik membaca al-Qur’an terkandung keutamaan-keutamaan yang sangat besar. Rasulullah bersabda: Membaca satu huruf dari al-Qur’an berbalas pahala satu amal kebajikan, dan pahala satu amal kebajikan dilipatkan sepuluh kali. Alif lam mim bukanlah satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. Di Hadits lain dikatakan bahwa orang yang pandai membaca al-Qur’an maka ia bersama malaikat yang mulia lagi suci, sedangkan mereka yang terbata-bata membacanya, memperoleh dua pahala. Dan hadits yang cukup menggugah mereka adalah al-Qur'an pada hari kiamat akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Motivasi belajar mereka makin menggebu menjelang Ramadhan ini. Terbayang alangkah bahagianya orang yang pandai membaca al-Qur'an. Setiap hari di bulan Ramadhan secara rata-rata bisa membaca membaca satu hingga dua juz al-Qur'an bahkan bisa jadi lebih. Satu hurufnya saja berbalas sepuluh kebaikan. Di bulan Ramadhan tentu satu hurufnya yang dibacanya berpuluh-puluh kali lipat kebaikannya. Subhanallah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Siapa yang tidak bergegas meraih kebaikan Qur’an, sesungguhnya dia orang yang merugi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Aku heran, masih ada aja orang yang enggan belajar membaca al-Qur’an.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Aku bertetangga dengan seorang ibu. Ibu itu cukup dekat dengan kami. Dia sering datang ke rumah membantu pekerjaan tertentu. Kadang dipanggil untuk mengurut isteri atau bayiku. Jika ada hajat apapun ia kami libatkan. Kami selalu memberinya sejumlah uang semata-mata ingin meringankan dia yang dihimpit kesusahan. Kadang jika keperluannya besar, ia datang meminjam uang dengan tempo pembayaran yang tidak kami atur.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebagai orang yang sudah dikenal, isteriku coba memasukan nilai-nilai Islam ke dalam dirinya. Tak lama ia pun menggenakan jilbab. Kata-katanya jadi terjaga. Dan sholatnya pun jadi rajin.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Anak-anaknya coba kami bantu. Baik uang sekolah bulanan, atau dicarikan pekerjaan. Singkat cerita, dua anaknya kini sudah bekerja. Yang tertua sudah menikah. Dapurnya akan ringan karena dibantu oleh anak-anaknya yang sudah berpenghasilan. Dia tidak lagi banyak kekurangan uang seperti dulu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Seiring dengan berkurangnya kesusahan, anehnya ia mulai jauh dari nilai-nilai Islam. Ia mulai berpandangan sinis. Kini ia mulai menanggalkan jilbabnya. Bujukan-bujukan isteriku untuk istiqomah sudah tidak digubris lagi. Kini saat isteriku membentuk majelis taklim, ia tidak mau mengikuti. Padahal majelis taklim itu bebas dari muatan politik yang ia tuduhkan. Isteriku semata-mata mengajak mereka untuk bisa membaca al-Quran dan sedikit mengenal Islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sungguh disayangkan, orang-orang baru banyak mendapat hidayah dari perantaraan isteriku, sedangkan dia yang sudah dikenal lama makin menjauh. Kini aku menyadari bahwa apa yang semua kebaikan yang dilakukannya dulu adalah tidak tulus. Didorong oleh suatu motif ekonomi belaka.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebagaimana kata-kata bijak, barang siapa yang tidak mau bersama kebaikan maka ia bersama dengan kemaksiyatan. Maka ia pun makin jauh dengan kelalaiannya. Keterjauhan itu selaras dengan keengganannya untuk belajar al-Qur'an.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Waallahu'alam&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-7039179929480256824?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/7039179929480256824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=7039179929480256824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7039179929480256824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7039179929480256824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/09/meraih-keutamaan-membaca-quran.html' title='Meraih Keutamaan Membaca Qur’an'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-936852590856961024</id><published>2007-09-13T08:47:00.000+07:00</published><updated>2007-09-13T08:48:12.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ego'/><title type='text'>Kendali Ego</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7828110014-kendali-ego.htm"&gt;&lt;b&gt;Bayu Gawtama&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Jumat pagi itu, motor terpacu dengan kecepatan tidak kurang dari 60 km/jam ketika tiba-tiba saya melewati seorang pengendara motor lainnya yang berhenti mendadak. Penyebabnya, kantong besar berisi ikan yang masih hidup yang dibawanya pecah. Berhamburan lah air dan puluhan ikan itu ke jalan raya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saat itu saya sempat ragu untuk berhenti, ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan keraguan itu. Pertama, waktu sudah menunjukkan pukul 07. 50 WIB dan saya harus segera ke kantor. Sedangkan perjalanan ke kantor butuh waktu kurang lebih delapan hingga sepuluh menit lagi. Jika saya tetap melanjutkan perjalanan, biasanya tidak akan terlambat. Kedua, saya alergi ikan. Bukan hanya makan makhluk air itu, bahkan mencium ‘amis’nya pun sudah membuat saya terkena penyakit aneh seperti pusing, mual dan gatal-gatal.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dua hal tersebutlah yang sempat memberatkan. Namun beberapa detik kemudian saya putar arah menuju lelaki yang jelas-jelas membutuhkan bantuan itu. Sejurus kemudian, mulailah tangan ini membantu memungut satu persatu ikan yang menggelepar di jalan raya, beberapa orang lainnya pun turut membantu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Menurut lelaki pembawa ikan itu, ikan-ikan itu adalah pesanan seseorang yang hendak menggelar pesta. Si pemesan hanya akan membayar ikan yang segar dan bukan ikan yang sudah mati. Karenanya, ketika plastik ikannya pecah dan ikannya berhamburan ia sangat panik. “saya bisa dipecat bos nih…” keluhnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Beruntung, beberapa orang –dan alhamdulillah termasuk saya- cepat membantunya mengumpulkan ikan agar tidak ada yang mati. Boleh jadi, jika ia mengumpulkan sendiri puluhan ikan tersebut, butuh waktu yang tidak sebentar dan sangat mungkin ada beberapa ikan yang mati. Saya tidak tahu persis berapa harga satu ikan tersebut, tinggal dikalikan berapa jumlah yang mati. Tapi berapa pun harganya, tetaplah berat buat si pengantar ikan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Usai mengumpulkan ikan-ikan itu, si pengantar ikan mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang membantunya. Namun saya bilang, “saya yang berterima kasih, telah diberi kesempatan berbuat baik di pagi hari”.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ya, saya bersukur dan merasa berterima kasih karena bisa mengawali hari dengan sesuatu yang baik. Di samping itu, saya pun diberi pelajaran berharga tentang bagaimana mengendalikan ego. Saya tahu pasti akan terlambat ke kantor jika menolong orang tersebut. Namun resiko yang saya dapatkan mungkin hanya ‘catatan kecil’ dari HRD bahwa saya pernah terlambat beberapa menit. Tidak ada resiko pemecatan, pemotongan gaji atau caci-maki bos. Tapi bagi si pengantar ikan itu, ceritanya akan sangat berbeda. Ia bisa diminta mengganti ikan-ikan yang mati, kemudian dicaci-maki bosnya, dan akhirnya berujung pada pemecatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan yang kedua soal alergi ikan itu. Luar biasa, apa yang menjadi kekhawatiran saya selama ini berkaitan dengan ikan itu tidak terjadi. Saat memungut ikan dan sampai ke kantor hingga keesokan harinya tidak terjadi satu apapun terhadap diri saya. Tidak ada pusing, tidak mual maupun gatal-gatal setelahnya. Padahal, biasanya mencium bau ikan saja saya sudah menyingkir jauh-jauh. Meski bukan berarti saat ini saya sudah bisa makan ikan, karena tetap saja saya belum bisa. Tetapi yang jelas, hari itu ego saya terkendalikan dan yang ada dalam pikiran saat itu hanya satu; orang tersebut harus ditolong.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Soal ego memang gampang-gampang susah mengendalikannya. Tetapi saya meyakini satu hal, bahwa ego menolong wajib dikedepankan dan semoga menjadi kebiasaan yang baik buat saya. (gaw)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Http://gawtama. Multiply. Com&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-936852590856961024?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/936852590856961024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=936852590856961024' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/936852590856961024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/936852590856961024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/09/kendali-ego.html' title='Kendali Ego'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-8605265037794109083</id><published>2007-09-13T08:46:00.000+07:00</published><updated>2007-09-13T08:47:29.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syukur'/><title type='text'>Lupa Bersyukur</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7826093924-lupa-bersyukur.htm"&gt;&lt;b&gt;Nunung Nurjanah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bersyukur adalah hal yang sering saya lupakan. Lebih sering saya mengeluh, lebih sering saya melihat dari sisi yang negative, dan lebih sering saya membandingkan satu hal yang saya peroleh dengan hal baik yang sedang tidak saya peroleh.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Padahal Allah berfirman:&lt;br /&gt;Bersyukurlah, maka akan Aku tambah nikmat-Ku&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ketika tangan tergores pisau, tergesa-gesa saya menilai betapa kurang beruntungnya saya pagi ini. Semestinya saya tidak harus tergores sehingga tak perlu ada darah dan luka. Seketika saya mengeluhkan tangan yang tak bisa secekatan sebelumnya.&lt;br /&gt;Saya lupa, bahwa dengan hal kecil itulah Allah mengingatkan saya.&lt;br /&gt;Betapa selama ini saya melupakan syukur kepada-Nya atas karunia 10 jari tangan yang bisa berfungsi dengan baik, tapi tidak difungsikan dengan benar. Masih sering saya tidak banyak membantu disaat orang lain memerlukan bantuan tangan saya. Masih sering saya malas-malasan melakukan kebaikan lewat tangan saya. Masih banyak daftar jelek yang dilakukan tangan saya daripada daftar baik yang dilakukannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ketika mulut tak sengaja tergigit dan meninggalkan luka, secepat itu pula saya mengeluh akan kemungkinan tidak nikmatnya saya makan. Saya lupa bahwa Allah sungguh sayang kepada saya dan mengingatkan saya dengan cara-Nya yang indah. Betapa selama ini saya lupa mensyukuri nikmatnya. Lebih banyak kata-kata kosong yang saya ucapkan. Lebih banyak hati terluka karena ucapan saya. Lebih banyak kata tak bermanfaat yang terhambur dibandingkan mengumandangkan kalam-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ketika kaki tersandung dan terluka, saat itu pula saya menyesalkan langkah saya yang tak lagi sempurna. Tak saya tahu bahwa itulah cara Allah mengingatkan saya atas kurangnya kaki berbuat baik, jarangnya kaki melangkah menuju tempat-tempat yang baik, atau tak seringnya kaki melangkah untuk bersilaturahmi, . Juga masih seringnya kaki berjalan tak bermanfaat dan melangkah ke tempat-tempat yang tak ada gunanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Jadi apa yang akan saya jawab dihari penghisapan kelak jika Allah menanyakan kebaikan apa yang telah tangan saya lakukan? Kata-kata baik apa yang telah saya ucapkan? Atau ke tempat baik manakah kaki telah saya langkahkan?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya tak punya jawaban.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Semestinya saya harus menyiapkan cermin besar yang akan selalu memberi pantulan jernih terhadap nikmat apa yang sudah saya peroleh.&lt;br /&gt;Cermin lapang yang darinya saya bisa melihat betapa Allah telah memberi saya sebanyak yang saya inginkan, bahkan lebih dari itu.&lt;br /&gt;Cermin tak retak yang akan memantulkan bahwa hal kurang baik yang saya terima adalah tak sebanding dengan banyaknya hal indah yang saya dapat.&lt;br /&gt;Cermin jernih yang saya bisa dengan lapang dada menerima kekurangan yang saya terima dan berharap akan pahala Allah atas kesabaran saya menerimanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ternyata saya masih harus banyak belajar  Tentang hidup dan kehidupan  Tentang rasa syukur yang tak pernah ada.&lt;br /&gt;Tentang apa saja&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Yang semoga akan menuntun saya kepada kebaikan di akhirat kelak.&lt;br /&gt;Amin.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-8605265037794109083?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/8605265037794109083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=8605265037794109083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8605265037794109083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8605265037794109083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/09/lupa-bersyukur.html' title='Lupa Bersyukur'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-7816101394359166052</id><published>2007-09-13T08:42:00.000+07:00</published><updated>2007-09-13T08:46:36.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='maaf'/><title type='text'>Selalu Memberikan Maaf</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7816093455-selalu-memberikan-maaf.htm"&gt;&lt;b&gt;Dh. Devita&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dari dulu, saya selalu yakin bahwa sepanjang nyawa masih menempel di raga, Allah pasti akan menerima taubat seseorang. Betapapun seseorang tersebut berkali-kali melakukan kesalahan. Betapapun seseorang tersebut tak menyadari betapa Allah telah berulang kali memberikannya kesempatan untuk bertaubat. Oleh karena itulah, saya tidak pernah putus asa menyemangati seseorang yang saya kenal, yang saya tahu sudah begitu banyak kesalahan yang ia perbuat semasa hidupnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau ditanyakan kepada orang lain, mungkin beragam tanggapan yang akan saya terima. Ada yang langsung bersikap sinis dan mengatakan bahwa dosa orang tersebut terlalu besar. Dan mungkin ada pula yang memilih bersikap skeptis bahwa seseorang tersebut tidak mungkin berubah sampai kapanpun. Saya adalah salah seorang terdekat dari seseorang tersebut, sebut saja si A, yang cukup mengetahui sejarah panjang ‘kelakuannya’ yang tak pernah tidak membuat orang lain geleng-geleng kepala. Bahkan untuk beberapa kasus, saya sendiri terhitung menjadi korban akibat perilakunya yang tidak bertanggung jawab.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tetapi, entah kenapa, saya tetap saja ‘membela’ si A di hadapan orang lain seraya mengatakan: “Ia sedang berusaha untuk bertaubat”.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Banyak orang mungkin merasa heran dengan sikap saya tersebut. Padahal mereka mengetahui apa saja yang telah diperbuat oleh si A terhadap diri saya. Saya sendiri memang merasakan tak sedikit penderitaan yang saya rasakan akibat ulah si A tersebut. Tetapi, sekali lagi, entah kenapa saya selalu berusaha memaafkannya. Mungkin rasa sayang saya begitu besar pada si A. Mungkin di lubuk hati saya yang paling dalam, saya begitu mengharapkan si A untuk berubah, bertaubat, dan tidak lagi mengulangi perbuatannya. Saya rasanya masih bisa membuka lebar-lebar hati saya untuknya. Apalagi dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini si A memang benar-benar berubah, menurut saya. Saya jadi mensyukuri keputusan saya untuk memaafkan segala perbuatan buruknya yang dilakukan pada saya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Melihat perubahan demi perubahan yang terjadi pada dirinya, saya tak habis-habis mengucap syukur pada Allah. Bahkan kadang-kadang saya tidak percaya, bahwa si A bisa begitu berubah. Ia tak pernah tidak menunaikan shalat tepat waktu. Ketika adzan berkumandang, ia langsung bangkit dari aktivitasnya dan langsung mengambil wudhu. Saat hari Jumat tiba, ia dengan begitu bersemangat berjalan kaki dari rumah menuju masjid terdekat. Seringkali saya terharu melihatnya tersenyum-senyum pulang ke rumah dengan sajadah tersampir di pundak. Pun ketika saya mendapatinya begitu rajin berpuasa sunnah setiap hari Senin dan Kamis.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sewaktu ia berada di luar rumah, misalnya sedang berjalan-jalan ke sebuah mal, ia dengan percaya dirinya langsung menghampiri mushala untuk menunaikan shalat apabila waktunya telah tiba. Saya melihat semangat menuju kebaikan yang tak habis-habisnya pada diri si A. Dan rasanya saya ingin melakukan apapun untuk membuatnya tambah bersemangat, dan memberikan sedikit ilmu yang saya punya untuknya. Ternyata benar, memberikan maaf kepada orang yang berbuat salah bisa jadi akan menimbulkan semangat pada dirinya untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Allah saja mengampuni seluruh dosa hamba-hamba-Nya, masa manusia tidak? Begitu keyakinan saya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dalam banyak diskusi yang kami lakukan, saya pun mendapati dirinya penuh keingintahuan tentang Islam. Tak jarang kami mengobrol lama mengenai hal-hal yang ingin diketahuinya. Dan saya sendiri merasakan bahwa sepertinya saya yang jadi bersemangat untuk menceritakan dan memberitahukan segala hal yang saya tahu kepadanya. Tak henti-hentinya saya bersyukur pada Allah akan kesempatan yang Ia berikan pada si A untuk memperbaiki diri.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Suatu hari, secara tak sengaja saya mendengar sebuah kabar mengejutkan dari seorang saudara saya. Ia mengatakan bahwa ia mengetahui si A melakukan lagi perbuatan yang sudah lama ia tinggalkan. Saya kontan saja kaget. Benar-benar tidak menyangka. Saya meminta saudara saya itu untuk memeriksa kembali, bahkan memintanya untuk memberikan bukti-bukti kepada saya akan perbuatan yang dilakukan si A.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan demikianlah, beberapa bukti yang secara tidak sengaja ditemukan oleh saudara saya itu, benar-benar membuat saya kaget. Sepertinya saya tidak mau percaya. Dan si A berusaha untuk berkilah, menghindari pertanyaan yang kami berdua sodorkan. Awalnya saya menemukan rasa sesal dan mungkin sedikit rasa takut pada diri si A bahwa perbuatannya telah diketahui. Tetapi ketika kedua kalinya saya memintanya untuk menjelaskan, pernyataan yang saya dapatkan adalah ”Apa ada yang salah?”&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya rasanya tidak bisa lagi mengobati rasa kecewa ini, pada saat ini. Dan saya tidak tahu kapan saya akan bisa memberikan maaf untuknya yang ke sekian kalinya menyakiti lagi diri saya, dan juga keluarga kami. Kesalahan yang diperbuat untuk yang kedua kalinya, atau entah ke sekian kali. Memang ada saja ulah setan untuk menggoda manusia yang sedang berusaha bertaubat. Memang selalu ada ujian-ujian bagi orang-orang yang ingin meningkatkan keimanannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Memang hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan dan mencabut hidayah pada diri seseorang. Saya benar-benar kecewa. Tetapi satu hal yang saat ini sedang saya usahakan dengan sangat keras untuk tetap mendiami hati saya. Sebuah keyakinan bahwa taubat seseorang akan selalu diterima oleh Allah, sampai waktu ajalnya tiba nanti. Dan saya berdoa, agar Allah masih berkenan untuk memberikan ampunan serta kesempatan pada si A untuk sekali lagi bertaubat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dh_devita at yahoo dot com&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;FLP cabang Sengata&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-7816101394359166052?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/7816101394359166052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=7816101394359166052' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7816101394359166052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7816101394359166052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/09/selalu-memberikan-maaf.html' title='Selalu Memberikan Maaf'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3154924583456436585</id><published>2007-09-13T08:37:00.000+07:00</published><updated>2007-09-13T08:40:18.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikhlas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa'/><title type='text'>Ikhlas Puasa</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7912082413-ikhlas-puasa.htm"&gt;&lt;b&gt;Hafizh Kharisma&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Suara si sulung terus terdengar di telinga.berulang  -ulang..&lt;br /&gt;“bangunin elva jam 3 pagi besok ya Mah?”&lt;br /&gt;dengan heran saya bertanya “buat apa? Mau tahajud ya?” saya setengah menggoda. Ini bukan kebiasaannya. Sambil melirik ke jam dinding yang menunjukkan pukul 20. 40 WIB saya kembali menyambung pertanyaan tanpa menunggu jawabannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;“Kalau memang mau tahajud ya bobo aja sekarang.. dan ntar tengah malam pasti mama bangunin buat solat. Ga perlu nunggu jam 3 pagi”&lt;br /&gt;Dengan malu-malu dia mendekat pada saya dan berbisik..&lt;br /&gt;“Tapi teteh mau sahur besok, bayar utang puasa sehari tahun lalu. Waktu teteh sakit.  Inget ga Mah?”&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dada ini langsung bergemuruh… saya yang sedang asyik larut dalam sinetron langsung berbalik dan menatapnya. Mata bulatnya yang bening dengan bulu mata lentik itu telah menghadirkan tangis haru di hati saya. Saya merentangkan kedua tangan saya dan tanpa menunggu lama dia pun luruh dalam pelukan saya. Saya mendekapnya kuat-kuat dan berharap dunia berhenti sesaat agar waktu untuk ini menjadi lebih lama.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;“Mama lupa kalo teteh punya hutang puasa. Untung aja teteh inget. Tapi teteh kan sekolah siang.. nanti kelaparan dan kehausan di sekolah gimana?” Tanya saya setengah meragukan keseriusannya untuk puasa.&lt;br /&gt;“Ga papa.. nanti istirahat di kelas aja.  Ga usah keluar kelas. ” Jawabnya mantap dan penuh keyakinan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya kembali memeluknya. Bangga memiliki dia sekaligus juga malu karena sebagai orang tua terlupa mengingatkannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sesungguhnya Ramadhan memang bulan yang ditunggu tunggu seluruh umat muslim untuk mejalankan ibadah puasa. Bulan di mana kita tidak sekedar menahan lapar dan dahaga tetapi juga bulan penuh pelajaran berharga bagi kaum yang mau berpikir. Kewajiban orang tua juga lah membimbing anak-anaknya untuk belajar berpuasa dan menjalankan kewajibannya. Mengingatkan mereka makna dari puasa yang bukan sekedar tidak makan dan minum dari subuh sampai magrib tetapi puasa merupakan upaya menahan hawa nafsu, upaya berpikir jernih manakala perut kosong dan upaya menahan kesabaran untuk mengumbar segala keinginan. Tidak mudah memang menerangkan dengan bahasa sederhana yang bisa ditangkap oleh anak-anak.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sejujurnya sebagai orang tua saya pernah merasakan berat melepaskan si kecil untuk berpuasa sehari penuh. Usianya baru akan mencapai 5 tahun kala itu. Ketika adan dhuhur berkumandang, saya memanggilnya untuk makan dan kemudian kembali meneruskan puasa sampai maghrib. Puasa ayakan kami menyebutnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebagai tahapan untuk belajar puasa sehari penuh dan agar perut kecilnya tidak sakit. Tapi dia menolak makan siang yang saya tawarkan meski saya membujuknya dan mengatakan bahwa dia bisa kembali berpuasa sampai maghrib. Sampai akhirnya saya mengalah dan berpikir bahwa nanti adan ashar dia pasti akan buka puasa juga. Tapi entah kenapa si kecil tetap berusaha bertahan untuk tidak berbuka puasa walau saya lihat wajahnya sudah pucat dan badannya terlihat lemas. Sampai menangis saya membujuknya untuk berbuka puasa. Dia tetap bertahan dan akhirnya tertidur dalam pelukan saya. Disatu sisi saya senang anak-anak dengan kemauan sendiri menjalankan ibadah puasa tapi disisi lain, hati saya sebagai ibu tak bisa berbohong bahwa ada rasa sedikit tidak rela melihatnya seperti ini. Ini ujian bagi saya selaku orang tua berkenaan dengan rasa ikhlas. Tidak ada yang mudah dalam menjalankan ibadah bila kita tidak bersungguh-sungguh berserah pada Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun ketika semua kita pasrahkan pada kehendakNya maka kita akan melihat dengan cara yang berbeda. Jalan di depan terbuka lebar, kita melangkah dengan penuh keyakinan dan segalanya menjadi lebih mudah. Kuncinya adalah ikhlas. Ketika saya tidak sepenuhnya ikhlas melepas si kecil puasa sehari penuh maka yang terasa adalah seperti ada beban ketika melihat si kecil lemas. Namun ketika melihat keikhlasannya menjalankan puasa dan hati saya mulai ikhlas mempercayai kemampuan dan kemauannya maka yang ada adalah kebanggaan. Ramadhan selalu mengajarkan hal-hal baru bagi kami sekeluarga.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ramadhan telah di depan mata. Saya menyambut bulan ini dengan berusaha membuka mata hati dan telinga hati lebar-lebar. Membuka hati ini seluas-luasnya untuk bisa mengambil hikmah dan pelajaran berharga yang Allah SWT beri bagi kita. Meski belum menapak di bulan ramadhan namun anak-anak ternyata telah mengajarkan banyak hal pada saya, terutamakewajiban saya sebagai orang tua, bagaimana saya harus menyikapi ramadhan. Semoga ramadhan tahun ini memberi kebaikan lebih banyak lagi dibandingkan tahun sebelumnya. Aamiin.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;10 September 2007&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Selamat menjalankan ibadah puasa. Mohon maaf lahir &amp;amp; bathin.&lt;br /&gt;Semoga anak-anak kita bisa menangkap makna ramadhan dan selalu merindukan kehadiran ramadhan. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3154924583456436585?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3154924583456436585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3154924583456436585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3154924583456436585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3154924583456436585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/09/ikhlas-puasa.html' title='Ikhlas Puasa'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-7530943311604947195</id><published>2007-08-16T14:05:00.000+07:00</published><updated>2007-08-16T14:19:48.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><title type='text'>Inilah Cara Tepat Menghukum Anak</title><content type='html'>&lt;span class="textreporter"  style="font-family:verdana;"&gt;Rafiqa Qurrata A - detikcom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span class="textberita"  style="font-family:verdana;"&gt; &lt;!-- IMAGE --&gt;&lt;!--&lt;table width="240" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" align="right"  style="color:#FFFFFF;"&gt;    &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="4"  style="color:#FFFF00;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Update info di seputar Anda setiap hari!&lt;/strong&gt; &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;      &lt;tr align="center"&gt;               &lt;td  style="color:#0A9DDC;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Operator&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#0A9DDC;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; &lt;strong&gt;Ketik&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#0A9DDC;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; &lt;strong&gt;Kirim ke&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#0A9DDC;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; &lt;strong&gt;Tarif Push&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;                 &lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; Telkomsel &lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; Reg Pol &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;3845&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#00000;"&gt;Rp 500&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;                 &lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; Indosat&lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; Reg Pol &lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;3845&lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; Rp 650&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;                 &lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; Xl &amp; Flexi&lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; Reg Nat&lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; 3845&lt;/td&gt;&lt;td  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;Rp 500&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;                 &lt;td colspan="4"  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; Konten dikirim max 2x sehari&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;                 &lt;td colspan="4"  style="color:#95DEEE;"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; Stop, KETIK Unreg Pol atau Unreg Nat&lt;br /&gt; CS : 021-7941178&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;                          &lt;/table&gt;--&gt; &lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Si kecil ogah mandi sore. Dinasehati berkali-kali tidak mempan. Jika Anda memukulnya, satu bibit kekerasan muncul. Jika dibiarkan, bisa jadi keterlaluan. Apa yang harus Anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita cari favorit dia. Kalau dia buat kesalahan, kita bisa melarang dia mendapatkan keinginan dia," kata psikolog Frieda Mangunsong dalam jumpa pers '10 Cara Menjadi Orangtua Efektif' di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/8/2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, jika dia suka melihat televisi, orangtua tinggal melarang dia melihat acara kegemarannya. "Oke, kalau kamu nggak mau mandi, kamu nggak akan lihat tivi sampai kamu mau mandi," kata Frieda memberi contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak tetap &lt;i&gt;ngotot&lt;/i&gt; dengan kesalahannya, orangtua tidak perlu bersikap emosional dan meledak-ledak memarahinya. Palingkan saja wajah Anda, sebab anak kecil lebih sengsara kalau tidak mendapat perhatian dari sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kita &lt;i&gt;ngomel&lt;/i&gt; kadang anak malah senang. Anak justru lebih menderita kalau mamanya nggak mau ngomong. Yang nomer dua, dia takut nggak dapat jajan dan dilarang nonton tivi. Kita tinggal dia keluar ruangan juga bisa, tapi jangan sampai dibiasakan anak dikunci di gudang," kata Frieda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Frieda, anak harus dibiasakan anak melihat reaksi orangtua. Frieda menyarankan, saat anak bertindak positif, orangtua memberi perhatian. "Tapi jika tindakan negatif, kita melengos saja," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menyarankan agar orangtua memberi alternatif saat melarang suatu hal."Jangan hanya melarang, tapi tidak ada pilihan lain," kata Frieda. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt; (fiq/aba)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-7530943311604947195?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/7530943311604947195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=7530943311604947195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7530943311604947195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7530943311604947195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/inilah-cara-tepat-menghukum-anak.html' title='Inilah Cara Tepat Menghukum Anak'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-7142475282524838712</id><published>2007-08-09T09:34:00.000+07:00</published><updated>2007-08-09T09:35:04.955+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelaut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musafir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seks'/><title type='text'>Kehidupan Seks Pelaut dan Musafir</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Assalaamu'alaikum wr wb&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ust. Sarwat yang saya hormati, semoga ustadz sekeluarga dilimpahi keberkahan dari Allah SWT. Dan semoga senantiasa diberi kesehatan agar tetap dapat mengasuh rubrik yang sangat bermanfaat ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pertanyaan saya:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;1. &lt;/b&gt;Bagaimana kehidupan seks para &lt;b&gt;pelaut&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;musafir&lt;/b&gt; yang mereka sampai berbulan-bulan meninggalkan isteri? Akankah onani menjadi halal bagi mereka? Karena banyak orang-orang yang &lt;b&gt;bekerja di luar&lt;/b&gt; &lt;b&gt;daerah&lt;/b&gt; bahkan hingga &lt;b&gt;ke luar negri&lt;/b&gt; dalam waktu yang lama.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;2. &lt;/b&gt;Bagaimana pula dengan para &lt;b&gt;sahabat&lt;/b&gt; yang sering mendapat tugas berdakwah atau berperang dalam waktu yang lama?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Terima kasih atas jawabannya. Jazakallahu khoiron buat eramuslim. Com yang telah menayangkannya. Akhirul kalam, &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Wassalaamu'alaikum wr wb&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ari&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ari&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Barangkali kalau hanya sekedar bekerja di luar negeri namun menetap di suatu tempat, masih ada beberapa alternatif solusi. Tetapi yang agak sulit keadaannya adalah para pelaut seperti yang anda sebutkan sebagai contoh.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pelaut memang bekerja di tengah laut dan terus berpindah dari satu negara ke negara lain. Kondisinya nyaris tidak memungkinkan untuk mengajak isteri dalam perjalanannya, juga tidak mungkin untuk berpoligami di negara lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebab negara yang disinggahinya sangat banyak, tidak mungkin seorang pelaut menikah di semua negara yang disinggahinya. Adapun bila menggunakan kesempatan pulang liburan, waktunya memang pasti terlalu lama. Tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan seksual yang barangkali dibutuhkannya suatu waktu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Berbeda dengan mahasiswa atau pekerja yang menetap di suatu kota. Masih dimungkinkan bagi mereka untuk menikah secara resmi dengan wanita setempat, atau mengajak isteri tinggal di luar negeri.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Hukum Onani&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Umumnya para ulama sepakat untuk mengharamkannya, dengan berbagai dalil yang mereka kemukakan. Salah satunya adalah ayat Quran berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas&lt;/i&gt;. (QS. Al-Mukminum: 5-7)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ayat ini menyiratkan sebuah kesimpulan, bahwa haram hukumnya mendapatkan kenikmatan seksual kecuali dari isteri atau wanita yang dihalalkan Allah, yaitu para budak yang dimiliki. Sedangkan bila kenikmatan itu didapat di luar dari kedua orang di atas, maka hukumnya dilarang.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun Al-Imam Ahmad memberikan pengecualian berdasarkan fatwa dari Ibnu Abbas &lt;i&gt;radhiyallahu a'nhu&lt;/i&gt;. Ibnu Abbas ra pernah ditanya oleh seorang pemuda tentang hukum beristimna' (onani), maka beliau menjawab:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;نكاح الأمة خير منه‏،‏ وهو خير من الزِّنا&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Menikahi budak wanita lebih baik dari perbuatan itu (onani), tetapi (onani) lebih baik dari zina.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di lain waktu beliau didatangi oleh seorang pemuda yang belum menikah. Pemuda itu menyatakan bahwa suatu saat dirinya dilanda nafsu seksual yang sangat hebat. Sampai akhirnya dia menggesek-gesekkan kemaluannya hingga terjadi &lt;i&gt;inzal&lt;/i&gt; (ejakulasi). Ibnu Abbas kemudian berkomentar, "Hal itu lebih baik dari zina."&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ada sebuah hadits yang secara terang-terangan menyebutkan tentang haramnya &lt;i&gt;istimna'&lt;/i&gt;. yaitu&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;ناكح اليد ملعون&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Menikahi tangan (onani) adalah perbuatan terlaknat&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun ternyata hadits ini dihukumi oleh sebagian ulama sebagai hadits yang tidak ada dasarnya (&lt;i&gt;laa ashla lahu&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Syeikh Said Ramadhan Al-Buthi, ulama besar Syria dan guru besar syariah, ketika ditanya tentang kasus onani 'terpaksa' mengatakan bahwa kira-kira jalan tengah dari perbedaan dua pendapat ini bahwa bila seorang nyaris tidak bisa terhindar dari zina dan hanya ada satu-satunya jalan untuk menghindarinya adalah dengan onani, maka onani itu lebih baik baginya dari pada berzina. Artinya, onani dibolehkan bagi dirinya karena darurat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Barangakali pendapat Syeikh Said Ramadhan Albuthi ini bisa dijadikan sebagai salah satu dasar fatwa untuk kasus pelaut yang berbulan-bulan tidak bertemu dengan isterinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7730134420-kehidupan-seks-pelaut-dan-musafir.htm"&gt;&lt;b&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-7142475282524838712?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/7142475282524838712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=7142475282524838712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7142475282524838712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7142475282524838712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/kehidupan-seks-pelaut-dan-musafir.html' title='Kehidupan Seks Pelaut dan Musafir'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-8071134143736701852</id><published>2007-08-09T09:32:00.000+07:00</published><updated>2007-08-09T09:33:40.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syiah'/><title type='text'>Perbedaan Islam Suni dan Islam Syi'ah</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu'alakum ustadz...&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya bingung melihat permusuhan antara kaum sunni dengan syi'ah. Sebenarnya apa perbedaan Islam sunni dengan Islam syi'ah? Apakah salah satu dari aliran tersebut sesat?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Apakah Islam di indonesia seperti salah satu aliran tersebut? Menurut ustadz manakah yang paling benar dari kedua aliran tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Atas jawabannya terima kasih banyak...&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wassalamualaikum..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Putra&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ungkapan yang paling moderat dalam masalah konflik sunni syiah adalah masalah salah paham saja awalnya. Ada kelompok dari kalangan umat Islam yang punya pandangan politik yang berbeda pada awalnya. Dan perbedaan ini sesungguhnya masalah yang manusiawi sekali dan mustahil dihindarkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun masalahnya berkembang menjadi serius ketika perbedaan itu berkembang ke wilayah aqidah dan syariah. Lalu masing-masing pihak saling mengkafirkan dan menuduh saudaranya sesat bahkan murtad. Inilah yang sebenarnya dikhawatirkan sejak dahulu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Memang benar bahwa ada sebagian dari akidah syiah yang sudah tidak bisa ditolelir lagi, bukan hanya oleh kalangan ahli sunnah, tetapi oleh sesama penganut syiah pun dianggap sudah sesat. Dan kita harus tegas dalam hal ini, kalau memang sesat kita katakan sesat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Misalnya mereka yang tidak percaya kepada Al-Quran mushaf Utsmani, dan menggunakan mushaf yang konon susunan yang 100% berbeda. Kalau memang ada yang begitu, tentu kelompok ini sudah keluar dari agama Islam secara muttafaqun 'alihi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Atau misalnya ada yang mengkafirkan Abu Bakar Ash-Shiddiq ra, maka jelaslah sikap ini tidak pernah bisa dibenarkan. Apalagi kelompok sempalan syiah yang menyatakan malaikat Jibril salah menurunkan wahyu, seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib dan bukan kepada Muhammad SAW. Astaghfirullahal-'adzhim. Tentu sempalan yang sudah sampai keluar batas ini sudah tidak bisa ditolelir lagi secara aqidah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tetapi kita tetap tidak bisa menggenalisir bahwa semua lapisan umat Islam yang ada aroma syiahnya pasti sesat, kafir atau murtad. Rasanya sikap itu kurang bijaksana. Mengapa?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebab di berbagai belahan dunia Islam, katakanlah seperti di Iraq sana, ada banyak komunitas yang secara tradisional menjadi penganut syiah secara keturunan. Kakek moyang yang melahirkan keturunan itu bukan orang jahat yang beniat busuk kepada agama Islam. Mereka menjadi syiah karena keturunan dan tidak tahu menahu tentang urusan koflik syiah dan sunnah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Lalu apakah kita akan memvonis mereka sebagai non muslim, hanya karena mereka tanpa sengaja lahir dari keluarga syiah? Rasanya tidak begitu sikap kita.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Yang barangkali perlu diwaspadai adalah orang-orang jahat betulan yang berusaha menghancurkan agama Islam dari dalam dan menjadi pemeluk syiah sesat. Mereka inilah yang menggulirkan ajaran sesat di dalam syiah sehingga akhirnya muncul ajaran yang aneh-aneh seperti di atas.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Oleh karena itu kita harus tegas tapi tidak boleh asal tebas. Ada kalangan syiah yang memang sesat dan tidak berhak lagi menyandang status muslim. Tetapi kita juga harus dewasa, bahwa ada kalangan yang dianggap berbau syiah atau kesyiah-syiahan, tetapi sesungguhnya masih bisa ditolelir kekeliruannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mengapa kita perlu bijak dalam masalah ini?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Karena kita tahu bahwa musuh-musuh Islam bergembira ria melihat umat Islam di Irak berbunuh-bunuhan, hanya karena urusan syiah dan sunnah. Jangan sampai isu negatif perbedaan syiah sunnah terbawa-bawa ke negeri kita juga. Sudah terlalu banyak pe-er umat Islam, maka sebaiknya kita jangan memancing di air keruh. Jangan sampai kita memancing yang tidak dapat ikannya tapi airnya jadi keruh. Sudah tidak dapat ikan, kotor pula.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Karena itu dialog antara sesama tokoh dari kalangan syiah dan sunnah ada baiknya untuk dirintis. Tentu untuk sama-sama menuju kepada kerukunan, bukan untuk cari gara-gara. Rasanya masih banyak ruang persamaan di antara keduanya, ketimbang kisi-kisi perbedaannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Semoga Allah SWT memberikan kelapangan di dalam hati kita untuk menata hati ini menjadi hamba-hamba-Nya yang shalih dan melakukan ishlah. Amien&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/aqd/7801153405-perbedaan-islam-suni-dan-islam-syi039ah.htm"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-8071134143736701852?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/8071134143736701852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=8071134143736701852' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8071134143736701852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8071134143736701852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/perbedaan-islam-suni-dan-islam-syiah.html' title='Perbedaan Islam Suni dan Islam Syi&apos;ah'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3533437771568343318</id><published>2007-08-09T09:30:00.000+07:00</published><updated>2007-08-09T09:31:41.324+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='situs'/><title type='text'>Situs Penghinaan terhadap Islam</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya melihat website &lt;a href="http://www.indonesia.faithfreedom.org/"&gt;www.indonesia.faithfreedom.org&lt;/a&gt; yang isinya menjelek-jelekan agama Islam. Sebenarnya website ini sudah cukup lama. Tetapi tidak ada yang menggubris. Menurut anda apakah yang harus kita lakukan. Bukankah memerangi musuh Allah adalah kewajiban. Tetapi bagaimana caranya&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Khadijah&lt;br /&gt;langlang_ilalang@hotmail.com at eramuslim.com &lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dunia maya adalah dunia tanpa batas. Bahkan ada yang mengatakan dunia maya adalah dunia yang bebas dari hukum. Setidaknya aparat penegak hukum seringkali dibuat kerepotan menghadapi kejahatan di dunia maya. Apalagi para ustadz dan ulama.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan situs yang berbahaya serta bermuatan yang menjelekkan agama Islam sangat banyak tersebar di dunia maya, baik yang berbahasa Indonesia maupun asing. Kita memang prihatin kalau melihatnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sayangnya, seperti yang anda katakan, sangat sedikit dari umat Islam yang punya waktu dan perhatian dalam masalah ini. Kebanyakan para aktifis dakwah, ustadz, dan para ulamalebih mudah berdakwah di alam yang sesungguhnya, seperti berceramah atau mengisi pengajian secara verbal. Sedangkan di dunia maya, umumnya belum mendapat porsi yang seimbang.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan memangitulah masalahnya, kebanyakan para aktifis, ustadz, penceramah dan para ustadz kita lebih fasih berdakwah dengan lidah ketimbang dengan tulisan. Padahal ada sebuah ungkapan bahwa tinta para ulama lebih berharga dari darah para syuhada'. Ungkapan ini menunjukkan betapa tulisan seorang ulama itu akan sangat besar pengaruhnya buat umat, melebihi pengaruh yang bisa diberikan oleh satu orang mujahid yang syahid di medan laga.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pada masa sekarang ini, dakwah lewat tulisan sudah merambah ke dunia maya. Tidak lagi melulu lewat buku dan kertas, sudah meninggalkan pena bertinta. Kini kita masuk ke era di mana tulisan seorang ulama bisa langsung di&lt;em&gt;upload &lt;/em&gt;ke jagad maya dari mana saja saat ini juga. Lalu bisa langsung dibaca oleh jutaanorang dari seluruh dunia.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan seorangjuru dakwahtidak perlu mencari penerbit untuk bisa mempublikasikan dakwahnya. Dan penerbit tidak perlu bingung ke sana kemari cari modal untuk mencetak. Para distributor juga tidak repot menagih hutang dari para penjual. Cukuplah seorang juru dakwah menulis, lalu beliaumengerti sedikit tentang komputer dan internet.Urusan di mana tulisan itu mau dipublish, masalah mudah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan beliaubisa membuat blog gratisan dalam waktu beberapa detik saja. Dan saat itu juga, semua tulisan dan pemikirannya bisa dibaca oleh jutaan orang dari berbagai belahan dunia.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tapi sayangnya, sekali lagi, kemudahan teknologi ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para ulama kita. Entah karena mereka agak gagap teknologi, atau karena merasa dunia maya masih asing baginya, atau mungkin sebab lain yang lebih realistis.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Misalnya belum bisa mengetik di komputer. Dan belum terbiasa berdakwah lewat tulisan. Setidaknya belum sefasih ketika mereka ceramah di atas mimbar. Rasanyahambatan seperti ini barangkali yang paling sering kita dengar dari para mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Begitu banyak ustadz dan ulama yang piawai berpidato, tapi sedikit sekali yang pandai menulis. Apalagi yang melek internet. Akibatnya sudah bisa ditebak, dunia maya adalah dunia yang asing buat para ustadz dan ulama.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebaliknya, dunia maya malah lebih banyak dimanfaatkan oleh kekuatan yang memusuhi Islam. Dan tragedi munculnya situs semacam yang tuliskan itu tetap masih terjadi hingga kini. Dan masih belum ada solusi yang efektif untuk menangkisnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Idealnya, para ustadz, aktifis, juru dakwah dan para ulama, ramai-ramai belajar menulis, lalu ikut kursus singkat penggunaan komputer dan internet. Kemudian mulai menulis, menulis dan menulis. Bisa menulis dan melek internet, tetapi tidak menulis, toh sama saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Barangkali itu adalah solusi yang gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena sebenarnya menulis dan berinternet itu gampang. Lihat saja di warnet, isinya banyak anak kecil. Tapi dibilang susah karena nyatanya memang masih sedikit yang sudah mengerjakannya. Waktu mereka masih lebih banyak tersita untuk hal-hal lain yang dengan &lt;em&gt;husnudzdzan &lt;/em&gt;kita anggap lebih penting.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Semota tulisan ini bisa menjadi sedikit motivasi buat kami dan para ustadz dan guru kami yang lebih senior untuk ikut menulis dan berkarya. Kita tidak pernah tahu bahwa tinta para ulama itu terkadang lebih berharga dari tetes darah para syuhada'.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7731173138-situs-penghinaan-terhadap-islam.htm"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3533437771568343318?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3533437771568343318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3533437771568343318' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3533437771568343318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3533437771568343318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/situs-penghinaan-terhadap-islam.html' title='Situs Penghinaan terhadap Islam'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-2512534644855561720</id><published>2007-08-06T14:02:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T14:03:52.955+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Sumpah Jabatan</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Assalaamu'alaikum wr, wb.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pak Ustadz, saya bertanya apa ada hukumnya, bila sumpah jabatan bagi orang yang beragama Islam harus menggunakan kitab suci Al-Quran seperti yang sering kita liat di televisi?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Wassalaamu'alaikum wr, wb.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Krakatau_83&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sumpah jabatan dengan menggunakan mushaf Al-Quran tidak kita dapati anjuran atau contohnya di zaman Nabi SAW. Kalau pun ada mushaf yang digunakan dalam sebuah even besar, maka even itu adalah pada saat terjadi perdamaian antara kedua belah kelompok shahabat yang berperang. Saat itu, mushaf ditancapkan di atas tombak sebagai lambang perdamaian. Dan dikenal dalam sejarah sebagai peristiwa &lt;i&gt;tahkim&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Lalu entah meniru peristiwa itu atau tidak, sekarang ini kita sering saksikan adanya sumpah jabatan dengan menggunakan mushaf Al-Quran. Padahal kita tidak temukan anjuran atau pensyariatannya dari dalil-dalil yang &lt;i&gt;muktamad&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq &lt;i&gt;radhiyallahu &lt;/i&gt;'anhu diangkat menjadi khalifah, kita tidak mendapati adanya sumpah dengan menggunakan mushaf. Demikian juga ketika 2 tahun kemudian Umar bin Al-Khattab &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu &lt;/i&gt;menjadi khalifah, juga tidak ada sumpah dengan mushaf. Hal yang sama juga terjadi pada Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhuma&lt;/i&gt;. Tidak pernah diriwayatkan bahwa ada mushaf yang diangkat ke atas kepala untuk dilaksanakan sumpah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Yang ada pada saat itu adalah bai'at. Para shahabat bersalaman dengan khalifah yang terpilih untuk dibai'at bersama menjadi pimpinan mereka. Dan esensi bai'at agaknya tidak sama dengan esensi sumpah jabatan seperti sekarang ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bai'at adalah janji untuk mentaati orang yang dibai'at, bukan mengambil sumpah orang yang dianggap jadi pemimpin. Yang berjanji bukan si pemimpin, tetapi sebaliknya, yang berjanji justru yang merasa dipimpin. Mereka yang berba'iat kepada nabi adalah para shahabat yang berjanji untuk taat kepada perintah nabi, baik dalam keadaan sigap ataupun dalam keadaan malas.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Demikian juga bai'at-bai'at yang diberikan kepada para khulafaurrasyidin setelahnya, semua adalah janji dari para shahabat untuk mendengar dan taat. Bukan sumpah jabatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sumpah jabatan barangkali terjadi dalam pidato sambutan para khalifah setelah dibai'at. Misalnya pidato Umar bin Al-Khattab ra sesaat setelah menerima janji setia dari para shahabat, beliau meminta agar para shahabat menegur dan meluruskan dirinya bila melakukan kesalahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Ketaatan Dengan Syarat = kontrak politik?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun demikian, seandainya tidak ada contoh sumpah jabatan di dalam sirah nabawiyah di masa lalu, bukan berarti hal itu tidak boleh dikerjakan. Di masa sekarang ini, bisa saja dibuat mekanisme khusus untuk memberikan ketaatan kepada pemimpin yang diangkat, namun dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kira-kira semacam kontrak politik yang sering kita kenal dewasa ini. Seorang calon pemimpin yang akan diangkat bernegosiasi dengan beberapa pihak untuk mendapatkan dukungan. Dukungan itu tentu saja tidak merupakan cek kosong yang bisa diisi dengan apa saja. Tetapi berisi sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh si pemimpin. Bila syarat itu tidak dipenuhi, maka dukungan dan ketaatan akan dicabut.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan hukumnya sah secara syariat, serta berguna untuk dijadikan acuan buat para pemimpin untuk berlaku amanah dan istiqaah di dalam menjalankan wewenang dan kekuasaannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Seandainya si pemimpin itu dinilai telah menyalahi apa yang telah disepakati, maka ketaatan bisa dicabut, bahkan kepemimpinannya bisa digulingkan. Dan sejarah menggulingkan penguasa yang lalim dan keluar dari garis yang telah ditetapkan bukan hal yang asing.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/nkh/7712054915-sumpah-jabatan.htm?other"&gt;&lt;b&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-2512534644855561720?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/2512534644855561720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=2512534644855561720' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2512534644855561720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2512534644855561720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/sumpah-jabatan.html' title='Sumpah Jabatan'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3878408653308490258</id><published>2007-08-06T13:52:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T13:53:35.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waris'/><title type='text'>Adakah Pembagian Harta Gono-Gini?</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu'alaikum wr. Wb.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pak Ustad, mohon bantuannya:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;1. Saya mempunyai tanah warisan dari orang tua yang sudah balik nama atas nama saya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;2. Saya juga mempunya Rumah sendiri atas nama saya&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya sudah mempunyai Isteri dan 1 anak, sengat sangat - sangat terpaksa saya menceraikan Isteri saya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pertanyaan saya: bagaimanakah pembagian &lt;em&gt;harta gono gini&lt;/em&gt; nya?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Atas bantuannya saya sampaikan terima kasih.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Salam Hormat Saya, &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;PUTRA&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Putra&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah rumah tangga Islam, setiap orang punya hak sendiri-sendiri atas harta yang dimilikinya. Suami punya harta dan harta itu miliknya sepenuhnya. Isteri punya harta dan harta itu milik dirinya sepenuhnya. Demikian juga anak-anak, mereka punya harta dan harta itu milik diri mereka sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun dari sebagian harta milik suami itu, ada kewajiban untuk memberikan sebagiannya untuk isterinya sebagai nafkah, yaitu selama mereka masih menjadi pasangan suami isteri. Besarnya nafkah itu ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara suami dan isteri. Dan nilainya sangat mungkin berbeda antara satu keluarga dengan keluarga lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tetapi harta milik isteri sepenuhnya milik isteri, misalnya gaji yang didapatnya bila dia bekerja atas izin suami, termasuk yang asalnya dari mahar (maskawin) suami. Isteri punya hak sepenuhnya untuk membelanjakan harta miliknya itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ketika terjadi perceraian, maka tidak ada pembagian harta gono gini dalam Islam. Berbeda dengan hukum barat yang harus membagi dua harta bersama bila bercerai, dalam Islam tidak ada urusan dengan harta bersama. Karena Islam tidak mengenal harta bersama antara suami dan isteri.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kecuali bila suami isteri itu membentuk sebuah usaha bersama semacam perusahaan, maka bila mereka sepakat bercerai, belum tentu usaha bersama yang mereka miliki harus bubar. Kalau pun harus bubar, maka pembagian asset-asset perusahaan itu diputuskan sesuai dengan perjanjian dalam perusahaan itu, tidak ada kaitannya dengan hubungan suami isteri.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Misalnya, suami isteri sepakat membuka toko dengan modal dari harta suami 75% dan dari harta milik isteri sebesar 25%. Maka kalau mereka bercerai, toko itu tidak harus bubar. Apalagi bila bisnis itu tetap menguntungkan, mereka tetap bisa mengelola bersama toko itu meski sudah bukan suami isteri lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau pun toko itu mau dibubarkan juga, maka hak suami atas asset toko itu adalah 75% dan hak isteri 25%.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tapi yang jelas, Islam tidak mengenal harta bersama antara suami isteri, di luar usaha bisnis yang mereka jalankan. Maka harta suami milik suami dan harta isteri milik isteri.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau terjadi perceraian, maka tidak ada secuilpun dari harta suami yang harus diberikan kepada isteri. Dan tidak ada secuil punharta isteri yang harus dibagi kepada suami. Inilah yang adil dan inilah yang benar. Sedangkan harta gono gini yang kita lihat di sekeliling kita tidak ada dasarnya dalam syariah Islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/nkh/7607072457-adakah-pembagian-harta-gono-gini.htm?other"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3878408653308490258?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3878408653308490258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3878408653308490258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3878408653308490258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3878408653308490258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/adakah-pembagian-harta-gono-gini.html' title='Adakah Pembagian Harta Gono-Gini?'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3148415088938178429</id><published>2007-08-06T12:23:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T12:24:30.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masjid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nikah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haid'/><title type='text'>Akad Nikah di Masjid Ketika Sedang Haid</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Assalamu'alaikum wr wb&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ustadz Ahmad yang dirahmati Allah, &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bolehkah melangsungkan akad nikah di dalam masjid ketika calon isteri sedang haid?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Untuk para tamu, bolehkah menghadiri akad nikah di masjid ketika sedang haid?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ditunggu jawabannya secepatnya pak ustadz, berhubung dalam waktu dekat ini saya akan melangsungkan pernikahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebelumnya saya ucapkan terima kasih&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Wassalam&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Octa Dwinanda&lt;br /&gt;f3ihung at eramuslim.com &lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Akad nikah memang disunnahkan untuk dilakukan di dalam masjid. Namun masjid tidak boleh dimasuki oleh orang yang sedang dalam keadaan janabah. Di antara mereka yang dalam keadaan janabah adalah para wanita yang sedang dalam keadaan haidh.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tetapi tidak usah khawatir, karena untuk akad nikah memang tidak diperlukan kehadiran para wanita. Cukup 4 orang laki-laki saja yang harus ada, selebihnya boleh ada dan boleh tidak.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Keempat orang itu adalah:&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;Calon suami atau wakilnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Calon mertua laki-laki atau wakilnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saksi laki-laki pertama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saksi lak-laki kedua&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Cukuplah keempat orang ini saja yang duduk dalam satu majelis akad nikah. Calon mertua kemudian mengucapkan ijab, misalnya, "Aku nikahkan kamu dengan anak gadisku di fulanah." Lalu calon suami itu menjawab, "Saya terima", atau "Saya setuju", atau "Oke", atau apapun yang tidak bisa ditafsirkan lain kecuali tanda setuju, maka pernikahan itu sudah sah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Adapun calon isteri tidak perlu hadir, karena tidak punya peran apapun dalam akad itu. Calon isteri boleh ada di situ kalau mau hadir, tapi boleh juga tidak hadir, misalnya lagi sibuk jalan-jalan di mall, atau di rumah saja, atau bahkan sedang di luar negeri.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pokoknya tidak ada peran bagi calon isteri untuk ikut dalam akad itu. Karena akad nikah urusan laki-laki, bukan urusan perempuan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Apalagi dengan semua wanita yang lainnya, termasuk ibu mertua, bibi, eyang, keponakan dan semua tamu undangan, boleh datang dan boleh juga tidak datang, pernikahan sudah sah cukup dengan dihadiri oleh keempat laki-laki dalam daftar di atas.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Haramnya Masjid Bagi Wanita Haidh&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebenarnya tidak semua bagian masjidharam dimasuki oleh wanita haidh, karena memang tidakbagian masjid menjadi wilayah 'suci'.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ada bagian dari masjid yang diikrarkan bukan tempat 'suci' dan 'sakral'. Gampangnya, di masjid pasti ada kamar mandi, tentu kamar mandi bukan wilayah suci. Meski bagian dari masjid.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Demikian juga dengan halaman, selasar, gudang, tempat cuci-cuci sertaruang-ruang tertentu, bisa diikrarkan oleh takmir atau DKM sebagai wilayah di luar kesakralan. Pada wilayah itulah para wanita haidh boleh masuk dan duduk.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Batasannya adalah apa yang diikrarkan oleh takmir atau DKM, itu saja tidak lebih. Maka takmir masjid bisa mengatur bagaimana caranya ada acara akad nikah di masjid tetap bisa berjalan khidmat, lalu para wanita haidh tetap bisa ikut acara, meski dari luar area suci.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ini akan kembali kepada pintar-pintarnya si takmir untuk mengatur posisi ruangan di masjid. Kalau pintar, insya Alllah bisa disiasati, kalau kurang pintar apalagi awam dengan hukum masjid, maka tentu amat disayangkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/nkh/7605151337-akad-nikah-masjid-ketika-sedang-haid.htm?other"&gt;&lt;b&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3148415088938178429?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3148415088938178429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3148415088938178429' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3148415088938178429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3148415088938178429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/akad-nikah-di-masjid-ketika-sedang-haid.html' title='Akad Nikah di Masjid Ketika Sedang Haid'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-403795928681777850</id><published>2007-08-06T12:04:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T12:22:45.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nikah'/><title type='text'>Menikah di Waktu yang Berdekatan dengan Meninggalnya Orang Tua</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Bismillaahirrohmaanirrohiim&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb. &lt;/em&gt;Pa Ustadz, &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya mau bertanya mengenai tanggal dan hari pernikahan, apakah ada dasarnya dari Al-Qur'an atau Hadist yang menyatakan bahwa:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;1. Ada hari baik/ tidak baik untuk melangsungkan pernikanan?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;2. Tidak baik jika kita melangsungkan pernikahan pada bulan dan tanggal yang berdekatan dengan bulan dan tanggal meninggalnya orang tua kita? Orang tua meninggal 1, 5 tahun tang lalu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mohon pencerahannya sebagai tambahan ilmu bagi saya yang fakir.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Terima kasih sebelum dan sesudahnya&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Semoga kebaikan Pa Ustadz mendapatkan pahala dari Alloh SWT.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wassalam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Amet&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sepanjang yang kami ketahui, rasanya kami belum pernah menemukan dalil yang menetapkan tentang tanggal baik dan bulan baik untuk melaksanakan pernikahan. Demikian juga sebaliknya, kami belum pernah menemukan dalil yang melarang kita melaksanakan pernikahan pada hari tertentu atau bulan tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau pun ada hari baik dan hari tidak baik, tidak datang dari dalil-dalil syar'i. Kemungkinan anjuran atau kepercayaan seperti itu datang dari budaya warisan nenek moyang kita yang tidak berangkat dari dalil-dalil agama.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kepercayaan ini oleh sebagian ulama disebut dengan istilah &lt;em&gt;thiyarah&lt;/em&gt;. Yaitu perasaan takut mendapatsial bila melakukan suatu even pada hari yang dipercaya sebagai hari sial. Dan sikap ini adalah sikap yang diharamkan olehRasulullah SAW ketika beliau bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Dari Abdullah bin ‘Amr radhiqallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda; “Barangsiapa mengurungkan hajatnya karena thiyarah (merasa sial dengan sesuatu), berarti telah syirik”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah saw, apa kaffarat (pelebur dan penebusnya)?” Beliau bersabda: “Hendaklah salah seorang dan mereka berkata: “Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, tidak ada kesialan, kecuali dan-Mu, tidak ada Tuhan selain din-Mu &lt;/em&gt;“, (HR Ahmad)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Thiyarah adalah syirik, Thiyarah adalah syirik, dan tiada seorangpun dan kita kecuali (merasakannya). hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya&lt;/em&gt;”. (HR Abu Daud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Maksud “Tiada seorangpun dan kita kecuali..“ adalah: Tidak seorangpun dari kita kecuali di dalam hatinya ada sesuatu darinya, karena kelemahan manusiawi. Hanyaseorang mukmin mempunyai kelebihan, yaitu bahwa Allah menghilangkan lintasan-lintasan itu dan hatinya disebabkan oleh tawakkal-nya kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya”. &lt;/em&gt;. (QS. At-Thalaq: 3)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Lawan dari sikap&lt;em&gt;thiyarah &lt;/em&gt;adalah &lt;em&gt;tafa’ul&lt;/em&gt;, yakni sikap optimis atau harapan baik. Maksudnya memprediksikan kebaikan berdasarkan apa yang ia dengar atau sesuatu yang ia lihat atau semacamnya.Tidak terikat kepada kepercayaan dan tahayul yang tanpa dasar.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/nkh/7731203456-menikah-waktu-berdekatan-dengan-meninggalnya-orang-tua.htm"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-403795928681777850?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/403795928681777850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=403795928681777850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/403795928681777850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/403795928681777850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/menikah-di-waktu-yang-berdekatan-dengan.html' title='Menikah di Waktu yang Berdekatan dengan Meninggalnya Orang Tua'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-1628739401191084613</id><published>2007-08-06T11:58:00.001+07:00</published><updated>2007-08-06T11:58:41.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Sepeda Mini</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7802191011-sepeda-mini.htm"&gt;&lt;b&gt;Farikhah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pelan-pelan...sepeda mini saya kayuh, memasuki gerbang kampus tempat saya bekerja. Ada perasaan gentar, gamang, ragu dan apa sejenisnya, padahal sudah hampir lima tahun ini saya mengendarainya. Agak malu, boleh dibilang begitu. Di antararatusan kendaraan yang berjajar di parkiran kampus, tak satu pun yang sejenis dengan kendaraan pribadi saya. Hanya satu kendaraan bermesin kaki, dan itu adalah milik saya. Sementara lainnya motor bagus-bagus.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Memang pernah juga rekan kerja saya menyarankan untuk mengganti dengan motor.  &lt;i&gt;Toh&lt;/i&gt; itu tidak sulit bagi saya karena ada fasilitas kredit bagi dosen dan karyawan yang ingin membeli motor...".namun hal itu rasanya tak mungkin untuk saat ini, " sahut saya waktu itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sepeda itu sangat setia menemani saya. Berangkat ngantor dan pulang ke kontrakan yang jaraknya tak terlalu jauh, namun cukup menyita waktu jika harus berjalan kaki. Aneh... Mungkin begitu terlintas di benak orang-orang yang melihat. Di zaman begini, seorang dosen bersepeda &lt;i&gt;&lt;b&gt;onthel &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;pergi ke kampus sementara para mahasiswanya dengan gagah mengendara motor ber&lt;i&gt;merek&lt;/i&gt;. Saya sendiri tak pernah membayangkan apa yang dipikirkan orang-orang dan mahasiswa terhadap saya. Yang saya pikirkan justru sepeda itu sangat berjasa. Keberadaannya telah menghemat waktu sekitartiga puluh menit dalam sehari. Dengannya, perjalanan yang harusnya saya tempuh 50 menit selama bekerja, menjadi dua puluh menit. Jika sebulan berarti sepeda itu telah menghemat waktu saya 15 jam. Lumayan, bukan?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Padahal sepeda itu tak menuntutuntuk menuntut merogohkocek lebih banyakdengan menggilanya harga BBM, karena memang tak membutuhkan bensin. Hanya butuh 2000 rupiah untuk menambal bannya yang bocor sesekali atau harus mengganti ban. Cukup murah kan?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Intinya saya sangat bersyukur dengan kehadirannya. Namun itu dulu. Duluuu.ketika 'materi'dan budaya'materialis' belum menyelisik dalam hati. Ketika saya tegar berdiri jadi seorang &lt;i&gt;abid&lt;/i&gt; Tuhan. Hanya tuhan Alloh, Raja dalam hati saya. Hanya Dia yagn saya pentingkan dalam hidup saya. Perintah-perintah-Nya yang utam saya perjuangkan. Dan, ketika saya masih dekat dengan teman-teman yang 'kuat' dan selalu menguatkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sekarang... Berbeda sekali. Berbeda jauh, jauuuh sekali. Detik ini saya tak setegar dahulu. Badan pun tak setegap masa itu, manakala memasuki gerbang kampus biru itu. Kayuhan kaki juga tak sekuat masa itu, saattak pernah malu-malu mengendarainya. Semuanya telah tergerus oleh waktu, seiring dengan makin jauhnya jarak dengan Sang Raja.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;***&lt;i&gt;Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'dait hadaitanaa&lt;/i&gt;..... ****&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-1628739401191084613?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/1628739401191084613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=1628739401191084613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/1628739401191084613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/1628739401191084613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/sepeda-mini.html' title='Sepeda Mini'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-1474731616730576882</id><published>2007-08-06T11:56:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T11:57:20.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Menjadi Ratu</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7802040308-menjadi-ratu.htm?other"&gt;&lt;b&gt;Ary Nur Azizah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Ah&lt;/i&gt;, siapa bilang menjadi ibu rumah tangga itu membosankan, bahkan membuat stres? Tidak benar lah itu!&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Setidaknya, itu yang saya rasakan saat ini. Selepas saya r&lt;i&gt;esign&lt;/i&gt; dari sebuah kantor, saya kini tinggal di rumah. Ibu rumah tangga, demikian gelar yang saya sandang. Orang bilang tanpa gaji. Tapi saya yakin, &lt;i&gt;insyaAllah&lt;/i&gt;, saya mendapatkan lebih dari sekedar gaji.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Benar. Memutuskan untuk sampai di titik ini adalah sebuah perjuangan berat. Saya bahkan rela “berpisah” dari suami, sendiri di rantau dalam kondisi hamil dan dengan seorang balita pula. Saya &lt;i&gt;keukeuh &lt;/i&gt;mempertahankan status sebagai seorang wanita karir masa itu. Meski beberapa kali anak menyatakan kangen dengan sang ayah, hati saya tetap tak bergeming.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya menyukai peran saya sebagai ibu sekaligus perempuan yang berkarya di luar rumah. Sungguh nikmat! Saya mendapatkan gaji tetap setiap bulannya, yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan semua keinginan hati. Saya juga banyak membantu ekonomi rumah tangga, setidaknya, begitu ungkap tulus si ayah, panggilan saya untuk suami tercinta. Belum lagi lambaian tangan si sulung dan doa yang mengalir dari bibir mungilnya, ketika saya berangkat ke luar kota. &lt;i&gt;Hmmm&lt;/i&gt;, sungguh sebuah perpaduan indah yang tidak ingin saya tanggalkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Seiring berjalannya waktu, si sulung mulai belajar protes. Dia enggan ditinggal sendiri. Seperti kawannya di TK, ia ingin diantar mama. Mau main sama mama. Ingin selalu bisa tidur bareng mama. Tidak mau mama pergi keluar kota, apalagi sampai menginap.&lt;br /&gt;Sebagai ibunya, tentu saya tidak bisa mengacuhkan permintaan bocah kecil saya. Otak mulai berpikir untuk membujuknya melupakan keinginan-keinginan mustahil itu. Bagaimana pun, saya masih ingin menjadi wanita karir. Masih mau terus keluar rumah tiap pagi, dan pulang sore hari dengan membawa oleh-oleh untuk buah hati. Masih ingin menikmati rasa ‘diakui lebih' oleh masyarakat sekeliling.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Lantas suatu ketika saya berandai-andai.  Jika saya &lt;i&gt;resign&lt;/i&gt;, tentu hilang semua kenikmatan itu. Tentulah saya tak lagi dapat menebus segala ingin hati dengan uang yang saya dapatkan secara mandiri. Pasti saya akan nampak kurus kering, lusuh, kumel… dan tak lagi &lt;i&gt;chic&lt;/i&gt;! Saya juga akan stress karena hilang 8 jam kesibukan yang biasa saya kerjakan di kantor. Saya akan kehilangan masa untuk terus mengembangkan diri. Saya akan nampak amat ketinggalan zaman ketika bergabung kembali bersama kawan-kawan dekat yang masih menjadi wanita karir. &lt;i&gt;Hiii!&lt;/i&gt; Saya ngeri membayangkan semua itu. Maka mulailah saya melancarkan jurus jitu.&lt;br /&gt;Saya bawakan kue dan mainan kesukaannya, lalu saya pun memintanya untuk tak lagi merengek. Saya katakan padanya: mungkin semua kue dan mainan ini tak lagi akan menjadi oleh-oleh setiap sore jika mama tidak bekerja. Dia pun menurut.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Beruntung! Protes berikutnya yang ia lancarkan, membuat saya berpikir seribu kali untuk tetap melanjutkan niat saya. Suatu sore, selepas mengantar si ayah berangkat kembali ke kota tempatnya bekerja, anak saya berlari menuju kalender yang tergantung di dinding kamar. Sambil komat-kamit, jarinya sibuk menunjuk angka-angka yang berderet di bulan Desember 2006, waktu itu. Sebelumnya saya tidak paham apa maksudnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tapi kemudian, jantung saya serasa berhenti berdetak saat ia, dengan suara lantang mengatakan, “&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, kurang tiga puluh hari lagi ayah datang! Asyik, nanti kalau ayah datang kita mau ke mana, Ma?”&lt;br /&gt;Saya tak lagi bisa berkata-kata. Segera saya rengkuh sang buah hati. Memeluknya dengan erat hingga ia tertawa. Mungkin, ia geli dengan sikap mamanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;“Maafkan mama, Nak! Mama janji, mama akan segera atur supaya Iq dan adik, bisa terus bertemu mama. ” Janji itu pun terlontar tanpa pemikiran panjang. Ya, demi mereka, putra saya dan adiknya yang baru berusia dua bulan, saya harus meninggalkan semua yang semula saya anggap sebagai sebuah kenikmatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Maka saya pun segera mengatur langkah, supaya dapat meninggalkan kantor pada saat yang tepat tanpa menyisakan tugas dan kewajiban. Tekad saya tak lagi pasang surut! Saya menafikan semua penyesalan orang sekitar ketika saya ungkapkan rencana saya.&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Ih&lt;/i&gt;, sayang sekali kalau harus keluar kerja. Sekarang &lt;i&gt;mah &lt;/i&gt;susah cari kerjaan, jangan keluar &lt;i&gt;atuh&lt;/i&gt;, Neng!” mayoritas mereka mengatakan hal ini. Sayangnya, hati saya sudah bulat. Masa depan dua anak kami adalah alasan terkuat. Dan itu teramat sangat penting. Dengan mengucap basmalah, saya azzamkan untuk memulai pemikiran baru tentang seorang ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dan sekarang, &lt;i&gt;insyaAllah &lt;/i&gt;semua kekhawatiran saya benar-benar tak mewujud. Meski saya tak lagi melihat kekaguman dari lawan bicara ketika saya bilang saya adalah ibu rumah tangga yang sehari-hari di rumah, sekali lagi saya katakan bahwa semua ketakutan saya tidak beralasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya masih bisa tampil &lt;i&gt;chic&lt;/i&gt;. Masih bisa menambah wawasan dan mengembangkan diri, meski bukan di sebuah lembaga resmi bernama kantor. Saya tidak pernah kebingungan menghabiskan waktu karena seluruhnya telah tercurah untuk dua jundi yang semakin beranjak besar. Saya bisa menggeluti hobbi! Bahkan, kata si ayah, saya nampak semakin cantik kian hari.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Walaupun saya tak lagi menerima gaji tetap, ternyata, rizki saya tidak berkurang. Allah alirkan lebih malah, melalui peluh si ayah. Kini, saya serasa menjadi ratu!&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Oleh karena itu, di akhir tulisan ini izinkan saya luapkan syukur dan terima kasih terdalam, untuk Allah Yang Maha Pemurah. Dialah pembuka pintu hati yang tertutup rapat kala itu, hingga dengan mudah janji terucap.&lt;br /&gt;Juga terima kasih, kepada dua malaikat kecil yang selalu menghiasi hari dan menjadi semangat menyala dalam hidup saya.&lt;br /&gt;Si ayah yang selalu mendorong untuk terus maju, dalam berpikir dan bertindak, serta terus mencintai saya dengan tulus, karena Allah. Pun kepada keluarga besar, yang senantiasa hadir dengan doa dan dukungan dalam setiap denyut nadi saya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Subhannallah… Alhamdulillah… Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;antariksa0102@yahoo. Com  Kolej Perdana, menjelang&lt;/b&gt; &lt;b&gt;subuh!&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-1474731616730576882?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/1474731616730576882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=1474731616730576882' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/1474731616730576882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/1474731616730576882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/menjadi-ratu.html' title='Menjadi Ratu'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-7115588186657197687</id><published>2007-08-06T11:53:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T11:55:14.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Suami Pilihan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/6c28092035-suami-pilihan.htm?other"&gt;Sya2&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Belum terlalu lama saya mengenalnya, baru sekitar 3 bulan lalu semenjak saya memutuskan untuk berlangganan ojeg dengannya. Tarif ojegnya lebih murah dibanding dengan yang ditawarkan tukang ojeg lainnya. Jika yang lain meminta Rp 7000, dia hanya meminta Rp 5000 untuk pengganti jasa mengantarkanku dari stasiun Tanah Abang menuju kantorku di Slipi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pak Asmadi namanya, usianya sudah kepala empat, ia mengaku sudah delapan belas tahun menjalani profesinya sebagai tukang ojeg. Pertemuan yang hampir tiap hari dengannya, membuat saya tahu tentang sedikit kisah hiudpnya, kadangkala saya dibuat kagum ketika darinya saya peroleh kata-kata bijak, nasehat, layaknya seorang bapak yang sedang menasehati anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Siapa menyangka kalau tukang ojeg yang hanya lulusan SLTA itu mempunyai seorang isteri yang berpangkat eselon 3 di salah satu kantor pemerintahan di Jakarta. Isterinya adalah lulusan pasca sarjana dari salah satu universita negeri di Jakarta. Ketiga anak yang dimilikinya semua juga berpendidikan sarjana, hanya Pak Asmadi sendiri yang hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SLTA. Dari hasil menarik ojeg itulah Pak Asmadi membiayai anak-anaknya kuliah. Kadangkala Pak Asmadi juga mencari tambahan penghasilan lain misalnya dengan berdagang kambing ketika mendekati hari raya Idul Adha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Awalnya, saya berpikir hal ini sebagai sebuah kemustahilan, di benak ini selalu saja timbul pertanyaan ”Bagaimana mungkin Pak Asmadi seorang tukang Ojeg itu bisa memiliki seorang Isteri yang berpendidikan dan berjabatan tinggi di kantor pemerintahan?”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ada rasa tak percaya sampai di kemudian hari Pak Asmadi memperlihatkan pada saya foto Isterinya sedang dilantik oleh salah satu menteri. ”Ini mbak, foto isteri saya waktu dilantik oleh Pak Mentri, dan yang satunya itu foto saya sewaktu mendampinginya...” Tunjuk Pak Asmadi. Terlihat foto seorang wanita yang sedang bersalaman dengan seorang menteri, dan sebuah foto lagi menampilkan foto bersama seluruh jajaran pejabat dengan para pasangannya, kulihat Pak Asmadi memang ada di situ dengan baju batik coklatnya. Dari wajahnya memancar senyum bahagia begitu pula dengan isterinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;****&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya sering melihat rubrik kontak jodoh di salah satu media cetak di Ibukota. Bukan, Bukan karena saya berniat ingin mencari jodoh lagi, tapi hanya sekadar iseng yang benar-benar iseng. Siapa tahu ada teman yang mengiklankan diri di situ, kan bisa jadi bahan ledekanku untuknya. Salah satu contoh isi iklan perjodohan yang sering kulihat itu adalah seperti ini misalnya: Seorang wanita, 25 tahun, Sarjana, tinggi badan 160 cm, bb 43 kg, berkulit putih mulus, wajah manis, Islam, pintar mengaji, keibuan dan pandai memasak mendambakan: Seorang laki-laki, perjaka tulen, minimal 26 tahun, lulusan pasca sarjana, berpenghasilan tetap (swasta/PNS), tinggi badan minimal 170 cm dengan berat badan seimbang, Islam taat, Pandai mengaji dan bersifat kebapakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Coba kita lihat iklan tersebut, dan perhatikanlah. Niscaya kita akan menemukan sebuah fakta bahwa seorang wanita pada umumnya menginginkan pasangan (calon suami) yang memiliki spesifikasi yang lebih baik dari spesifikasi yang dimilikinya. Baik itu dari segi fisik, tingkat pendidikan atau hal-hal kasat mata lainnya. Menurut saya hal ini sangat wajar. Karena bagaimanapun juga seorang lelaki akan menjadi pemimpin dalam sebuah rumah tangga, jadi semakin bagus kualitasnya akan semakin baik bagi keluarganya kelak. Begitu kondisi idealnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;****&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kembali kepada kisah Pak Asmadi dan isterinya, saya menjadi tersadarkan bahwa ternyata tidak semua wanita melihat kualitas calon suami hanya dari kasat mata yang tampak saja. Rasa penasaran saya muncul menggelitiki hati, membuat saya secara diam-diam ingin menyelidiki apa alasan Isteri Pak Asmadi begitu bangga dan mencintai suaminya yang ”hanya” seorang tukang ojeg dan hanya berpendidikan setingkat SLTA. Sementara isterinya adalah wanita karir yang sukses yang memiliki pendidikan dan jabatan yang tinggi.Tidak ada rasa malu padanya akan ”kesenjangan” itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Suatu hari dalam perjalanan menuju kantor, Pak Asmadi mengajukan sebuah pertanyaan pada saya ”Mbak, tahu ngga resep saya supaya tidak pernah mengalami kecelakaan di jalan atau supaya tidak pernah kena razia polisi jalan?” Saya pura-pura berpikir lantas menjawab ”hmm... tidak tahu pak, apa resepnya?” ”Berdzikir mbak...” jawabnya. ”Berdzikir itu mengingat kepada Allah, bisa dilakukan di mana saja, kalau kita sehabis melaksanakan sholat baik itu sholat fardhu atau sholat sunnah, usahakan jangan langsung berdiri, dzikirlah terlebih dahulu. Dzikir juga tidak hanya dilakukan setelah sholat, tapi bisa di mana saja, termasuk di jalan raya ketika mengendarai sepeda motor seperti saya ini”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Bapak rajin ber-dzikir? ” saya bertanya untung memancing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Alhamdulilah mbak, setiap selesai sholat saya selalu berdzikir, bahkan dalam perjalanan saya dari rumah sampai ke stasiun saya juga selalu berdzikir, kalau tidak salah ada dalam Al-quran perintah untuk mengingat Allah dalam keadaan duduk maupun beridir, itu artinya dalam keadaan apapun kita harusnya selalu mengingat Allah kan mbak?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Iya, betul pak, Berdzikir dengan mengingat Allah membuat hati kita merasa tenang dan tentram, itulah mungkin yang membuat Bapak jadi tidak pernah mengalami kecelakaan saat mengendaria sepeda motor, karena saat itu Bapak berdzikir sehingga pikiran dan hati Bapak menjadi tenang, berkendaraan pun jadi tenang “ jawabku menyimpulkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ternyata dari Pak Asmadi, terdapat banyak hikmah. Saya bisa memunguti hikmah-hikmah itu untuk diri saya. Sekaligus menyadari bahwa Pak Asmadi ternyata orang yang taat beragama lagi berakhlak mulia, wajarlah jika sang isteri begitu mencintainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasullullah pernah bersabda ”Jika datang kepada kalian orang laki-laki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, karena jika tidak maka akan menjadi fitnah di bumi dan juga kerusakan.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, meskipun pada diri orang tersebut terdapat kekurangan?” Beliau menjawab, ”Jika ada orang laki-laki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian, maka nikahkanlah dia” Artinya, jika kalian tidak menikahkan orang laki-laki yang taat beragama lagi berakhlak mulia meskipun tidak kaya atau tidak terhormat atau tidak kufu’, sedang kalian lebih menyukai orang laki-laki yang kaya, terhormat, lagi terpandang meskipun tidak taat beragama dan tidak berakhlak mulia, niscaya hal tersebt akan mengakibatkan kerusakan yang parah. Mungkin akan banyak wanita yang hidup tanpa suami dan banyak pula laki-laki yang hidup tanpa isteri. Akhirnya banyak perzinaan dan tersebar pula perbuatan keji.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rasulullah SAW menyebutkan akhlak bersaaan dengan agama, karen akhlak berperan sangat penting sekali dalam kehidupan rumah tangga. Rasulullah tidak cukup hanya dengan menyebutkan agama saja, Sebab, terkadang ada orang yang taat beragama tetapi akhlaknya tidak cukup baik untuk kehidupan rumah tangga, bahkan berakhlak tercela dan berwawasan sempit serta fanatik sehingga dia akan meletakkan agama di sampingnya dan menggauli isterinya dengan akhlak yang tidak baik. Akhirnya muncul kesan bahwa tingkah laku bururk itu disebabkan oleh agama. Padahal yang demikian itu merupakan keyakinan yang salah, karena Agama memerintahkan untuk mempergauli isteri secara baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kini terjawablah sudah rasa kepenasaran saya. Isteri Pak Asmadi ternyata benar-benar telah menjalankan sabda Rasullullah SAW tersebut. Menentukan suami pilihannya adalah seorang yang taat beragama dan berakhlak mulia meskipun tidak kaya, tidak terhormat atau tidak se kufu’ dengannya. Satu pelajaran berharga yang bisa saya ambil darinya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-7115588186657197687?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/7115588186657197687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=7115588186657197687' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7115588186657197687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7115588186657197687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/suami-pilihan.html' title='Suami Pilihan'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-7658591146794814831</id><published>2007-08-06T11:51:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T11:53:07.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Mengutang untuk Tamu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7725204405-mengutang-tamu.htm?other"&gt;Fiyan Arjun&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tamu adalah seseorang yang patut kita hormati dan dihargai. Siapa pun itu orangnya! Entah baik itu pengemis, musafir maupun orang yang tak kita kenal sama sekali lalu bertandang kerumah kita dengan cara yang baik hukumnya wajib untuk kita terima sebagai tamu. Tanpa tidak pandang bulu siapa orangnya! Memang tidaklah sulit menjamu tamu saat kita memiliki banyak bahan makanan atau sesuatu yang perlu kita berikan kepada tamu. Namun bagaimana jika tidak memiliki itu semua? Di sinilah letak ujiannya? Bagaimana ujian kebesaran dann keikhlasan hati kita dalam menerima tamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kejadian ini mengingatkan saya ketika saya masih SMU, tepatnya pada tahun 1999 ketika teman-teman saya bertandang kerumah saya tanpa pemberitahuan sebelumnya. Teman-teman saya itu datang kerumah sayam selain ingin silaturahmi dan juga ingin mengetahui tempat tinggal saya di mana. Memang saat teman-teman saya itu bertandang kerumah saya saat hari libur (hari Ahad). Kebetulan hari libur itu gunakan untuk menyempatkan teman-teman saya untuk bersilturahmi sekaligus ingin mengetahui rumah saya. Tapi yang menjadi trouble adalah ketika mereka datang ke rumah saya tidak ada (cukup) bahan makanan untuk disajikan (disediakan) kepada mereka itu. Yang ada hanya air putih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maklum persediaan di rumah tidak mencukupi (tidak tersedia).Panik sudah jelas! Saya pontang-panting mencari makanan atau yang bisa disediakan untuk mereka. Padahal mereka sudah tiba dirumah saya. Kasihan dong? Kalau mereka tidak disuguhkan makanan? Apalagi mereka datang ke rumah saya, tempat tinggal mereka masing-masing cukup jauh juga. Jumlah teman-teman saya itu berjumlah 4 orang. Cukup lumayan banyakkan bagi orang yang tidak mempunyai persedian bahan makanan untuk tamunya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akhirnya, saya pun diberikan oleh Allah pertolongan walaupun melalui perantara ibu saya ketika saya sedang-sedangnya lagi panik ibu saya menyarankan dan memberikan masukan. Ibu saya bilang, ” ambil (baca: utang) saja dulu diwarung depan. Nanti ibu yang bayar kok daripada kamu tidak enak sama teman kamu. Kasihan teman-teman kamu datang dari jauh-jauh tidak kamu suguhkan makanan. ” Begitu kata ibu saya ketika tidak tahu lagi apa yang saya lakukan. Ternyata masukan dari ibu saya masuk akal juga. Dengan terpaksa dan berat hati saya pun mengambil (ngutang) dulu makanan dari warung depan dekat rumah saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tiga jam sudah teman-teman saya berlama-lama di rumah saya. Namun ketika ada salah satu teman saya mengkomandai untuk segera pamit pulang, akhirnya semua teman-teman saya yang lainnya pun menyetujui. Mereka berpamitan pulang. Namun sebelum mereka pulang ada salah satu teman saya berbicara serius pada ibu saya. “Aneh, ” pikir saya ketika melihat salah satu teman saya berbicara serius pada ibu saya. Kemudian mereka pun pulang meninggalkan rumah saya dengan sambil melempar senyum puas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Anyway, seusai teman-teman saya meninggalkan rumah. Saya pun membersihkan dan membawa peralatan yang digunakan sebagai wadah makanan yang saya sajikan. Tiba-tiba ibu saya mendekati saya sambil memberikan sebuah amplop putih. Saya sendiri pun juga tidak tahu apa isi yang ada di dalam amplop tersebut. Ibu saya pun langsung memberikan amplop putih itu ke tangan saya sambil berujar, ” ini dari teman-teman kamu. Katanya ini sebagai pengganti makan dan minum yang teman-teman kamu sajakan dari kamu. ” Dengan perasaan penasaran saya pun membukannya. “Masya Allah, ternyata isinya uang!” pekik saya saat itu. Tidak percaya bahwa teman-teman saya begitu baik dan peduli pada saya. Jujur saya begitu terharunya saat saya tahu bahwa dalam amplop itu ternyata isinya uang. “Allahu Akbar!” ucap saya lagi. Bahwa Allah telah memberikan saya rezeki melalui teman-teman saya. Makanan dan minuman hasil mengutang dari waruing depan dibalas dengan uang yang cukup (bahkan) lebih untuk membayar makanan dan minuman dari warung depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ternyata di balik kesulitan, Allah memberikan kita kemudahan! Maha Besar Allah saya pun tak mampu membendung air mata saya. Ternyata teman-teman saya begitu baik dan perhatian pada saya. Tapi ketika lagi terharu-harunya ibu saya memperingatkan saya lagi sambil berujar, ” jangan lupa dibayar makanan dan minuman di warung depan. "&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-7658591146794814831?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/7658591146794814831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=7658591146794814831' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7658591146794814831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/7658591146794814831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/mengutang-untuk-tamu.html' title='Mengutang untuk Tamu'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-9069698212349704255</id><published>2007-08-06T11:48:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T11:50:16.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>(Bukan) Ukhuwah Musiman</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7729185938-bukan-ukhuwah-musiman.htm?other"&gt;Meralda Nindyasti&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7729185938-bukan-ukhuwah-musiman.htm?other"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Aku ingin dalam hidup ini berteman tak seperti musiman!” kata Maria. Kalimat yang diucapkan temanku tadi membuatku tersentak sesaat. Betapa hal itu sanggup menyentil ingatanku akan masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hingga kumandang adzan Magrib tiba, kusegerakan diri untuk berwudhu. Ada rindu takbir, sujud dan salam yang harus segera diobati, terlebih lagi rindu muhasabah diri. Maha besar Allah, setidaknya magrib ini aku sudah punya bahan untuk bermuhasabah. Ya, tak jauh dari ucapan Maria tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Aku memang baru berusia 19 tahun. Tapi hal itu bukan membuatku bangga. Terutama dalam topik muhasabah kali ini, hatiku seakan tersayat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sembilan belas tahun memang bukan waktu yang sedikit untuk Allah tetap mengizinkan jantungku berdetak dan nafasku berhembus. Bukan pula waktu yang sesaat untuk mata dan telingaku bisa memandang kebesaran ciptaanNya dan mendengar lantunan ayat-ayat-Nya. Bukan pula perjalanan hidup yang pendek untuk ayah dan bunda meluapkan kasih sayangnya dalam membimbingku memaknai kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun yang ada dalm pikirku kali ini, 19 tahun adalah waktu yang singkat. Mungkin karena aku belum mengerahkan seluruh daya dan upaya agar diriku banyak bermanfaat untuk orang-orang di sekitarku, hingga aku merasa 19 tahun ini berlalu begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Duh, Rabb…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Betapa banyak orang yang berkontribusi kebaikan pada hidupku, terlebih lagi berkontribusi ilmu untukku gapai masa depan. Guru TK 2 kelas, nol kecil nol besar. Guru SD 6 kelas, guru SMP dan SMA sebanyak mata pelajaran yang kudapat. Belum lagi guru ekstrakulikuler, pramuka, paduan suara, jurnalistik, KIR dan guru perlombaan. Duh, apa pernah ya aku menyebut mereka dalam lantunan doa-doaku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ya, tepat! Betapa banyak pula teman yang ikut berkontribusi mewarnai hari-hariku dengan canda tawa dan duka bersama. Setidaknya jika aku memnghitung teman seangkatan, mulai Tk ada 40 teman. SD ada 5 kelas, berarti 45x5=225 teman, SMP ada 11 kelas, berarti kurang lebih 40x11=440 teman, SMA ada 9 kelas IPA, 1 kelas aksel dan 1 kelas IPS, berarti kurang lebih 414 teman. Kalau ditotal sekitar 1119 teman. Angka itu belum dikurangi sekitar 5% teman yang meneruskan pendidikan yang sama denganku. Dan belum ditambah dengan sejumlah teman beda angkatan, teman rumah, teman organisasi luar dll.. Dan lagi-lagi, adakah saat aku sebut mereka dalam lantunan doa-doaku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kalkulator yang menunjukkan angka 1119 itu sempat merasakan tetesan air yang jatuh dari mataku. Duhai Rabb, betapa banyak kenikmatanMu. Merekalah wujud cintaMu padaku. Kini, terlintas dalam pikirku.. Ukhuwah (persaudaraan) yang bagaimana yang selama ini kubangun bersama mereka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Duhai Rabb, izinkan muhasabah ini sebagi jalan untuk aku luruskan niatku kembali. Sekalipun aku tak banyak tahu keadaan mereka, teman, guru, sahabat, dan saudara-saudaraku.. Namun, cukup Kaulah Rabb yang mengetahui apa-apa yang ada di depan dan di belakang kami. Dan cukuplah Kau Rabb yang menjadi sebaik-baik penjaga dan penolong..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rabb, entah di manapun mereka.. izinkan kami tetap menjadi penumpang dalam kereta SyurgaMu. Ya, kereta yang melaju kencang tanpa pernah berhenti. Tanpa pernah berhenti dan peduli sekalipun terdapat penumpang yang tumbang dan tertinggal karena belum sanggup bertahan melawan angin nafsu selama kereta ini melaju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Duhai, Rabb... Di dunia ini tak ada yang abadi. Jikalau dalam pandanganMu ukhuwah kami didunia ini adalah musiman, yang terdapat pertemanan dan persaudaraan hanya karena ada lokasi, waktu dan keperluan.. Maka, izinkanlah dengan hati kami yang bersatu karenaMu ini, kelak Kau panjangkan usia ukhwah kami hingga Kau pertemukan kami kembali dalam rahmat SyurgaMu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Logika serupa baja Hati serupa sutra Tak ada yang kekal di dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tuk sekadar berucap pada kawan Kala paradigma menguasai hati dan dada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tenanglah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kepedulianku seperti kau kenal dulu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan waktuku masih tersedia untuk suka dukamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bukankah Ia yang kekal,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;yang menjadi alasan kita..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Cukup,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sekali untuk diucap:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ukhuwah kita bukan musiman..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;moslemalda@yahoo. Com -Kita yang belajar untuk setia-&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-9069698212349704255?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/9069698212349704255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=9069698212349704255' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/9069698212349704255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/9069698212349704255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/bukan-ukhuwah-musiman.html' title='(Bukan) Ukhuwah Musiman'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-4233885295264054594</id><published>2007-08-06T11:30:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T11:34:09.311+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Segelas Teh Pelepas Lelah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7730132347-segelas-teh-pelepas-lelah.htm?other"&gt;Eriman Muslim&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bulan Februari bagiku punya nilai kenangan istimewa sendiri. Keduanya menentukan masa depanku berikutnya. Keduanya adalah apa yang kurasakan sekarang, yaitu nikmat bekerja dan nikmat berkeluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah berusaha dengan pekerjaan lain. Menjadi guru privat, karyawan yayasan hingga surveyor. Maka tanggal 17 Februari 2002, saya resmi meminang seorang muslimah dari Kota Nanas, Subang. Berikutnya, melalui perjuangan panjang seorang jejaka. Untuk menjamin keseriusannya menikah. Tanggal 18 Februari 2002 saya diterima bekerja di sebuah perusahaan ritel pakaian di Kota Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ada kenangan indah yang mungkin tidak bakal lupa dalam kehidupan saya. Kala akhir bulan Februari 2007 ditugaskan ke Jakarta selama kurang lebih 3 pekan lamanya. Sebagai karyawan baru, pengetahuan akan produk merupakan kewajiban setiap karyawan. Karena itu, dibutuhkan beberapa data yang dapat menggambarkan kebutuhan sebenarnya di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tugas saya adalah mensurvey gerai-gerai perusahaan di beberapa dept. Strore di kota Jakarta. Sekaligus mengenal medan Jakarta sesungguhnya. Dari jam 10 hingga malam hari. Saya berkeliling bersama Supervisor Penjualan Jakarta. Yang ternyata saat itu memiliki area kerja dari Jakarta, Bogor, Cilegon hingga Semarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Suatu hari, ketika baru pulang dari salah satu gerai. Saat itu jam sudah menunjukan kurang lebih 18. 15. Dengan pakaian basah oleh keringat dan tampang amburadul. Saya masuk ke dalam Showroom tempat saya menginap selama 3 pekan tersebut. Beberapa teman SPG menyambut dan berbasa-basi sebentar. Tapi ada unik malam itu. Seorang SPG Senior Mba Shellawati atau Mba Ella biasa kami panggil. Beliau seorang isteri sekaligus ibu dari seorang putri yang cantik. Mencoba menawarkan sesuatu padaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sambil ber-empati atas keletihan saya, menawarkan segelas teh hangat dan manis. Sebagai pelepas capek dari bekerja. Saat itu, saya merasa ini mah sekedar basa-basi. Walaupun dalam hati terdalam sangat berharap. Segelas teh manis hangat akan dapat menghilangkan keletihanku hari itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Usai mandi dan Shalat Mangrib. Saya dikejutkan oleh Mba Ella di ruang makan. Ia memberiku segelas the manis lagi hangat. Yah, segelas the manis lagi hangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Lumayan Pak, biar seger”, kata Mba Ella “Aduh Mba, makasih banget. Kirain basa-basi doang”, balasku kala itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Malam itu ada keharuan mendalam, bahwa sebuah ketulusan mampu memberikan kebahagia berarti bagi seseorang. Disaat capek dan letih bersatu. Ada seseorang yang dengan tulus memberikan kepadanya kebaikan. Dengan segelas teh, yang ia harapkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya belajar banyak dari Mba Ella. Bahwa kebaikan itu bukan sekedar basa-basi belaka. Yang hanya menjadi kebutuhan lip service, orang-orang pandai bicara. Kebaikan sesungguhnya adalah dengan amal atau tindakan. Apalagi bila kebaikan itu bermodal ikhlas, timing-nya pas dan sesuai kebutuhan orang yang memerlukannya. Tentulah akan menjadi pelepas masalah orang tersebut. Tak terkecuali saya yang telah dihibur dengan segelas teh pelepas letih. Terima kasih Mba Ella. Jazakumullahu khairan katsira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bandung, 30 Juli 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-4233885295264054594?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/4233885295264054594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=4233885295264054594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/4233885295264054594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/4233885295264054594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/segelas-teh-pelepas-lelah.html' title='Segelas Teh Pelepas Lelah'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-4241676360991173274</id><published>2007-08-06T09:56:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T10:29:19.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Harga Murah Ajakan ke Surga</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7726121012-harga-murah-ajakan-ke-surga.htm?other"&gt;Bayu Gawtama&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seingat saya, sekitar tahun 2001, saya dan kawan-kawan berencana mengundang Hadad Alwi dan duetnya, Sulis, untuk mengisi acara di sebuah acara keagamaan. Berhubung kamit tidak punya kontak langsung dengan pelantun shalawat yang tengah ngetop saat itu, maka kami bertanya kepada salah seorang teman yang mengaku punya akses. Namun kami sungguh terperangah mendengar informasi dari rekan tersebut bahwa untuk mengundang Hadad Alwi dan Sulis, harus menyiapkan dana tidak kurang dari 8 juta rupiah. Ketika itu, komentar singkat yang keluar dari mulut saya, “Dakwah kok mahal amat sih?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dua tahun sebelumnya, bahkan saya dan kawan-kawan sempat tak kalah terperangahnya mendengar sebuah informasi yang memang harus dikonfirmasi kebenarannya. Bahwa untuk mengundang Aa Gym berceramah dalam sebuah tabligh perlu dana yang tak sedikit. “Wah, masak ustadz pasang tarif setinggi itu sih?” kira-kira begitu komentar saya saat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seiring dengan bertambahnya pemahaman diri ini akan penting dan strategisnya nilai dakwah, perlahan mulai bergeser pemikiran saya soal “harga” para ustadz tersebut. Ya, kenapa orang bersedia membayar mahal untuk menyelenggarakan konser musik rock atau dangdut dengan mengundang artis-artis hanya untuk berjingkrak-jingkrak dan bergoyang hingga larut malam bahkan sampai pagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak sedikit orang rela merogoh kocek hingga ratusan ribu, sehingga memungkinkan panitia membayar sebuah grup band atau seorang penyanyi dengan harga puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal para artis itu hanya mengajak orang-orang yang menontonnya untuk berjoget, bergoyang, berjingkrak-jingkrak dan sesekali ikut menyanyi. Bandingkan dengan para ustadz yang berceramah memberikan nasihat-nasihat kebaikan, mengajak kebenaran dan kalau boleh dibilang mendekatkan para jamaahnya kepada pintu surga. Berapa yang disiapkan panitia untuk membayar seorang mubaligh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kasihan sekali para da’i di kampung-kampung yang setiap hari menjalankan tugas mulia mengajak orang kepada kebaikan namun hanya mendapat bayaran ala kadarnya, bahkan tak jarang berbalas ucapan “terima kasih”. Bahkan penyanyi dangdut kampung pun bisa mendapatkan 200 sampai 500 ribu untuk tampil satu malam di sebuah hajatan pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak adil memang, orang-orang yang tak mengajak kepada kebaikan dibayar sangat mahal. Sementara mereka yang berpeluh, meneriakkan kebenaran seraya mengingatkan larangan-larangan Allah seringkali dilabeli harga yang tidak manusiawi. Terlepas dari adanya ustadz-ustadz yang berharga tinggi dan merangkap selebritis sekaligus, dalam level yang lainnya, kita memang kurang menghargai jasa mulia seorang da’i.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya pernah mendengar cerita, dalam sebuah kesempatan Opick, pelantun tembang religius yang sangat terkenal itu mendapat pertanyaan dari seseorang, “Apa benar untuk mengundang Opick harus membayar Rp 5 juta untuk setiap lagu yang dinyanyikan?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mendengar pertanyaan tersebut, yang ditanya menjawabnya dengan serius, “Salah, yang benar Rp 15 juta untuk setiap lagu. Masak saya kalah sama Inul…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebenarnya, ini bukan tentang berapa jumlahnya yang harus kita bayarkan untuk seorang ustadz, muballigh atau da’i. Ini lebih tentang bagaimana kita memuliakan orang-orang yang membantu kita untuk terus mengingat Allah. Semoga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bayugautama@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-4241676360991173274?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/4241676360991173274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=4241676360991173274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/4241676360991173274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/4241676360991173274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/08/harga-murah-ajakan-ke-surga.html' title='Harga Murah Ajakan ke Surga'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-851072799907600782</id><published>2007-06-28T09:51:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T10:32:46.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syariah'/><title type='text'>Keterkaitan Aqidah dan Syariah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalaamu'alaikum wr, wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon dijelaskan hubungan antara aqidah dan syariah Islam. Mengingat di satu sisi ada beberapa teman yang agak ‘ngotot’ memperjuangkan aqidah terlebih dahulu. Sehingga tema sentral isu yang dibawa ke mana-mana hanya urusan aqidah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kita juga kenal di sisi lain ada masalah syariah/fiqih yang mengatur detail-detail aturan syariah.&lt;br /&gt;Terima kasih atas waktu yang ustadz berikan untuk menjelaskan pertanyaan saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wr, wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Abdullah Faqih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;abdullahfaqih at eramuslim.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Antara aqidah dan syariah jelas terkait dengan ikatan yang sangat kuat. Boleh dibilang tidak ada aqidah tanpa syariah, dan tidak ada syariah tanpa aqidah. Keduanya ibarat dua sisi mata koin yang tidak terpisahkan. Sayangnya, dalam implementasinya, seringkali antara keduanya menjadi terpisah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Syariah adalah Penjelasan Aqidah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh yang sederhana ketika membahas masalah hal-hal yang membatalkan iman. Disebutkan bahwa di antara yang membatalkan syahadat dan iman seseorang adalah bila seseorang melakukan kemusyrikan. Secara ilmu aqidah, pernyataan ini benar. Namun bisa menjadi masalah besar dalam implementasinya bila tidak diiringi dengan pemahaman syariah yang benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang yang menyembah kuburan, menggunanakan jin, jimat, mantera, sihir memang termasuk dikategorikan orang yang melakukan perbuatan syirik. Dan oleh karena itu, secara ilmu aqidah, perbuatan itu dikatakan membatalkan iman dan syahadat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun yang menjadi pertanyaan adalah: bila ada orang datang ziarah kubur lalu di dalam doanya terselip sebuah lafadz yang menyiratkan dia telah meminta kepada kuburan, apakah bisa kita vonis iman telah batal dan dia boleh kita sebut sebagai orang kafir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apakah semua orang yang berpraktek seperti dukun yang mengobati orang dengan menggunakan jin juga bisa kita tuduh sebagai orang kafir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apakah seorang yang mengagumi bintang film, artis dan tokoh favoritnya bisa kita jebloskan begitu saja sebagai orang non muslim, lantaran lebih cinta kepada selain Allah dan Rasulnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apakah rakyat Indonesia yang negaranya tidak menjalakan hukum Islam boleh juga dikatakan sebagai orang kafir? Dan apakah orang yang tidak ikut bai’at kepada suatu kelompok tertentu, juga bisa dikatakan sebagai orang kafir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika kita membahas masalah syirik dalam kajian aqidah, jelas bahwa syirik itu membatalkan iman dan syahadat. Namun apakah seorang muslim yang kedapatan masih melakukan semua tindakan bernilai syirik, bisa begitu saja dimasukkan sebagai orang yang batal imannya dan menjadi orang kafir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tentu tidak demikian. Nanti di dalam ilmu syariah kita akan masuk kepada pembahasan bahwa untuk menjatuhkan vonis kafir tidak bisa begitu saja dilakukan. Harus ada sebuah sistem dan tata aturan yang baku dan dijalankan sesuai dengan prosedurnya. Harus ada pengadilan (mahkamah) syariah, bukti, saksi ahli, tuduhan, hak jawab, dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apa yang dibahas dalam kajian aqidah boleh dibilang baru mencakup prinsip dasarnya saja. Sedangkan implementasi teknisnya harus dibahas secara rinci dan detail. Dan itu adalah tugas ilmu syariah. Jadi doktrin aqidah tidak bisa berjalan dengan benar tanpa petunjuk teknis, dan itu adalah syariah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Peristiwa pengeboman di negara kita yang dituduhkan kepada sebagian orang yang mengaku beragama Islam, adalah salah satu bentuk ketidak-singkronan antara doktrin aqidah dan dalam syariah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di dalam syariah dikenal adanya kafir harbi dan kafir zimmi. Kafir harbi harus dibunuh karena bila tidak dibunuh, maka dia akan membunuh kita lebih dahulu. Namun membunuh kafir harbi hanya dibenarkan syariah ketika dilakukan di medan pertempuran yang sesungguhnya, bukan di wilayah yang damai. Membunuh kafir harbi di dalam wilayah damai di luar wilayah pertempuran adalah sebuah pelanggaran syariah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikian juga dengan kafir zimmi, dalam ilmu syariah diharamkan untuk dibunuh, sebagaimana haramnya membunuh sesama muslim. Membunuh kafir zimmi adalah sebuah pelanggaran syariah. Meski doktrin dasar dalam aqidah mengatakan bahwa kita wajib memengangi orang kafir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pendeknya, apa yang didoktrinkan di dalam kajian aqidah, harus dijabarkan terlebih dahulu secara rinci dan detail. Dan penjabaran serta perincian itu dilakukan dalam kajian syariah. Itulah pentingnya syariah dalam kajian aqidah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tema Aqidah dan Syariah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ilmu aqidah berbicara tentang tema-tema besar, misalnya tentang tauhid atau memurnikan iman dari segala bentuk syirik (mempersekutukan Allah). Adapun ilmu syariah umumnya berbicara tentang teknis yang lebih detail dari bentuk iman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ilmu aqidah berbicara tentang siapa Allah, lengkap dengan segala sifat-sifat dan nama-namaNya. Sedangkan ilmu syariah berbicara tentang apa maunya Allah, yang terperinci dalam perintah-perintah secara teknis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ilmu aqidah banyak berbicara tentang hal-hal yang ghaib dan harus diimani sebagai bentuk keimanan kita kepada kitabullah dan sunnah rasulullah SAW, sedangkan ilmu syariah lebih banyak bicara pada tataran yang nyata, terlihat, terukur, bisa disentuh, ditangkap oleh paca indera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Misalnya, ilmu aqidah memperkenalkan kita kepada adanya jenis makhluk Allah yang ghaib dan wajib kita imani. Baik yang ada di sekitar kita saat ini seperti adanya jin, malaikat, qarin, ruh, ataupun yang akan nanti kita alami setelah kematian, seperti alam kubur, alam barzakh, padang mahsyar, jembatan shirathal mustaqim, hisab, timbangan, haudh (mata air), surga, neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sedangkan ilmu syariah bicara tentang berapa nisab zakat emas dan hasil pertanian, tentang membedakan darah haidh dan darah istihadhah, tentang jumlah putaran tawaf di sekeliling ka’bah, jumlah batu kerikil yang harus dilontarkan, terbit dan tenggelamnya matahari yang menandakan masuk dan keluarnya waktu shalat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ilmu aqidah berbicara tentang posisi seseorang terhadap Allah SWT, Rasululah SAW, dan kitabullah. Hasilnya, seseorang dikatakan beriman tergantung apakah dia menerima Allah sebagai tuhannnya atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikian juga dengan posisi seseorang kepada nabi Muhammad, apakah Muhammad SAW diposisikan sebagai utusan resmi tuhan sehingga dipatuhi dan ditaati serta dijadikan sumber rujukan hidup, ataukah diposisikan sekedar sebagai tokoh yang dikagumi tanpa mengakui kalau posisinya sebagai utusan resmi tuhan dari langit?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ilmu aqidah berbicara tentang Al-Quran, apakah sekedar sebagai bacaan mulia yang diperlombakan dan selesai begitu saja, ataukah sebagai sumber dari segala sumber hukum dan dan pedoman hidup yang mengatur semua sisi kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keimanan seseorang akan ditetapkan berdasarkan bagaimana dia memposisikan diri terhadap ketiganya, yaitu Allah, Rasulullah dan kitabullah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7627113442-keterkaitan-aqidah-dan-syariah.htm"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-851072799907600782?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/851072799907600782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=851072799907600782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/851072799907600782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/851072799907600782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/06/keterkaitan-aqidah-dan-syariah.html' title='Keterkaitan Aqidah dan Syariah'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-8750338117023386667</id><published>2007-06-28T09:48:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T11:05:31.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Dakwah Secara Diam-Diam</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalaamu'alaikum wr, wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ada yang ingin saya tanyakan, ustadz.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;1. Mengapa 3 tahun pertama berdakwah, Nabi Muhammad SAW harus melakukan dengan cara rahasia? Bukankah tugas seorang rasul itu memang harus menyampaikan kepada semua orang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;2. Apakah dakwah secara rahasia itu harus dilakukan selama 3 tahun?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wassalaamu'alaikum wr, wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Zainah V&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selama tiga tahun pertama, Rasulullah memang mengadakan pertemuan rahasia dengan para sahabat. Bertempat di rumah Arqam bin Abu Arqam, dalam forum itulah Nabi membacakan dan mengajarkan wahyu secara mendetail isinya, sejauh yang telah diturunkan Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mengapa harus rahasia? Jawabnya adalah bahwa salah satu karakteristik dakwah adalah berhadapan dengan sistem yang siap memerangi dan siap melumat habis. Dahulu para nabi dan rasul datang dengan membawa risalah,namun kebanyakan dakwah itu didustai, bahkan para nabi dikejar-kejar dan tidak sedikit yang dibunuh oleh kaumnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang kamu dustakan dan beberapa orang kamu bunuh?" (QS.Al-Baqarah: 23)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas."(QS. Ali Imran 112)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selain masalah keamanan, tiga tahun Rasulullah SAW merahasiakan dakwahnya memang memiliki hikmah lain yang sangat strategis. Dan juga di masa itu dakwah memiliki karakteristik yang khas, spesifik, unik dan menarik untuk dikaji. Antara lain karakteristik dakwah di masa tiga tahun pertama itu adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karakteristik Pertama: Membentuk Basis Inti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka sebagai risalah terakhir, seolah-olah Allah SWT sudah mempersiapkan dakwah nabi-Nya ini dengan persiapan yang baik. Yaitu tidak langsung melakukan dakwah secara terbuka yang hanya akan melahirkan penentangan dan perlawanan dari kaumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dakwah membutuhkan strategi yang jitu untuk tidak terlalu tergesa membuka diri, sedangkan kekuatan dasarnya belum terbentuk. Maka tidak mengapa merahasiakan Islam kepada umum dengan memilih orang-orang tertentu yang sekiranya bisa menerima dakwah ini dengan baik sekaligus punya potensi yang bisa dikembangkan untuk memanggul beban dakwah. Karena itulah dibutuh sedikit waktu untuk tertutup kepada publik luas, namun tetap berdakwah secara selektif demi melahirkan kekuatan internal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di sisi lain, dakwah itu tidak berhenti sekedar menyampaikan, tetapi dakwah adalah sebuah pergerakan. Dan sebuah pergerakan itu harus memiliki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;basis kekuatan yang real, yaitu orang-orang assabiqunal awwalaun yang menjadi qa`idah shalbah. Sebelum basis dasar ini terbentuk, maka dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;itu sangat rapuh dan bisa dengan mudah dihancurkan oleh musuh-musuhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karakteristik Kedua: Penyebaran Dakwah Melalui Seleksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kalau disebutkan bahwa dakwah pada fase ini bersifat rahasia, bukan berarti tertutup sepenuhnya. Melainkan maksudnya adalah bahwa dakwah ini diperkenalkan kepada sembarang orang. Ada kriteria tertentu yang perlu diperhatikan sebelum upaya menawarkan dakwah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kriteria dasarnya ada beberapa pertimbangan yang sangat penting dan tentu melalui kajian strategis yang sangat mendalam. Antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pertama, orang tersebut diperkirakan tidak akan menolak dakwah ini, karena kebersihan hatinya dan kehanifaannya. Sehingga dengan sedikit pendekatan, orang tersebut diharapkan sudah bisa langsung tertarik dengan apa yang ditawarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kedua, adalah orang yang punya potensi untuk memanggul beban dakwah. Sebab dakwah di masa pertama ini membutuhkan pengorbanan yang tidak kecil. Sehingga bila orang yang ditawarkan ke-Islaman diperkirakan belum mampu untuk menanggung resiko dan beban dakwah, belumlah diprioritaskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketiga, orang tersebut diharapkan punya koneksi lanjutan sehingga bisa memperlebar jaringan dakwah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kalau diperhatikan, orang semacam Abu Bakar As-Shiddiq termasuk memiliki tiga kriteria itu. Selain siap menerima dakwah dan mampu bertahan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;beliau punya koneksi dan hubungan yang cukup luas dengan banyak orang dari beragam elemen masyarakat. Beliau sangat dikenal oleh kaumnya, dicintai dan disukai. Selain itu beliau adalah seorang pedagang yang cukup berada, jujur dan disukai banyak rekannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka dengan masuk Islamnya beliau, ada sederet orang yang bisa diajak masuk Islam. Dan bukan sembarang orang, ternyata yang bisa diajak oleh Abu Bakar adalah orang-orang yang sangat potensial, berbobot dan patut dibanggakan. Seperti Utsman bin Affan ra yang seorang pedagang kaya raya, Az-Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin `Auf yang juga kaya raya, Sa`ad bin Abi Waqqash yang berwawasan luas dan cerdas, Thalhah bin Ubaidillah dan lainnya. Inilah SDM dasar yang menjadi tonggak utama tubuh pergerakan Nabi SAW. Mereka adalah `kader inti` yang sangat potensial dan bergerak tanpa henti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karakteristik Ketiga: Masuk Aktifis Dawah Ke Semua Elemen Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Meski dakwah masih dilakukan secara rahasia, tidak berarti yang ikut dakwah hanya pada kalangan terbatas saja. Sebaliknya, berdasarkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kriteria pemilihan kader, Rasulullah SAW berhasil menghimpun generasi pertama yang masing-masing mewakili lapisan masyarakat tersendiri. Sehingga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;bisa dikatakan, di masa itu sudah terbentuk sebuah prototipe masyarakat yang terdiri dari sekian banyak elemen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di dalamnya adalah kalangan tuan dan hamba sahaya. Ada juga laki-laki dan wanita. Ada anak muda dan sekaligus juga orang tua. Bahkan setiap qabilah pada masyarakat Makkah punya wakil-wakil mereka yang sudah berhasil direkrut dalam barisan jamaah Islam. Dari 10 qabilah yang ada pada Quraisy, masing-masing punya anggota yang sudah berhasil direkrut masuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karakteristik Keempat: Konsentrasi Pada Penanaman Aqidah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Aqidah adalah dasar dari sebuah ke-Islaman. Dengan tertanamnya aqidah secara kuat, maka akan semakin kuatlah ke-Islaman seseorang. Ayat-ayat yang turun dalam fase ini memang sangat kental dengan nuansa aqidah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Untuk menjadikan iman itu bukan sedekar status melainkan menjadi pondasi dasar watak seseorang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan penamanan aqidah yang matang ini, lahirlah sosok generasi qurani yang unik, yang tidak ada duanya lagi di muka bumi. Lahir generasi yang cinta kepada Allah melebihi cintanya kepada siapapun termasuk terhadap dirinya sendiri. Generasi yang terbaik sepanjang sejarah peradaban manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebab aqidah itu pada dasarnya mengembalikan manusia pada sisi kemanusiaannya dan menjadikan hanya Allah saja satu-satunya tuhan. Kepada-Nya kita mengabdi dan kepada-Nya saja kita meminta pertolongan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apakah Dakwah Secara Rahasia Harus Dijalankan Selama 3 Tahun?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebenarnya hitungan 3 tahun ini terjadi secara kebetulan, bukan semata-mata kita harus mengikuti alur waktunya. Melainkan memang kondisi dan situasinya menuntut untuk menggerakkan dakwah dengan pola dan pendekatan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hitungan 3 tahun ini tidak berlaku bila ingin kita terapkan di masa sekarang ini. Tidak bisa dijadikan dasar bahwa sebuah harakah Islamiyah pada hari harus menerapkan masa 3 tahun untuk berdakwah secara diam-diam. Kita tidak memahami sirah nabawiyah dengan cara sempit seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Masa dakwah secara rahasia ini berakhir ketika pondasi dakwah memang sudah terbentuk, kokoh serta mampu menopang pergerakan dakwah. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan waktu. Sehingga ketika pondasi kekuatan dasar dari sebuah pergerakan itu sudah bisa dijadikan pegangan, maka pada saat itu dakwah secara rahasia dianggap sudah tidak diperlukan lagi. Meski pun belum lagi berusia 3 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebaliknya, meski sudah lewat 3 tahun, namun bila pondasi dasar kekuatan pergerakan dakwah masih dianggap lemah dan belum mampu menopang tubuh pergerakan, tetap harus dipertahankan meski sudah melewati masa 3 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan yang bertanggung jawab untuk menentukan sudah sampai di manakah progress sebuah pergerakan, sudahkah sampai waktunya untuk berdakwah secara terbuka atau masihkan harus dengan cara rahasia, pimpinan pergerakan itulah yang punya peran dan wewenang. Tentunya tidak bisa dilepaskan dengan adanya syura (musyawarah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu'alaikum wr, wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7626083333-dakwah-secara-diam-diam.htm"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-8750338117023386667?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/8750338117023386667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=8750338117023386667' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8750338117023386667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8750338117023386667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/06/dakwah-secara-diam-diam.html' title='Dakwah Secara Diam-Diam'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-2988541008687562225</id><published>2007-06-26T08:23:00.000+07:00</published><updated>2007-06-26T08:34:56.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sholat'/><title type='text'>Yuk Sholat Tepat Waktu!</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: verdana;"&gt;Oleh &lt;/a&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7625100633-yuk-sholat-tepat-waktu.htm"&gt;Wibowo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mendirikan sholat sudah menjadi rutinitas dari seorang Muslim dan Muslimah, karena memang itu salah satu hal yang wajib dari perintah wajib lainnya yang harus ditunaikan. Ditandai Adzan berkumandang, itulah seruan sholat memanggil kita untuk segera menunaikan sholat. Saat waktu sholat tiba, tidak ada yang lebih penting untuk dilakukan selain mendirikan sholat dan bergegaslah mencari air untuk berwudhu lalu segera sholat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Senang rasanya bila senantiasa bisa sholat tepat pada waktunya, apalagi sholatnya berjamaah di Masjid. Selain akan mendapatkan nilai pahala dua puluh tujuh kali lebih utama dibanding sholat sendirian di rumah, seiring dengan itu ingin membangun prestasi dalam sholat. Bukankah amal sholat yang pertama akan dihisab nanti di akhirat, seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad S. A. W dalam haditsnya, " Yang Pertama diHisab dari Amalan Hamba pada hari Kiamat adalah Sholatnya!!!. Jika Sholatnya baik, ia Beruntung dan Selamat. Akan tetapi jika Sholatnya Kurang, ia Merugi. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ini kutipan ayat, kita dianjurkan untuk memakmurkan Masjid "Hanyalah yang memakmurkan Masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman pada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat" Surah At-Taubah ayat 18.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nabi Muhammad S. A. W juga menganjurkan ummatnya untuk menyegerakan sholat, berikut ini haditsnya "Dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, "Barangsiapa mendengar panggilan adzan namun tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, terkecuali karena udzur (yang dibenarkan dalam agama)'. " (HR Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya, hadits shahih).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya ingin bercerita beberapa waktu yang lalu, saat itu saya hendak keluar pintu Masjid dan di depan saya sekitar jarak 1 meter ada seorang laki-laki yang usianya lebih tua beberapa tahun dari saya. Laki-laki itu sama seperti saya, sama-sama akan keluar Masjid, karena saat itu kami dan yang lainnya sholat Isya berjamaah di Masjid Al-Ikhlas yang jaraknya -+ 500 Meter dari rumah saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya lihat si mas itu jalan tersendat-sendat, terlihat dari wajahnya agak meringis menahan rasa sakit, kaki kirinya cidera. Lalu saya menghampirinya dan bertanya "kakinya kenapa Mas? Dia menjawab "jatuh dari motor... " sambil dia mengangkat sarungnya sebatas dengkul, dia memperlihatkan pada saya betis kakinya yang luka dan memar, kemudian dia melanjutkan ceritanya "memar di depan ini sih ngga papa, tapi yang di belakang betis ini tadinya saya khawatir uratnya ada yang ketarik." "lalu gimana mas uratnya" tanya saya, dia bilang "udah dirongsen, Alhamdulillah uratnya ngga apa-apa."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan perlahan sambil menuruni anak tangga Masjid, saya melanjutkan pertanyaan. "memang kejadiannya gimana mas?", dia bercerita "6 hari yang lalu pagi-pagi ketika saya sedang dalam perjalanan berangkat kerja, ada mobil menabrak motor saya hingga motor saya ringsek rusak parah.padahal posisi saya benar! Saya jatuh dan tergeletak di jalan dalam keadaan agak pusing lemas", dengan rasa ingin tau, saya bertanya lagi "lalu supir mobil itu bertanggung jawab tidak mas?" si mas itu bilang "dia tidak bertanggung jawab, dia hanya lihat keadaan saya sebentar, lalu pergi... Ketika itu saya panas juga, tapi gimana... Saya lemas."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemudian dia berkata "padahal kalau saya pikir-pikir lagi kejadian itu, saya bisa ngga selamat lho, motor saya aja ringsek begitu... Apalagi kalau saya ngga pake helm!" sambil dia mengerutkan dahinya. Saat itu terbesik decak kagum di hati saya tidak hanya tercengang mendengar ungkapan tadi, dia bisa selamat dari kecelakaan itu, tapi itu lho dengan keadaan kaki yang tertatih sakit seperti itu, dia masih berusaha untuk sholat berjamaah ke Masjid meskipun kondisi Masjid itu bertingkat satu, dia harus menapaki tangga Masjid 2 tahap, SubhanAllah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya seling sedikit ceritanya, saya jadi ingat cerita ini, "Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, ia berkata, "Telah datang kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam seorang lelaki buta, kemudian ia berkata, "Wahai Rasulullah, aku tidak punya orang yang bisa menuntunku ke masjid, lalu dia mohon kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam agar diberi keringanan dan cukup shalat di rumahnya. ' Maka Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam memberikan keringanan kepadanya. Ketika dia berpaling untuk pulang, beliau memanggilnya, seraya berkata, "Apakah engkau mendengar suara adzan (panggilan) shalat?', ia menjawab, "Ya. ' Beliau bersabda, "Maka hendaklah kau penuhi (panggilah itu)'. " (HR Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kembali ke awal cerita, saat si mas itu menamatkan ceritanya dan mengakhiri langkahnya pada anak tangga yang terakhir, kejadian baru pun menyusul. Sambil melihat ke kiri dan ke kanan, si mas itu berkata "sendal saya yang hijau mana ya...kayanya hilang nih?! Lalu dia menjawab sendiri "iya benar hilang!" tanpa mengeluh dia tersenyum segera pulang dan saya pun menyapanya lagi tapi tidak dengan pertanyaan seperti sebelumnya, saat itu saya mendo'akannya sambil menepuk pundaknya "yang ikhlas ya mas dan sabar, semoga Alloh menggantikan motor Anda" si mas itu tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari cerita di atas, mudah-mudahan kita termotivasi untuk senantiasa berusaha menyegerakan sholat ketika Azdan berkumandang, bagusnya lagi sholatnya berjamaah di Masjid, apalagi kondisi badan yang dalam keadaan sehat, dan tidak buta lagi...! Sungguh sebuah prestasi yang dilakukan si mas itu, dengan keadaan kaki cidera masih berusaha melangkahkan kaki untuk sholat berjamaah di Masjid dan satu lagi, saya melihat dia menerima ujian dengan lapang dada. SubhanAllah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oh... Ya cerita masih berlanjut, masih ada hubungannya dengan cerita di atas. Setelah tadi mendo'akan si mas itu, saya pun segera pulang dan ingin menyampaikan cerita itu pada isteri, tapi sesampai di rumah... Saya lihat dia sedang menyeselesaikan sholat Isyanya. Ya sudah saya cerita saja pada jagoan kecilku yang sedang berbaring nonton TV, karena dia termasuk anak yang senang mendengar cerita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya ceritakan kecelakaan yang menimpa si mas itu tadi, tentunya gaya bercerita saya sesuaikan dengan umurnya yang hampir mendekati 6 tahun tanggal 9 Agustus 2007 nanti Insya Allah, beberapaminggu yang lalu dia baru menyelesaikan studinya di TK, acara lulus-lulusannya bak mahasiswa di perguruan tinggi saja dengan memakai Toga, sebuah pemandangan yang lucu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat saya bercerita, dengan serius dia mendengarkannya. Sampai pada akhir cerita, saya mendo'akan si mas itu seperti yang saya tuliskan di atas "yang ikhlas ya mas dan sabar, semoga Alloh menggantikan motor Anda", tiba-tiba dengan lantang anakku berkata "koq ayah ngga ndo'ain sendalnya yang hilang...?! Saya bergumam dalam hati sambil menahan geli lucu "Jeli juga dia." Lalu saya merespon pertanyaannya dengan gaya expresi seolah serius "iya ya, ayah lupa...!." pikirku "ngga nyangka ternyata anakku serius menyimak cerita itu."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-2988541008687562225?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/2988541008687562225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=2988541008687562225' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2988541008687562225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2988541008687562225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/06/yuk-sholat-tepat-waktu.html' title='Yuk Sholat Tepat Waktu!'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-3784153358008663847</id><published>2007-06-26T08:17:00.000+07:00</published><updated>2007-06-26T08:22:57.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fitnah'/><title type='text'>Blog Fitnah dan Provokasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamu alaikum wr, wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya termasuk sering membuka situs ini dan banyak mengambil manfaat terutama rubrik ustadz menjawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun ada yang mengganjal di hati beberapa hari ini. Karena beredar di milis kabar adanya sebuah blog fitnah. Setelah saya periksa ternyata benar. Blog gratisan itu mengatasnamakan ustadz lengkap dengan foto seperti di situs ini. Tetapi isinya bertentangan dengan tanya jawab di eramuslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan sebagai pembaca setia, saya tahu betul jalan pikiran serta fikrah yang ustadz sampaikan selama ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka apa yang ditulis di blog itu kentara sekali kepalsuannya. Isinya ke balikan dari apa yang selama ini saya kenal dari pelajaran ustadz.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya yakin 100 persen blog itu tipuan dan bohong belaka. Pembuatnya jelas orang yang secara sengaja ingin menyesatkan orang, juga bisa saja bertujuan membunuh karakter ustad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan teman saya mengatakan bahwa tindakan seperti ini termasuk salah satu bentuk cyber crime. Pelakunya bisa dituntut dan blog itu bisa ditutup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Untuk itu saya berharap ustadz membuat pernyataan resmi untuk menolak keberadaan blog yang merugikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Semoga Allah meneguhkan perjuangan ustadz dan eramuslim, amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wassalamu'alaikum wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Assalamu alaikum warahmatullahi wabarkatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas keprihatinan dan perhatian anda tentang masalah blog itu. Awalnya kami tidak merasa harus membuat klarifikasi, namun mengingat adanya resiko ada orang yang akan menjadi korban dan salah paham, maka akhirnya kami rasa perlu untuk membuat tanggapan atas kasus ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;1. Blog yang mengatasnamakan kami memang bukan buatan kami. Tentunya kami nyatakan bahwa segala isinya di luar tanggung jawab kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;2. Kepada para pembaca setia eramuslim, kami sarankan untuk tidak membaca, mengutip atau merujukkan sumber yang terdapat pada blog tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Silahkan buka eramuslim untuk mendapatkan rujukan masalah syariah yang original dan dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;3. Pernyaan kami ini silahkan dikutip dan diumumkan lewat milis dengan mencantumkan url di eramuslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;4. Kepada yang membuat blog palsu, semoga Allah SWT memberi hidayah dan kesadaran serta kelapangan hati untuk bertaubat, bukan dengan diturunkannya bala' dan azab. Karena taubatnya seorang yang membuat kesalahan lebih baik dari pada balasan atas dosa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;5. Semoga Allah meningkatkan keikhlasan kita untuk tetap istiqamah di atas agamaNya, serta tegar menjalani fitnah dan aral melintang, amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7624203719-blog-fitnah-dan-provokasi.htm"&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-3784153358008663847?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/3784153358008663847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=3784153358008663847' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3784153358008663847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/3784153358008663847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/06/blog-fitnah-dan-provokasi.html' title='Blog Fitnah dan Provokasi'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-801932026771494185</id><published>2007-06-12T11:33:00.000+07:00</published><updated>2007-06-12T11:34:44.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bunga-bank'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haram'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><title type='text'>Hukum Bunga Bank Tidak Haram?</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu a'laikum&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saya termasuk yang anti bunga bank tapi disisi lain saya juga menggunakan produk bank konvensional terutama untuk keperluan beli rumah dan biaya nikah... Saya mendapai penyataan tentang bunga bank sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;"Bahkan Menurut Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menilai fatwa MUI tersebut merupakan keputusan tergesa-gesa sehingga dikhwatirkan jadi bumerang bagi MUI sendiri. Sedangkan Cendikiaawan Islam Prof. Dr. Nurcholish Madjid mengemukakan, sebelum mengeluarkan kajian ilmiah terlebih dahulu. Apabila implikasi fatwa tersebut sangat luas. Ia mengatakan riba di alamnya mengandung unsur eksploitasi satu pihak kepada Pihak lain, padahal dalam perbankan (konvensional) tidaklah srperti itu... "&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ia memberi contoh, bila seseorang kesulitan kemudian mendatangi orang lain untuk meminjam uang kemudian kepadanya dibebani keharusan membayar dalam jumlah lebih besar, maka di dalamnya mengandung riba karena eksploitasi. Padahal menurut dia, peminjam yang datang ke bank justru adalah orang-orang yang secara ekonomi bonafit (bisa mengembalikan pinjaman), sehingga bank mau memberikan pinjaman pada mereka. Jadi di sini tidak ada unsur eksploitasi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Menguntip panndapat Ulama A. Hasan dari Persis, Nurcholish Madjid mengatakan bunga bank konvesional tidak haram karena tidak ada unsur eksploitasi di dalamnya....dst&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Menurut ustad bagaimana?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ahmad&lt;br /&gt;qure_717 at eramuslim.com &lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;'Illat&lt;/em&gt; haramnya riba bukan terletak pada unsur eksplotitasinya. Salah besar ketika ada orang yang berpendapat demikian. Yang menjadi&lt;em&gt; 'illat&lt;/em&gt; dalam haramnya riba adalah praktek riba itu sendiri. Bila terpenuhi unsur riba, maka praktek itu riba dan hukumnya haram. Sebaliknya, bila tidak terpenuhi unsur riba, maka praktek itu bukan riba dan hukumnya tidak haram.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mengalihkan &lt;em&gt;'illat&lt;/em&gt; riba pada unsur eksplotitasinya justru adalah tindakan yang tidak tepat. Sebagaimana tidak tepatnya kita mengatakan bahwa haramnya daging babi karena ada cacing pitanya. Kelemahannya, kalau cacing pita bisa dimusnahkan, apakah daging babi menjadi halal?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sama juga dengan kita mengatakan bahwa zina itu diharamkan karena merusak nasab dan keturunan. Ini jelas salah kaprah, karena penyebab haramnya zina bukan semata-mata agar nasab tidak tercampur-campur, juga bukan karena agar tidak terkena penyakit kelamin.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebab di zaman sekarang, sebelum berzina, bisa saja pasangan tidak sah datang ke dokter untuk memeriksa kesehatan kelamin mereka. Lalu oleh doker mereka dikatakan sehat, lalu mereka berzina dengan menggunakan alat-alat pencegah kehamilan. Maka apa yang mereka laukan aman dari penyakit kelamin sekaligus tidak akan terjadi percampuran nasab yang rancu. Lalu, apakah zina menjadi halal dengan cara seperti itu? Tentu tidak.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Maka sebab haramnya riba bukan karena ada satu orang menindas pihak lain. Tetapi haramnya riba adalah ketetapan Allah SWT langsung dari langit. Allah SWT sebagai pencipta manusia, tidak suka kalau manusia melakukan praktek keuangan dengan jalan ribawi. Apakah itu menindas atau tidak, tidak ada urusan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bukankah zina bisa dilakukan dengan cara sehat, aman dan suka sama suka? Apakah zina menjadi halal? Bukankah babi bisa dimasak steril sehingga cacing pita dan virusnya mati semua? Apakah daging babi halal?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Fatwa MUI Tergesa-gesa?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tidak ada yang terburu-buru dari fatwa MUI, justru MUI &lt;strong&gt;sangat terlambat&lt;/strong&gt; untuk mengeluarkan fawa itu. Sebab riba sudah diharamkan sejak 1400 tahun yang lalu. Bahkan sejak nabi Adam&lt;em&gt; alaihissalam&lt;/em&gt; diturunkan ke muka bumi. Karena semua agama samawi kompak dan sepakat mengharamkan riba.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Adapun riba itu itu menjelma menjadi bunga bank, maka seharusnya para ulama langsung bisa mendeteksi, tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk berpikir panjang. Kalau sebuah praktek keuangan terkena unsur riba, maka hukumnya riba, tidak perlu ragu untuk mengatakan sesuatu yang haram adalah haram.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Beda antara seorang ulama betulan dengan ulama gadungan adalah pada prioritas mengatakan kebenaran. Ulama betulan tetap mengatakan bahwa yang haram itu haram, meski moncong meriam ditujukan ke arah kepalanya. Sekali haq tetap haq, apa pun yang terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan ulama gadungan (sebenarnya bukan ulama) adalah orang yang dengan mudah mengubah-ubah hukum syariah sesuai dengan kemashlahatan pribadi. Kalau kira-kira menguntungkan dirinya, atau kelompoknya, barulah bersuara. Sebaliknya, bila kira-kira tidak menguntungkan, maka suranya menjadi lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Perbedaan Pendapat Tentang Bunga Bank&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ustadz A. Hasan diklaim telah berfatwa halalnya bunga bank. Kami tidak tahu apa landasan yang beliau kemukakan saat itu. Tetapi fatwa seseorang pasti bisa berubah, sesuai data dan input yang diterimanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Al-Imam As-Syafi'i pun pernah mengubah ijtihadnya, setelah bertahun-tahun bertahan pada qaul qadim, beliau kemudian mengubahnya dengan qaul jadid.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun kami bisa memilah pendapat yang menghalalkan bunga bank menjadi dua jenis. Pertama, mereka yang ikhlas dalam berfatwa dengan segala keterbatasan informasi yang dimilik saat itu. Kedua, mereka yang punya niat tidak baik sejak awal sehingga mencerung berani menentang hukum Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Haramnya Bunga Bank &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Majelis Tarjih Muhammadiyah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Majelis Tarjih Sidoarjo tahun 1968 pada nomor b dan c:&lt;br /&gt;- bank dengan sistem riba hukumnya haram dan bank tanpa riba hukumnya halal -bank yang diberikan oleh bank-bank milik negara kepada para nasabahnya atau sebaliknya yang selama ini berlaku atau sebaliknya yang selama ini berlaku, termasuk perkara musytabihat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;2. Lajnah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pendapat dalam bahtsul masail di Lampung tahun 1982. Pendapat yang pertama mengatakan bahwa bunga Bank adalah riba secara mutlak dan hukumnya haram. Yang kedua berpendapat bunga bank bukan riba sehingga hukumnya boleh. Pendapat yang ketiga, menyatakan bahwa bunga bank hukumnya syubhat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;3. Organisasi Konferensi Islam (OKI)&lt;/strong&gt;Semua peserta sidang OKI yang berlangsung di Karachi, Pakistan bulan Desember 1970 telah menyepakati dua hal: Praktek Bank dengan sistem bunga adalah tidak sesuai dengan syariah Islam Perlu segera didirikan bank-bank alternatif yang menjalankan operasinya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;4. Mufti Negara Mesir &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Kantor Mufti Mesir konsisten sejak tahun 1900 hingga 1989 menetapkan haramnya bunga bank dan mengkategorikannya sebagai riba yang diharamkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;5. Konsul Kajian Islam &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ulama-ulama besar dunia yang terhimpun dalam lembaga ini telah memutuskan hukum yang tegas terhadap bunga bank sebagai riba. Ditetapkan bahwa tidak ada keraguanatas keharaman praktek pembungaan uang seperti yang dilakukan bank-bank konvensional.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di antara 300 ulama itu tercatat nama seperti Syeikh Al-Azhar, Prof. Abu Zahra, Prof. Abdullah Draz, Prof. Dr. Mustafa Ahmad Zarqa', Dr. Yusuf Al-Qardlawi. Konferensi ini juga dihadiri oleh para bankir dan ekonom dari Amerika, Eropa dan dunia Islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/eki/7611163355-hukum-bunga-bank-tidak-haram.htm"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-801932026771494185?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/801932026771494185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=801932026771494185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/801932026771494185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/801932026771494185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/06/hukum-bunga-bank-tidak-haram.html' title='Hukum Bunga Bank Tidak Haram?'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-8678575070539667280</id><published>2007-06-12T11:29:00.000+07:00</published><updated>2007-06-12T11:32:35.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sholat'/><title type='text'>dari Mana Datangnya Rukun Sholat?</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu'alaikum&lt;/em&gt;...Pak Ustadz..&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dalam peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Mi'raj kan dan mendapat perintah sholat 5 Waktu. Pertanyaan saya, darimanakah Nabi Muhammad SAW mengetahui tentang rukun 13 Sholat? Di Dalam Alqur'an tidak (belum??) saya temukan yang menjelaskan tentang hal tersebut, sedangkan tentangcara berwudhu ada dijelaskan Alqur'an&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Semogapak ustadz dapat memberikansaya kepastian yang akan menambah keimanan saya....dan mendirikan sholat seperti sholatnya Rasulullah...&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wassalamu'alaikum...&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Adeadi&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rukun Shalat sebagai sebuah istilah tentu tidak ada di zaman Rasulullah SAW. Sebab istilah itu datang dari para ulama fiqih sepeninggal Rasulullah SAW. Istilah-istilah itu dibuat justru untuk memudahkan pelajaran tentang shalat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Para ulama mazhab seperti Abu Hanifah, MAlik, Syafi'i dan Ahmad bin Hanbal adalah para pelopor dalam dunia fiqih. Mereka yang melakukan penelitian secara ilmiyah dan membuat klasifikasi hukum suatu ibadah. Ada syarat, rukun, wajib, sunnah, yang membatalkan dan seterusnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dengan adanya klasifikasi itu, umat menjadi semakin dimudahkan dan semakin dibuat punya konsepyang jelas tentang suatu ibadah. Tidak sekedar menduga-duga atau menafsirkan sendiri-sendiri, sementara mereka belum tentu punya kemampuan di bidang ijtihad.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sekedar untuk tambahan pengetahuan, hasil ijtihad imam yang empat ini terkadang sama, namun seringkali juga berbeda. Ada banyak faktor penyebabnya. Namun satu hal yang pasti, semua mengacu dan berpegangan kepada sunnah Rasulullah SAW.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tidak ada satu pun dari mereka yang membuat agama sendiri. Semua berupaya untuk menjabarkan sunnah Rasululullah SAW, tentu dengan pemahaman, versi dan sudut pandang mereka. Sedangkan ilmu mereka tentunya sudah mumpuni dan memnuhi persyaratan yang paling dasar.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Berbeda dengan kita yang awam, bahkan bahasa arab pun tidak paham, walau hanya satu huruf. Maka dibandingkan dengan para ulama bahkan imam mazhab, kita tidak ada seujung kuku.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Hasil Ijtihad Bisa Berbeda&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Khusus terkait dengan masalah rukun shalat yang 13 buah itu, sebenarnya para ulama berbeda pendapat juga. Ada yang bilang bukan 13 melainkan hanya 6 atau lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Berikut ini kami lampiran tabel perbandingan dari ke-4 mazhab tentang rukun shalat yang kami kutip dari kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili.&lt;/p&gt; &lt;table style="font-family: verdana;" border="1"&gt;     &lt;tbody&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;Mazhab&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;Hanafi&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;Malik&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;Syafi`i&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;Ahmad&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;1. Niat&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;x&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;x&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;2. Takbiratul Ihram&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;3. Berdiri&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;4. Membaca Al-Fatihah&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;5. Ruku`&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;6. I`tidal/ Bangun Dari Ruku`&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;x&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;7. Sujud&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;8. Duduk Antara Dua Sujud&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;x&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;9. Duduk Tasyahhud Akhir&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;10. Membaca Tasyahhud Akhir&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;x&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;11. Membaca Shalawat Atas Nabi&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;x&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;12. Salam&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;x&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;13. Tartib&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;x&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;14. Tuma`ninah&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;x&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;x&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;rukun&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/shl/7611221508--mana-datangnya-rukun-sholat.htm"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-8678575070539667280?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/8678575070539667280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=8678575070539667280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8678575070539667280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8678575070539667280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/06/dari-mana-datangnya-rukun-sholat.html' title='dari Mana Datangnya Rukun Sholat?'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-715944996233992898</id><published>2007-06-12T11:26:00.000+07:00</published><updated>2007-06-12T11:29:15.900+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='habib'/><title type='text'>Keturunan Rasulullah dan Habaib</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu'alaikum wr. Wb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ustadz yang insya Alloh senantiasa diridhoi Alloh, saya mau tanya tentang keturunan rasululloh. Dalam bukuThe true love Muhammad "Khadijah" ada ungkapan bahwa keturunan rasululloh dapat ditemukan dengan mudah saat ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dansejak dulu khususnya dikalangan betawi bahwa para habaib diyakini sebagai keturunan rasululloh, sementara saya pernah mendengar bahwa keturunan rasululloh telah berakhir sampai dengan cucu-cucu beliau yaitu Hasan dan Husein. Mohon penjelasan ustadz untuk masalah ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Terima kasih.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Abu Hanif&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Rasulullah SAW bisa berarti sangat luas, termasuk para habaib juga termasuk di dalamnya. Sebenarnya mereka berasal dari Yaman, bukan dari Makkah atau Madinah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan para pemeluk syiah di Iran, Lebanon dan lainnya pun termasuk keturunan beliau SAW.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Klaim-klaim seperti itu boleh boleh saja, tidak ada yang melarangnya. Asalkan masing-masing bisa mempertanggung-jawabkannya, baik kepada sesama manusia, apalagi kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kita tidak perlu menghujat atau melecehkan mereka yang mengaku sebagai keturunan Nabi, sebab siapa tahu memang benar. Dan kalau ternyata salah, tentu saja mereka harus mempertanggung-jawabkannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Yang lebih penting untuk diingat, meski punya derajat tersendiri dan status sosial yang khusus di tengah masyarakat Islam, namun dalam pandangan hukum dan syariah, tidak ada bedanya antara keturunan nabi atau bukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tidak pernah ada misalnya, kalau keturunan nabi lantas punya fasilitas untuk boleh tidak shalat, tidak puasa Ramadhan, boleh tidak bayar zakat atau tidak wajib mengerjakan haji. Itu tidak berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Seorang anak habib juga tetap terkena larangan-larangan yang berlaku buat anak Paijo dan Paimin yang orang Jawa &lt;em&gt;koek&lt;/em&gt;. Anak habib tetap diharamkan membuka aurat, mencuri, menipu, berzina, membunuh, berbohong, minum khamar dan semua larangan yang berlaku untuk semua muslim.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau ada anak habib mengaku keturunan nabi Muhammad SAW yang ke-100 misalnya, tetapi kelakuannya lebih mirip keturunan Abu Jahal, maka selain berdosa, dia juga telah mempermalukan diri Rasulullah SAW secara pribadi dan langsung.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau ada tokoh yang disegani mengaku keturunan nabi, tetapi &lt;em&gt;doyan&lt;/em&gt; menjalankan hal-hal syirik, berpraktek seperti dukun, menggunakan jin dan segala hal yang berbau syirik, maka dia bukan keturunan nabi lagi. Orang seperti ini tidak perlu dihormati, sebab dia telah menipu orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau ada orang yang mengaku sebagai keturunan arab, hidung mancung, rambut keriting, lengkap dengan nama keluarganya yang nasabnya bersambung kepada nabi Muhammad SAW, tetapi pekerjaannya mencela orang, mencari-cari kesalahan orang, memaki, menghujat, menuduh kafir atau ahli bid'ah, maka orang seperti ini telah mencaci maki diri sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau ada kelompok mengaku sebagai ahli bait Rasulullah SAW, tetapi ingkar kepada hadits-hadits nabawi, mencaci maki para shahabat nabi, wabil khusus Abu Bakar, Umar dan Utsman &lt;em&gt;radhiyallahu 'anhum&lt;/em&gt;, maka mereka bukan ahlul bait. Sebab belum pernah ada ahlul bait di zaman ketiga khalifah ini hidup yang mencaci maki para shahabat nabi yang mulia.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Yang kerjanya mencaci maki para shahabat yang mulia adalah kalangan zindiq yang berasal dari keturunan Persia, mereka terpaksa masuk ISlam setelah kerajaan mereka ditumbangkan oleh para pahlawan Islam. Di dalam keIslamanan mereka yang pura-pura itulah mereka memainkan peran busuk dan kotor, yaitu menghasud umat Islam sambil mengobarkan api kebencian. Sehingga terjadilah perang Jamal dan Shiffin serta fitnah kubro yang sempat mencoreng sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Lalu muncul kalangan yang menyimpang dari manhaj yang lurus, kerjanya memaki-maki para shahabat nabi serta memuja-muja ahlul bait. Kemudian berkembang membuat aliran aqidah sendiri yang menyimpang jauh dari apa yang diajarkan oleh Rasululah SAW. Mereka ingkar kepada Al-Quran dan membuat mushaf sendiri. Sampai mereka mengklaim bahwa Jibril salah menurunkan wahyu, seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib dan bukan kepada Muhammad, &lt;em&gt;nauzdu billahi min zalik&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahi&lt;/em&gt;, mereka bukan keturunan nabi SAW. Mereka adalah para zindiq yang menyamar menjadi muslim. Siapa pun yang berkelakuan seperti ini, mereka pasti bukan keturunan nabi Muhammad SAW.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan meski anak kandung seorang nabi langsung, namun bila kelakuannya justru bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh sang nabi, maka dia dianggap bukan keturunan nabi. Persis seperti pernyataan Allah SWT kepada anak kandung nabi Nuh &lt;em&gt;alaihissalam&lt;/em&gt; yang durhaka.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Allah berfirman, "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, sesungguhnya nya perbuatan yang tidak baik.&lt;/em&gt;"(QS. Huud: 47)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tetapi kalau ada seorang alim yang ilmunya mendalam dan luas, kemampuannya dalam ilmu syariah, tafsir, hadits dan lainnya diakui dunia international, kebetulan secara nasab beliau dinisbahkan kepada sulalah (keturunan) nabi Muhammad SAW, maka wajiblah kita menghormatinya. Pertama, kita menghormati ilmunya. Kedua, kita menghormati keturunannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ulama betawi di zaman dahulu berguru dan mengaji kepada para ulama besar yang kebetulan memang keturunan nabi. Bukan semata-mata keturunannya, tetapi karena ilmunya. Habib-habib di Kwitang adalah salah satu yang bisa kita sebut sebagai soko guru, sumber pertama, sanad awal dari ajaran-ajaran agama Islam yang berkembang di Jakarta dan sekitarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Saat itu, habib di Kwitang bukan sekedar orang yang mengaku anak keturunan nabi, tetapi beliau punya ilmu yang dalam dan luas. Kepada beliau, para kiyai dan ulama se Jakarta belajar. Ilmunya berkah dan kemudian berkembang menjadi ribuan majelis taklim, madrasah, pesantren serta ribuan masjid se Jakarta. Itulah tipologi keturunan nabi yang lurus, berkah dan benar.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tetapi keturunan arab yang jadi bandarjudi, preman pasar, jagoan alkohol, tukang palak, tukang tipu, makelar tanah dan sebagainya juga banyak. Mereka seharusnya malu kalau mengaku-ngaku sebagai anak keturunan nabi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7611145537-keturunan-rasulullah-dan-habaib.htm"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-715944996233992898?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/715944996233992898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=715944996233992898' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/715944996233992898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/715944996233992898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/06/keturunan-rasulullah-dan-habaib.html' title='Keturunan Rasulullah dan Habaib'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-6795996913219366979</id><published>2007-06-12T11:17:00.000+07:00</published><updated>2007-06-12T11:20:44.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Al-Quran Tidak Sejalan Antara Surah Satu dengan yang Lainnya?</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamualaikum&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mengapa ada yang tidak sejalan antara satu surah dengan surah yang lain yaitu &lt;strong&gt;Surah Abasa &lt;/strong&gt;menceritakan tentang "&lt;strong&gt;Rasulullah&lt;/strong&gt;" bermuka masam dan berpaling dari sahabatnya yang ingin berkunjung ke rumahnya."&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan dalam surah yang lain yaitu&lt;strong&gt;Al-Ahzab &lt;/strong&gt;menceritakan bahwa "di dalam diri Rasulullah terdapat contoh yang baik", bahkan di dalam surah yang lain yaitu ada tertulis "Muhammad itu menyampaikan kepada kalian bukan berdasarkan hawa nafsunya, melainkan wahyu yang di wahyukan", &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mengapa terjadi demikian, kalau dari surah &lt;strong&gt;Al-Ahzab&lt;/strong&gt; itu tadi jelas Rasulullah tidak pernah berbuat salah dari segi apapun baik perbuatan, perkataan, dan diam beliau, kalau masih berbuat salah berarti tidak sesuai dengan firman Allah di atas.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebelumnya saya ucapkan terima kasih&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wassalam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mulyadi Razak&lt;br /&gt;ibnu_razak at eramuslim.com &lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Keteladanan seorang Muhammad Rasulullah SAW memang unik, karena di satu sisi dia hanyalah sekedar manusia biasa, yang mungkin lupa, salah, cemas, takut, marah, lelah, cemburu dan seterusnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Katakanlah, "Sesungguhnya &lt;strong&gt;aku ini manusia biasa seperti kamu&lt;/strong&gt;, yang diwahyukan kepadaku&lt;/em&gt;."(QS. Al-Kahfi: 110)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sisi kemanusiaan beliau memang ada, wajar, dan telah diakui oleh Allah SWT sendiri di dalam ayat di atas. Jadi tidak ada yang salah ketika seorang Muhammad SAW bereaksi tertentu dalam menghadapi suatu masalah. Seperti untuk sejenak sempat bermuka masam kepada seorang tua yang buta.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun itulah bedanya antara seorang manusia biasa dengan seorang nabi. Begitu terlihat agak keluar jalur, ada bimbingan ilahi yang langsung meluruskannya. Sehingga apa yang beliau lakukan itu langsung terkoreksi kembali.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Sisi Kenabian Muhammad SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sementara di sisi lain, dia adalah seorang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan juga mendapat penjagaan langsung dari kesalahan fatal dan sesat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Maka pada sebagian diri beliau ada suri tauladan yang bisa dijadikan sebagai rujukan dalam menjalankan agama Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun yang jadi titik teladan tentu tidak bulat-bulat diri nabi, sisi tertentu tidak bisa dijadikan teladan. Bicara tentang khushushiyyah beliau, jelas hukumnya tidak bisa dijadikan teladan. Buat seorang umat Muhammad SAW, haram hukumnya puasa wishal, tidak wajib shalat malam, tidak boleh poligami lebih dari 4 wanita sekaligus dan seterusnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ada juga yang hukumnya mubah, yaitu boleh diikuti atau boleh juga tidak. Seperti jenis makanan sehari-hari yang dimakan beliau. Beliau makan gandung (syair) dengan milh (garam) atau khall (cuka), minum susu kambing mentah yang baru diperas tanpa dimasak, beristinja' seringkali tidak pakai air tapi pakai batu, tidak dilakukan di dalam kamar mandi karena saat itu jarang ada kamar mandi, tetapi buang air besar di alam bebas terbuka (al-khala').&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Beliau sering ke mana-mana membawa tongkat, naik unta, tidur di atas tikar yang kalau bangun masih terlihat tanda bekas anyaman tikar yang kasar, kadang berbaju tambalan, pernah 3 bulan dapur rumahnya tidak mengepulkan asapdan seterusnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tentunya kalau anda mau melakukannya persis seperti apa yang terjadi pada diri beliau dengan niat ittiba', tidak ada yang melarang. Tapi jangan katakan bahwa semua hal itu WAJIB dijalankan oleh setiap ummatnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Lalu bagaimana memilih dan memilahnya?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mudah saja, serahkan kepada ahlinya dan anda tinggal duduk manis saja. Biarka para pakar bekerja sesuai dengan bidang keahliannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Siapakah para pakar itu?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mereka adalah para ulama yang ahli dalam mensintesa data-data tentang nabi Muhammad SAW. Mulai dari memeriksa keabsahan semua riwayat (para ahli hadit) hingga memadukannya antara satu data yang valid dengan data valid lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Hasilnya adalah sebuah produk ijtihad yang amazing dan canggih luar biasa. Kita tinggal membuka daftarnya, para ulama sudah menuliskannya dalam ribuan jilid kitab fiqih.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Semua masalah sudah dikaji dengan seksama, detail, rinci dan dilengkapi dengan semua petunjuknya. Kesimpulannya telah dibagi dalam 5 kriteria, yaitu wajib, haram, makruh, sunnah dan mubah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Secara sederhana sudha bisa kita pelajari dari sejak duduk di bangku SD saat kita belajar ilmu fiqih.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dari apa yang dipersembahkan oleh ilmu fiqih itulah kita bisa memilah mana yang sebenarnya dari diri nabi SAW yang harus kita ikuti dengan hukum wajib, mana yang sunnah, mana yang mubah, bahkan mana yang haram sekalipun.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ilmu fiqih juga akan menjelaskan titik temu antara satu ayat dengan ayat lainnya di dalam Al-Quran yang sekiranya menimbulkan salah persepsi atau kesan saling bertentangan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/qrn/7608160056-al-quran-tidak-sejalan-antara-surah-satu-dengan-lainnya.htm"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-6795996913219366979?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/6795996913219366979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=6795996913219366979' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/6795996913219366979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/6795996913219366979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/06/al-quran-tidak-sejalan-antara-surah.html' title='Al-Quran Tidak Sejalan Antara Surah Satu dengan yang Lainnya?'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-355178733443704794</id><published>2007-05-31T17:15:00.001+07:00</published><updated>2007-05-31T17:15:52.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Al Qur’an dan IPTEK (4-Habis) : Tanda-Tanda Ilmuwan Muslim (Ulil Albab)</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" id="BlogContent"&gt;&lt;p&gt;Tanda2 seorang ilmuwan yang muslim (cendekiawan muslim/intelektual Islam) haruslah memiliki karakteristik sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Bersungguh2 belajar (QS 3/7). Seorang muslim sangat menyadari akan hakikat semua aktifitas hidupnya adalah dalam rangka pengabdiannya kepada Allah SWT, sehingga dirinya haruslah mengoptimalkan semua potensi yang dimilikinya untuk sebesar2nya digunakan meningkatkan taraf hidup kaum muslimin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Berpihak pada kebenaran (QS 5/100). Seorang muslim sangat menyadari bahwa ilmu yang bermanfaat yang didapatnya itu kesemuanya dari sisi Allah SWT. Allah-lah yang telah mengajarinya dan membuatnya bisa mengenal alam semesta ini. Sehingga sebagai konsekuensinya, maka ia haruslah berpihak kepada kebenaran yang telah diturunkan Allah SWT, tidak peduli ia harus berhadapan dengan para oportunis, dan tidak peduli walaupun yang berpihak kepada kebenaran itu sangat sedikit. Karena ia tahu bahwa saat menghadap Allah SWT kelak, masing2 akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri2 dan Allah SWT tidak akan menyia2-kan setiap perbuatan walaupun kecil (QS 99/7-8).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Kritis dalam belajar (QS 39/18). Setiap muslim mengetahui bahwa kebenaran yang terkandung dalam ilmu pengetahuan yang dipelajarinya bersifat relatif dan tidak tetap. Sehingga ia selalu berusaha bersifat kritis dan tidak menelan bulat2 apa yang dipelajarinya dari berbagai ilmu pengetahuan modern tanpa melakukan suatu pengujian dan eksperimen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bisa saja suatu saat nanti teori yang saat ini dianggap benar akan ditinggalkan, karena kebenaran teori bersifat akumulatif, sehingga dengan semakin berlalunya waktu maka akan semakin mengalami penyempurnaan. Hal ini berbeda dengan kebenaran al-Qur’an yang bersifat absolut karena ia diturunkan oleh Yang Maha Mengetahui akan kebenaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Menyampaikan ilmu (QS 14/52). Sifat kaum muslimin yang keempat adalah berusaha mengamalkan ilmu yang sudah didapatnya dengan berusaha menyampaikannya sedapat mungkin kepada orang lain. Karena pahala ilmu yang telah dipelajari akan menjadi suatu amal yang tidak pernah putus walaupun ia telah tiada, jika telah menjadi suatu ilmu yang bermanfaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Sangat takut pd Allah SWT (QS 65/10). Sifat yang kelima dari seorang ilmuwan muslim adalah bahwa dengan semakin bertambahnya ilmu pengetahuan yang didapatnya maka ia merasa semakin takut kepada Allah SWT. Hal ini disebabkan karena dengan semakin banyaknya ilmunya, maka semakin banyak rahasia alam semesta ini yang diketahuinya dan semakin yakinlah ia akan kebenaran firman Allah SWT dalam kitab-Nya. Bukan sebaliknya, semakin pandai maka semakin jauh ia kepada Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Bangun diwaktu malam (QS 39/9). Ciri seorang ilmuwan muslim yang keenam sebagai konsekuensi dari ciri kelima diatas adalah bahwa dengan semakin yakinnya ia kepada penciptanya maka akan semakin banyak ia beribadah kepada-Nya dan sebaik2 ibadah adalah ibadah yang dilakukan diwaktu malam (QS 32/16).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alhamdu lillaah …&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;       &lt;hr style="font-family: verdana;" class="Divider" align="center"&gt;       &lt;p style="font-family: verdana;" align="left"&gt;Artikel dicetak dari situs Al-Ikhwan.net: &lt;b&gt;http://www.al-ikhwan.net&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-355178733443704794?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/355178733443704794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=355178733443704794' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/355178733443704794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/355178733443704794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/al-quran-dan-iptek-4-habis-tanda-tanda.html' title='Al Qur’an dan IPTEK (4-Habis) : Tanda-Tanda Ilmuwan Muslim (Ulil Albab)'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-4759693514766619160</id><published>2007-05-31T17:14:00.001+07:00</published><updated>2007-05-31T17:14:54.399+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Al Qur’an dan IPTEK (3) : Pembagian Ilmu yang Wajib Dipelajari</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" id="BlogContent"&gt;&lt;p&gt;Pada masa kini, dimana ilmu jenis ini dilalaikan oleh sebagian besar kaum muslimin, maka yang terjadi adalah kekacauan, baik dalam kehidupan individual maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Terjadinya tawuran pelajar, meningkatnya kriminalitas, penyalahgunaan Narkoba, meningkatnya penderita AIDS, dan lain lain menunjukkan hal ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Fardhu kifayah : Yaitu ilmu yang diwajibkan untuk dipelajari oleh sebagian kaum muslimin sehingga terpenuhinya kecukupan atau kebutuhan akan ilmu tersebut. Tetapi apabila kecukupan itu tidak tercapai, maka kaum muslimin menjadi berdosa semuanya. Contohnya adalah ilmu2 alam, sosial, hadits, tafsir, bhs Arab, dan lain lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini sangat sesuai dengan kondisi kebutuhan manusia, karena ilmu jenis ini tidak harus dipelajari oleh semua orang (berbeda dengan kelompok ilmu pertama diatas), melainkan Islam menghargai spesialisasi sesuai dengan disiplin ilmu yang diminati oleh masing2 orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;ARAH PENGEMBANGAN ILMU&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menggariskan secara tegas tentang arah pengembangan ilmu pengetahuan dalam Islam, sehingga kaum muslimin dalam kegiatan belajar dan mengajar tidak boleh sama sekali keluar dari garis ini, yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Bahwa ilmu pengetahuan yang dipelajari tersebut haruslah ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (QS 22/65, 16/14, 14/32-34), bukan untuk mendapatkan pujian orang, bukan pula untuk tujuan2 yang rendah seperti sekedar untuk mencari uang, popularitas, jabatan, dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Bahwa ilmu pengetahuan yang dipelajari tersebut haruslah tidak menimbulkan kerusakan, baik pada diri sendiri, maupun orang lain dan alam semesta ini (QS 7/56). Segala jenis ilmu yang bertujuan merusak, membahayakan dan menghancurkan sangat dilarang dalam Islam. Sehingga Nabi SAW bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidak boleh membahayakan orang lain dan tidak boleh pula menentang bahaya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Bahwa ilmu pengetahuan yang dipelajari tersebut haruslah tidak ada pemisahan/sekularisasi ilmu yang bertujuan mengkotak2kan antara ilmu dengan agama. Sehingga dalam Islam tidak dikenal adanya ilmu untuk ilmu, atau seni untuk seni, sehingga bebas dari aturan2 dan norma2 agama. Semua ilmu, seni, politik, hukum dan semua aspek kehidupan seorang muslim tidak bisa dan tidak boleh lepas dari tatanan yang telah digariskan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Kalau tidak demikian maka keislamannya dipertanyakan (QS 4/65).&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;       &lt;hr style="font-family: verdana;" class="Divider" align="center"&gt;       &lt;p style="font-family: verdana;" align="left"&gt;Artikel dicetak dari situs Al-Ikhwan.net: &lt;b&gt;http://www.al-ikhwan.net&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-4759693514766619160?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/4759693514766619160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=4759693514766619160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/4759693514766619160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/4759693514766619160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/al-quran-dan-iptek-3-pembagian-ilmu.html' title='Al Qur’an dan IPTEK (3) : Pembagian Ilmu yang Wajib Dipelajari'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-8213127269734211800</id><published>2007-05-31T17:10:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T11:29:21.206+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Al Qur’an dan IPTEK (2) : Sumber-Sumber Ilmu Pengetahuan dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" id="BlogContent"&gt;&lt;p&gt;Setelah kita mengetahui betapa tinggi perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan dan betapa Allah SWT mewajibkan kepada kaum muslimin untuk belajar dan terus belajar, maka Islampun telah mengatur dan menggariskan kepada ummatnya agar mereka menjadi ummat yang terbaik (dalam ilmu pengetahuan dan dalam segala hal) dan agar mereka tidak salah dan tersesat, dengan memberikan bingkai sumber2 pengetahuan berdasarkan urutan kebenarannya sebagai berikut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Al-Qur'an dan as-Sunnah :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a&gt;Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan al-Qur'an dan as-Sunnah sebagai sumber pertama ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan keduanya adalah langsung dari sisi Allah SWT dan dalam pengawasannya, sehingga terjaga dari kesalahan, dan terbebas dari segala vested interest apapun, karena ia diturunkan dari Yang Maha Berilmu dan Yang Maha Adil. Sehingga tentang kewajiban mengambil ilmu dari keduanya, disampaikan Allah SWT melalui berbagai perintah untuk memikirkan ayat-ayat NYA (QS 12/1-3) dan menjadikan Nabi SAW sebagai pemimpin dalam segala hal (QS 33/21).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;2. Alam semesta :&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk memikirkan alam semesta (QS 3/190-192) dan mengambil berbagai hukum serta manfaat darinya, diantara ayat2 yang telah dibuktikan oleh pengetahuan modern seperti[1] :&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;a· Ayat tentang asal mula alam semesta dari kabut/nebula (QS 41/11).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;b· Ayat tentang urutan penciptaan (QS 79/28-30): Kegelapan (nebula dari kumpulan H dan He yang bergerak pelan); adanya sumber cahaya akibat medan magnetik yang menghasilkan panas radiasi termonuklir (bintang dan matahari);  pembakaran atom H menjadi He lalu menjadi C lalu menjadi O baru terbentuknya benda padat dan logam seperti planet (bumi); panas turun menimbulkan kondensasi baru membentuk air; baru mengakibatkan adanya kehidupan (tumbuhan).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;c· Ayat bahwa bintang2 merupakan sumber panas yang tinggi (QS 86/3),&lt;br /&gt;matahari sebagai contoh tingkat panasnya mencapai 6000 derajat C.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;d· Ayat tentang teori ekspansi kosmos (QS 51/47).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;e· Ayat bahwa planet berada pada sistem tata surya terdekat (sama'ad-dunya) (QS 37/6).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;f· Ayat yang membedakan antara planet sebagai pemantul cahaya (nur/kaukab) dengan matahari sebagai sumber cahaya (siraj) (QS 71/16).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;g· Ayat tentang gaya tarik antar planet (QS 55/7).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;h· Ayat tentang revolusi bumi mengedari matahari (QS 27/88).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;i· Ayat bahwa matahari dan bulan memiliki waktu orbit yang berbeda2 (QS 55/5) dan garis edar sendiri2 yang tetap (QS 36/40).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;j· Ayat yang menerangkan bahwa bumi ini bulat (kawwara-yukawwiru) dan melakukan rotasi (QS 39/5).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;k· Ayat yang menerangkan tentang tekanan udara rendah di (luar) angkasa (QS 6/125).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;l· Ayat tentang akan sampainya manusia (astronaut) ke ruang angkasa (in bedakan dengan lau) dengan ilmu pengetahuan (sulthan) (QS 55/33).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;m· Ayat yang menerangkan tentang jenis-jenis awan, proses penciptaan hujan es dan salju (QS 24/43).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;n· Ayat tentang bahwa awal kehidupan dari air (QS 21/30).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;o· Ayat bahwa angin sebagai mediasi dalam proses penyerbukan (pollen) tumbuhan (QS 15/22).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;p· Ayat bahwa pada tumbuhan terdapat pasangan bunga jantan (etamine) dan bunga betina (ovules) yang menghasilkan perkawinan (QS 13/3).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;q· Ayat tentang proses terjadinya air susu yang bermula dari makanan (farts) lalu diserap oleh darah (dam) lalu ke kelenjar air susu (QS 16/66), perlu dicatat bahwa peredaran darah baru ditemukan oleh Harvey 10 abad setelah wafatnya nabi Muhammad SAW.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;r· Ayat tentang penciptaan manusia dari air mani yang merupakan campuran (QS 76/2), mani merupakan campuran dari 4 kelenjar, testicules (membuat spermatozoid), vesicules seminates (membuat cairan yang bersama mani), prostrate (pemberi warna dan bau), Cooper &amp; Mary (pemberi cairan yang melekat dan lendir).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;s· Ayat bahwa zyangote dikokohkan tempatnya dalam rahim (QS 22/5), dengan tumbuhnya villis yang seperti akar yang menempel dpada rahim.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;t· Ayat tentang proses penciptaan manusia melalui mani (nuthfah) : zygote yang melekat ('alaqah); segumpal daging/embryo (mudhghah); dibungkus oleh tulang dalam misenhyme ('idhama); tulang tersebut dibalut oleh otot dan daging (lahma) (QS 23/14).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;3. Diri manusia :&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;Allah SWT memerintahkan agar manusia memperhatikan tentang proses penciptaannya, baik secara fisiologis/fisik (QS 86/5) maupun psikologis/jiwa manusia tersebut (QS 91/7-10).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;4. Sejarah :&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;Allah SWT memerintahkan manusia agar melihat kebenaran wahyu-Nya melalui lembar2 sejarah (QS 12/111). Jika manusia masih ragu akan kebenaran wahyu-Nya dan akan datangnya hari pembalasan, maka perhatikanlah kaum Nuh, Hud, Shalih, Fira'un, dan sebagainya, yang kesemuanya keberadaannya dibenarkan dalam sejarah hingga saat ini.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a&gt;——————————————————————————–&lt;/a&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;[1] Bucaille, M., (1979) &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;a style="font-family: verdana;"&gt;      &lt;/a&gt;&lt;hr style="font-family: verdana;" class="Divider" align="center"&gt; &lt;a style="font-family: verdana;"&gt;      &lt;/a&gt;&lt;p style="font-family: verdana;" align="left"&gt;&lt;a&gt;Artikel dicetak dari situs Al-Ikhwan.net: &lt;b&gt;http://www.al-ikhwan.net&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-8213127269734211800?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/8213127269734211800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=8213127269734211800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8213127269734211800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8213127269734211800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/al-quran-dan-iptek-2-sumber-sumber-ilmu.html' title='Al Qur’an dan IPTEK (2) : Sumber-Sumber Ilmu Pengetahuan dalam Islam'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-6199788665596822881</id><published>2007-05-31T17:08:00.000+07:00</published><updated>2007-05-31T17:10:06.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Al Qur’an dan IPTEK (1)</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" id="BlogContent"&gt;&lt;p&gt;Sebagian orang yang rendah pengetahuan keislamannya beranggapan bahwa al-Qur’an adalah sekedar kumpulan cerita2 kuno yang tidak mempunyai manfaat yang signifikan terhadap kehidupan modern, apalagi jika dikorelasikan dengan kemajuan IPTEK saat ini.&lt;br /&gt;Al-Qur’an menurut mereka cukuplah dibaca untuk sekedar mendapatkan pahala bacaannya, tidak untuk digali kandungan ilmu didalamnya, apalagi untuk dapat menjawab permasalahan2 dunia modern dan diterapkan dalam segala aspek kehidupan, hal itu adalah sesuatu yang nonsense.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a&gt;Anggapan2 diatas merupakan indikasi bahwa orang tersebut tidak mau berusaha untuk membuka al-Qur’an dan menganalisis kandungan ayat2 nya. Oleh karenanya maka anggapan tersebut adalah sangat keliru dan bertolak belakang dengan semangat al-Qur’an itu sendiri. Bukti2 di bawah ini menunjukkan yang sebaliknya:&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;1. Bahwa wahyu yang pertama sekali diturunkankan oleh Allah SWT kepada Nabi-Nya Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca/belajar (QS 96/1-5) dan menggunakan akal, bukan perintah untuk shalat, puasa atau dzikrullah. Demikian tinggi hikmah turunnya ayat ini, menunjukkan perhatian Islam yang besar terhadap ilmu pengetahuan.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;2. Bahwa Allah SWT mengangkat manusia (Adam as) sebagai khalifah-Nya dimuka bumi dan bukan para malaikat-Nya sebab adanya ilmu pengetahuan (QS 2/31-33). Yang dengan kelebihan ilmu pengetahuan itu juga, Allah SWT memuliakan Adam as, sehingga memerintahkan para malaikat-Nya untuk bersujud kepada Adam as.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;3. Manusia yang memiliki derajat yang paling tinggi disisi ALLAH SWT, adalah manusia yang memiliki iman dan ilmu (QS 58/11). Karena iman membawa manusia kepada ketinggian di akhirat (fil akhirati hasanah), dan ilmu membawa manusia kepada ketinggian di dunia (fid dunya hasanah).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;4. Syarat manusia yang berhak diangkat menjadi pemimpin dalam Islam ada 2 hal : ilmu yang tinggi dan fisik yang sehat (QS 2/247). Ini menunjukkan betapa tinggi penghargaan Islam kepada nilai2 ilmu dan nilai2 kesehatan.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;5. Bahkan Allah SWT melarang manusia untuk melakukan suatu pekerjaan/ perbuatan tanpa memiliki ilmunya (QS 17/36). Artinya bahwa Islam sangat menghargai spesialisasi dalam berbagai bidang ilmu dan menganjurkan ummatnya untuk menjadi seorang yang profesional sesuai dengan bidang keilmuannya masing2 (menjadi expert dalam bidangnya).&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a&gt;6. Sejarah menunjukkan, bahwa pada masa kaum muslimin mempelajari dan melaksanakan ajaran agamanya dengan benar, maka mereka memimpin dunia dengan pakar2 yang menguasai dalam disiplin ilmunya masing2, sehingga Baratpun belajar dari mereka (lihat buku III). Baru dimasa kaum muslimin meninggalkan ajaran agamanya dan tergiur dengan kenikmatan duniawi dan berpaling ke Barat, maka Allah SWT merendahkan dan menghinakan mereka. Sungguh telah benar Rasulullah SAW yang telah memperingatkan ummatnya akan hal ini, sebagaimana dalam haditsnya : “Kelak akan datang suatu masa dimana kalian akan menjadi seperti makanan diatas piring yang dihadapi oleh orang2 yang kelaparan. Maka para sahabat ra bertanya : Apakah karena jumlah kita sedikit saat itu ya Rasulullah ? Jawab Nabi SAW : Bahkan jumlah kalian sangat banyak. Tetapi kalian terkena penyakit “wahn”! Tanya para sahabat ra : Apa itu “wahn” ya Rasulullah ? Jawab Nabi SAW : Kalian cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;  &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;a style="font-family: verdana;"&gt;      &lt;/a&gt;&lt;hr style="font-family: verdana;" class="Divider" align="center"&gt; &lt;a style="font-family: verdana;"&gt;      &lt;/a&gt;&lt;p style="font-family: verdana;" align="left"&gt;&lt;a&gt;Artikel dicetak dari situs Al-Ikhwan.net: &lt;b&gt;http://www.al-ikhwan.net&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;a style="font-family: verdana;"&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-6199788665596822881?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/6199788665596822881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=6199788665596822881' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/6199788665596822881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/6199788665596822881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/al-quran-dan-iptek-1.html' title='Al Qur’an dan IPTEK (1)'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-1901686374897782711</id><published>2007-05-31T17:06:00.000+07:00</published><updated>2007-05-31T17:07:57.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Adab Membaca Al-Qur’an</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" id="BlogContent"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. NIAT YANG IKHLAS KARENA ALLAH&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bersabda Nabi SAW: “Sesungguhnya ALLAH SWT tidak memandang kepada bentuk tubuhmu dan tidak juga pada rupa wajahmu, tetapi IA memandang kepada keikhlasan hatimu.” (HR Muslim)&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Mu’adz bin Jabal ra berkata: “Aku membonceng Nabi SAW yang sedang mengendarai Keledai, maka beliau SAW berkata padaku: Wahai Mu’adz, tahukah Anda apa hak ALLAH terhadap hamba dan apa hak hamba terhadap ALLAH? Maka saya menjawab: ALLAH dan Rasul-NYA lebih mengetahui. Maka kata Nabi SAW: Hak ALLAH terhadap hamba adalah agar mereka beribadah kepada-NYA dan tidak menyekutukan-NYA sedikitpun. Dan hak hamba terhadap ALLAH adalah bahwa ALLAH tidak akan menyiksa hamba yang tidak menyekutukan kepada ALLAH sedikitpun.” (HR Muttafaq ‘alaih)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. BERWUDHU SEBELUM QIRO’AH&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Seseorang memberi salam kepada Nabi SAW ketika beliau SAW sedang berwudhu maka beliau SAW menunda menjawab salam tersebut sampai beliau SAW selesai berwudhu’ baru kemudian dijawab salamnya oleh beliau SAW, sambil bersabda: Sebenarnya tidak ada yang menghalangiku untuk menjawab salammu tadi, melainkan karena aku tidak suka menyebut nama ALLAH, kecuali dalam keadaan suci.” (HR Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’I dan Ibnu Majah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. MENGGUNAKAN SIWAK SEBELUM QIRO’AH&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Seandainya tidak memberatkan ummatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan shalat.” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. MEMILIH TEMPAT/PAKAIAN YANG SUCI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Anas bin Malik ra berkata bahwa Nabi SAW bersabda: “Bahwa mesjid ALLAH tidak layak dikenai kencing atau kotoran manusia, karena sesungguhnya ia adalah untuk berdzikir kepada ALLAH dan membaca Al-Qur’an.” (HR Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. MEMBACA ISTI’ADZAH&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Maka apabila kamu membaca al-Qur’an maka mohonlah perlindungan dari Syaithon yang terkutuk.” (QS An-Nahl 16:98)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. SUNNAH MEMBAGUSKAN SUARA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Barangsiapa yang tidak menghiasi al-Qur’an dengan suaranya maka bukan termasuk golonganku.” (HR Abu Daud)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sungguh sebaik-baiknya suara manusia yang membaca al-Qur’an ialah yang jika engkau mendengar suara bacaannya maka engkau merasa bahwa ia seorang yang sangat takut kepada Allah.” (HR Abu Daud)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. MERENDAHKAN SUARA SAAT MEMBACA TERUTAMA SAAT BERADA DITEMPAT YANG RAMAI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dan serulah Rabb-mu dengan merendahkan diri dan merasa takut, sesungguhnya IA tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raaf, 7:55)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dan sederhanakanlah berjalanmu dan rendahkanlah suaramu, karena sesungguhnya sejelek-jelek suara itu adalah suara keledai.” (QS Luqman, 31:19)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. MERASA TAKUT DAN KHUSYU’&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan apabila dibacakan dihadapan mereka ayat-ayat ALLAH, maka mereka segera bersujud sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. (QS Al-Israa’, 17:109)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Ibnu Mas’ud ra berkata: Bersabda Nabi SAW padaku pada suatu hari sebagai berikut: Wahai Ibnu Mas’ud, bacakan al-Qur’an untukku. Maka aku bertanya: Apakah aku akan membacakannya untukmu padahal al-Qur’an itu diturunkan kepadamu? Jawab beliau SAW: Aku senang mendengarkannya dari orang lain. Maka kubacakan surat An-Nisaa’ dihadapan beliau SAW, sampai ketika aku sampai pada ayat: Maka bagaimanakah keadaanmu hai Muhammad, saat KAMI mendatangkan setiap ummat dengan seorang saksi nanti dan KAMI datangkan engkau sebagai saksi atas mereka semua? (QS An-Nisaa’ 4:41); Maka bersabdalah beliau SAW padaku: Cukup sampai disini hai Ibnu Mas’ud. Maka aku melirik pada wajah beliau SAW, maka kulihat wajahnya sudah penuh dengan linangan airmata. (HR Bukhari Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. MERASAKAN BAHWA ALLAH SWT SEDANG MENDENGARKAN BACAANNYA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abu Hurairah ra berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tiada sesuatupun yang lebih disenangi oleh ALLAH SWT melainkan mendengarkan bacaan seorang hamba-NYA yang merdu sedang membaca al-Qur’an dengan jelas.” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;10. BERUSAHA MEMENUHI KAIDAH TAJWIDNYA, MEMAHAMI DAN MENGAMALKANNYA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Beliau SAW membaca al-Qur’an dengan perlahan, setiap bertemu dengan ayat tasbih beliau SAW bertasbih, setiap bertemu dengan ayat perlindungan beliau SAW berta’awwudz dan setiap bertemu dengan ayat pertanyaan, maka beliau SAW menjawabnya.” (HR Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tafsir Ibnu Abbas ra atas QS Al-Furqaan (25:30)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu a’lam. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;       &lt;hr style="font-family: verdana;" class="Divider" align="center"&gt;       &lt;p style="font-family: verdana;" align="left"&gt;Artikel dicetak dari situs Al-Ikhwan.net: &lt;b&gt;http://www.al-ikhwan.net&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-1901686374897782711?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/1901686374897782711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=1901686374897782711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/1901686374897782711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/1901686374897782711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/adab-membaca-al-quran.html' title='Adab Membaca Al-Qur’an'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-2931606735218221522</id><published>2007-05-29T09:04:00.000+07:00</published><updated>2007-05-29T09:05:52.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Potret Keluarga Bersahaja</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7528084018-potret-keluarga-bersahaja.htm"&gt;&lt;b&gt;Endah Widayati&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebuah gerobak, dilengkapi terpal berwarna orange dan bangku berukuran 1, 5 meter. Meski kecil, namun tempat itu kini menjadi tempat favorit yang sering kukunjungi. Meski berjarak 1 kilo meter dari tempat kos, namun aku rela berjalan kaki pulang pergi, sambil olahraga pagi. Tentu tujuanku tidak hanya untuk mendapatkan Kupat Tahu Petis yang dijual di warung mini ini. Sebab, sebenarnya banyak penjual makanan serupa yang letaknya lebih dekat dan mudah terjangkau. Entahlah, ada keterikatan hati yang membuatku merasa nyaman untuk datang, lagi dan lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Untuk mencari tempat langganan makanan, jujur, aku termasuk yang pilih-pilih. Namun bicara kriteria, mungkin agak lain dari kebanyakan orang. Menjadi kebiasaanku untuk mendahulukan pedagang yang berjilbab, agar lebih memastikan makanan yang dijual aman kehalalannya. Faktor kedua yang menjadi penentu adalah kebersihan tempatnya. Sedangkan masalah harga dan rasa, menjadi alasan berikutnya. Bagiku, makanan enak akan menjadi kurang nikmat jika kebersihannya diragukan, apalagi kehalalannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Perkenalan dengan warung mini itu berawal pada sebuah Minggu pagi. Sambil berjalan-jalan, terihat olehku seorang ibu berjilbab dengan anak gadis yang nampak akrab menyiapkan dagangannya. Sang ibu berwajah lembut, namun terlihat gesit memainkan perannya. Sang gadis dengan penuh cinta membantu pekerjaan ibunya. "Wow, tidak ada salahnya dicoba, " hati kecilku berteriak memberi perintah kaki untuk berbelok. Awalnya, gerobak yang bertuliskan "Kupat Tahu Petis dan Sayur" ini enggan kudekati, mengingat posisinya yang tepat di depan alun-alun Banjaran, dan ramai dilewati angkot. Apa boleh buat, keharmonisan ibu dan anak itu lebih kuat mendorongku untuk mendekat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pada kunjungan pertama, aku menikmati keakraban ibu anak itu. Bahu membahu menyajikan Kupat Tahu untuk pembeli. Begitu sepi, si ibu juga membuatkan menu serupa untuk gadisnya dengan mesra. Awalnya aku berpikir bahwa ibu tersebut single parent. Ternyata dugaanku meleset. Beberapa kunjungan berikutnya, aku bertemu dengan suaminya, yang juga ramah kepada pembeli.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mungkin tidak banyak yang mengetahui latar belakang mereka yang sesungguhnya. Hingga menjadi kesyukuran bagiku bisa mengenal seluruh personil keluarga ini: pak Tamara, Ibu Endang, Icha dan Toni. Tidak hanya lezatnya makanan yang kurasakan, tapi lebih dari itu. Banyak cerita yang penuh hikmah kudapatkan dari mereka. Aku seperti memiliki keluarga baru di sini. Semakin mengenal, semakin akrab, dan semakin kagum. Inilah potongan kisah mereka...&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ialah Pak Tamara, siapa sangka, penjual Kupat Tahu petis ini adalah pensiunan Tentara. Lelaki sederhana berusia 58 tahun ini, sempat merasakan mewahnya hidup. Bertahun-tahun lamanya tinggal di Jerman, bekerja di Kedutaan, dengan berbagai fasilitas yang luar biasa. Naik pesawat dan empuknya mobil menjadi kesehariannya. Sebelum mengenal bu Endang, pak Tamara pernah menikah dengan perempuan Jerman, anak seorang Ustadz. Sayangnya, selama 17 tahun usia pernikahannya, beliau tidak mendapatkan keturunan. Menurut prediksi beliau, besar kemungkinan dipengaruhi kebiasaan merokok sang isteri, yang terbawa tradisi perempuan Jerman. Ketika pak Tamara mendapat kesempatan pulang ke Indonesia, isterinya menolak menyertainya. Apalah daya, bahtera rumah tangga itu pun kandas pada akhirnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pulang ke Indonesia, pak Tamara mengenal seorang perempuan lembut penuh keibuan. Ialah Bu Endang, yang waktu itu berusia 30 tahun. Awalnya bu Endang juga menolak lamaran pak Tamara, setelah melihat banyaknya potret kehidupan rumah tangga yang berantakan. Apa boleh dikata, mungkin itulah yang disebut jodoh. Akhirnya mereka pun menikah, meski uang pensiun jatuh ke tangan isteri pertama.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kini, aku bisa mengenal mereka dalam kebersahajaan hidup bersama kedua buah hatinya. Ada Icha, bidadari mereka yang duduk di kelas 1 SMU dan selalu terdepan di kelasnya. Begitupun dengan Toni, si bungsu pintar kelas 6 SD. Seringkali orang mengira, bahwa Toni adalah cucu pak Tamara.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Apa yang membuat mereka hebat? Pertama, mungkin cinta yang menjadi jawabnya. Terlihat sekali betapa harmonisnya hubungan di antara mereka. Kedua, tidak ada racun televisi di rumah mereka. Ini bukan karena mereka tidak mampu membeli. Justru anak-anak mereka yang merasa terganggu jika mempunyai TV. Tidak bisa konsen belajar menjadi alasannya. Icha sudah gandrung membaca sejak kecil. Begitupun Toni. Ke manapun pergi, buku selalu menjadi temannya yang setia.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ketiga, suasana dialogis menjadi jalan pencerdasan keluarga ini. Setiap berkunjung, diskusi seolah tidak ada habisnya. Selalu ada tema yang menarik untuk dibahas. Tentang penyesalan perilaku pejabat yang doyan korupsi. Tentang kegundahan akan remaja yang gandrung televisi, dan masih banyak lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dari sana aku mengetahui, bahwa sebenarnya pak Tamara pun tidak perlu merasakan menjadi penjual Kupat Tahu Petis jika menghendaki. Beliau pernah mendapat tawaran posisi strategis, asalkan mau sedikit culas. Namun jalan itu tidak pernah diambilnya, dan lebih memilih kesederhanaan dalam hidupnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Beliau juga mengaku, jika saja teman-temannya melihat profesinya yang sekarang, mungkin mereka tidak akan rela. Namun bukan itu masalahnya. Toh, pak Tamara dan keluarga ini begitu menikmati hidupnya. Berjualan bukanlah profesi yang hina. Mengenang masa lalunya yang penuh kemewahan, pak Tamara justru mengaku bosan. Dan kini, ia menemukan kebahagiaan bersama isteri dan anak-anak yang dicintainya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Hingga kisah ini kutuliskan, aku membayangkan betapa bahagianya mereka. Ah, seandainya para orang tua bisa bersikap bijak seperti mereka. Ah, seandainya para anak berpikir seperti Toni dan Icha. Ah, seandainya aku... Upzz.sebelum ke mana-mana, lebih baik kuakhiri saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Http://hamasahputri. Multiply. Com&lt;br /&gt;http://greatspiritever. Blogspot. Com&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-2931606735218221522?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/2931606735218221522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=2931606735218221522' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2931606735218221522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2931606735218221522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/potret-keluarga-bersahaja.html' title='Potret Keluarga Bersahaja'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-8786795296701262824</id><published>2007-05-29T09:03:00.000+07:00</published><updated>2007-05-29T09:04:42.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mazhab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='talfiq'/><title type='text'>Alasan Kebolehan Talfiq (Mix Antar Mazhab)</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum wr. wb.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bagaimana pendapat ustadz masalah tafiq? Dan bagaimana pandangan ustaz sekiranya rakyat indonesia yang mayoritas mazhab syafi'i tiba-tiba sekarang mazhabnya campuran?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ismail Nasution&lt;br /&gt;ismail3nast at eramuslim.com &lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Talfiq adalah menghimpun atau bertaqlid dengan dua imam madzhab atau lebih dalam satu perbuatan yang memiliki rukun, bagian-bagian yang terkait satu dengan lainnya yang memiliki hukum yang khusus. Ia kemudian mengikuti satu dari pendapat yang ada.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebagai contoh, seseorang bertaqlid kepada pendapat Al-Imam Asy-Syafi'i dalam mengusap sebagian kepala ketika wudlu, kemudian ia bertaqlid juga kepada ImamAbu Hanifah dan Imam Malik dalam hal tidak batalnya menyentuh wanita jika tidak bersyahwat. Kemudian ia shalat dengan wudlu tersebut. Bagaimana hukumnya?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dalam hal ini umumnya para ulama sepakat membolehkan, karena alasan yang tidak mungkin ditolak. Apalagi di zaman sekarang ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Alasan Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tidak adanya nash di dalam Al-Quran atau pun As-Sunnah yang melarang talfiq ini. Setiap orang berhak untuk berijtihad dan tiap orang berhak untuk bertaqlid kepada ahli ijtihad. Dan tidak ada larangan bila kita sudah bertaqlid kepada satu pendapat dari ahli ijtihad untuk bertaqlid juga kepada ijtihad orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Di kalangan para shahabat nabi SAW terdapat para shahabat yang ilmunya lebih tinggi dari yang lainnya. Banyak shahabat yang lainnya kemudian menjadikan mereka sebagai rujukan dalam masalah hukum. Misalnya mereka bertanya kepada Abu Bakar ra, Umar bin Al-Khattab ra, Utsman ra, Ali ra, Ibnu Abbas ra, Ibnu Mas'ud ra, Ibnu Umar ra dan lainnya. Seringkali pendapat mereka berbeda-beda untuk menjawab satu kasus yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun tidak seorang pun dari para shahabat yang berilmu itu yang menetapkan peraturan bahwa bila seseorang telah bertanya kepada dirinya, maka untuk selamanya tidak boleh bertanya kepada orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dan para iman mazhab yang empat itu pun demikian juga, tak satu pun dari mereka yang melarang orang yang telah bertaqlid kepadanya untuk bertaqlid kepada imam selain dirinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Maka dari mana datangnya larangan untuk itu, kalau tidak ada di dalam Quran, sunnah, perkataan para shahabat dan juga pendapat para imam mazhab sendiri?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Alasan Kedua&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pada hari ini, nyaris orang-orang sudah tidak bisa bedakan lagi, mana pendapat Syafi'i dan mana pendapat Maliki, tidak ada lagi yang tahu siapa yang berpendapat apa, kecuali mereka yang secara khusus belajar di fakultas syariah jurusan perbandingan mazhab. Dan betapa sedikitnya jumlah mereka hari ini dibandigkan dengan jumlah umat Islam secara keseluruhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Maka secara pasti dan otomatis, semua orang akan melakukan taliq, dengan disadari atau tidak. Kalau hukum talfiq ini diharamkan, maka semua umat Islam di dunia ini berdosa. Dan ini tentu tidak logis dan terlalu mengada-ada.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Alasan Ketiga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Alasan ini semakin menguatkan pendapat bahwa talfiq itu boleh dilakukan. Karena yang membolehkannya justru nabi Muhammad SAW sendiri secara langsung. Maka kalau nabi saja membolehkan, lalu mengapa harus ada larangan?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Nabi SAW lewat Aisyah disebutkan:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Nabi tidak pernah diberi dua pilihan, kecuali beliau memilih yang paling mudah, selama hal tersebut bukan berupa dosa. Jika hal tersebut adalah dosa, maka beliau adalah orang yang paling menjauhi hal tersebut “. &lt;/em&gt;(Fathu al-Bari, X, 524)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Adanya dua pilihan maksudnya ada dua pendapat yang masing-masing dilandasi dalil syar'i yang benar. Namun salah satunya lebih ringan untuk dikerjakan. Maka nabi SAW selalu cenderung untuk mengerjakan yang lebih ringan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Itu nabi Muhammad SAW sendiri, seorang nabi utusan Allah. Lalu mengapa harus ada orang yang main larang untuk melakukan apa yang telah nabi lakukan?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Alasan Keempat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Melakukan talfiq adalah hal yang termudah saat ini, ketimbang harus selalu berpedang kepada satu mazhab saja. Mengingat hari ini tidak ada guru atau ustadz yang mengajar fiqih di bawah satu mazhab saja dalam segala sesuatunya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kitab-kitabfiqih syafi'i di Indonesia memang banyak beredar, namun dari semua kitab itu, nyaris tidak ada satu pun yang menjawab semua masalah lewat pendapat Asy-Syafi'i. Ada begitu banyak masalah yang tidak dibahas di dalam kitab-kitak kuning itu dan tetap butuh jawaban.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Maka para kiayi sepuh yang biasanya selalu merujuk kepada kitab mazhab Syafi'i, terpaksa harus membuka kitab lainnya. Dan saat itu, beliau telah melakukan talfiq.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan hasil-hasil sidang Lajnah Bahtsul Matsail di kalangan Nahdlatul Ulama pun, yang konon sangat syafi'i, tidak lepas dari merujuk kepada kitab-kitab di luar mazhab Syafi'i. Silahkan baca buku &lt;strong&gt;Solusi Problema Aktual Hukum Islam: Keputusan Muktamar, Munas dan Konbes ahdlatul Ulama (1926-1999) &lt;/strong&gt;halaman xliv.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Oleh karena itu maka sesuai dengan sabda Rasulullah SAW bahwa kita diperintahkan untuk memilih sesuatu yang termudah, maka saat ini yang lebih mudah justru melakukan talfiq.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya agama ini (Islam) adalah mudah. Dan tidaklah seorang yang mencoba untuk menyulitkannya, maka ia pasti dikalahkan”. &lt;/em&gt;(Fathu al-Bari, I, 93)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Para imam Fiqih yang empat mendukung talfiq. ‘Al-Izz Ibnu Abdissalam menyebutkan bahwa dibolehkan bagi orang awam mengambil &lt;em&gt;rukhsah&lt;/em&gt; (keringanan) beberapa madzhab (&lt;em&gt;talfiq&lt;/em&gt;), karena hal tersebut adalah suatu yang disenangi. Dengan alasan bahwa agama Allah itu mudah (&lt;em&gt;dinu al-allahi yusrun&lt;/em&gt;) serta firman Allah dalam surat al-Hajj ayat 78:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam satu agama suatu kesempitan&lt;/em&gt;. (Fatawa Syaikh ‘Alaisy, I, 78)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Imam al-Qarafi menambahkan bahwa, praktik talfiq ini bisa dilakukan selama ia tidak menyebabkan batalnya perbuatan tersebut ketika dikonfirmasi terhadap semua pendapat imam madzhab yang diikutinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Demikian juga dengan para ulama kontemporer zaman sekarang, semacam Dr. Wahbah Az-Zuhaili, menurut beliau talfiq tidak masalah ketika ada hajat dan dlarurat, asal tanpa disertai main-main atau dengan sengaja mengambil yang mudah dan gampang saja yang sama sekali tidak mengandung maslahat syar‘iyat. (Ushul al-Fiqh al-Islamiy, II, 1181)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/fqk/7528173112-alasan-kebolehan-talfiq-mix-antar-mazhab.htm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-8786795296701262824?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/8786795296701262824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=8786795296701262824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8786795296701262824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/8786795296701262824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/alasan-kebolehan-talfiq-mix-antar.html' title='Alasan Kebolehan Talfiq (Mix Antar Mazhab)'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-2823460243804372826</id><published>2007-05-29T09:02:00.000+07:00</published><updated>2007-05-29T09:03:39.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korupsi'/><title type='text'>Korupsi Waktu Sama Berdosanya dengan Korupsi Uang</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamualaikum&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ustadz saya ingin menanyakan satu hal yang banyak terjadi dikantor saya. Saya adalah seorang PNS, banyak orang tahu bahwa PNS itu peluang untuk korupsinya besar.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Misalnya saja untuk mengurus KTP biaya resminya Rp 15. 000, - dan selesai dalam tempo paling lama 2 hari tetapi bisa selesai dalam waktu 1 jam asalkan mau membayar Rp 50. 000, -. Selisihnya masuk kekantong pribadi petugas yang melayani pembuatan KTP.Kalau sudah begitu, sudah pasti itu korupsi dan berdosa.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bagaimana dengan yang melakukan korupsi waktu, misalnya saja sesuai peraturan masuk kantor jam 08. 00 pagi dan pulang pukul 16. 00 sore, tetapi kenyataannya datang pukul 09. 00 pagi dan pulang pukul 14. 00. Apakah korupsi waktu sama berdosanya dengan korupsi uang?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Masalahnya di kantor saya banyak pegawai yang selalu mengatakan bahwa korupsi uang itu haram tetapi yang bersangkutan sering tidak ada di meja kerjanya pada jam-jam kantor karena pergi keluar untuk urusan pribadi. Bagaimana menurut Pak Ustadz, apakah dalam Islam korupsi waktu beda dosanya dengan korupsi uang? Terima Kasih&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Wasalamualaikum&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Endang S&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Korupsi uang hukumnya haram, karena terkait dengan memakan harta haram yang bukan hakya. 'Korupsi waktu' juga haram, meski tidak terkait secara langsung dengan mengambil harta milik orang lain. Korupi waktu terjadi karena bobroknya sistem birokrasi di negeri kita ini. Sehingga begitu banyak PNS yang sesungguhnya memakan 'gaji buta', akibat tidak adanya pekerjaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Keduanya tentu haram hukumnya dan juga saling terkait. Mengapa ada semacam pungutan liar untuk menguru KTP yang sebenarnya sangat sederhana dan murah? Barangkali karena pegawainya tidak bekerja sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Entah disengaja atau tidak, yang jelas mereka baru bekerja cepat manakala ada uangnya, yang tentunya akan masuk ke kantong sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Tidak mengerjakan tugas tepat sesuai dengan jadwal dengan cara disengaja, apalagi karena berharap akan mendapatkan uang pelicin di luar biaya resmi adalah dosa. Modus seperti ini nyaris mirip dengan pembegalan di siang hari bolong.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan meninggalkan tugas bukan karena malas, hukumnya juga haram. Meski alasannya untuk dakwah atau untuk kepentingan umat. Mengapa tetap haram?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Karena melanggar perjanjian di awal yang telah disepakatinya berupa peraturan. Seorang muslim, apa pun posisinya di dalam struktur dakwah, ketika menjadi pegawai baik negeri atau swasta, juga terikat dengan peraturan yang berlaku. Kalau peraturan mengharuskan dirinya ada di kantor sejak jam 08.00 hingga jam 17.00, maka dia wajib memenuhinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dia tidak dibenarkan untuk kelayapan ke sana kemari, meski dengan alasan untuk dakwah. Kecuali atas izin dari institusi atau karena memang ditugaskan untuk hal itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Seorang muslim terikat dengan peraturan atau perjanjian yang telah disepakatinya. &lt;em&gt;Al-muslimuna 'inda syuruthihim&lt;/em&gt;. Itulah ketetapan dari nabi Muhamad SAW yang mengikat semua orang. Pelanggaran atas peraturan yang telah disepakatinya, adalah sebuah pelanggaran atas ketetapan syariah Islam. Tentu hukumnya dosa, meski niatnya baik. Tetapi caranya tetap tidak dibenarkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Semoga kita sadar atas kekurangan dan kelalaian kita di hadapan sesama manusia, dan bisa dengan mudah memperbaiki diri masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/aqd/7528152346-korupsi-waktu-sama-berdosanya-dengan-korupsi-uang.htm"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-2823460243804372826?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/2823460243804372826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=2823460243804372826' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2823460243804372826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/2823460243804372826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/korupsi-waktu-sama-berdosanya-dengan.html' title='Korupsi Waktu Sama Berdosanya dengan Korupsi Uang'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-183884951799186792</id><published>2007-05-29T09:01:00.000+07:00</published><updated>2007-05-29T09:02:15.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Apa Prioritas Dakwah Dalam Islam yang Shahih?</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikumwr wb, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ada beberapa yangingin sy tanyakan:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Apakah prioritas dalam berdakwah harus selalu dari aqidah?, karena ada sebagian kaum musliminyangmenekankan aqidah, tetapi menafikan yang muslimin yang lain yang berbeda dalam menentukan prioritas da'wahnya?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Syukron katsir, &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Wass&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Idrus Ali&lt;br /&gt;idrus_ali at eramuslim.com &lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kalau kita bicara aqidah dalam kaitannya dengan langkah dan strategi dakwah, barangkali yang lebih tepatnya bukan prioritas atau mana yang harus didahulukan, tetapi aqidah adalah landasan yang perlu dibangun dengan baik dan kokoh. Sedangkan mana yang harus didahulukan untuk awalnya, kita sesuaikan dengan kebutuhan &lt;em&gt;real&lt;/em&gt; di lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Misalnya, orang yang sedang ditimpa bencana alam dan rumahnya roboh, masak sih kita ceramahi tentang bahaya syirik? Tentu dakwah untuk mereka kita mulai dari memberi bantuan berupa makanan, pakaian bersih, rumah tempat tinggal, pengobatan gratis dan seterusnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Preman insyaf yang tidak punya penghasilan halal, perlu kita carikan pekerjaan halal yang mampu dikerjakannya. Itu lebih utama untuk kita perioritaskan ketimbang kita membahas bab-bab yang membatalkan syahadat. Buat apa bicara tentang syahadat secara panjang dan lebar, sementara kebutuhan hidupnya senin kamis dan teman-teman premannya menawarkan bisnis barang haram?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Petani miskin yang setiap hari dimiskinkan oleh sistem, panennya gagal diserang hama, hartanya habis dilahap rentenir, tentu perlu diberikan jalan keluar yang tepat ketimbang kita tatar dengan materi &lt;i&gt;rububiyatullah, uluhiyatullah &lt;/i&gt;serta &lt;i&gt;asma' wa shifat&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Jadi dakwah itu seharusnya memberi solusi dunia dan akhirat. Bukan hanya urusan aqidah semata. Meski aqidah itu merupakan landasan yang penting untuk dibangun secara kokoh, namun bukan berarti pintu gerbang utama dakwah itu harus selalu aqidah dan aqidah saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan boleh jadi jendela pertama kita menjalin hubungan kontak dengan objek dakwah lewat hal-hal yang sepele, misalnya kebetulan kepada teman yang punya hobi sama, atau kebetulan jadi rekan dagang dan bisnis, atau kebetulan langganan cukur rambut di pengkolan jalan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pembicaraan tidak harus selalu dimulai dari tema berat tentang aqidah, tetapi dari tema apa saja, syukur-syukur yang bisa memberi solusi nyata dan instan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Akan tetapi kita tidak menafikan bahwa untuk membangun pribadi muslim yang baik, sisi aqidah perlu dibenahi secara baik. Namun tetap ada kisi-kisinya, sehingga kita masih bisa membedah lagi, pada bagian mana dari aqidah itu yang perlu ditekankan. Mana yang harus didahulukan dan mana yang masih mungkin terjadi beda pendapat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mengingat tidak semua materi dan point-point aqidah menjadi batas iman dan kufur, ada sebagian dari materi yang sebenarnya termasuk aqidah, namun tidak mengurangi nilai iman atau menambahinya. Seperti nama-nama surga dan neraka, meski termasuk bagian aqidah, tetapi bila ada orang yang tidak hafal nama-nama itu, tidak mengurangi nilai aqidahnya. Demikian juga dengan nama-nama malaikat, nabi dan seterusnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7526102957-apa-prioritas-dakwah-dalam-islam-shahih.htm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29687691-183884951799186792?l=walausetitik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://walausetitik.blogspot.com/feeds/183884951799186792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29687691&amp;postID=183884951799186792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/183884951799186792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29687691/posts/default/183884951799186792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://walausetitik.blogspot.com/2007/05/apa-prioritas-dakwah-dalam-islam-yang.html' title='Apa Prioritas Dakwah Dalam Islam yang Shahih?'/><author><name>Walau Setitik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03190666029926540117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1819/3005/320/harimau%20langka.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29687691.post-6734590406634163445</id><published>2007-05-29T08:57:00.000+07:00</published><updated>2007-05-29T09:00:51.907+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thoharoh'/><title type='text'>Apakah Bulu atau Kotoran Anjing Sama Seperti Liur Anjing</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu'alaikum wr wb &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pak ustad, saya mau tanya:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;A. Apakah bila seorang muslim menyentuh bulu Anjing diwajibkan ber-taharah seperti terkena liur anjing (memakai tanah)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;B. Bagaimana dengan kotorannya, apabila sepatu menginjaknya perlukan sepatu tersebut dicuci dengan tanah juga? Bagaimana kasusnya juga kotorannya sudah kering (tidak basah)?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mohon lengkapi jawaban dengan dalil (qur'an atau hadits)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Terima kasih jawabannya&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Wassalamu'alaikum wr wb&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;=pur1=&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pur1&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: verdana;" id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Bulu anjing oleh para ulama termasuk benda najis yang berat, di mana bila kita bersentuhan dengan bulu itu, maka kita wajib mensucikan tubuh kita, atau pakaian dan tempatnya. Namun ada pendapat yang mengatakan bahwa hal itu dengan syarat bila bulu itu basah atau bagian tubuh kita basah. Namun bila keduanya kering, tidak terjadi proses penajisan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan najis anjing yang menempel di sepatu, kalau mau kita sucikan tentu harus disucikan sesuai dengan prosedur. Tetapi selama kita tidak ingin mensucikannya, tidak mengapa. Toh kita tidak akan shalat dengan memakai sepatu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Namun sebaiknya dibersihkan, karena boleh jadi kita masuk rumah dengan memakai sepatu, bila ada najisnya, mungkin akan mengotori rumah denan najis.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Kenajisan Anjing dan Pensuciannya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Para ulama umumnya memasukkan anjing ke dalam jenis najis yang berat. Atau sering juga disebut dengan istilah &lt;em&gt;mughalladzah&lt;/em&gt;. Istilah berat ini terkait dengan beratnya cara untuk mensucikan najis.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mengingat ada jenis najis yang ringan untuk mensucikanya, seperti air kencing bayi laki yang belum makan apapun kecuali air susu ibunya. Disebut ringan karena untuk mensucikannya hanya cukup dipercikkan air di atasnya, meski air kencing itu masih ada, namun Allah SWT sebagai penentu aturan syariah telah menetapkannya demikian.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan anjing dan air liurnya, Allah SWT telah menetapkannya sebagai najis yang berat, karena untukmensucikannya harus dengan mencucinya secara ritual 7kali dan salah satunya dengan tanah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dalil-dalilnya adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Bila seekor anjing minum dari wadah milik kalian, maka cucilah 7 kali. &lt;/em&gt;(HR Bukhari 172, Muslim 279, 90).&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt; عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إذا شرب الكلب في إناء أحدكم فليغسله سبعا. متفق عليه ولأحمد ومسلم: طهور إناء أحدكم إذا ولغ فيه الكلب أن يغسله سبع مرات أولاهن بالتراب&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt; &lt;em&gt;Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Sucinya wadah kalian yang dimasuki mulut anjing adalah dengan mencucinya 7 kali." Dan menurut riwayat Ahmad dan Muslim disebutkan salah satunya dengan tanah." &lt;/em&gt;(HR Muslim 279, 91, Ahmad 2/427)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebagian ulama menghukumi anjing sebagai hewan yang najis berat bukan hanya air liurnya saja, tetapi juga seluruh tubuhnya. Namun ada sebagian ulama yang tidak menghukumi najis anjing pada badannya, kecuali hanya air liurnya saja sebagai najis berat.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt; Lebih dalam tentang bagaimana perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang kenajisan anjing ini, kita bedah satu persatu sesuai apa yang terdapat dalam kitab-kitab fiqih rujukan utama.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt; &lt;strong&gt;1. Mazhab Al-Hanafiyah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Dalam mazhab ini, yang najis dari anjing hanyalah air liurnya, mulutnya dan kotorannya. Sedangkan tubuh dan bagian lainnya tidak dianggap najis. Kedudukannya sebagaimana hewan yang lainnya, bahkan umumnya anjing bermanfaat banyak buat manusia. Misalnya sebagai hewan penjaga atau pun hewan untuk berburu. Mengapa demikian?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sebab dalam hadits tentang najisnya anjing, yang ditetapkan sebagai najis hanya bila anjing itu minum di suatu wadah air. Maka hanya bagian mulut dan air liurnya saja (termasuk kotorannya) yang dianggap najis.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt; &lt;em&gt;Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila anjing minum dari wadah air milikmu, harus dicuci tujuh kali&lt;/em&gt;.(HR Bukhari dan Muslim).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Sucinya wadah minummu yang telah diminum anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.&lt;/em&gt;(HR Muslim dan Ahmad)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt; Lihat kitab Fathul Qadir jilid 1 halaman 64, kitab Al-Badai` jilid 1 halaman 63.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt; &lt;strong&gt;2. Mazhab Al-Malikiyah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mazhab ini juga mengatakan bahwa badan anjing itu tidak najis kecuali hanya air liurnya saja. Bila air liur anjing jatuh masuk ke dalam wadah air, wajiblah dicuci tujuh kali sebagai bentuk ritual pensuciannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Silahkan periksa kitab Asy-Syarhul Kabir jilid 1 halaman 83 dan As-Syarhus-Shaghir jilid 1 halaman 43.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt; &lt;strong&gt;3. Mazhab As-Syafi`iyah dan Al-Hanabilah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kedua mazhab ini sepakat mengatakan bahwa bukan hanya air liurnya saja yang najis, tetapi seluruh tubuh anjing itu hukumnya najis berat, termasuk keringatnya. Bahkan hewan lain yang kawin dengan anjing pun ikut hukum yang sama pula. Dan untuk mensucikannya harus dengan mencucinya tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Logika yang digunakan oleh mazhab ini adalah tidak mungkin kita hanya mengatakan bahwa yang najis dari anjing hanya mulut dan air liurnya saja. Sebab sumber air liur itu dari badannya. Maka badannya itu juga merupakan sumber najis. Termasuk air yang keluar dari tubuh itu juga, baik kencing, kotoran dan juga keringatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt; Pendapat tentang najisnya seluruh tubuh anjing ini juga dikuatkan dengan hadits lainnya antara lain:&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt; &lt;em&gt;Bahwa Rasululah SAW diundang masuk ke rumah salah seorang kaum dan beliau mendatangi undangan itu. Di kala lainya, kaum yang lain mengundangnya dan beliau tidak mendatanginya. Ketika ditanyakan kepada beliau apa sebabnya beliau tidak mendatangi undangan yang kedua, beliau bersabda
